Lompat ke isi

Unjuk rasa di Indonesia 2025

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Unjuk rasa di Indonesia 2025
Bagian dari Era Reformasi dan Kebangkitan Asia
Peserta demonstrasi di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 21 Februari 2025
Tanggal17 Februari 2025 – 31 Desember 2025
(10 bulan dan 2 minggu)
LokasiIndonesia,[a] dengan unjuk rasa solidaritas di Amerika Serikat, Australia, Jerman,[1][2] dan Belanda[3]
Sebab
Daftar
TujuanLihat Tuntutan
MetodeDemonstrasi
Aktivisme internet
Aktivisme mahasiswa
Boikot
Kerusuhan
Vandalisme
Penjarahan
Pembakaran disengaja
Penolakan terhadap beberapa tokoh politik pro-pemerintah
Cacerolazo
Pelarian modal manusia (lihat #KaburAjaDulu)
HasilSebagian besar gagal, reformasi substansi minimal
Pihak terlibat

Indonesia Demonstran
(tidak ada otoritas terpusat)

Tokoh utama

Demonstran:
(tidak ada pemimpin terpusat)

Jumlah
  • Fase pertama: 9.722[c]
  • Fase kedua: Belum ada data
  • Fase ketiga: Belum ada data
  • Fase pertama: 2.610[d]
  • Fase kedua: 6.100[e]
  • Fase ketiga: Belum ada data
Jumlah korban
  • 2 korban jiwa[f]
  • 548+ orang terluka[g]
  • 2.208+ orang ditahan[h]
  • 63 orang hilang[i]
  • 24 orang terluka[j]
Netral
7 korban jiwa[k]
18 jurnalis terluka[79]
3 petugas medis terluka[80]
1 warga sipil non-pendemo terluka[81]

Total korban
9 korban jiwa
2.208+ orang ditahan
548+ orang luka-luka
63 orang hilang

Unjuk rasa sepanjang 2025 di Indonesia, yang dijuluki demonstrasi #IndonesiaGelap atau Habislah Gelap Terbitlah Perlawanan serta #ResetIndonesia, adalah serangkaian demonstrasi rakyat terhadap pemerintahan dan Dewan Perwakilan Rakyat di beberapa kota dan wilayah di Indonesia.[82][83]

Demonstrasi besar pertama dimulai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang awalnya direncanakan pada 17–19 Februari, namun baru terlaksana pada 20 Februari.[82] Pada 21 Februari, Koalisi Masyarakat Sipil juga menyerukan warga sipil untuk berpartisipasi dalam demonstrasi setelah salat Jumat.[84][85] BEM SI memproyeksikan bahwa sekitar 5.000 mahasiswa berpartisipasi dalam demonstrasi[86] dan menyuarakan tindakan lebih lanjut jika pemerintah belum bereaksi secara positif.[87]

Fase kedua protes dimulai pada Maret 2025 setelah disahkannya revisi terbaru Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI), yang meningkatkan jumlah posisi sipil yang dapat diisi oleh prajurit dari 10 menjadi 14.[88] Sebagian besar protes berlangsung di depan gedung-gedung legislatif dari DPR RI di Jakarta serta DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Di berbagai titik, terjadi pembakaran ban bekas, pelemparan bom molotov, dan bentrokan dengan aparat kepolisian.

Unjuk rasa sempat mereda, namun kembali memanas pada tanggal 25 Agustus, memulai fase ketiga demonstrasi. Ada beberapa tuntutan baru yang menyertai unjuk rasa kali ini, yaitu: Menolak kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, meminta kejelasan perihal beberapa undang-undang kontroversial (seperti UU TNI dan UU Perampasan Aset) yang diduga merusak demokrasi dan tidak berpihak kepada rakyat, dan penolakan kenaikan signifikan pada PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan: Perdesaan dan Perkotaan) di beberapa daerah yang sebelumnya sempat memicu unjuk rasa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada tanggal 10 Agustus.

Pada malam 28 Agustus, unjuk rasa bereskalasi dan meluas menjadi bentrokan yang lebih besar disertai kerusuhan setelah seorang pengemudi ojek motor daring, Affan Kurniawan, tewas ditabrak dan dilindas kendaraan taktis kepolisian, unjuk rasa dihadiri dari banyaknya lapisan masyarakat, terutama dari sesama pengemudi ojek daring dan serikat mahasiswa.

Kronologi

[sunting | sunting sumber]
Grafiti "#AdiliJokowi" di Janti, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Latar belakang

[sunting | sunting sumber]
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, dirilis pada 22 Januari 2025

Unjuk rasa dilakukan sebagai respons atas kebijakan kontroversial Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabuming Raka, yang mencakup program Makan Bergizi Gratis dan pemberlakuan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang menyebabkan berbagai pemotongan anggaran, yang konon untuk mendanai makanan bergizi gratis.[89] Slogan #IndonesiaGelap sendiri berasal dari tagar yang populer di Twitter (X).

Menurut Beautynesia, tagar tersebut telah digunakan lebih dari 760 ribu tweet,[90] tetapi dalam waktu 24 jam, jumlah tersebut meningkat hingga 14 juta tweet.[91] Sementara menurut koordinator BEM SI, Satria Naufal, tagar itu mewakili "ketakutan, kekhawatiran, dan kesejahteraan warga negara".[92]

Sebelumnya, unjuk rasa Adili Jokowi juga pernah terjadi di Surakarta pada 14 Februari 2025 yang menuntut agar kasus-kasus yang melibatkannya diusut tuntas. Namun, 10 menit kemudian, para pengunjuk rasa bubar setelah hujan deras.[93] Selain itu, ada beberapa grafiti bertuliskan Adili Jokowi di beberapa wilayah di Jawa, seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Malang, yang kemudian banyak di antaranya yang telah dihapus oleh pemerintah daerah.[94]

Kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran

[sunting | sunting sumber]

Koordinator pusat BEM SI, Herianto, mengklaim bahwa Indonesia "dipimpin oleh matahari kembar", dan memberi contoh mengenai larangan penjualan tabung gas LPG 3 kg oleh pedagang eceran informal kecil,[95] sebuah kebijakan yang diberlakukan tanpa sepengetahuan presiden Prabowo Subianto dan kemudian dicabut.[96]

Ia juga mengklaim bahwa mahasiswa kecewa setelah Prabowo meneriakkan "Hidup Jokowi!" selama ulang tahun ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center. Prabowo sendiri telah dituduh oleh lawan-lawannya dan analis politik sebagai boneka Jokowi karena kedekatannya dan pengaruh presiden terhadap kebijakannya.[97]

Prabowo telah membantah tuduhan ini beberapa kali, yang terbaru adalah selama acara ulang tahun ke-17 Partai Gerindra yang sama di mana ia menanggapi dengan mengatakan "Ndasmu!" berarti "Kepalamu!" dengan nada dan ekspresi wajah mengejek. Reaksi tersebut menuai kritik dari publik karena kekanak-kanakan dan konfrontatif terhadap lawannya.[98][99]

Meski demikian, musisi Iwan Fals mengkritik tuntutan untuk membawa Jokowi ke pengadilan, dan mempertanyakan apa saja kesalahannya selama menjabat.[100] Pendiri KedaiKOPI, Hendri Satrio juga meragukan keberhasilan gerakan ini. Ia menyatakan, akan sulit bagi pemerintah Prabowo untuk menangkap dan menyeret Jokowi ke pengadilan.[101]

Sementara itu, saat aksi unjuk rasa pada 17 Februari 2025, Prabowo menghadiri rapat tertutup bersama para menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, sembari membahas berbagai isu strategis seperti perjudian daring. Keduanya juga terlihat makan siang bersama.[102]

Kontroversi revisi UU Minerba

[sunting | sunting sumber]

Pada saat yang bersamaan, 17 Februari 2025, seluruh 8 fraksi di DPR sepakat untuk mengesahkan secara resmi rancangan revisi UU Mineral dan Batu Bara dalam rapat paripurna ke-13 pada 18 Februari.[103][104] Salah satu usulan perubahan undang-undang tersebut adalah untuk mengizinkan universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk menerima izin pertambangan dan terlibat dalam pertambangan.

Para pendukung perubahan dari pemerintah ini berpendapat bahwa hal ini akan menurunkan biaya pendidikan tinggi, sementara akademisi dan mahasiswa mengkritik perubahan tersebut karena berpotensi digunakan untuk membungkam universitas dari berpartisipasi dalam aktivisme sambil memperburuk kerusakan ekologi yang disebabkan oleh industri pertambangan.[105][106][107]

Usulan perubahan ini kemudian dibatalkan ketika undang-undang tersebut disahkan pada 17 Februari oleh parlemen pada hari yang sama ketika unjuk rasa meletus.[108]

Perubahan dalam Undang-Undang TNI

[sunting | sunting sumber]

Pada Maret 2025, gelombang protes kembali mencuat setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merevisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (Undang-Undang TNI). Salah satu perubahan utama terdapat pada Bab 3, di mana Angkatan Bersenjata yang sebelumnya berada di bawah subordinasi Presiden dan Kementerian Pertahanan (Kemhan), kini sepenuhnya berada di bawah Kemhan.[109][110]

Revisi juga menyentuh Bab 7 dengan menambah dua tugas baru dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yaitu perlindungan terhadap serangan siber serta perlindungan warga negara Indonesia dan kepentingan nasional di luar negeri, sehingga totalnya menjadi 16 tugas.

Pada Bab 47, jumlah jabatan sipil yang dapat diisi oleh anggota TNI meningkat dari 10 menjadi 15 posisi, termasuk di antaranya BNPB, BNPP, BNPT, Bakamla, dan Kejagung, meski usulan untuk menambahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akhirnya dibatalkan.

Sementara itu, Bab 53 mengatur usia pensiun prajurit berdasarkan pangkat, mulai dari 55 tahun bagi Bintara dan Tamtama, hingga 63 tahun bagi perwira tinggi bintang empat, dengan kemungkinan perpanjangan dua kali melalui keputusan presiden.

Pada tanggal 15 Maret 2025, Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan menggelar aksi protes di Hotel Fairmont, Jakarta, menargetkan rapat tertutup Panitia Kerja Revisi UU TNI yang dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan perwakilan pemerintah. Rapat ini merupakan bagian dari upaya merevisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan usulan perubahan yang memicu kontroversi seperti penempatan prajurit aktif di posisi sipil dan peningkatan usia pensiun.

Pada 19 Maret, Komisi I DPR bersama pemerintah menyepakati pengesahan revisi undang-undang ini yang kemudian resmi diberlakukan pada 20 Maret dalam rapat paripurna. Namun, revisi tersebut memicu kritik keras dari berbagai kalangan karena dinilai membuka peluang kembalinya praktik dwifungsi militer. Petisi daring yang menyerukan pembatalan revisi pun muncul di Change.org dan telah ditandatangani oleh lebih dari 26 ribu orang per 19 Maret 2025.[111][112]

Ketegangan makin meningkat setelah insiden sabung ayam di Way Kanan, Lampung, pada 17 Maret, yang mengakibatkan tewasnya tiga polisi akibat tembakan dari dua prajurit TNI, memperburuk citra lembaga militer tersebut di mata publik.[113]

Penolakan evakuasi Gaza dan keraguan atas ijazah Jokowi

[sunting | sunting sumber]

Pada April 2025, unjuk rasa berlanjut ke gelombang kedua dengan tagar #FreePalestine. Tagar tersebut mencuat akibat genosida yang dilakukan oleh Israel dan rencana Prabowo yang menyatakan bahwa ia siap mengevakuasi seribu warga Gaza ke Indonesia.[114][115]

Rencana ini menarik perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang kemudian menyatakan larangan evakuasi korban konflik Palestina di Gaza ke Indonesia karena dikhawatirkan dapat ditafsirkan sebagai membantu kepentingan pendudukan Israel.[116][117][118]

Selain itu, unjuk rasa juga dipicu oleh kontroversi keaslian ijazah sarjana Jokowi[119] setelah salah satu alumni UGM, Rismon Hasiholan Sianipar, melakukan investigasi terhadap keaslian ijazah tersebut.[120]

Unjuk rasa buruh dan Hari Pendidikan Nasional

[sunting | sunting sumber]

Pada Hari Buruh Internasional, unjuk rasa terjadi di berbagai kota di Indonesia. Dikatakan setidaknya satu juta buruh yang akan turun di jalan untuk menuntut enam tuntutan buruh untuk masyarakat.[121][122]

Di kemudian harinya, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), unjuk rasa kembali digelar di berbagai kota di Indonesia.

Salah satu isu utama yang diangkat adalah fenomena masuknya militer ke dalam institusi pendidikan tinggi, baik sebagai peserta didik maupun sebagai pengajar. Para demonstran menilai bahwa keterlibatan militer di lingkungan kampus berpotensi mengancam kebebasan akademik dan menciptakan iklim otoriter yang tidak sesuai dengan semangat pendidikan yang merdeka dan demokratis. Mereka juga menyoroti program efisiensi yang telah mempengaruh mereka dalam pendidikan.[123]

Penolakan pemblokiran rekening

[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Juli, negara mengawasi kebijakan baru yang kontroversial yang diberlakukan oleh pemerintah. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sementara memblokir 122 juta rekening bank menganggur (tidak digunakan setidaknya selama 3 bulan),[124] berdasarkan bukti penyalahgunaan. Namun, kebijakan ini menuai banyak kecaman sehingga akhirnya dibatalkan.[125]

Unjuk rasa anti-transmigrasi

[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Juli, serangkaian demonstrasi anti-transmigrasi diselenggarakan oleh komunitas adat Dayak di seluruh Kalimantan Barat, mengingat potensi marginalisasi atas tanah, sumber daya, dan gaya hidup mereka. Sebelumnya, terdapat empat lokasi di Kalimantan Barat yang akan ditetapkan sebagai tujuan transmigrasi,[126] yaitu Rasau Jaya, Gerbang Mas Perkasa, Sekayam Entikong, dan Ketunggau Hulu.[127] Setelah itu, program transmigrasi ke Kalimantan Barat dihentikan oleh pemerintah,[128] dan aksi protes ini segera menyebar ke Kalimantan Tengah[129] dan Kalimantan Utara pada bulan berikutnya.[130]

Pengibaran bendera bajak laut One Piece Jolly Roger sebagai simbol protes

[sunting | sunting sumber]

Bertepatan di bulan di mana Indonesia Merdeka, masyarakat Indonesia mengibarkan bendera Straw Hat Pirates' Jolly Roger dari waralaba One Piece sebagai simbol protes. Pengibaran bendera ini bertepatan dengan persiapan 17 Agustus, saat negara merayakan 80 tahun Hari Kemerdekaan Indonesia.[131] Bendera ini pertama kali dikibarkan oleh sopir truk pada akhir Juli 2025 sebagai protes terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.[132] Mereka juga menolak mengibarkan Bendera Indonesia sebagai bagian dari demonstrasi menentang pelarangan truk ODOL (over dimension, overload) di beberapa kota di Jawa, yang berlangsung sejak 19 Juni.[133]

Sebagai tanggapan, pemerintah menyebut bendera ini sebagai ancaman terhadap kesatuan nasional Indonesia,[134] terutama oleh pejabat terkemuka dari Majelis Permusyawaratan Rakyat.[135] Bendera ini juga dinyatakan sebagai simbol pengkhianatan dan pengibaran bendera dianggap sebagai tindakan pemberontakan,[136] serta hasutan,[137] sementara berbagai institusi pemerintah berupaya melarang pengibaran bendera ini.[138][139]

Namun, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengizinkan pengibaran bendera tersebut. Ia menyatakan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk ekspresi masyarakat, tetapi menegaskan agar bendera itu tidak disandingkan dengan bendera Merah Putih. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.[140]

Simbol dan narasi populer

[sunting | sunting sumber]

Sebuah gambar populer yang mendukung unjuk rasa mahasiswa beredar luas, menampilkan Sistem Peringatan Darurat (Emergency Alert System/EAS) fiktif dengan latar belakang hitam, menggantikan latar biru yang digunakan sebelumnya. Gambar ini kemudian memicu munculnya gerakan P.E.N.T.O.L., sebuah akronim dari enam tuntutan politik.

Meskipun gerakan ini viral setelah unjuk rasa berlangsung, enam tuntutan tersebut sebenarnya telah muncul lebih awal, tepatnya pada 4 Februari. Adapun isi tuntutan tersebut adalah: Polisi diberesin; Energi buat rakyat; Naikkan taraf hidup rakyat; Tunaikan tunjangan kinerja (tukin) untuk guru, ASN, dan dosen; Output MBG (Makan Bergizi Gratis) diperbaiki; serta Lawan mafia tanah dan lengserkan pejabat tolol.[141]

Unjuk rasa BEM UI

[sunting | sunting sumber]

Dalam aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar oleh BEM UI pada 17 Februari 2025, mereka menyampaikan lima tuntutan utama. Pertama, mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 karena dianggap merugikan rakyat. Kedua, menuntut transparansi status pembangunan dan kinerja program pangan bergizi gratis. Ketiga, menolak revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara serta Undang-Undang Dwifungsi. Keempat, mendesak agar mantan Presiden Joko Widodo diadili. Kelima, mendesak pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.[142]

13 tuntutan mahasiswa

[sunting | sunting sumber]

Selanjutnya, pada 17 Februari 2025, dalam demonstrasi di Jakarta, koordinator aksi, Bagas Wisnu, membacakan tiga belas tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan-tuntutan tersebut meliputi: pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis; reformasi agraria yang sungguh-sungguh; penolakan terhadap revisi UU Mineral dan Batu Bara; penghapusan dwifungsi ABRI; pengesahan RUU Masyarakat Adat; pencabutan Inpres Nomor 1 Tahun 2025; evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis; realisasi anggaran untuk tunjangan dosen; penerbitan Perppu tentang Perampasan Aset; penolakan terhadap revisi UU TNI, Polri, dan Kehakiman; penataan ulang dan perombakan kabinet; penolakan revisi Tata Tertib DPR; serta reformasi kepolisian.[143]

Tuntutan BEM SI

[sunting | sunting sumber]

Pada 19 Februari, tuntutan awal dari BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) yang semula berjumlah lima, berkembang menjadi tujuh tuntutan. Di antaranya adalah: mencabut Inpres Nomor 1 Tahun 2025; transparansi status pembangunan; transparansi dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran; penolakan terhadap revisi UU Minerba yang dinilai membungkam kebebasan akademik; penolakan terhadap dwifungsi TNI yang dianggap bisa menimbulkan represifitas dan menghambat demokrasi; penuntutan agar Presiden Joko Widodo ditangkap dan diadili; serta pengesahan UU Perampasan Aset sebagai langkah memberantas kejahatan ekonomi dan korupsi.[144]

Keesokan harinya, tuntutan-tuntutan tersebut kembali diperluas, kali ini menjadi sembilan poin. Dalam momentum ini pula, lagu berjudul "Bayar, Bayar, Bayar", ciptaan dan nyanyian duet musik Sukatani asal Kabupaten Purbalingga, dinyanyikan secara serentak oleh para peserta unjuk rasa. Lagu tersebut menjadi simbol kritik terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia yang dinilai belum profesional, serta sarat dengan praktik suap, pungutan liar, dan gratifikasi dalam sistem administrasi kepolisian di Indonesia.[145]

Gelombang kedua demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) tengah berlangsung di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, dan Bandung, pada 19–20 Maret 2025. Aksi ini melibatkan mahasiswa, dosen, serta organisasi masyarakat sipil yang menyuarakan kekhawatiran bahwa rancangan undang-undang tersebut berpotensi melemahkan prinsip demokrasi dan supremasi sipil atas militer.

Di Yogyakarta, para demonstran dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan beberapa tuntutan utama.[146][147] Pertama, mereka menuntut Pemerintah dan DPR untuk membatalkan revisi Undang-Undang TNI yang dinilai tidak transparan, terburu-buru, dan mengabaikan aspirasi publik, sehingga dianggap melanggar konstitusi. Kedua, mereka meminta Pemerintah dan DPR menjunjung tinggi konstitusi dan tetap berkomitmen pada Agenda Reformasi, dengan mempertahankan prinsip supremasi sipil dan kesetaraan di hadapan hukum, serta menolak dengan tegas dwifungsi TNI/Polri.

Ketiga, mereka menuntut TNI/Polri sebagai institusi negara untuk melakukan reformasi internal dan meningkatkan profesionalisme guna memulihkan kepercayaan publik. Keempat, mereka mengimbau seluruh akademisi di Indonesia untuk bersikap tegas terhadap segala bentuk tindakan yang melemahkan demokrasi, melanggar konstitusi, dan menyimpang dari Agenda Reformasi. Terakhir, mereka mendorong dan mendukung masyarakat sipil untuk menjaga Agenda Reformasi dengan mengawasi serta menuntut pertanggungjawaban Pemerintah dan DPR.

Tuntutan mahasiswa Universitas Trisakti

[sunting | sunting sumber]

Sementara itu, pada 19 Maret 2025, mahasiswa dari Universitas Trisakti menggelar demonstrasi di Gerbang Pancasila, dalam kompleks Parlemen di Jakarta, untuk menolak revisi Undang-Undang TNI. Mereka menyampaikan empat tuntutan utama, menyuarakan kekhawatiran bahwa revisi tersebut dapat melemahkan supremasi sipil dan berpotensi mengembalikan dwifungsi TNI dalam politik dan pemerintahan.[148]

Tuntutan ini disampaikan kepada Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas. Tuntutan tersebut mencakup penolakan terhadap seluruh draf revisi Undang-Undang TNI yang dinilai melemahkan supremasi sipil dan membuka kembali peluang bagi dwifungsi TNI. Selain itu, mereka menuntut pencopotan serta penghentian penempatan perwira aktif TNI-Polri dalam jabatan sipil guna mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan praktik korupsi di institusi militer.

Mereka juga menegaskan pentingnya menegakkan supremasi sipil dan menghentikan pengabaian terhadap Agenda Reformasi agar militer tetap berfungsi sesuai tugas utamanya sebagai penjaga pertahanan nasional. Terakhir, mereka menolak segala bentuk militerisasi dalam pemerintahan sipil serta menuntut komitmen pemerintah untuk menjaga nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.[148][149][150]

Tuntutan suara Papua

[sunting | sunting sumber]

Pada 7 April 2025, Suara Papua menuntut agar pemerintah menutup segera Freeport, BP LNG Tangguh, serta mengembalikan hak kedaulatan kepada rakyat Papua. Selain itu, mereka mendesak agar operasi militer dihentikan dan seluruh personel militer, baik organik maupun non-organik, ditarik dari seluruh wilayah Papua.

Para demonstran juga menolak berbagai proyek strategis nasional di Merauke, Fakfak, dan Sorong, serta menuntut penutupan semua perusahaan ilegal yang beroperasi di Papua Barat. Tuntutan lain mencakup pencabutan Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2025, penolakan terhadap RUU Polri dan RUU Penyiaran, serta penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka juga menyerukan agar rakyat Papua diberikan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis.

Selain itu, mereka menuntut dihentikannya kriminalisasi dan pembunuhan terhadap orang Papua, serta mendesak agar jurnalis asing diizinkan untuk meliput di Indonesia, khususnya di Tanah Papua. Pelanggaran hak asasi manusia di Tanah Papua juga harus diusut tuntas, dan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong harus dihentikan. Mereka menolak pembungkaman ruang demokrasi dan kriminalisasi terhadap aktivis pro-kemerdekaan Papua, serta mendesak agar RUU Masyarakat Adat segera disahkan. Terakhir, mereka menuntut agar seluruh kegiatan eksplorasi tambang di salah satu pulau di Raja Ampat, Pulau Gag, segera dihentikan.[151]

Enam tuntutan utama buruh untuk pemerintah

[sunting | sunting sumber]

Para buruh berserikat di penjuru Indonesia menuntut enam tuntutan buruh untuk masyarakat, yang mencakup revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, cabut Undang-Undang Cipta Kerja dan seluruh turunannya, naikkan upah buruh sebesar 50 persen, hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing, revisi Undang-Undang Jaminan Sosial, dan tolak penggusuran dan jalankan reforma agraria sejati.[122]

Tuntutan untuk pendidikan layak

[sunting | sunting sumber]

Di Hari Pendidikan Nasional, pengunjuk rasa menyoroti fenomena meningkatnya keterlibatan militer dalam institusi pendidikan tinggi. Fenomena ini tidak hanya tercermin melalui kehadiran anggota militer aktif atau purnawirawan sebagai pengajar di berbagai kampus, tetapi juga melalui penerimaan mereka sebagai mahasiswa dalam program pendidikan tinggi sipil. Bagi para pengunjuk rasa, kecenderungan ini bukan sekadar persoalan administratif atau kebijakan internal lembaga pendidikan, melainkan merupakan gejala yang lebih dalam dari militerisasi ruang akademik.[123]

Mereka juga menyoroti kebijakan efisiensi yang tengah diterapkan di sejumlah kampus. Mereka menganggap bahwa kebijakan ini telah berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan yang mereka terima. Dalam banyak kasus, efisiensi justru diterjemahkan sebagai pengurangan anggaran, pemangkasan program-program sosial, hingga pembatasan akses terhadap sumber daya pendidikan. Akibatnya, mahasiswa merasa bahwa hak mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak semakin tergerus.[123]

17+8 Tuntutan Rakyat

[sunting | sunting sumber]

"17+8 Tuntutan Rakyat" (dinamai demikian untuk menghormati Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus) adalah sebuah dokumen 25 tuntutan yang lahir dari gerakan demonstrasi pada akhir bulan Agustus hingga awal bulan September. Tuntutan rakyat ini disusun, dirumuskan, dan lahir oleh sejumlah figur media sosial dan influencer ternama, dari Andovi da Lopez, Salsa Erwina, Fathia Izzati, Abigail Limuria, Andhyta Firselly Utami, hingga Jerome Polin hadir untuk merangkum berbagai aspirasi rakyat. Tuntutan-tuntutan ini merupakan hasil ringkasan sebanyak 211 tuntutan berbeda dari banyaknya organisasi-organisasi masyarakat sipil seperti YLBHI, PSHK, Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan UI, Center for Environmental Law & Climate Justice UI, dan kelompok buruh serta demonstran.

Sebanyak 25 tuntutan itu dibagi menjadi 17 tuntutan rakyat yang memiliki tenggang waktu hingga 5 September 2025 untuk direalisasikan oleh pihak eksekutif, legislatif, aparat keamanan, dan lainnya (dalam kasus ini adalah Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, Kepolisian RI & TNI, partai-partai politik, dan Kementerian Ekonomi). 8 tuntutan jangka panjang tersisa diperuntukkan rampung paling lambat 31 Agustus 2026. Isi dari tuntutan-tuntutan ini mencakup: penarikan TNI dari pengamanan dan peran sipil dan mencabut UU TNI, desentralisasi fungsi aparat kepolisian, pembuatan satgas (satuan tugas) investigasi untuk para korban kekerasan aparat, khususnya Affan Kurniawan, membebaskan demonstran yang ditahan, penangguhan tunjangan anggota DPR, merevisi undang-undang perpajakan dan antikorupsi, dan memastikan pemecatan anggota dewan yang bermasalah dan tidak etis hingga memicu amarah publik serta audit dan reformasi struktural dewan, hingga memperkuat peran lembaga hak asasi manusia.

Tuntutan
Tuntutan Jangka Pendek
  • Kepada Presiden Prabowo:
    • Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran.
    • Bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, maupun semua korban kekerasan aparat selama demonstrasi 28–30 Agustus dengan mandat jelas dan transparan.
  • Kepada Dewan Perwakilan Rakyat:
    • Bekukan kenaikan gaji/tunjangan anggota DPR dan batalkan fasilitas baru (termasuk pensiun).
    • Publikasikan transparansi anggaran (gaji, tunjangan, rumah, fasilitas DPR).
    • Dorong Badan Kehormatan DPR periksa anggota yang bermasalah (termasuk selidiki melalui KPK).
  • Kepada Ketua Umum Partai Politik:
    • Pecat atau jatuhkan sanksi tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik.
    • Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis.
    • Libatkan kader dalam ruang dialog publik bersama mahasiswa serta masyarakat sipil.
  • Kepada Kepolisian Republik Indonesia:
    • Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan.
    • Hentikan tindakan kekerasan polisi dan taati SOP pengendalian massa yang sudah tersedia.
    • Tangkap dan proses hukum secara transparan anggota dan komandan yang melakukan dan memerintahkan tindakan kekerasan dan melanggar HAM.
  • Kepada TNI (Tentara Nasional Indonesia):
    • Segera kembali ke barak, hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil.
    • Tegakkan disiplin internal agar anggota TNI tidak mengambil alih fungsi Polri.
    • Komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi.
  • Kepada Kementerian Sektor Ekonomi:
    • Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja (termasuk namun tidak terbatas pada guru, buruh, nakes, dan mitra ojol) di seluruh Indonesia.
    • Ambil langkah darurat untuk mencegah PHK massal dan lindungi buruh kontrak.
    • Buka dialog dengan serikat buruh untuk solusi upah minimum dan outsourcing.
Tuntutan Jangka Panjang
  • Bersihkan dan Reformasi DPR Besar-Besaran
    • Lakukan audit independen yang diumumkan ke publik. Tinggikan standar prasyarat anggota DPR (tolak mantan koruptor) dan tetapkan KPI untuk evaluasi kinerja. Hapuskan perlakuan istimewa: pensiun seumur hidup, transportasi dan pengawalan khusus, dan pajak ditanggung APBN.
  • Reformasi Partai Politik dan Kuatkan Pengawasan Eksekutif
    • Partai politik harus mempublikasikan laporan keuangan pertama mereka dalam tahun ini, dan DPR harus memastikan oposisi berfungsi sebagaimana mestinya.
  • Susun Rencana Reformasi Perpajakan yang Lebih Adil
    • Pertimbangkan kembali keseimbangan transfer APBN dari pusat ke daerah; batalkan rencana kenaikan pajak yang memberatkan rakyat dan susun rencana reformasi perpajakan yang lebih adil.
  • Sahkan dan Tegakkan UU Perampasan Aset Koruptor
    • DPR harus segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dalam masa sidang tahun ini untuk menunjukkan komitmen serius memberantas korupsi, diiringi dengan penguatan independensi KPK dan UU Tipikor.
  • Reformasi Kepemimpinan dan Sistem di Kepolisian agar Profesional dan Humanis
    • DPR harus merevisi UU Kepolisian. Desentralisasi fungsi polisi: ketertiban umum, keamanan, dan lalu lintas dalam 12 bulan sebagai langkah awal.
  • TNI Kembali ke Barak, Tanpa Pengecualian
    • Pemerintah harus mencabut mandat TNI dari proyek sipil seperti pertanian skala besar (food estate) tahun ini, dan DPR harus mulai revisi UU TNI.
  • Perkuat Komnas HAM dan Lembaga Pengawas Independen
    • DPR harus merevisi UU Komnas HAM untuk memperluas kewenangan terhadap kebebasan berekspresi. Presiden harus memperkuat Ombudsman serta Kompolnas.
  • Tinjau Ulang Kebijakan Sektor Ekonomi & Ketenagakerjaan
    • Tinjau serius kebijakan PSN & prioritas ekonomi dengan melindungi hak masyarakat adat dan lingkungan. Evaluasi UU Ciptakerja yang memberatkan rakyat khususnya buruh, evaluasi audit tata kelola Danantara dan BUMN.

Identitas gerakan ini dipresentasikan oleh simbolis tiga warna, yakni:[152]

  •   Resistance Blue
terinspirasi dari warna utama gambar Peringatan Darurat yang dijadikan ikon perlawanan yang digunakan sejak Unjuk rasa RUU Pilkada 2024.
  •   Brave Pink
Terinspirasi dari warna hijab yang dikenakan seorang ibu-ibu yang mengikuti unjuk rasa pada 28 Agustus di Jakarta. Warna merah muda juga melambangkan bentuk kelembutan dan feminisme para ibu dan kaum perempuan.
  •   Hero Green
Terinspirasi dari warna seragam khas para pengemudi ojek daring di Indonesia, menghormati Affan Kurniawan dan Rusdamdiansyah.

Unjuk rasa

[sunting | sunting sumber]

Banda Aceh

[sunting | sunting sumber]

Di Banda Aceh, mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Mereka juga menuntut transparansi penggunaan dana otonomi khusus pada hari Rabu, 19 Februari 2025. Aksi ini merupakan bentuk kritik terhadap kondisi sosial-politik di Indonesia yang mereka nilai semakin gelap dan penuh ketimpangan.

Sekitar pukul 15.15 WIB, dua kelompok mahasiswa tiba di DPR Aceh dari arah Simpang Jambo Tape dan Simpang Lima. Kelompok pertama mengenakan almamater kampus berwarna khas, sementara kelompok kedua mengenakan pakaian hitam dan pita di lengan, menandakan solidaritas serta keseriusan dalam menyuarakan aspirasi.

Mereka diperbolehkan masuk ke pekarangan DPR Aceh dan langsung melakukan orasi secara bergantian. Massa membawa berbagai spanduk dan poster. Setelah beberapa saat berorasi, para mahasiswa mengajak anggota DPR Aceh untuk duduk lesehan bersama di pekarangan gedung dewan. Aksi ini sempat menciptakan momen dialog, di mana para wakil rakyat diberi waktu satu menit untuk menyampaikan pendapat. Namun, ketika mereka hendak naik ke mobil orator, mahasiswa menolak dan membatasi akses tersebut. Aksi ini mendapat pengawalan dari personel Polresta Banda Aceh.

Ketua Fraksi Partai NasDem sekaligus anggota komisi III DPRA, Nurchalis, berjanji tuntutan mahasiswa akan dibahas di legislatif dan dibawa ke tingkat nasional.[153]

Para pengunjuk rasa meninggalkan sampah dalam jumlah banyak, mulai dari botol minuman bekas hingga spanduk. Karena pengunjuk rasa mengabaikan permintaan wartawan untuk membersihkan sampah, sampah tersebut dibersihkan oleh polisi.[154]

Mahasiswa pengunjuk rasa dari beberapa universitas di Medan menjumpai Palacheta Subies Subianto, perwakilan dari DPRD Sumatera Utara yang juga merupakan anggota dari fraksi partai Golkar di depan gedung.[155]

Di Medan, puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumatera Utara yang dijaga oleh puluhan personel polisi pada tanggal 20 Februari 2025. Mereka membawa sejumlah spanduk dan membakar ban di depan gerbang gedung DPRD.[156]

Setelah beberapa jam, perwakilan anggota DPRD Sumut dari fraksi Partai Hanura, Lambok Simamoramenemui mereka dan menjamin tuntutan mereka akan disampaikan ke DPRD Sumatera Utara dan DPR pusat.[157]

Unjuk rasa berlanjut hingga keesokan harinya pada 21 Februari 2025, ratusan massa yang berasal dari gabungan mahasiswa beberapa universitas kembali berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumatera Utara.[158][159][160][161] Tak lama kemudian, perwakilan Komisi C DPRD, Palacheta Subies Subianto menemui mereka. Sejumlah poster ditempel di pagar gedung DPRD Sumatera Utara,[162] dan ban bekas dibakar dalam aksi tersebut.[163]

Di Padang, mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) dan Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar unjuk rasa di depan gerbang masuk UNAND.[164] Kemudian, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Sumatera Barat menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumbar pada 18 Februari 2025 pukul 15.00 WIB (semula direncanakan pukul 13.30 WIB), dan juga membentangkan sejumlah spanduk.[165][166]

Tanjung Pinang

[sunting | sunting sumber]

Di Tanjung Pinang, 62 mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kepulauan Riau. Mereka dikawal 150 personel gabungan dari kepolisian daerah dan kepolisian kota.[167]

Pagar Alam

[sunting | sunting sumber]

Di Pagar Alam, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gabungan Mahasiswa Kota Pagar Alam menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kota Pagar Alam pada Selasa, 25 Maret 2025. Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Undang-Undang (UU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan UU Perampasan Aset, yang mereka anggap merusak demokrasi dan tidak berpihak kepada rakyat.[168][169]

Massa aksi memulai demonstrasi dengan berkumpul di Alun-alun Selatan sebelum bergerak menuju Kantor DPRD sekitar pukul 11.00 WIB. Setibanya di lokasi, mahasiswa langsung meneriakkan tuntutan mereka dan meminta bertemu dengan ketua serta anggota DPRD. Mereka menegaskan bahwa wakil rakyat seharusnya mendengarkan aspirasi masyarakat, bukan hanya muncul saat Pemilu.[168][169]

Pada awalnya, aksi berjalan damai. Namun, situasi mulai memanas ketika mahasiswa mencoba memasuki gedung DPRD untuk segera bertemu dengan anggota dewan. Ketegangan meningkat setelah diketahui bahwa seluruh anggota DPRD sedang menjalani dinas luar, sehingga tuntutan mahasiswa untuk berdialog langsung tidak bisa segera terpenuhi.[168]

Untuk meredam situasi, Wakapolres Pagar Alam turun tangan mengamankan jalannya aksi. Aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjaga ketat agar demonstrasi tetap berlangsung kondusif. Meskipun demikian, mahasiswa tetap melanjutkan orasi mereka, membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak UU TNI" dan "Tolak Undang-Undang Perampasan Aset" sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang mereka anggap merugikan rakyat.[168][169]

Setelah hampir satu jam berorasi, mahasiswa kembali mendesak agar pertemuan dengan Ketua DPRD dilakukan hari itu juga. Untuk menengahi, Sekretaris DPRD Kota Pagar Alam, Rano Fahlensi, turun langsung menemui massa dan memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bahwa Ketua DPRD telah dihubungi dan menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan mahasiswa pada keesokan harinya, mengingat saat itu ia masih dalam perjalanan dinas luar kota. Rano juga menegaskan bahwa kehadiran Ketua DPRD memerlukan waktu dan tidak bisa dilakukan secara mendadak.[168][169]

Setelah negosiasi berlangsung, mahasiswa akhirnya menerima penjelasan tersebut dan sepakat untuk membubarkan diri secara tertib. Mereka menantikan pertemuan esok hari sebagai ajang penyampaian aspirasi secara langsung. Aksi ini menunjukkan bahwa mahasiswa di Pagar Alam tetap aktif mengawal kebijakan pemerintah dan siap menyuarakan keberatan mereka terhadap regulasi yang dinilai merugikan masyarakat.[168][169]

Palembang

[sunting | sunting sumber]

Di Palembang, pada 20 Februari, ratusan mahasiswa, terutama dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN Raden Fatah), berjalan kaki dari Kampus A pada pukul 10:00 pagi dan tiba di depan gedung DPRD Sumatera Selatan pada pukul 10:30 pagi.[170] Mereka mencoba membawa ban bekas ke atas mobil komando, tetapi mereka dihalangi oleh pasukan. Setelah negosiasi, mereka diizinkan melakukannya. Namun, setelah gagal menemui ketua DPRD Sumatera Selatan, Andi Dinialdie, pengunjuk rasa menurunkan ban dan membakarnya di depan gedung.[171] Sebelumnya diproyeksikan akan dihadiri oleh 1.000 orang.[172] Para pengunjuk rasa juga memberi ultimatum 3 × 24 jam kepada pemerintah untuk mengambil sikap terkait pemotongan anggaran. Kemudian, wakil ketua DPRD Ilyas Panji dan anggota parlemen M Nasir menemui para pengunjuk rasa dan sepakat untuk menolak pemotongan anggaran dan memenuhi tuntutan mereka.[173]

Pekanbaru

[sunting | sunting sumber]

Di Pekanbaru, Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau berdemonstrasi menolak Revisi UU TNI pada Kamis, 20 Maret 2025.[174] Aksi unjuk rasa ini digelar di depan kantor DPRD Pekanbaru karena dinilai dapat merugikan warga sipil. Menurut mahasiswa yang ikut serta dalam aksi, revisi UU TNI ini berpotensi memberikan kewenangan yang lebih besar kepada militer dalam urusan sipil dan membatasi kebebasan masyarakat dalam beraktivitas di birokrasi. Mereka juga menduga bahwa pembahasan RUU ini dilatarbelakangi oleh kepentingan politik.

Kukuh El Hakim, mahasiswa Universitas Abdurrab yang turut dalam aksi, mengklaim bahwa revisi UU TNI tidak menguntungkan warga sipil. Ia menambahkan bahwa warga sipil saat ini sudah mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Jika prajurit TNI memperoleh akses yang lebih luas ke lembaga negara dan pemerintahan, maka lapangan kerja bagi masyarakat akan semakin terbatas.[175]

Hingga saat ini, DPRD dan pihak terkait belum memberikan respons atas aksi mahasiswa tersebut.[176] Namun, mahasiswa memastikan bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut.[175][176] Selain menolak revisi Undang-Undang TNI, mereka juga menuntut pencairan beasiswa bagi 6.000 mahasiswa. Para demonstran membubarkan diri setelah menyerahkan tuntutan mereka kepada anggota parlemen.[177]

Di Batam, gelombang penolakan terhadap revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) terus meluas hingga ke Batam. Ratusan mahasiswa dari BEM SI dan aliansi kampus se-Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Batam pada 24 Maret 2025, mengecam proses pembahasan revisi yang dinilai bermasalah.[178] Mereka menyoroti peran Anggota DPR asal Kepri, Endipat Wijaya, dalam Panitia Kerja (Panja) RUU TNI, yang dianggap berpotensi membuka jalan bagi militerisasi sipil dan memperluas peran TNI di luar bidang pertahanan. Aksi yang berlangsung dari sore hingga malam hari ini diwarnai dengan taburan bunga dan lilin sebagai simbol "kegelapan demokrasi".[178]

Selain aksi jalanan, mahasiswa juga menyiapkan langkah hukum dengan membentuk tim untuk mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Koordinator aksi, Respati, menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti di jalanan, tetapi juga akan berlanjut di ranah hukum untuk membuktikan bahwa revisi UU TNI bertentangan dengan konstitusi.[178][179] Pemilihan waktu aksi jelang buka puasa dilakukan untuk menjaga solidaritas di bulan Ramadhan, di mana para peserta juga berbuka bersama di lokasi.[178] Sementara itu, Kabagops Polresta Barelang, AKP Yudi Kurniadi, menyatakan bahwa aksi berjalan damai dengan pengamanan 65 personel kepolisian yang mengedepankan pendekatan persuasif tanpa kendaraan taktis, sebagai bentuk penghormatan terhadap mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial.[179]

Bukittinggi

[sunting | sunting sumber]

Di Bukittinggi, sejumlah elemen masyarakat dan aliansi mahasiswa Bukittinggi, termasuk Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kota Bukittinggi, menggelar demonstrasi di gedung DPRD Bukittinggi pada Kamis, 20 Maret 2025.[180][181]

Tanjung Pinang

[sunting | sunting sumber]

Di Tanjung Pinang, Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kepulauan Riau (Kepri) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Kepri pada 24 Maret 2025. Mereka memprotes pengesahan Undang-Undang TNI yang dinilai kontroversial serta menyampaikan tuntutan mereka dengan lugas dan tegas. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan orasi berdasarkan kajian yang telah mereka lakukan sebelumnya. Mereka menuntut agar kebijakan tersebut segera dicabut karena dianggap tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat."Kami ingin kebijakan ini dicabut!" tegas salah satu peserta aksi dalam orasinya.[182]

Pangkal Pinang

[sunting | sunting sumber]

Di Pangkal Pinang, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bangka Belitung pada Selasa, 18 Februari 2025. Aksi ini digelar di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.[183]

Dalam aksi yang berlangsung sejak pukul 15.20 WIB itu, para mahasiswa mengenakan almamater UBB dan membawa spanduk serta menyuarakan tagar #Indonesiagelap. Orator aksi menyampaikan bahwa aksi ini merupakan peringatan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum dikalkulasikan secara tepat, meskipun masa pemerintahan baru berjalan kurang dari satu tahun.[183]

Mahasiswa menyoroti sejumlah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berbagai sektor, terutama pendidikan dan kebutuhan pokok. Mereka menyoroti pemotongan anggaran pendidikan, kelangkaan LPG, serta isu pemotongan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tercatat mencapai 23,95 persen atau sekitar Rp8,03 triliun dari anggaran semula Rp33,5 triliun.[183]

Presiden Mahasiswa UBB, Alwi, menekankan bahwa pihaknya akan terus mengawal isu ini, khususnya terhadap pernyataan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyebutkan tidak ada pemotongan pada program KIP Kuliah. Namun demikian, mahasiswa menilai perlu ada pengawasan berkelanjutan agar kebijakan tersebut tidak berubah sewaktu-waktu.[183]

Selain isu pendidikan, para mahasiswa juga menyuarakan penolakan terhadap wacana perguruan tinggi yang diperbolehkan untuk mengelola pertambangan. Mereka menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan integritas dunia pendidikan.[183] Aksi ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua III DPRD Bangka Belitung, Edi Nasapta, yang mendengarkan langsung aspirasi para mahasiswa.[183]

Bandar Lampung

[sunting | sunting sumber]

Aksi unjuk rasa dilakukan oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Senin, 17 Februari 2025. Demonstrasi ini berlangsung di depan gerbang kompleks kantor Pemerintah Provinsi Lampung dan digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.[184]

Para demonstran berasal dari berbagai institusi seperti Universitas Lampung (UNILA), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Politeknik Negeri Lampung (POLINELA), dan Universitas Bandar Lampung (UBL). Mereka datang dengan mengenakan almamater masing-masing dan membawa mobil orasi serta berbagai spanduk.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menyuarakan kekhawatiran terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai dapat mengancam kesejahteraan masyarakat dan mengganggu stabilitas pendidikan nasional. Mereka menuntut hak-hak rakyat untuk dijamin dan diprioritaskan dalam kebijakan negara.

Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi permintaan kepada Pemerintah Pusat agar mengkaji ulang Inpres Nomor 1 Tahun 2025, serta menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama. Selain itu, mereka mendesak Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengevaluasi kinerja aparat terkait penanganan kasus HAM di wilayah tersebut. Mereka juga meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera menyelesaikan berbagai persoalan daerah seperti pengelolaan sampah, banjir, dan infrastruktur.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) pada Rabu, 19 Februari 2025, di kawasan Simpang Lima, Ratu Samban, Bengkulu. Aksi ini merupakan bentuk seruan mimbar bebas untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia terkait efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG).[185]

Presiden Mahasiswa UMB, Muhammad Mufti Hasyid, menyampaikan bahwa program MBG tidak memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia mencontohkan kondisi nyata di lapangan, seperti ketidakpastian makanan bagi siswa setelah sarapan, kesulitan ibu rumah tangga mencari gas, ayah yang kebingungan membayar pajak, serta anak yang tidak memiliki kepastian dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.[185]

Lebih lanjut, Mufti juga mengkritisi kebijakan efisiensi yang akan diterapkan pada program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Menurutnya, dari target satu juta mahasiswa yang seharusnya menerima bantuan, hanya 600.000 yang akan tetap mendapatkan akses ke perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa seharusnya program ini menjadi prioritas utama dalam pemerintahan Prabowo Subianto.[185]

Mufti mengungkapkan bahwa aksi ini membawa tiga tuntutan utama, yaitu instruksi presiden (impres), pengubahan status pendidikan gratis dari program pendukung menjadi program prioritas, serta reformasi agraria. Ia juga menambahkan bahwa selain aksi di Simpang Lima, pihaknya melakukan aksi lanjutan di Desa Padang Kuas, Kabupaten Seluma, yang menurutnya terdampak oleh permasalahan agraria.[185]

Pematangsiantar

[sunting | sunting sumber]

Di Pematangsiantar, pada 27 Maret, mahasiswa dari Universitas Simalungun bentrok dengan polisi di DPRD Pematangsiantar setelah berusaha menerobos masuk ke dalam gedung secara paksa. Tiga demonstran ditangkap oleh polisi,[186] sementara salah satu mahasiswa, Afriadi Lesmana, dipukuli oleh seorang anggota DPRD dan petugas Satpol PP.[187]

Insiden ini menjadi viral di media sosial setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan momen kekerasan tersebut. Aksi unjuk rasa dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Pematangsiantar di depan Kantor DPRD Kota Pematangsiantar.[187]

Afriadi mengungkapkan bahwa ia dijambak, dipiting, dan diseret oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dalam keadaan tersebut, ia mengaku tidak sadar bahwa dirinya juga dipukul di bagian lengan oleh seseorang yang kemudian diketahui adalah RM, anggota DPRD dari Partai NasDem. Identitas pelaku terungkap setelah rekan-rekan media menunjukkan rekaman video kejadian kepada Afriadi.[187]

Setelah aksi tersebut, Afriadi dan dua rekannya sempat diamankan oleh petugas namun dibebaskan setelah proses negosiasi. Pihak BEM menyatakan akan melaporkan dugaan pemukulan itu ke Polres Pematangsiantar.[187]

Peta Indonesia (di dalam Jawa) yang menunjukkan lokasi terjadinya unjuk rasa dalam sekala besar
Aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada 21 Februari 2025
Grafiti di dinding DPR selama unjuk rasa Indonesia 2025 meniru Fraternal Kiss. Membuat ulang gambar ini menjadi alasan penangkapan.[188]

Di Jakarta, unjuk rasa dimulai pada 17 Februari di di Patung Kuda, Jakarta Pusat, namun kemudian menyebar ke Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Medan Merdeka Barat, menyebabkan kemacetan lalu lintas di Bundaran HI. Ribuan[189] pengunjuk rasa meneriakkan hidup mahasiswa dan membawa berbagai spanduk dan poster yang mewakili tuntutan mereka, seperti "#krisisiklimkrisisdemokrasi" dan "kenyang kagak, bego iya".[82]

Sebelumnya, BEM UI menginstruksikan anggotanya untuk mengenakan pakaian serba hitam dan almamater kuning yang menjadi ciri khas universitas tersebut.[190] Sebanyak 1.623 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan,[191] dan lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat menuju Istana Merdeka ditutup, kecuali Bus Transjakarta.[192]

Mereka kemudian membakar ban bekas dan beberapa poster, termasuk potret Teddy Indra Wijaya,[193] dan beberapa dari mereka menurunkan almamater mereka atas instruksi seorang orator.[194] Pada pukul 6 sore, polisi mengimbau para pengunjuk rasa untuk bubar, tetapi mereka tetap bertahan dan melemparkan benda-benda seperti botol air, sampah, dan bilah kayu ke arah polisi.[195][196] Satu polisi terluka dalam kejadian tersebut.[68]

Koordinator hubungan masyarakat Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta, Bagas Wisnu, membacakan 13 tuntutan kepada pemerintah, mulai dari masalah pendidikan hingga politik (lihat di atas).[197] Mereka akhirnya bubar pada pukul 8 malam dan petugas kebersihan mulai membersihkan sampah di lokasi tersebut.[198] Pemengaruh penyandang disabilitas Badru juga datang ke sini dan mendoakan para pengunjuk rasa.[199]

Rencana unjuk rasa keesokan harinya dibatalkan oleh BEM SI, sebagai persiapan demonstrasi puncak pada 20 Februari di Istana Negara, yang akan digelar bersamaan dengan pelantikan 481 kepala daerah.[200][201] Sehari kemudian, BEM SI kembali menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha yang dikawal 775 personel gabungan,[202] meski koordinatornya Herianto mengatakan bahwa mereka baru akan menggelar telaah lapangan pada tanggal ini untuk membahas persiapan aksi.[203]

Namun, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Ade Ary Syam, mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban saat pelantikan kepala daerah dengan tidak menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara kali ini.[204] BEM Universitas Udayana juga memutuskan untuk tidak ikut dalam aksi unjuk rasa ini.[205] Aksi unjuk rasa akan digelar di lokasi pada pukul 14.00 WIB (pendemo akan berkumpul pada pukul 13.00 WIB), dan Herianto memperkirakan aksi unjuk rasa ini akan dihadiri oleh 3.000 mahasiswa.[18]

Setengah ruas Jalan Medan Merdeka Barat ditutup sejak pukul 11.34 WIB, dan polisi menggunakan forklift untuk memasang blokade beton.[206] Kepolisian Jakarta Pusat mengerahkan 588 personel gabungan dari Patung Kuda menuju depan Istana Negara,[207] dan kawat berduri dipasang di lokasi tersebut.[208] Kali ini, pengunjuk rasa dari 4 BEM[209] tiba pukul 14.37 WIB di Patung Kuda, terlihat mengenakan almamater mereka. Mereka juga membawa berbagai spanduk dan pamflet, dengan tulisan seperti Efisienshit dan 1 Presiden Berbagai Insiden. Mereka memulai dengan memberikan orasi di depan blokade.[210] Mereka juga terlihat mengangkat tangan di lengan kiri mereka.[211] Nada, seorang wanita berusia 44 tahun, membagikan makanan dan minuman gratis untuk para pengunjuk rasa di lokasi tersebut.[212]

Para pengunjuk rasa mulai membakar ban bekas di dekat blokade beton pada pukul 14.45.[208] Kemudian, mereka merobohkan blokade menggunakan tali sesuai instruksi dari orator, sementara polisi setempat meminta mereka untuk tidak melakukannya.[213] Setelah usaha mereka berhasil, mereka menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan "Indonesia Pusaka".[214] Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa menuduh seorang pria melakukan pencopetan, dan kemudian menyerahkannya ke pos polisi terdekat.[215]

Raden Roro Neno memberikan pidato kepada para pengunjuk rasa, menyemangati mereka untuk tidak diinjak-injak oleh oligarki. Ia juga memberikan dukungan bagi mereka dan berdoa untuk kesuksesan dan kesehatan mereka.[216] Seorang siswi membacakan puisi "Apa Guna" karya Widji Thukul.[217] Seorang warga negara asing ditangkap oleh orang-orang berpakaian preman (diduga perwira intelijen) saat mengambil gambar selama aksi unjuk rasa.[47] Ia kemudian mengakui bahwa ia bukan bagian dari media asing mana pun.[218]

Para pendemo akhirnya bubar pada pukul 18.25 WIB setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bersama wakilnya Juri Ardiantoro menemui mereka dan menyetujui tuntutan mereka. Prasetyo juga meminta para pendemo untuk mempelajari tuntutan mereka dalam waktu 48 jam sebelum membicarakannya dengan perwakilan mahasiswa.[219] Ia terlihat mengajak para pendemo untuk menyanyikan "Darah Juang" bersama-sama,[220] dan memeluk para pendemo.[221] Kemudian, Prasetyo mengklaim bahwa perjuangannya di pemerintahan sejalan dengan tuntutan mahasiswa.[222]

Pada 21 Februari, ratusan elemen sipil, termasuk mahasiswa tanpa almamater mereka, berkumpul di Taman Ismail Marzuki[223] sebelum berunjuk rasa di Patung Kuda.[224][225] Mereka membawa berbagai spanduk dan poster, salah satunya menampilkan posting lama Prabowo di Twitter dari tahun 2016.[226] Para pengunjuk rasa juga memainkan lagu "Bayar Bayar Bayar" karya Sukatani[227] dan "The Internationale" yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ki Hajar Dewantara.[228] Kemudian, mereka melemparkan botol air dan petasan ke polisi,[229] dan merusak kawat berduri.[230] Badru kembali ke unjuk rasa dan membacakan kelima sila Pancasila untuk para pengunjuk rasa.[231]

Seorang pengunjuk rasa terlihat menghancurkan CCTV pada pukul 17.55.[232] Ada insiden pelemparan bom molotov, petasan, dan kembang api, tetapi juga pembakaran penghalang air[233] di jalur bus Transjakarta, diikuti oleh teriakan alerta ('waspada').[234] Mereka juga membakar sampah di lokasi tersebut,[235] dan mengamuk pada seorang penyusup, yang diduga seorang perwira intelijen, di tengah-tengah unjuk rasa.[236] Massa akhirnya bubar pada pukul 20.30. dan petugas kebersihan mulai membersihkan sampah dan memadamkan api.[237]

Pengunjuk rasa mengenakan perlengkapan dan payung yang mengingatkan pada unjuk rasa di Hong Kong 2019-2020 dan Thailand 2020-2021. Adegan menunjukkan para demonstran diprovokasi dan dibubarkan dengan gas air mata, sambil menyiapkan payung untuk menghadapi tindakan polisi, 27 Maret 2025.

Sekitar 2.460 personel gabungan dari kepolisian daerah, militer, dan pemerintah daerah, dikerahkan untuk pengamanan selama unjuk rasa.[238] Haus membagikan 1.500 gelas minuman gratis untuk para pengunjuk rasa melalui 15 stan.[239] Klub penggemar boy band Korea Selatan NCT, NCTzen, mengerahkan ambulans di bawah spanduk 'NCTzen Humanity x Bareng Warga' dan membagikan makanan gratis untuk para pengunjuk rasa.[240] Diproyeksikan bahwa 2.500 orang akan menghadiri unjuk rasa.[241]

Sejak 11 Maret, aksi massa kembali muncul seiring proses revisi Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia di DPR. Pada 15 Maret, sekelompok massa mengatasnamakan diri Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan melakukan aksi unjuk rasa di depan sebuah ruang rapat di hotel Fairmont Jakarta, Jakarta Pusat. Mereka memprotes rapat panitia kerja yang dilaksanakan tertutup, tidak transparan, dan memboroskan anggaran.[242][243] Koalisi yang dipimpin oleh Andrie Yunus itu menggerebek rapat beberapa menit sebelum buka puasa. Selama penggerebekan, perwakilan dari Komisi I DPR sedang membahas revisi Undang-Undang TNI secara tertutup selama dua hari. Para pengunjuk rasa kemudian dibubarkan oleh petugas keamanan.[244]

Pada 19 Maret, gelombang protes mahasiswa berlanjut di Jakarta ketika sekelompok mahasiswa dari Universitas Trisakti berencana menggelar aksi di depan gerbang gedung parlemen selama dua hari.[245] Di tengah protes, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas bersama anggota Komisi XIII Vita Ervina dihalangi masuk ke gedung parlemen.

Pengunjuk rasa awalnya mencoba mengeluarkan Agtas dari mobilnya meskipun dikawal ketat, tetapi setelah mendapat tekanan, Agtas akhirnya keluar dari mobil untuk menemui mereka.[246] Pengunjuk rasa juga mulai mendirikan tenda di depan gerbang DPR.[247]

Pada 20 Maret 2025, Aliansi Perempuan Indonesia bergabung dalam protes, menuntut DPR membatalkan revisi Undang-Undang TNI.[248] Selama aksi, 5.021 personel gabungan dari kepolisian, militer, dan pemerintah daerah dikerahkan, dengan laporan bentrokan kecil antara aparat, pengunjuk rasa, dan beberapa jurnalis.[249] Ketua DPR, Puan Maharani, menanggapi protes ini dan menyatakan bahwa legislatif siap memberikan penjelasan terkait ketidakjelasan dalam undang-undang tersebut.[250] Sementara itu, bendera hitam dengan lambang negara Indonesia dan tulisan INDONESIA GELAP di bagian bawah dikibarkan setengah tiang di depan Gerbang Pancasila.[251]

Selama aksi protes, 4 mahasiswa dari Universitas Indonesia dan satu dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dilaporkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit setelah polisi melepaskan tembakan ke arah demonstran.[252][253] Seorang pengemudi ojek juga dipukuli oleh polisi setelah dikira sebagai demonstran.[254] Beberapa bagian pagar di depan gedung DPR juga dirusak setelah massa mencoba masuk ke dalam gedung. Akibat situasi di jalan, ambulans tidak dapat melintas ke area tersebut, sehingga beberapa demonstran yang terluka diangkut ke rumah sakit Pelni terdekat menggunakan sepeda motor.[255] Seorang demonstran dilaporkan hilang setelah aksi protes, sementara 5 orang lainnya ditangkap.[43][256] Setidaknya 4 petugas kepolisian mengalami luka-luka akibat terkena petasan yang dilempar oleh demonstran.[257]

Pada 27 Maret, sebanyak 1.824 personel gabungan dari kepolisian, militer, dan pemerintah daerah dikerahkan untuk mengamankan aksi protes di gedung DPR.[258] Untuk menghindari pecahnya kekerasan dan potensi doxing di masa depan, sejak 27 Maret para demonstran mulai mengenakan perlengkapan pelindung, terinspirasi dari Gerakan Payung Hong Kong dan protes Hong Kong 2019. Langkah ini kemudian diikuti secara nasional.[259] Mereka membawa berbagai spanduk dan stiker, seperti Negara ini asasnya Pancasila, bukan Sapta Marga ('Ideologi negara ini adalah Pancasila, bukan Sapta Marga').[260]

Para demonstran mulai memblokade jalan tol yang berada di dekat Kompleks Parlemen,[261] menyalakan kembang api, serta membakar ban bekas di depan gerbang. Beberapa dari mereka mencoba memanjat pagar setelah kecewa karena tidak ada perwakilan DPR yang menemui demonstran.[262] Mereka juga membakar sepeda motor polisi dan mengeroyok pengendaranya, yang saat itu mengenakan pakaian sipil.[263][264] Sebagai tanggapan, polisi berupaya membubarkan massa secara paksa dengan meriam air pada pukul 18:20,[265] dan sebagian massa terdorong keluar menuju Senayan.[266] Mereka akhirnya bubar pada pukul 18:31, dan petugas kebersihan mulai membersihkan sampah di sepanjang Jalan Gatot Subroto.[267]

Pada 28 Maret 2025, Komunitas Suara Ibu menggelar unjuk rasa di trotoar depan Gedung Sarinah.[268]

Sebuah aksi protes berskala kecil kembali digelar pada 7 April 2025, setelah berakhirnya Lebaran. Sejumlah demonstran mendirikan tenda kemah di depan gedung DPR.[269] Aksi bertajuk Piknik Melawan tersebut dipindahkan ke trotoar di Jalan Gelora pada 8 April. Esok harinya, tenda-tenda dibongkar secara paksa oleh 30 petugas Satpol PP.[270] Para demonstran kemudian meminta perhatian dari Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung.[271]

Aksi Piknik Melawan kembali digelar pada 14 April. Tenda semula akan dipasang tepat di depan Gerbang Pancasila DPR, tetapi peserta aksi dipaksa berpindah ke trotoar di seberangnya. Pada malam hari, enam peserta aksi (dua perempuan dan empat laki-laki) dimasukkan ke dalam mobil polisi. Penangkapan dilakukan tanpa pemeriksaan dan tanpa pendamping hukum. Sekitar setengah jam kemudian, mereka dibebaskan dan kembali membangun tenda.[272]

Pada 15 April, pakar hukum tata negara Bivitri Susanti memberikan kuliah umum di lokasi Piknik Melawan. Diskusi antara Bivitri dan puluhan peserta berlangsung mulai pukul 15.55 WIB.[273]

Pada 20 April, ratusan orang menggelar aksi bela Palestina di depan Kedubes AS, Gambir, Jakarta Pusat. Polisi menyiapkan lokasi khusus bagi massa dalam radius 50 meter dari kedutaan.[274] Massa membawa berbagai atribut seperti bendera, syal, dan aksesori bergambar bendera Palestina, serta poster yang mendukung perjuangan Palestina dan mengutuk genosida.[275] Aksi berlangsung hingga pukul 22.45 WIB.[276]

Pada 21 April, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.211 personel untuk mengamankan berbagai aksi unjuk rasa di beberapa titik seperti Kedubes AS, Gedung MPR/DPR, Mabes Polri, dan kawasan Sarinah.[277][278]

Pada 26 Juni, Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas menggelar "Aksi Geruduk Kementerian Kebudayaan" di depan Gedung Kementerian Kebudayaan di Jakarta sebagai bentuk protes terhadap rencana Kementerian Kebudayaan yang akan menulis ulang sejarah dengan nada lebih positif dan mengusulkan Presiden Indonesia kedua, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional.[279]

Pada 2 Juli, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, didemo saat tengah rapat dengan DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Saat itu, Fadli Zon sedang mengevaluasi kinerja Kementerian Kebudayaan hingga periode tersebut. Namun, ketika hendak berbicara, para pengunjuk rasa berteriak mendesak penghentian penulisan ulang sejarah yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Kebudayaan dengan bantuan para sejarawan.[280]

Setelah mendengar teriakan massa, Fadli Zon hanya tersenyum sambil menyaksikan aksi unjuk rasa tersebut. Pimpinan rapat meminta para pengunjuk rasa untuk segera menghentikan aksi, tetapi mereka tidak menggubris dan tetap melanjutkan kegiatan. Pimpinan rapat pun memerintahkan petugas pengamanan dalam (pamdal) untuk mengamankan para pengunjuk rasa.[280]

Unjuk rasa tersebut didasari oleh rencana Kementerian Kebudayaan untuk menulis kembali sejarah dengan nada yang lebih positif, yang rencananya akan dirilis pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Salah satu hal yang akan diubah adalah mempertanyakan penggunaan diksi "massal" dalam peristiwa pemerkosaan massal yang terjadi pada kerusuhan 1998.[279][280]

Yogyakarta

[sunting | sunting sumber]
Grafiti "Sultan bantu rakyatmu" di gedung DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta saat berlangsungnya unjuk rasa penolakan UU TNI pada 20 Maret 2025

Di Yogyakarta, demonstrasi yang berlangsung pada 20 Februari Dengan tema #BersamaRakyat, long march dimulai dari tempat parkir Abu Bakar Ali (awalnya dijadwalkan pada pukul 10:00 pagi), kemudian bergerak menyusuri Jalan Malioboro.[281] Demonstran mengenakan pakaian berwarna hitam, sesuai dengan tagar yang mereka usung di media sosial, #IndonesiaGelap, yang melambangkan kekecewaan dan kekhawatiran terhadap masa depan Indonesia.

Para mahasiswa dan masyarakat mengecam berbagai kebijakan Prabowo di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan politik melalui poster-poster yang mereka bawa. Beberapa di antaranya bertuliskan: "Makan Gratis, Pendidikan Krisis," "RIP = Republik Indonesia Patriarki," "Mari Berjihad Melawan Orang-orang Kafir," "Jangan Biarkan Militer Mengurusi Dapurmu!" serta "Tolak Dwifungsi ABRI Gaya Oligarki."

Massa yang tergabung dalam Jogja Memanggil juga menyerukan tuntutan untuk menurunkan Prabowo-Gibran serta membubarkan Kabinet Merah Putih, yang mereka anggap semakin ngawur dan tidak berpihak pada rakyat. Mereka juga menyoroti pernyataan Prabowo dalam peringatan ulang tahun Partai Gerindra pada 15 Februari 2025 di Bogor, di mana ia berkata "Ndasmu!" kepada rakyat yang mengkritik kebijakannya.

Menurut massa aksi, Prabowo tidak bisa lagi ditoleransi atau dimaafkan. Terlebih lagi, pemerintahan yang baru berjalan lebih dari 100 hari ini dinilai telah membawa berbagai bencana bagi rakyat. "Maka dari itu, kami menuntut Prabowo-Gibran turun dan mendesak pembubaran Kabinet Merah Putih!" seru massa Jogja Memanggil.[282] Tak lama setelahnya, mereka membakar ban bekas, melempar cairan merah ke gerbang gedung, dan menempelkan poster bertuliskan "Pemerintah Tolol".[283]

Pada pukul 12:44 siang, para demonstran melanjutkan long march menuju Gedung Agung dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.[284] Mereka juga menuntut pengunduran diri Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.[285] Diperkirakan sekitar 1.000 orang turut serta dalam aksi ini.[20] Pada saat yang sama, beberapa spanduk berisi kritik terhadap pemerintah dipasang di gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM).[286]

Setelah demonstrasi selesai, mahasiswa bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang Malioboro. Polisi yang sebelumnya mengawal massa turut membantu membersihkan area. Dalam waktu singkat, lokasi kembali bersih, memungkinkan wisatawan melanjutkan aktivitas mereka. "Kami ingin menunjukkan bahwa aksi ini juga tentang tanggung jawab," ujar Hermawan, salah satu demonstran. Polresta Yogyakarta mengapresiasi aksi damai ini melalui akun resminya, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang menjaga ketertiban selama demonstrasi.[287]

Pada 25 Februari, mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar long march di Jalan Malioboro, menuju gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, lalu ke Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Mereka juga membakar kerucut lalu lintas.[288]

Mahasiswa melingkar setelah pembakaran selesai saat berlangsungnya unjuk rasa penolakan UU TNI pada 20 Maret 2025.

Aliansi Jogja Memanggil menggelar demonstrasi "Indonesia Gelap" Jilid 2 pada 11 Maret 2025, berjalan dari Taman Parkir Abu Bakar Ali ke Titik Nol Yogyakarta di tengah hujan lebat. Puluhan mahasiswa dan aktivis menuntut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur, sembari membawa poster kritik terhadap pemerintahan.

Demonstrasi bertema "Ruwat Ruweting Penguasa Durno" ini mengusung konsep ruwatan dalam budaya Jawa, yang bermakna pembersihan dari bahaya. Juru bicara Aliansi, Hidayah, menyebut tradisi ruwatan relevan dengan situasi saat ini, di mana rakyat perlu terbebas dari rezim yang koruptif. Selain aksi teatrikal, demonstran menyoroti BPI Danantara, lembaga investasi strategis pemerintah, yang diketuai sejumlah pejabat kabinet Prabowo-Gibran seperti Rosan Roeslani, Erick Thohir, dan Sri Mulyani. Mereka menilai pengangkatan pejabat ini melanggar UU Kementerian Negara.

Tokoh lain seperti Jokowi, SBY, dan mantan PM Inggris Tony Blair juga dikritik atas keterlibatan mereka dalam Dewan Penasehat dan Dewan Pengawas Danantara. Massa juga mengecam kebijakan ekonomi, termasuk rencana kenaikan PPN 12%, kelangkaan BBM, pemotongan anggaran di luar pertahanan, serta lemahnya pengawasan yang membuka celah korupsi. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat 119 kasus korupsi BUMN dalam 2016–2021 dengan kerugian negara Rp 40 triliun. Demonstran mengkritik Prabowo yang dianggap anti-kritik, terutama setelah pernyataan "ndasmu" yang menyinggung rakyat terkait program Makan Bergizi Gratis.[289][290]

Patung Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman di gedung DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada 20 Maret 2025.

Aksi unjuk rasa kembali terjadi pada tanggal 20 Maret 2025, kini unjuk rasa terjadi di DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta.[291] Unjuk rasa ini diikuti oleh aliansi Jogja Memanggil. Selain diikuti oleh Aliansi Jogja Memanggil, sejumlah elemen mulai dari mahasiswa di berbagai kampus di Yogyakarta hingga aktivis juga tampak menyertai, termasuk Forum Cik Ditiro.[292] Polisi dikerahkan, termasuk kendaraan taktis, untuk mengamankan aksi. Juru bicara aksi, Bung Koes, menilai RUU TNI berpotensi mengancam demokrasi karena memberi wewenang tentara menduduki jabatan sipil. Marsinah, dari Aliansi Jogja Memanggil, menyebut RUU ini berisiko menghidupkan kembali otoritarianisme ala Orde Baru. Massa juga mengkritik proses pengesahan yang dinilai cenderung tertutup dan cacat prosedural.

Awalnya damai, aksi berubah tegang sekitar pukul 15.45 WIB, saat massa mulai mencoret-coret dinding DPRD DIY dengan grafiti seperti "Tolak UU TNI", "Adili Prabowo" serta seruan anti-kepolisian seperti "ACAB" dan "1312". Massa juga membakar sampah, menyalakan petasan, membakarkan api unggun, dan melemparkan ke selasar gedung.

Hingga malam hari, massa tetap bertahan dan berencana menginap di halaman DPRD DIY. Mereka mendirikan tenda, membuat api unggun, berbuka puasa, bermain game, serta terus menggelar mimbar bebas sambil berorasi. Aksi itu diselingi dengan pembacaan puisi hingga menyanyikan lagu-lagu untuk memberi semangat kepada peserta aksi. Massa pun sempat memanggil pedagang sate, wedang ronde, hingga pedagang minuman masuk ke dalam lingkungan DPRD DIY untuk jeda makan.[292]

Meskipun polisi telah mengeluarkan ultimatum, kantor DPRD Yogyakarta dirusak dengan berbagai cara, termasuk pembuangan sampah, pembakaran sampah dan pakaian TNI, serta pencoretan graffiti. Selain itu, para pengunjuk rasa mengancam akan bertahan di depan kantor tanpa batas waktu.[293]

Polisi meminta massa aksi di halaman DPRD DIY untuk membubarkan diri menggunakan pengeras suara. Demonstran meminta izin bertahan hingga pagi, tetapi polisi hanya memberikan waktu satu jam. Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma menyatakan, "Silakan diskusikan, kami beri satu jam." Sementara itu, perwakilan massa berharap aksi dapat berlangsung semalaman dengan konsep "camping bareng" untuk menyuarakan pendapat. Namun, polisi tetap pada keputusan awal, membatasi waktu aksi hingga pukul 00.00 WIB.[294]

Suasana di gedung DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta saat berlangsungnya unjuk rasa penolakan UU TNI pada 20 Maret 2025

Sekitar 00.40 WIB, kepolisian mengerahkan dua unit kendaraan taktis Brigade Mobil (Brimob) dan puluhan polisi anti huru-hara.[292] Kericuhan terjadi, dengan lemparan botol dan petasan ke arah polisi. Water cannon digunakan untuk memukul mundur demonstran.[295] Sementara itu, di luar kompleks DPRD DIY, dari sisi selatan ada kelompok massa lain yang mencoba mendekati massa aksi penolak UU TNI.

Kelompok tak dikenal berpakaian sipil ini mengeluarkan berbagai makian kepada massa penolak UU TNI yang mereka anggap sebagai biang rusuh. Sejumlah personel polisi tampak menghadang kelompok warga itu agar tak sampai bentrok dengan massa aksi yang bertahan di depan gedung DPRD.[292] Polisi mencegah bentrokan antara kedua kelompok. Sekretaris DPRD DIY, Yudi Ismono, menyebut belum bisa merinci total kerugian akibat vandalisme. Gedung DPRD DIY yang termasuk cagar budaya mengalami pencoretan luas dengan cat semprot, serta insiden pembakaran sampah. Polisi masih berjaga untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.[292]

Aliansi Jogja Memanggil kembali menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta pada 27 Maret 2025. Aksi ini merupakan kelanjutan dari protes terhadap pengesahan Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang disahkan DPR pada 20 Maret 2025. Sejak sore hari pukul 16.00 WIB, massa mulai berkumpul dan membentangkan spanduk besar di depan Istana Kepresidenan Yogyakarta.[296]

Selain berorasi di mimbar yang dilengkapi dengan sound system, massa aksi juga membawa simbol-simbol perlawanan. Replika kepala babi dan tikus dibawa sebagai bentuk protes terhadap serangan terhadap kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. Simbol ini terinspirasi dari insiden pengiriman kepala babi tanpa kuping dan bangkai tikus ke kantor media Tempo, yang diduga sebagai bentuk intimidasi terhadap jurnalis. Massa juga membawa wajan sebagai sindiran terhadap Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi, yang sebelumnya menyarankan jurnalis Tempo untuk memasak kepala babi .[297]

Dalam orasi mereka, perwakilan aksi menyoroti meningkatnya tindakan represif aparat setelah pengesahan revisi UU TNI. Selain kekerasan fisik di lapangan, mereka juga mengutuk bentuk intimidasi di ruang digital, seperti doxing dan penyebaran informasi palsu.[296] Meski diguyur hujan, massa tetap bertahan hingga malam.

Mereka tidak hanya berorasi, tetapi juga menampilkan pertunjukan musik dengan gitar. Jumlah demonstran terus bertambah, memadati area pedestrian hingga sebagian badan jalan. Namun, arus lalu lintas tetap lancar dengan pengawalan ketat dari kepolisian.[298] Aksi diakhiri sekitar pukul 21.00 WIB dengan pembacaan pernyataan sikap, di mana mereka mengecam tindakan represif aparat terhadap aksi-aksi serupa di berbagai daerah. Orator menegaskan bahwa perjuangan mereka belum berakhir, menyerukan solidaritas rakyat untuk terus mengawal isu ini. Sebagai penutup, massa menyalakan kembang api sebelum akhirnya membubarkan diri secara tertib.[298]

Pada 29 Maret 2025, Komunitas Suara Ibu Indonesia menggelar aksi keprihatinan di Titik Nol Kilometer sebagai respons terhadap tindak kekerasan aparat terhadap demonstran yang menolak UU TNI.[12] Laporan Kontras mencatat 136 kasus kekerasan oleh polisi dan 12 oleh TNI, termasuk terhadap mahasiswa, tim medis, dan jurnalis.

Suara Ibu Indonesia mengecam tindakan ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang mengancam kebebasan berpendapat dan menunjukkan kemunduran demokrasi.[299] Demonstrasi dianggap sebagai bentuk demokrasi yang sehat, dan aparat seharusnya mengedepankan pendekatan humanis, bukan kekerasan. Sejarawan dan aktivis Ita Fatia Nadia menyerukan perlunya perlawanan terhadap militerisme. Komunitas Ibu Indonesia juga mendesak pemerintah membatalkan UU TNI dan menolak RUU Polri demi melindungi hak-hak sipil dan menghindari pengulangan sejarah kelam pelanggaran HAM di Indonesia.[300] Pengunjuk rasa menganggap bahwa militerisme identik dengan patriarki.

Pada 15 April, ratusan orang yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mendatangi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta untuk meminta klarifikasi terkait dugaan ijazah palsu Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo. Mereka berkumpul di depan Ruang 109 Fakultas Kehutanan UGM sekitar pukul 07.45 WIB, termasuk sejumlah ibu-ibu. Tak lama kemudian, empat perwakilan massa aksi masuk ke dalam Ruang 109 untuk melakukan audiensi dengan pihak rektorat terkait ijazah Jokowi.

Sementara itu, Amien Rais juga terlihat berada di tengah kerumunan massa. Ia menyatakan bahwa penjelasan UGM mengenai ijazah Jokowi sebelumnya tidak cukup membuktikan keaslian dan justru dinilai berputar-putar.[301][302]

Pada 1 Mei, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional dan Aksi Kamisan, mahasiswa dan aktivis mengusung tema penolakan terhadap militerisme serta mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).[303]

Aksi Jogja Memanggil menggelar demonstrasi dengan titik kumpul di Taman Parkir Abu Bakar Ali Malioboro, dan berjalan menuju Titik Nol Kilometer. Koordinator aksi Jogja Memanggil, Marsinah, menyatakan bahwa aksi May Day tahun ini menyerukan persatuan buruh untuk melawan kapitalisme, militerisme, dan kolonialisme. Tema penolakan terhadap militerisme, menurutnya, diangkat karena relevan dengan gelombang penolakan terhadap revisi Undang-Undang TNI yang terus meluas. "Tentara yang merangsek ke sawah-sawah, sekolah, makan bergizi gratis, dan pikiran harus dilawan," tukas Marsinah.[304]

Unjuk rasa tersebut juga menyoroti rencana penggusuran Taman Parkir Abu Bakar Ali, yang dipandang sebagai bentuk perampasan tanah dan komersialisasi ruang hidup yang merugikan rakyat.[304]

Mereka menuntut enam tuntutan buruh untuk masyarakat, yang mencakup revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, cabut Undang-Undang Cipta Kerja dan seluruh turunannya, naikkan upah buruh sebesar 50 persen, hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing, revisi Undang-Undang Jaminan Sosial, dan tolak penggusuran dan jalankan reforma agraria sejati.[122]

Pada 2 Mei, para mahasiswa dan aktivis kembali menggelar unjuk rasa untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Aksi ini berlangsung di depan kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana para pengunjuk rasa mengenakan pakaian serba hitam.[123]

Mereka memasang dua spanduk di pagar gedung wakil rakyat yang sebelumnya telah ditutup rapat oleh petugas keamanan. Spanduk pertama berlatar hitam menampilkan gambar burung Garuda dengan tulisan "Indonesia Gelap". Spanduk kedua memuat gambar mantan Presiden RI ke-2, Soeharto, dengan tulisan "Jenderal Besar Tersangka Koruptor", serta gambar Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto, dengan tulisan "Pelaku Kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM)". Di bagian bawah spanduk tersebut, juga terdapat seruan "Hantam Mertua dan Menantu Otoriter."[123]

Pengunjuk rasa mencoba masuk ke gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, tapi di halau oleh protokol DPRD yang menyampaikan bahwa massa tidak boleh masuk ke dalam gedung. Oleh sebab itu, massa hanya mencoba mendobrak pagar gedung tersebut.[123]

Dalam orasi-orasi yang disampaikan, para demonstran menyuarakan bahwa pendidikan tidak lagi menjadi prioritas dalam pembangunan nasional. Mereka menilai kebijakan negara semakin menjauh dari kepentingan dunia pendidikan. Selain isu pendidikan, para demonstran juga menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai berdampak nyata. Salah satu contohnya adalah pemotongan anggaran organisasi mahasiswa (ormawa) di Universitas Negeri Yogyakarta hingga 50 persen.[123]

Isu militerisasi kampus juga menjadi sorotan dalam aksi ini. Para demonstran menyatakan bahwa sejumlah mahasiswa kini enggan melepaskan atribut militeristik mereka, meski berada di lingkungan akademik. Hal ini dinilai sebagai ancaman terhadap kebebasan berpikir di lingkungan kampus dan menjadi bagian dari keresahan kolektif atas masuknya TNI ke dalam ranah pendidikan tinggi. Mereka juga mengangkat isu kehadiran unsur militer sebagai peserta didik di Universitas Gadjah Mada, yang dianggap sebagai bukti konkret dari militerisasi pendidikan.[123]

Pada 18 Juni, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) mengirimkan surat kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk datang pada acara diskusi bertajuk "Bulaksumur Menegur" pada Sabtu, 21 Juni 2025. Diskusi tersebut digelar sebagai protes terhadap perilaku aparat yang represif kepada mahasiswa dalam berbagai demonstrasi Peringatan Hari Buruh. Mahasiswa mengirimkan surat itu melalui Kantor Pos Besar di Titik Nol Kilometer.[305]

Dalam surat tersebut, BEM menyertakan topik diskusi bernada satir, yakni "Tips dan Trik Mengayomi Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi." Mereka menuding aparat kepolisian represif terhadap berbagai unjuk rasa mahasiswa. Hal serupa terjadi pada penolakan revisi UU TNI, pembentukan Danantara, dan demonstrasi lainnya yang selalu diwarnai dengan tindakan represif. Surat tersebut diunggah di akun Instagram BEM KM UGM.[305] Undangan terhadap Kapolri telah dikirim secara resmi oleh BEM KM UGM melalui surat bernomor 272-012/PRM/E/PH/BEM-KM-UGM/VI/2025 ke Mabes Polri pada Rabu 18 Juni.[306]

Menanggapi kritik dan satire yang disampaikan oleh BEM KM UGM dalam undangan terbuka kepada Kapolri melalui forum diskusi bertajuk "Bulaksumur Menegur", muncul sejumlah pandangan terkait posisi kepolisian dalam konteks demokrasi dan kebebasan berekspresi. Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat secara terbuka, selama dilakukan sesuai dengan hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum. Menyikapi kritik terhadap tindakan aparat dalam demonstrasi Hari Buruh 2025, Polri menekankan bahwa pendekatan persuasif menjadi prioritas, dan penindakan hanya dilakukan apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum berdasarkan bukti.

Kritik mengenai dugaan sikap represif aparat dianggap sebagai bentuk kekhawatiran yang wajar dalam masyarakat sipil. Namun, dari sisi institusi kepolisian, tudingan bahwa tindakan represif diperintahkan secara diam-diam disebut sebagai asumsi yang tidak memiliki dasar bukti konkret. Polri juga menyatakan sedang menjalankan proses reformasi internal melalui program Presisi, dengan upaya membuka ruang dialog bersama akademisi, aktivis, dan mahasiswa. Ketiadaan perwakilan Polri dalam forum "Bulaksumur Menegur" menjadi catatan tersendiri di tengah upaya memperkuat komunikasi antara aparat negara dan masyarakat. Di sisi lain, forum ini dinilai sebagai bagian dari ekspresi demokrasi kampus yang sah, sekaligus ruang penyampaian aspirasi atas dinamika kebijakan dan praktik keamanan di ruang publik.[307]

Namun demikian, pada hari pelaksanaan diskusi, sosok yang diundang, yakni Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tidak hadir. Tidak ada perwakilan dari institusi kepolisian yang datang ke lokasi acara, sejak diskusi dimulai hingga berakhir. Padahal, menurut panitia, pihak BEM telah mendapat konfirmasi bahwa surat undangan tersebut telah diterima dan bahkan dibaca langsung oleh Jenderal Sigit. Meski tidak pernah secara eksplisit menyatakan akan hadir ataupun tidak hadir, Kapolri juga tidak mengirimkan satu pun perwakilan untuk menghadiri forum terbuka tersebut.[306]

Melalui diskusi itu, Tiyo, selaku Ketua BEM KM UGM, mengatakan, pihaknya ingin menuntut agar mahasiswa dan buruh yang ditahan karena demo di Hari Buruh bisa dibebaskan. Selain itu, melalui diskusi itu juga mahasiswa ingin menuntut adanya reformasi di tubuh Polri. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu penyebab maraknya represifitas yang terjadi saat ini.[306]

Di Surabaya, demonstrasi terjadi di depan gedung DPRD Jawa Timur. Para mahasiswa pengunjuk rasa datang dari berbagai universitas lokal dan jumlahnya mencapai ribuan.[308] Mereka membakar keranda bertuliskan Indonesia Gelap setelah upaya mereka untuk menemui ketua DPRD gagal. Kemudian, mereka mencoba untuk menerobos pagar kawat, dan polisi menembakkan meriam air ke arah mereka. Para pengunjuk rasa melarikan diri, dan beberapa melemparkan benda-benda, seperti botol air, ke polisi.[309][310] Sekitar 620 personel dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa.

Ketua Umum BEM Universitas Airlangga, Aulia Thoriq Akbar, menyatakan ada lima mahasiswa yang dikabarkan ditangkap polisi.[38] Dua di antaranya masing-masing berasal dari UNESA dan UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya), sementara Kepala Bagian Operasional Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo membantahnya.[311] Novan Ziyan Ramadhan dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terluka setelah diinjak dan dipukuli oleh polisi,[312] akibatnya anggota yang terlibat dilaporkan telah diperiksa oleh bagian profesi dan pengamanan,[313] meskipun ia membantahnya.[314]

Aksi unjuk rasa kembali terjadi di Surabaya pada tanggal 21 Februari, yang dihadiri oleh mahasiswa dan warga sipil. Dua anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Fuad Bernardi dan Yordan Batara Goa, dilempari botol air, setelah bertemu dengan para pengunjuk rasa saat reses.[73] Mereka kemudian membakar ban bekas, membaca puisi berjudul 'Taek', dan menggelar sandiwara di lokasi tersebut.[315]

Protestor berkumpul untuk menyampaikan orasi di Surabaya, 24 Maret 2025

Pada 24 Maret 2025, ratusan mahasiswa berpakaian hitam tiba di Gedung Grahadi, kediaman resmi Gubernur Jawa Timur, pada pukul 14.00 WIB. Mereka membawa berbagai poster yang mengkritik pemerintah dan membakar ban bekas di jalan.[316] Unjuk rasa semakin memanas ketika massa mulai melempar batu, petasan, botol plastik, dan benda lainnya ke arah petugas. Salah satu peserta aksi bahkan melempar Molotov cocktail ke arah gerbang Grahadi.[317]

Sekitar 1.100 personel Polrestabes Surabaya dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut,[22] dan mereka membubarkan massa secara paksa sekitar pukul 18.00 WIB menggunakan mobil lapis baja.[318]

Setelah kejadian, polisi menangkap 25 orang, dua di antaranya adalah mahasiswa,[46] dan enam polisi dilaporkan mengalami luka-luka.[319] Mantan ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya, Rizky Syahputra, juga menjadi korban luka dengan cedera patah tulang lengan kiri dan luka robek di kaki kiri.[320] Aksi tersebut juga menyebabkan kerusakan serius di Taman Apsari, dengan ribuan tanaman rusak dan tiga lampu taman hilang.[321]

Pada 10 April, Polda Jatim melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi aksi demo di Grahadi yang direncanakan pukul 14.00–17.00 WIB.[322] Pada waktu yang sama, puluhan peserta dari Koalisi Masyarakat Sipil berpakaian hitam mulai melakukan aksi di Taman Apsari meski diguyur hujan pukul 14.45 WIB.[323]

Anggota Dewan DPRD Kota Malang bersama Massa Aksi Demonstrasi

Di Malang, aksi unjuk rasa digelar pada 18 Februari di Bundaran Alun-Alun Tugu, tepatnya di depan gedung DPRD Malang. Ribuan massa datang sejak pukul 12.00 siang dengan membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan, yang bertuliskan "Efisiensi untuk Oligarki X, Efisiensi untuk Rakyat ✓", dan "100 Hari Keadilan Dibunuh". Foto potret Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga nampak dicoret dengan tulisan "efisienshit" di mata dan tanda silang di mulut. Satu jam kemudian, potret-potret tersebut, bersama ban-ban bekas, dibakar di depan gerbang masuk menuju DPRD.[324]

Sekitar pukul 13.51, massa berhasil merangsek masuk ke dalam area Gedung DPRD Kota Malang dengan tuntutan utama yakni ingin masuk menemui dan menyampaikan aspirasi tuntutan secara langsung ke hadapan para anggota dewan dari seluruh fraksi yang duduk di kursi parlemen daerah kota terbesar kedua di Jawa Timur tersebut.

Setelahnya, dinamika unjuk rasa diwarnai dengan negosiasi yang cukup alot antara massa dan aparat serta anggota dewan. Dalam proses negosiasi ini, kerusuhan juga mewarnai proses negosiasi. Massa aksi nampak melakukan pelemparan-pelemparan dengan tujuan diperbolehan masuk ke dalam Gedung DPRD yang dibalas oleh aparat kepolisian dengan nampak berusaha memukuli massa unjuk rasa.[325]

Selepas situasi berangsur kondusif dan juga akibat desakan secara kuat oleh massa, pada sekitar pukul 15.30 para anggota dewan yang terdiri dari jajaran petinggi seperti Ketua dan Wakil Ketua DPRD, perwakilan anggota-anggota ketujuh fraksi DPRD, beserta Kapolresta Malang turun menemui dan duduk bersama para pengunjuk rasa di tengah Jalan Tugu, Kota Malang.[326]

Dialog penyampaian aspirasi berjalan dengan penuh semangat di bawah guyuran hujan badai yang melanda Malang sejak kurang lebih sejam sebelumnya. Beberapa poin aspirasi keresahan massa menjadi fokus utama dalam dialog ini yakni isu efisiensi anggaran, arah kebijakan pemerintahan, prioritasisasi pendidikan, program yang dinilai tidak efektif seperti Makan Bergizi Gratis, hingga pengusutan kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan 2022. Setelah dialog berlangsung dan jajaran dewan berjanji akan mengambil langkah yang serius dalam menanggapi tuntutan aksi unjuk rasa, massa aksi kemudian membubarkan diri pada pukul 16.00.

Aksi tiarap bersama saat unjuk rasa #IndonesiaGelap pada tanggal 18 Februari 2025.

Aksi lanjutan kembali diadakan oleh kelompok mahasiswa dari Aliansi Cipayung Kota Malang pada 28 Februari 2025 dengan tuntutan yang serupa di Gedung DPRD Kota Malang.[327]

Pada 23 Maret, para pengunjuk rasa berpakaian hitam kembali ke gedung DPRD Malang pada pukul 16.00. Mereka membawa spanduk, merusak pagar, dan menuliskan tuntutan untuk mencabut revisi Undang-Undang TNI serta pesan-pesan yang mengkritik pemerintah di aspal jalan.[328] Mereka juga menggelar aksi teatrikal yang menampilkan rekonstruksi sebuah kecelakaan.[329]

Pada pukul 18.00, protes semakin memanas dan kerusuhan mulai terjadi, termasuk pelemparan Molotov cocktail serta pembakaran seragam TNI. Tujuh personel polisi dan TNI terluka dalam aksi tersebut.[330][331] Sementara itu, tim medis mengalami kekerasan fisik dan verbal dari aparat, serta perlengkapan medis dan gawai mereka disita. Sekitar 8–10 orang dilaporkan hilang, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka, dengan 6–7 orang harus dilarikan ke rumah sakit setempat.[45][332] Keesokan harinya, setelah kerusuhan mereda, kepolisian daerah Malang bersama cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di Jawa Timur melakukan kerja bakti untuk membersihkan gedung DPRD Malang.[333]

Di Bandung, pada 17 Februari, mahasiswa melakukan aksi protes di depan gedung DPRD Jawa Barat.[334] Salah satu peserta, Ainul Mardhyah dari Front Mahasiswa Nasional, menyatakan bahwa beasiswa afirmasinya mengalami pemotongan sebesar 10%. Sebagai anak buruh migran di Malaysia, ia juga menyuarakan keprihatinannya terhadap perlindungan tenaga kerja Indonesia.[335]

Aksi protes berlanjut pada 21 Februari dengan seruan revolusi dan pembakaran ban bekas. Massa juga mencoba menerobos kawat berduri.[336] Hingga 24 Maret, tercatat 25 orang terluka akibat bentrokan dengan aparat kepolisian dan kelompok paramiliter pro-pemerintah.[337] Gedung kantor Hana Bank juga dibakar oleh massa,[338] dan kepolisian setempat sedang melakukan penyelidikan.[339] Faqih Rohman Syafei, seorang jurnalis dari Kompas.com, dipukuli oleh massa demonstran setelah dituduh sebagai agen intelijen Badan Intelijen Negara.[340]

Di Bogor, mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa secara ilegal pada 27 Maret. Mereka memblokir jalan; menyerang polisi dengan batu, petasan, dan Molotov cocktail; serta membakar pembatas jalan. Akibatnya, beberapa lapak pedagang mengalami kerusakan, dan 13 pengunjuk rasa ditangkap oleh polisi. Aksi mereka juga dikecam sebagai tindakan 'anarkis'.[50]

Di Bekasi, pada 25 Maret, aksi unjuk rasa digelar di depan gedung DPRD Bekasi. Namun, aksi tersebut menyebabkan kerusakan pada gedung dan dua mobil polisi dirusak.[341] Akibatnya, 8 pengunjuk rasa ditangkap oleh polisi (2 di antaranya sudah lulus, sementara sisanya masih berstatus mahasiswa).[48]

Surakarta

[sunting | sunting sumber]

Di Surakarta, mahasiswa mulai berjalan mundur[342] dari Monumen Makutho pada pukul 14:00, dan tiba di depan gedung DPRD Surakarta di Jalan Adi Sucipto pada pukul 15:40. Para demonstran juga membawa berbagai spanduk anti-pemerintah dan membakar ban bekas. Aksi mereka dikawal oleh ratusan personel gabungan dari militer, polisi, dan Departemen Perhubungan.[343] Koordinator Syaiful mengartikan bahwa berjalan mundur melambangkan bahwa "bangsa ini mengalami kemunduran".[342] Mereka mengancam jika 6 tuntutan mereka tidak terpenuhi dalam waktu 3 hari, mereka akan kembali dengan jumlah demonstran yang lebih besar.[344]

Di Sukabumi, pada 20 Maret, mahasiswa dan warga sipil mulai melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sukabumi pada pukul 15.00 WIB. Mereka berhasil menembus kawat berduri yang terpasang, serta membakar ban bekas dan terlibat bentrokan dengan polisi. Aksi ini juga dihadiri oleh Yana Fajar, seorang akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi.[345] Selama aksi berlangsung, seorang jurnalis dari Metro TV, Apit Haeruman, mengalami intimidasi dan dicekik oleh beberapa demonstran mahasiswa.[346][347] Akibat bentrokan tersebut, satu demonstran mengalami patah tulang hidung, dan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan selama aksi protes di Sukabumi masih berlangsung.[348]

Aksi unjuk rasa kembali terjadi pada tanggal 24 Maret 2025 di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, yang ahirnya berujung ricuh. Awalnya berlangsung damai, situasi mulai memanas ketika beberapa demonstran melempar cat ke arah aparat kepolisian karena tidak diberikan akses masuk ke gedung. Polisi merespons dengan menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa.[349][350] Ketegangan meningkat usai pembubaran, menyebabkan bentrokan antara aparat dan mahasiswa. Akibatnya, tiga orang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi, yaitu dua mahasiswa dan satu anggota kepolisian. Salah satu mahasiswa mengalami kemungkinan retak pada tulang hidung setelah mengaku didorong dan dipukuli oleh aparat, sementara anggota kepolisian mengalami patah tulang di lengan kiri setelah terjatuh dan terinjak.[350]

Selain korban luka, dua mahasiswa, yakni Tulus Pratama Sastra Wijaya dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan Levi dari Sukaraja, dilaporkan hilang setelah terakhir kali terlihat dibawa masuk ke dalam gedung DPRD oleh aparat. Enam mahasiswa lainnya mengalami luka-luka akibat tindakan represif dari kepolisian. Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi, Bahrul Ulum, mengecam keras tindakan represif tersebut dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak kepolisian.[351] Tak hanya demonstran, jurnalis juga mengalami intimidasi saat meliput aksi. Andri Somantri, jurnalis VisiNews, mengaku ditarik dari belakang dan dianiaya oleh anggota kepolisian saat sedang mengambil gambar di tengah kekacauan. Kartu identitas persnya pun terputus akibat insiden itu. Ia mengecam tindakan aparat yang dinilai menghalangi kebebasan pers.[352][353]

Sebagai buntut dari insiden tersebut, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi menggelar aksi protes lanjutan pada 26 Maret 2025 di depan Mapolres Sukabumi Kota. Mereka menggelar aksi teatrikal, mengenakan masker, dan melemparkan koin ke arah barisan polisi sebagai bentuk kekecewaan terhadap penanganan aksi demonstrasi sebelumnya. Mereka juga mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan penganiayaan terhadap demonstran yang masih dirawat di rumah sakit.[354] Dalam aksi-aksi ini, mahasiswa menuntut agar revisi UU TNI dibatalkan karena dianggap mengancam supremasi sipil dan membuka celah bagi militerisasi jabatan sipil. Mereka juga meminta agar aparat kepolisian bertindak profesional dalam mengamankan demonstrasi serta menjamin kebebasan berpendapat sesuai dengan konstitusi.[354]

Di Lumajang, aksi yang berlangsung pada 24 Maret 2025 diikuti oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lumajang Bergerak menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Lumajang, Jawa Timur. Mereka menuntut pembatalan UU TNI yang telah disahkan oleh DPR RI, karena khawatir aturan tersebut membuka peluang bagi TNI untuk kembali berperan di ranah sipil, mirip dengan konsep dwifungsi TNI di masa lalu. Demonstrasi sempat memanas, mahasiswa berusaha menerobos masuk ke gedung DPRD dengan melompati gerbang karena ingin bertemu langsung dengan anggota dewan. Ketegangan meningkat ketika terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan, yang diperparah dengan aksi pembakaran ban sebagai bentuk protes. Situasi akhirnya mereda setelah Ketua DPRD Lumajang, Oktafiani, turun tangan dan menemui para demonstran. Ia menyatakan bahwa DPRD Lumajang menerima tuntutan mahasiswa dan akan menyampaikan aspirasi mereka kepada DPR RI di tingkat pusat. Aksi ini menjadi bagian dari gelombang protes lebih luas di berbagai daerah, di mana kelompok mahasiswa dan aktivis sipil menyoroti kekhawatiran bahwa UU TNI berpotensi melemahkan supremasi sipil dan membuka ruang bagi militer untuk kembali terlibat dalam urusan pemerintahan dan masyarakat sipil.[355]

Di Jember, ratusan mahasiswa di Jember yang tergabung dalam Solidaritas Jember Melawan menggelar aksi unjuk rasa di bundaran Kantor DPRD Jember pada 21 Februari 2025. Mereka menolak Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba), pemangkasan anggaran sebesar Rp306 triliun yang dinilai merugikan sektor pendidikan, serta pembentukan Badan Pengelola Investasi "Danantara" yang dianggap tidak transparan. Aksi yang diawali dengan long march dari Universitas Jember ini tetap berlangsung meski diguyur hujan deras. Koordinator aksi, Hasyisy Ahmad, menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus berpihak pada rakyat, bukan kepentingan segelintir elite.[356] Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti bahwa revisi UU Minerba dilakukan secara terburu-buru tanpa partisipasi publik yang cukup, sehingga berpotensi merugikan lingkungan dan keadilan sosial. Mereka juga menentang pemangkasan anggaran negara yang dapat memperburuk akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menemui para demonstran dan berjanji akan meneruskan aspirasi mereka ke DPR RI. Mahasiswa berharap tuntutan mereka dapat didengar oleh pemerintah pusat agar kebijakan yang lebih adil dapat diwujudkan.[356]

Aksi unjuk rasa kembali terjadi pada 24 Maret 2025, mahasiswa kembali turun ke jalan untuk menolak revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Mereka menilai perubahan ini bertentangan dengan prinsip supremasi sipil karena mengizinkan prajurit TNI aktif menduduki jabatan sipil di 16 instansi. Koordinator aksi, Muhammad Haikal, menyebut revisi ini berpotensi menghidupkan kembali dwi fungsi ABRI yang telah dihapus sejak reformasi 1998. Mereka juga menuntut dihapuskannya sistem komando teritorial yang dianggap tidak lagi relevan dalam situasi saat ini.[357] Mahasiswa menuntut pemerintah untuk menarik prajurit TNI aktif dari jabatan sipil, menghentikan segala bentuk kekerasan aparat, serta menjamin transparansi dan kebebasan pers. Mereka sempat menolak meninggalkan Kantor DPRD Jember sebelum ada respons dari DPR RI, tetapi akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah berdiskusi dengan pihak kepolisian. Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi, mengapresiasi jalannya aksi yang damai tanpa tindakan anarkis. Sementara itu, anggota DPRD Jember, David Handoko, berjanji akan mengomunikasikan tuntutan mahasiswa ke DPR RI meskipun secara kelembagaan masih perlu membahasnya lebih lanjut.[357]

Di Wonosobo, Aliansi Wonosobo Melawan, yang terdiri dari berbagai lembaga dan komunitas, menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan revisi UU TNI di depan gedung DPRD Wonosobo pada Senin, 24 Maret 2025. Aksi dimulai dengan long march dari Gedung Arpusda Wonosobo, melewati kantor Bupati Wonosobo, hingga tiba di gedung DPRD Wonosobo. Para peserta membawa spanduk dan atribut yang menolak revisi UU TNI, yang mereka anggap merugikan supremasi sipil dan membatasi ruang demokrasi.[358][359] Sesampainya di DPRD, peserta aksi diperbolehkan masuk ke halaman gedung dan menyampaikan tuntutan mereka di hadapan Sekretaris DPRD Wonosobo, Tono Prihartono, serta anggota Komisi A DPRD Wonosobo, Rizky Januar Pribadi. Aksi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum mahasiswa menyampaikan tuntutan mereka.[358][359]

Menurut Koordinator Umum Aliansi Wonosobo Melawan, Ahmad Nursholeh, revisi UU TNI memberikan ruang luas bagi prajurit aktif untuk menduduki jabatan di lembaga kementerian negara. Hal ini dianggap berbahaya karena dapat menciptakan impunitas dan tumpang tindih antara hukum sipil dan militer. Revisi UU TNI juga dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap supremasi sipil.[358][360] Aliansi juga menyoroti Rancangan Undang-Undang Kepolisian (RUU Polri), yang mereka anggap berbahaya bagi kebebasan sipil. RUU ini dinilai memberi kewenangan besar bagi aparat untuk mengawasi, menyadap, dan bahkan memblokir media sosial.[360]

Ada empat tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi ini:

  1. Menolak dan mencabut UU TNI.
  2. Menolak dwifungsi ABRI.
  3. Mengembalikan TNI ke barak.
  4. Menolak RUU Polri yang dinilai mengancam kebebasan berekspresi.[358][359]

Dalam aksi ini, mahasiswa sempat membakar ban di halaman DPRD dan mendobrak pintu untuk masuk ke ruang rapat paripurna. Namun, Ketua DPRD Wonosobo tidak berada di tempat saat aksi berlangsung, sehingga massa merasa kecewa. Meski demikian, anggota DPRD Rizky Januar Pribadi menandatangani surat pernyataan sikap sebagai bentuk komitmen bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Ia juga menyatakan bahwa DPRD selalu membuka ruang dialog, meskipun ia menyayangkan adanya aksi vandalisme selama demonstrasi .[358][360] Setelah aksi di DPRD, massa melanjutkan demonstrasi dengan menggelar mimbar bebas di depan Markas Kodim 0707/Wonosobo. Dalam mimbar bebas tersebut, mereka menyampaikan keresahan melalui orasi, puisi, monolog, dan pertunjukan musik sebagai bentuk lanjutan protes terhadap pengesahan revisi UU TNI.[359][360]

Di Semarang, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Semarang Raya mengorganisasikan unjuk rasa di depan Balai Kota Semarang pada 18 Februari. Ribuan mahasiswa tiba pada pukul 14.30,[361] dan mengorganisasikan long march dari Jalan Pemuda ke depan gedung DPRD Jawa Tengah. Mereka juga membawa spanduk yang mengkritik pemerintah.[362] Setelah upaya untuk menemui anggota DPRD gagal, dan seorang perwakilan datang sebagai gantinya, para pengunjuk rasa mengejek untuk masuk lagi ke dalam gedung, dan membuang kotoran sapi di gerbang sebagai tanda kekesalan mereka.[363] Koordinator lapangan, Evan Surya dari Universitas Diponegoro, menilai kinerja awal pemerintahan Prabowo -100 dari 100.[364] Sebelumnya, rencananya unjuk rasa akan dilaksanakan pada pukul 09.00 dan diproyeksikan akan dihadiri oleh 1.600 orang.[165][365]

Pada 20 Maret, selama unjuk rasa terhadap UU TNI, polisi melempar gas air mata dan menangkap 5 orang, 3 di antaranya mahasiswa, di depan kantor gubernur dan gedung DPRD di Semarang.[41][366] Seorang mahasiswa dari Universitas Katolik Soegijapranata dipukul dan ditangkap oleh polisi, tetapi kemudian dibebaskan pada 09:00 dan dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Kariadi.[44]

Di Kuningan, Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kuningan, Jawa Barat, menggelar aksi menolak pengesahan Undang-Undang TNI yang dianggap kontroversial. Demonstrasi berlangsung di depan Gedung DPRD Kuningan pada 24 Maret 2025, dengan orasi dan spanduk yang menyuarakan tuntutan mereka.Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes di berbagai daerah di Jawa barat, termasuk Sukabumi, Bandung, dan Cirebon. Mahasiswa menilai pengesahan UU TNI dilakukan terburu-buru tanpa transparansi, serta berpotensi menghidupkan kembali ‘dwifungsi ABRI’. Ketegangan sempat terjadi saat massa mencoba menerobos masuk ke gedung DPRD. Mahasiswa mendesak Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, untuk menemui mereka dan menandatangani petisi. Aksi juga diwarnai pembakaran ban dan teatrikal sebagai bentuk simbolis protes. Aparat keamanan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Damkar menjaga jalannya aksi tanpa insiden kekerasan. Nuzul Rachdy akhirnya menemui massa dan berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah pusat.[367]

Purwokerto

[sunting | sunting sumber]

Di Purwokerto, mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Masyarakat Bergerak (Semarak) mengadakan long march dari Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri menuju Kantor Bupati Banyumas. Mereka membawa beberapa spanduk, di antaranya bertuliskan "Sebuah Kekecewaan Republik Indonesia 1 Presiden Berbagai Insiden" dan "Bikin Kebijakan Buat Oligarki Terus Ndasmu!". Mereka juga berulang kali meneriakkan "Ganyang Fufufafa".[368] Aksi protes berlanjut pada 21 Maret, dengan mahasiswa membawa spanduk bertuliskan "Anti Rezim Fasis Prabs", serta menebarkan kotoran sapi di depan prajurit yang berjaga di Markas Komando Distrik Militer 0701.[369]

Di Cirebon, aksi protes berlangsung di depan gedung DPRD Cirebon. Mereka kemudian berhasil masuk ke dalam gedung setelah menembus kawat berduri dan barisan polisi. Setelah itu, mereka menantang Wakil Ketua DPRD Cirebon, Fitrah Malik, serta Ketua Komisi I, Agung Supirno, untuk berdebat dengan para demonstran. Para pengunjuk rasa mengancam mereka untuk mundur dari jabatannya jika tidak mampu menjawab pertanyaan mereka.[370] Pada 24 Maret, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cirebon Menggugat kembali berunjuk rasa di gedung yang sama pada pukul 14.00, setelah semula dijadwalkan pada pukul 09.00. Para demonstran sempat bentrok dengan polisi sebelum akhirnya diizinkan berdialog dengan beberapa anggota parlemen. Namun, aksi protes semakin memanas ketika mereka mencoba menurunkan bendera nasional di aula. Peristiwa ini diikuti dengan pelemparan petasan, serangan bom molotov, serta aksi vandalisme.[371]

Tasikmalaya

[sunting | sunting sumber]

Di Tasikmalaya, pada 19 Februari, lebih dari 100 mahasiswa pengunjuk rasa mencoba memasuki gedung DPRD Tasikmalaya untuk menyuarakan aspirasi mereka. Namun, pasukan keamanan menjaga pintu gerbang. Saat hujan deras, terjadi dorong-mendorong hingga gerbang roboh, kemudian meriam air mulai ditembakkan ke arah demonstran. Mereka mulai melempar berbagai benda keras ke mobil polisi, menyebabkan kaca pos keamanan pecah. Kapolres setempat, Moh. Faruk Rozi, mengundang mereka untuk berdialog, dan akhirnya disepakati bahwa mereka boleh masuk ke gedung.[372] Tiga polisi dan satu mahasiswa terluka dalam kejadian tersebut.[373]

Di Karawang, sebuah aksi protes yang digelar pada 25 Maret berakhir dengan bentrokan antara demonstran dan aparat, serta kelompok paramiliter pro-pemerintah. Gedung DPRD daerah mengalami kerusakan selama aksi tersebut. Selama protes, secara luas dilaporkan bahwa petugas kepolisian tertangkap tengah membajak ambulans yang membawa demonstran terluka, mengalihkan rutenya ke kantor polisi alih-alih rumah sakit, serta menangkap 5 demonstran yang terluka dan 2 paramedis.[374] Menurut Lembaga Bantuan Hukum Cakra, 15 orang dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut (dan kemungkinan juga ditangkap oleh polisi).[65]

Di Magelang, Aliansi Magelang Memanggil menggelar unjuk rasa di ruang sidang DPRD Kota Magelang pada 21 Maret 2025 untuk menolak revisi UU TNI. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Cabut UU TNI, Kami Anti-military" dan berharap bertemu Ketua DPRD Kota Magelang, Evin Septa Haryanto Kamil, tetapi hanya dijanjikan pertemuan dengan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Narisqa, pada 24 Maret. Upaya bertemu Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, juga tidak berhasil. Koordinator aksi, Achmad Rizky Airlangga, menuntut pembatalan revisi Pasal 3, 47, dan 53 dalam UU TNI yang mengatur kedudukan TNI, penempatan prajurit aktif di jabatan sipil, serta usia pensiun TNI. Ia juga mendesak evaluasi kinerja TNI, menyoroti kasus penembakan tiga polisi di Way Kanan, Lampung, serta tindakan represif aparat terhadap mahasiswa dalam aksi 'Ruwatan Kepala Daerah' di Akademi Militer Magelang pada 28 Februari 2025.[375]

Di Jombang, pada 29 Maret, puluhan mahasiswa melakukan long march dari cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang dan tiba pada pukul 16.00 saat hujan untuk menggelar unjuk rasa di depan DPRD Jombang. Aksi ini ditandai dengan pembakaran ban bekas dan pakaian serba hitam, serta berbagai spanduk yang dibawa oleh para demonstran. Selama aksi, para pengunjuk rasa bertemu dengan dua anggota parlemen. Koordinator Muhammad Hidayatullah mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan pertemuan dengan Ketua DPRD keesokan harinya.[376][377]

Bojonegoro

[sunting | sunting sumber]

Di Bojonegoro, ratusan pengunjuk rasa berpakaian hitam dari Aliansi Veteran Memanggil menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Bojonegoro padatanggal 27 Maret 2025. Mereka juga berorasi dan melakukan vandalisme terhadap gedung tersebut. Para pengunjuk rasa berusaha memasuki gedung DPRD Bojonegoro pada pukul 17.00, yang berujung pada bentrokan dengan polisi yang berjaga. Akhirnya, polisi membubarkan massa dengan menggunakan water cannon.[378] Akibat kejadian ini, puluhan pengunjuk rasa terluka akibat terinjak-injak, sementara 4 orang lainnya ditangkap.[49]

Di Tuban, pada 26 Maret, mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Tuban. Mereka juga membakar ban bekas dan membawa sebuah pocong dengan wajah Presiden Indonesia, yang kemudian diberikan kepada beberapa tokoh legislatif, termasuk ketua DPRD.[379]

Indramayu

[sunting | sunting sumber]

Di Indramayu, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi serikat mahasiswa Indramayu melakukan aksi protes di gedung DPRD Indramayu. Mereka mencoba mendobrak pintu masuk gedung, sehingga terjadi aksi dorong-mendorong dengan polisi. Mereka juga membakar ban bekas dan melempar benda ke petugas, karena kesal ketua DPRD Indramayu tidak bisa menemui mereka. Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya bisa bertemu dengan ketua dan perwakilan anggota DPRD.[380]

Di Kediri, sekitar 60 mahasiswa dari Universitas Brawijaya mengadakan aksi duduk di depan gedung DPRD Kediri. Mereka tiba menggunakan sepeda motor pada pukul 14:15 dan membawa beberapa spanduk serta poster menolak kebijakan penyederhanaan di bawah Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Setelah satu jam, mereka bertemu dengan Wakil Ketua Sudjono Teguh Widjaja untuk berdiskusi dengan para demonstran.[19]

Di Brebes, pada 28 Maret, mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Brebes. Mereka kemudian diundang oleh wakil ketua DPRD, Iqbal Tanjung, untuk berdiskusi.[381]

Di Lamongan, mahasiswa di bawah di bawah naungan Joko Tingkir Persatuan Mahasiswa Lamongan mengorganisir protes di gedung pemerintahan daerah Lamongan dan gedung DPRD Lamongan. Mereka terlihat membawa bendera dan spanduk dengan tulisan Indonesia Gelap dan Lamongan Memanggil.[382]

Bondowoso

[sunting | sunting sumber]

Di Bondowoso, ratusan mahasiswa di bawah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan protes di depan gedung DPRD Bondowoso. Mereka juga membawa spanduk dan poster, membakar ban bekas, dan membaca tahlil.[383]

Di Kudus, sekitar 70 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari Kudus, Rembang, dan Jepara mengadakan aksi protes di depan gedung DPRD Kudus. Mereka juga membawa spanduk dan atribut lainnya.[384]

Di Blitar, pada 24 Maret, mahasiswa bentrok dengan polisi di gedung DPRD Blitar setelah gagal bertemu dengan anggota parlemen.[385]

Di Serang, mahasiswa mengadakan aksi duduk di Simpang Ciceri pada 20 Maret 2025.[386]

Di Bantul, aliansi ISI Bergerak menggelar ujuk rasa di Boulevard ISI Yogyakarta pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2025.[387][388]

Pada tanggal 22 Maret 2025, civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Menuntut pemerintah dan DPR untuk menjunjung tinggi konstitusi serta tidak mengkhianati amanat rakyat dengan menjaga prinsip demokrasi dan supremasi sipil.
  2. Menuntut TNI/Polri, sebagai alat negara, untuk melakukan reformasi internal dan meningkatkan profesionalisme guna memulihkan kepercayaan publik.
  3. Mengimbau seluruh insan akademik di Indonesia agar tetap menjaga kewarasan dalam bersikap dan berperilaku, serta menolak segala tindakan yang melemahkan demokrasi dan melanggar konstitusi.
  4. Mendorong dan mendukung upaya masyarakat sipil dalam mengawal agenda reformasi demi menjaga demokrasi dan supremasi sipil.
  5. Memohon kepada presiden untuk tidak menandatangani revisi UU TNI yang telah disahkan oleh DPR RI serta menerbitkan Perppu guna mengembalikan TNI ke kedudukan semula.
  6. Mendorong masyarakat sipil untuk melakukan jihad konstitusi dengan mengajukan judicial review (JR) terhadap revisi UU TNI yang telah resmi disahkan.[389]

Gunungkidul

[sunting | sunting sumber]

Di Gunungkidul, aliansi Gunungkidul Melawan menggelar unjuk rasa di DPRD Gunungkidul pada 22 Maret 2025. Mereka menuntut penolakan revisi UU TNI.[390]

Kepulauan Nusa Tenggara

[sunting | sunting sumber]

Di Denpasar, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Bali Tidak Diam mendatangi gedung DPRD Bali pada pukul 11.30 WIB, sambil membawa spanduk bertuliskan Tut Wuri Efisiensi. Sepuluh menit kemudian, mereka dipersilakan masuk ke wantilan gedung oleh pelaksana tugas sekretaris I Gusti Ngurah Wiryanata untuk menyampaikan tuntutan.[391]

Di Kupang, mahasiswa berkumpul di depan kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, yang juga dikenal sebagai Gedung Sasando, untuk memprotes pemotongan anggaran pendidikan.[392] Pada 24 Maret, mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus melakukan aksi protes di depan gedung DPRD Nusa Tenggara Timur.[393]

Di Mataram, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram (BEM UNRAM) di Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan bahwa mereka akan berpartisipasi dalam aksi protes pada 20 Februari, dengan presiden BEM universitas tersebut telah berangkat ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan aksi yang dipimpin oleh BEM SI.[394] Mereka membawa keranda sebagai bentuk protes.[395] Pada 25 Maret, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Nusa Tenggara Barat menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Nusa Tenggara Barat. Ketua DPRD, Baiq Isvie Rupaeda, kemudian mengumumkan bahwa tuntutan mereka akan disampaikan ke DPR pusat.[396]

Kalimantan

[sunting | sunting sumber]

Balikpapan

[sunting | sunting sumber]

Di Balikpapan, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Minyak menggelar aksi long march dari perempatan Balikpapan Plaza menuju gedung DPRD Balikpapan. Setibanya di gedung tersebut, terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan aparat kepolisian di pintu masuk.[397] Mereka juga mengkritik kebijakan pemerintah kota setempat.[398] Polisi membubarkan massa setelah melewati batas waktu pukul 18.00 WITA dan menangkap enam demonstran yang diduga sebagai provokator serta melakukan perlawanan terhadap petugas.[40]

Banjarmasin

[sunting | sunting sumber]

Di Banjarmasin, ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kalimantan Selatan. Mereka mengkritik tingginya tingkat penerimaan publik terhadap pemerintah berdasarkan berbagai hasil survei, dan menyebutnya tidak sesuai dengan kenyataan.[399]

Palangka Raya

[sunting | sunting sumber]

Di Palangka Raya, mahasiswa dari berbagai universitas lokal, terutama Universitas Palangka Raya (UPR), Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya, dan Institut Agama Hindu Negeri Palangka Raya, menggelar aksi protes di gedung DPRD Kalimantan Tengah. Mereka menari dengan iringan lagu kampanye Kampanye Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming 2024 berjudul Oke Gas 2 karya Richard Jersey sebagai bentuk sindiran politik, sambil membakar ban bekas. Beberapa demonstran juga meneriakkan slogan "Adili Jokowi".[400] Mahasiswa memperingatkan ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bahwa mereka akan menggelar gelombang kedua aksi protes pada hari Senin dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.[401]

Di Tarakan, Ratusan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Resah (AMARAH) menggelar unjuk rasa di Polres Tarakan pada 10 Februari. Koordinator lapangan, Fadil Qobus, menyatakan aksi ini dipicu oleh buruknya pelayanan Polres Tarakan dan Polda Kalimantan Utara. Menurutnya, banyak warga tidak mendapat kepastian hukum karena aparat tidak menjalankan tugas sesuai aturan. Para demonstran menuntut pencopotan Kapolres Tarakan dan Kapolda Kalimantan Utara, menegaskan bahwa mereka tidak akan membubarkan diri hingga tuntutan dipenuhi.[402]

Samarinda

[sunting | sunting sumber]
Rocky Gerung

Di Samarinda, ribuan mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kalimantan Timur. Komentator politik Rocky Gerung memberikan pidato untuk memotivasi para pengunjuk rasa.[403] Para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi setempat setelah mencoba memasuki gedung, dan mereka menembakkan meriam air ke arah para pengunjuk rasa. Akibatnya, para pengunjuk rasa ditarik mundur ke Masjid Islamic Center Samarinda.[404][405]

Pontianak

[sunting | sunting sumber]

Di Pontianak, Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi di Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Digulis, Pontianak, pada 21 Maret 2025, menolak revisi UU TNI yang dianggap berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi TNI dan memperluas peran militer dalam urusan sipil.[406] Aksi diwarnai orasi, spanduk protes, dan pembakaran ban. Massa menyoroti pasal-pasal bermasalah, seperti perluasan kewenangan TNI dalam keamanan siber dan nark

oba (Pasal 7 Ayat 2), peningkatan jabatan sipil untuk perwira aktif (Pasal 47), serta perpanjangan usia pensiun perwira tinggi (Pasal 53). Mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan: menjaga TNI-Polri tetap fokus pada pertahanan dan keamanan, mendorong supremasi sipil dengan keterlibatan masyarakat, serta membatalkan revisi UU TNI. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada respons dari pemerintah.[407]

Di Makassar, mahasiswa berunjuk rasa di Jalan Perintis Kemerdekaan, yang mengakibatkan Jalan Trans-Sulawesi terblokir dan menyebabkan kemacetan panjang di Maros. Mereka juga membakar ban bekas dan menahan truk-truk sebagai panggung bagi para demonstran.[408] Sehari kemudian, mahasiswa yang tergabung dalam AMPERA menggelar aksi unjuk rasa di Jalan AP Pettarani, Rappocini. Mereka juga membakar ban bekas dan memblokade jalan dengan truk kontainer, sehingga mengakibatkan kemacetan parah.[409] Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, yang secara efektif memblokir Jalan Trans-Sulawesi. Mereka juga membakar ban bekas dan menggunakan truk sebagai panggung untuk orasi.[410]

Sehari setelahnya, mahasiswa yang tergabung dalam AMPERA melakukan demonstrasi di Jalan AP Pettarani, Rappocini. Mereka juga membakar ban bekas dan memblokir jalan dengan sebuah truk kontainer.[411] Keesokan harinya, mahasiswa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) kembali memblokir jalan yang sama (Jalan AP Pettarani) dengan truk dan membakar ban bekas.[412] Aksi lain terjadi di Jalan Sultan Alauddin, diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Alauddin, yang membawa berbagai spanduk dan pamflet dengan pesan-pesan kritis. Mereka juga membakar ban bekas.[413] Sehari kemudian, Aliansi Mahasiswa Makassar menggelar aksi di bawah flyover sebelum bergerak ke gedung DPRD Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo. Mereka menggunakan dua truk sebagai panggung orasi.[414] Kemudian, para demonstran membakar ban bekas, menyanyikan lagu "Buruh Tani" dari Marjinal, dan menarik kawat berduri yang dipasang polisi.[415] Massa mulai bubar pada pukul 19.05 WITA, dan Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, mengklaim bahwa aspirasi mereka telah diterima oleh DPRD Sulawesi Selatan.[416] Namun, pada pukul 19.40 WITA, mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM) dan sekelompok pengemudi terlibat bentrok menggunakan batu dan busur panah.[417] Akibatnya, enam orang yang diduga sebagai provokator ditangkap oleh polisi saat bersembunyi di dalam kampus UNM,[39] meskipun mereka akhirnya dipulangkan pada pukul 04.00 WITA.[418] Pada 24 Februari, demonstran dari 16 organisasi, termasuk elemen mahasiswa, berkumpul di bawah flyover Jalan Urip Sumoharjo pada pukul 12.45 WITA. Mereka mengenakan tali di tangan kiri dan membawa atribut seperti spanduk dan pengeras suara.[419] Aksi dimulai pukul 15.35 WITA, dan ban bekas kembali dibakar. Mereka mulai membubarkan diri pada pukul 17.00 WITA.[420] Pada 19 Maret, mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo. Mereka juga membakar ban bekas dan berorasi di tengah jalan. Demonstran akhirnya membubarkan diri pada pukul 17.41 WITA setelah diterima oleh anggota DPRD.[421]

Di Manado, para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Sulawesi Utara mengadakan aksi duduk (sit-in). Mereka memblokir Jalan 17 Agustus, tepat di depan Kantor Samsat, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Ratusan personel polisi dikerahkan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Para demonstran berusaha menerobos gerbang masuk dan merusak beberapa bagian pagar besi. Mereka juga membakar keranda mayat dan ban bekas.[422] Setelah menunggu selama tiga jam, mereka akhirnya diperbolehkan masuk ke kantor gubernur oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Utara, Johny Suak.[423] Kemudian, pada 20 Maret, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Sulawesi Utara Maju menggelar aksi di depan Gedung DPRD Sulawesi Utara. Setelah gagal bertemu anggota dewan, mereka menerobos barikade polisi dan terjadi bentrokan yang menyebabkan kerusakan di dalam gedung. Bentrokan antara demonstran dan polisi terjadi pada pukul 17:30 WITA, dan tiga demonstran ditangkap dalam insiden tersebut.[42]

Di Kendari, mahasiswa dari Universitas Halu Oleo melakukan aksi protes di depan gedung DPRD Sulawesi Tenggara, dan 100 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga aksi tersebut. Mereka menolak pemotongan anggaran di berbagai sektor.[424]

Di Palu, ratusan mahasiswa, sebagian besar dari Universitas Tadulako, berkumpul di depan gedung DPRD Sulawesi Tengah. Aksi ini nyaris berujung ricuh ketika mahasiswa mencoba menerobos gerbang gedung DPRD.[425] Seorang mahasiswa mengalami luka di kepala akibat bentrokan yang terjadi.[426]

Di Mamuju, aksi protes juga terjadi di Jalan Simpang Lima, yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa. Mereka menuntut evaluasi terhadap program makan gratis yang dijalankan pemerintah.[427]

Di Madjene, unjuk rasa sempat terjadi di depan Kantor DPRD Kabupaten Madjene pada tanggal 24 Maret 2025.[428]

Di Palopo, organisasi non-pemerintah Aspirasi menggelar unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Palopo pada 29 Maret untuk mendukung Undang-Undang TNI.[429]

Kepulauan Maluku

[sunting | sunting sumber]

Di Ambon, mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri Ambon (IAIN Ambon), mengenakan almamater mereka, melakukan aksi protes di depan gedung DPRD Maluku.[430] Para mahasiswa menolak program makan gratis dan menuntut pencabutan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, dengan menyatakan bahwa yang dibutuhkan Indonesia adalah pendidikan gratis.[431][432]

Di Ternate, ratusan mahasiswa berkumpul di depan Kantor Wali Kota Ternate dan menggelar aksi protes menolak program makan gratis pemerintah. Para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk pendidikan gratis, pencabutan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, tunjangan bagi guru dan dosen, serta isu-isu lokal seperti alokasi kuota pekerjaan 50% untuk perempuan di pemerintahan kota, penolakan program reklamasi pantai di kota, dan perbaikan infrastruktur air bersih.[433] Aksi ini kemudian berujung ricuh setelah dua jurnalis dilaporkan mengalami kekerasan oleh anggota Satpol PP Kota Ternate.[434] Keesokan harinya, pada 25 Februari 2025, jurnalis dan pekerja media di Ternate menggelar demonstrasi terpisah untuk mengecam kekerasan tersebut. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku Utara juga mengecam insiden tersebut sebagai pelanggaran terhadap kebebasan pers dan hukum.[435]

Pulau Morotai

[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Pulau Morotai, aksi protes didominasi oleh mahasiswa Universitas Pasifik (UNIPAS) di depan kantor bupati dan gedung DPRD. Para mahasiswa membawa spanduk bertuliskan "Republik oligarki, Indonesia gelap, Malut butuh pendidikan gratis". Mereka mengkritik bahwa program makan gratis tidak efektif dan menegaskan bahwa yang dibutuhkan mahasiswa Indonesia adalah pendidikan gratis.[436]

Di Wamena, ribuan pelajar menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 17 Februari 2025. Diperkirakan diikuti oleh sekitar 3.500 pelajar, yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa. Ribuan pelajar itu datang dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dan Kabupaten Yahukimo berdasarkan keterangan polisi.[8] Kericuhan terjadi sekitar pukul 09.00 WIT, saat massa bergerak ke arah menara salib yang berlokasi di depan kantor Bupati Jayawijaya dan berlangsung di Jalan Hom-Hom, beberapa ratus meter dari kantor bupati Jayawijaya.[437]

Di Paniai, ribuan pelajar dari semua tingkatan (SD, SMP, SMA, dan SMK) menggelar aksi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 24 Februari 2025. Mereka mendatangi Kantor Bupati Paniai di Kampung Madi, Distrik Paniai Timur dan meminta kepada pemerintah untuk lebih mengutamakan pendidikan gratis.[9][438]

Di Deiyai, aksi protes Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar dan diikuti oleh ribuan pelajar dari belasan sekolah. Mereka melaksanakan long march dan melakukan aksi di kantor bupati Deiyai. Dengan mengenakan SD, SMP, dan SMA, para pelajar berjalan dari Lapangan Sepakbola Tomas Adii Waghete sekitar pukul 09.30 WIT menuju kantor bupati.[439]

Di Jayapura, aksi unjuk rasa oleh mahasiswa Universitas Cenderawasih dilakukan pada Rabu, 26 Februari 2025. Mereka menyampaikan aspirasi mereka secara langsung ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua terkait Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia dan menuntut pencabutan undang-undang tersebut.[440] Pada 7 April, mahasiswa yang tergabung dalam kepengurusan pusat Forum Independen Mahasiswa Papua Barat (FIM-WP) melakukan aksi demonstrasi menentang PT Freeport Indonesia di wilayah Ekspo Waena dan Perumnas III Waena, Distrik Heram. Aksi damai ini dimulai dari kampus Universitas Cenderawasih dan bergerak menuju bundaran taksi Perumnas III. Namun, aksi tersebut dibubarkan secara paksa oleh aparat gabungan TNI-Polri.[butuh rujukan]

Di Nabire, aksi unjuk rasa damai juga dilakukan oleh massa yang menolak kehadiran PT Freeport Indonesia. Para pengunjuk rasa menggelar long march menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah. Sayangnya, pihak kepolisian melarang kegiatan tersebut dengan alasan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Aksi demonstrasi ini pun berakhir dengan pembubaran paksa.[butuh rujukan]

Manokwari dan Sorong

[sunting | sunting sumber]

Di Manokwari dan Sorong , terjadi unjuk rasa yang memprotes pemindahan empat anggota Negara Federal Republik Papua Barat (NRFPB) yang menjadi terdakwa kasus makar yaitu Abraham Goram Gaman, Maksi Sangkek, Piter Robaha, dan Nikson Mai. Pemindahan tersebut dilakukan pada tanggal 27 Agustus 2025.[441][442] Berdasarkan surat keputusan Mahkamah Agung tertanggal 24 Juli 2025, proses peradilan keempatnya dilakukan di Pengadilan Negeri Makassar.[443]

Empat aktivis kemerdekaan Papua tersebut ditangkap pada 28–29 April 2025 di Kota Sorong, setelah sebelumnya, pada 14 April 2025, mereka mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Surat tersebut, yang ditandatangani oleh Presiden Negara Federal Republik Papua Barat, Forkorus Yaboisembut, berisi permintaan kepada Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, untuk memfasilitasi dialog dan perundingan damai antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden NFRPB.[444][445]

Selain itu, keempat aktivis tersebut juga menyerahkan surat dan dokumen pendukung yang memuat latar belakang konflik serta panduan penyelesaian damai konflik di Tanah Papua berdasarkan kajian akademik. Dokumen tersebut disampaikan kepada sejumlah lembaga dan instansi, termasuk kantor Majelis Rakyat Papua Barat Daya, Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat Daya, Wali Kota Sorong, serta Polresta Sorong dan Polda Papua Barat Daya.[445]

Luar negeri

[sunting | sunting sumber]

Protes luar negeri pertama kali diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Columbia, Kota New York di bawah nama Jong Columbia pada 21 Februari dari pukul 16.00 hingga 18.00 di Asrama Baru, Teachers College, Universitas Columbia, yang dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa. Pada saat yang sama, para pemimpin Persatuan Mahasiswa Indonesia di Jepang, Malaysia, dan Belanda menerbitkan surat terbuka yang menyatakan solidaritas mereka dengan para demonstran dari serikat mahasiswa di tanah air.[446]

Diaspora Indonesia di Jerman telah merencanakan protes solidaritas di Gerbang Brandenburg, Berlin pada 1 Maret.[447] Sementara itu, pada tanggal yang sama, diaspora Indonesia di Australia mengorganisir protes solidaritas di Perpustakaan Negeri Victoria, Melbourne, dari pukul 15.00 hingga 17.00.[448] Mahasiswa Indonesia di Columbia University kemudian kembali menggelar protes menentang revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia di depan Teachers College. Diaspora Indonesia di Belanda juga melakukan unjuk rasa pada 4 September 2025 dengan berjalan dari ISS Universitas Erasmus Rotterdam menuju KBRI Den Haag. Dalam poster yang beredar, aksi ini ditujukan sebagai bentuk solidaritas untuk driver ojek online (ojol) yang tewas, Affan Kurniawan, serta seluruh korban kekerasan negara.[3]

Demonstran

[sunting | sunting sumber]

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Rizki Nauli Siregar mengunggah gambar di atas dengan latar belakang hitam, sembari mendukung mahasiswa di kelasnya untuk ikut berunjuk rasa.[449] Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Subarsono, menyatakan unjuk rasa politik merupakan salah satu tanda kehidupan demokrasi.[450] Dosen lain dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Muchtar Habibi, menyatakan bahwa protes dapat diperkuat dengan memperluas partisipasinya.[451] Profesor dari Universitas Airlangga, Henri Subiakto, melihat protes tersebut bukan hanya sebagai gerakan spontan, tetapi juga sebagai bentuk akumulasi kekecewaan mereka terhadap kondisi politik di Indonesia.[452] Ia kemudian sepakat dengan pernyataan Mahfud MD bahwa "Indonesia masih gelap".[453] Akademisi dan sejarawan Andi Achdian melihat protes ini sebagai guncangan bagi pemerintahan Prabowo.[454]

Rocky Gerung berpendapat bahwa protes tersebut bukan hanya sekadar ekspresi pesimisme, tetapi juga merupakan refleksi nyata dari kondisi saat ini.[455] Ia juga kemudian mengkritik respons Prabowo terhadap protes tersebut sebagai tidak memadai dan menyoroti retorika Prabowo yang terus-menerus memuji Jokowi sebagai tanda pengaruh berlebihan terhadap dirinya.[456] Fan club dari boy band asal Korea Selatan NCT, NCTzen, mengumumkan dukungan mereka terhadap para demonstran dan berjanji akan menyediakan makanan, minuman, serta kebutuhan medis secara gratis melalui penggalangan dana (lihat #Jakarta).[457] Fan club dari boy band Korea Selatan lainnya, Super Junior, juga mengajukan inisiatif serupa.[458]

Penggemar grup pria Korea Selatan NCT, NCTzen, mendukung para pengunjuk rasa dan mengumumkan bahwa mereka akan menyediakan kebutuhan medis bagi mereka.[459]

Pemerintah

[sunting | sunting sumber]

Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, memastikan tidak ada pemotongan dana untuk perguruan tinggi, Kartu Indonesia Pintar untuk perguruan tinggi, dan beasiswa.[460] Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menanggapi bahwa Indonesia "tidak benar-benar gelap" sebagaimana slogan tersebut dan mengajak para mahasiswa untuk bersikap optimis.[461] Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan mengajak para mahasiswa pengunjuk rasa untuk meningkatkan kemampuan intelektualnya.[462] Juru bicara Kantor Komunikasi Presiden, Adita Erawati, membenarkan bahwa beberapa tuntutan yang disampaikan oleh para demonstran telah ditanggapi oleh pemerintah, seperti biaya pendidikan tidak dinaikkan, dan beasiswa tidak dihentikan. Ia juga mempersilakan masyarakat untuk melakukan aksi unjuk rasa dengan tertib.[463]

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Muzani, menilai reaksi masyarakat saat unjuk rasa itu berlebihan dan kontraproduktif.[464] Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Adies Kadir, menilai unjuk rasa itu sebagai bentuk kreativitas mahasiswa untuk menyuarakan aspirasinya.[465] Ketua Gerakan Cinta Prabowo, Kurniawan menyatakan aksi unjuk rasa mahasiswa merupakan bentuk aspirasi mereka, sekaligus mewanti-wanti agar tidak disusupi kelompok tertentu.[466] Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah terus berupaya memulihkan ekonomi, seraya menyerang demonstran sebagai pihak yang 'gelap'.[467]

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, mempertanyakan apa dasar unjuk rasa tersebut.[468] Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sosialisman Hidayat Hasibuan, menuding unjuk rasa tersebut sebagai bentuk tekanan politik terhadap upaya pemerintah menangkap Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI-P.[469]

Penyensoran dan represi

[sunting | sunting sumber]
Rekaman CCTV yang menunjukkan anggota TNI mengintimidasi dan memata-matai kantor pusat KontraS pada malam hari setelah revisi UU TNI.[470]

Reaksi pemerintah juga diwarnai dengan penyensoran yang terutama menyasar para jurnalis dan pekerja industri kreatif. Dilaporkan secara luas bahwa duo gelombang baru Indonesia, Sukatani, yang menulis sebuah lagu yang mengkritik aparat kepolisian mendapat intimidasi, duo ini kemudian dipaksa untuk membuat video permintaan maaf sebagai bagian dari intimidasi. Kritikus musik asal Amerika Serikat, Anthony Fantano, mengutuk penindasan tersebut dan menggambarkan situasi tersebut sebagai sesuatu yang tidak baik.[471] Amnesty International juga mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menginvestigasi kasus intimidasi tersebut.[472] Di X, terdapat video yang muncul yang menunjukkan seorang jurnalis berkewarganegaraan asing yang ditangkap oleh polisi karena “tidak memiliki izin".[473] Terdapat juga insiden doksing terhadap jurnalis setelah protes di Jakarta pada tanggal 21 Februari yang menimbulkan kecaman dari Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum).[474]

Selama protes tersebut, CNN Indonesia yang berada di bawah naungan Trans Media mendapat sorotan publik karena membuat berita utama yang mendiskreditkan para pengunjuk rasa. Sebagai tanggapan atas berita utama tersebut, dua jurnalis CNN Indonesia menjadi target doksing dari kelompok yang bersimpati pada para pengunjuk rasa dan beberapa pengguna internet menyerukan pemboikotan terhadap media-media yang berafiliasi dengan Trans Media.[475]

Setelah penyerbuan Hotel Fairmont, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengakui bahwa mereka telah diteror oleh orang tak dikenal. Wakil koordinator KontraS, Andrie Yunus, menyatakan bahwa beberapa orang tak dikenal sering mendatangi kantor mereka dan tiga orang staf KontraS menerima telepon yang mengintimidasi.[476]

Menjelang pengesahan amendemen Undang-Undang TNI, gedung parlemen dan area sekitarnya dijaga ketat oleh pasukan bersenjata dan kepolisian.[477]

Beberapa media di Indonesia dilaporkan menerima intimidasi dari pejabat pemerintah. Jurnalis Kompas.com, Adhyasta Dirgantara, disebut menerima ancaman pembunuhan dari ajudan Panglima Tentara Nasional Indonesia setelah menanyakan soal penyerangan militer terhadap Mapolres Tarakan.[478] Pada 19 Maret, majalah Tempo, yang dikenal kritis terhadap pemerintah, menerima ancaman berupa kepala babi terpotong yang dikirim ke kantornya di Palmerah, Jakarta, dan ditujukan kepada jurnalis Francisca Christy Rosana. Pemimpin redaksi Setri Yasra mengecam insiden tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers.[479][480] Keesokan harinya, seorang jurnalis dari media digital IDN Times diintimidasi saat merekam unjuk rasa di depan gedung parlemen. Beberapa aparat mencoba menyita ponsel dan kunci motornya.[481] Dua hari kemudian, Tempo kembali menerima paket anonim berisi enam bangkai tikus tanpa kepala.[480] Hingga 26 Maret, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat sebanyak 18 jurnalis menjadi korban kekerasan saat meliput unjuk rasa penolakan revisi UU TNI.[482] Pada 27 Maret, saat unjuk rasa di Jakarta, jurnalis Kompas.com lainnya, Rega Almutada, diintimidasi dan digeledah oleh orang yang diduga aparat berpakaian sipil, sementara dua jurnalis dari media Rusia RT dipaksa mematikan kamera mereka.[483] Menanggapi kekhawatiran yang meningkat atas ancaman terhadap kebebasan pers, Hasan Nasbi, selaku Kepala Kantor Komunikasi Presiden, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menjunjung independensi media. Namun, pernyataannya mendapat kecaman di media sosial setelah ia disebut mengatakan bahwa Tempo seharusnya "memasak kepala babi tersebut."[480] Selain itu, ditemukan pula kasus intimidasi terhadap petugas medis oleh aparat kepolisian. LBH Jakarta menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak akan dikenai sanksi dan merupakan bagian dari pendekatan represif yang sudah dirancang secara sistematis.[484]

Pada Mei 2025, seorang mahasiswi Institut Teknologi Bandung ditangkap setelah mengunggah meme yang dihasilkan AI yang menggambarkan Joko Widodo dan Prabowo Subianto melakukan parodi lukisan Tuhanku, Tolong Aku Bertahan dari Cinta Mematikan Ini—ciuman antara Leonid Brezhnev dan Erich Honecker. Penangkapan tersebut memicu kecaman luas di media sosial X.[485]

Organisasi masyarakat

[sunting | sunting sumber]

Pada 22 Juni, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, membebaskan mahasiswa yang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam demonstrasi Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2025.

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, Ridho Al-Hamdi, menyatakan bahwa demonstrasi merupakan cara mahasiswa menyuarakan aspirasi publik di tengah berbagai persoalan sosial-politik. Ia menilai aparat seharusnya mengedepankan dialog, bukan melakukan penangkapan, penahanan, atau penetapan tersangka terhadap mahasiswa.

Dalam pernyataannya, PP Muhammadiyah juga menyampaikan bahwa unjuk rasa merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi, dan tidak seharusnya direspons dengan kekerasan negara. Mereka meminta Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri segera membebaskan mahasiswa yang masih ditahan.[486]

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, mempertanyakan dasar dari penyelenggaraan aksi protes.[487]

Internasional

[sunting | sunting sumber]

Pemerintah

[sunting | sunting sumber]

Pada 30 April, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan tingkat 2 ke Indonesia dengan alasan kemungkinan unjuk rasa yang dapat berubah menjadi kekerasan.[488]

Non-pemerintah

[sunting | sunting sumber]

Organisasi non-pemerintah internasional Human Rights Watch (HRW) mengeluarkan pernyataan pada 19 Maret yang mengecam pengesahan amendemen undang-undang militer karena dianggap mengancam hak asasi manusia di Indonesia. HRW juga mendesak parlemen untuk membatalkan usulan amendemen yang memungkinkan militer menduduki posisi sipil dalam sistem peradilan dan badan usaha milik negara.[489]

Amnesty International melalui perwakilannya di Indonesia juga mengkritik pengesahan rancangan undang-undang militer. Amnesty International menjelaskan bahaya yang ditimbulkan oleh undang-undang militer yang telah disahkan parlemen serta menemukan berbagai kejanggalan dalam proses pengesahannya.[490] Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard mengunjungi Indonesia untuk mengevaluasi situasi hak asasi manusia di negara tersebut.[491]

Reporters Without Borders (RSF) melalui direktur biro Asia-Pasifiknya, Cédric Alviani, juga mengeluarkan kecaman terhadap kekerasan terhadap jurnalis selama aksi protes di Indonesia.[492] LSM internasional lainnya, seperti cabang Jerman dan Belgia dari International Federation of Action by Christians for the Abolition of Torture (ACAT), All Arakan Students' & Youths' Congress, Accountability Counsel, dan Advocacy Forum-Nepal, juga menerbitkan pernyataan bersama yang mengecam pengesahan amendemen tersebut.[493]

Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk situasi pembela hak asasi manusia, Mary Lawlor, menyatakan keprihatinannya terhadap represi terhadap LSM hak asasi manusia selama aksi protes dan mendesak pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa suara organisasi sipil dijamin tanpa tekanan.[494]

Aktor dan penyanyi Angga Yunanda mengunggah tweet yang mendukung unjuk rasa tersebut.[495] Melalui tagar #ArtistBersuara, para seniman digital di Twitter (X) turut memberikan dukungan kepada para pengunjuk rasa.[496] Ada juga seruan untuk menerjemahkan tagar tersebut ke berbagai bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Prancis, Arab, Jepang, Mandarin, serta beberapa bahasa daerah seperti bahasa Jawa.[497] Sementara itu, sebagai respons terhadap aksi protes di bulan Maret, seniman mural turut serta mengkritik pemerintah.[498] CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, melihat aksi protes tersebut sebagai 'bentuk kepedulian dan cinta demi menjadikan Indonesia lebih baik'.[499]

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie memandang aksi unjuk rasa tersebut sebagai hal yang wajar dalam negara demokrasi.[500]

Aktivis senior Faizal Assegaf melalui akun Twitternya memberikan dukungan penuh kepada para demonstran dalam perjuangan melawan ketidakadilan, kesombongan, otoritarianisme, dan intimidasi, serta menyerukan Ganyang Jokowi.[501] Ia juga membantah pernyataan Luhut dan memintanya untuk tidak mengintimidasi para demonstran.[502] Ia kemudian mengklaim bahwa pemerintahan Prabowo bisa menjadi 'tidak berarti' tanpa Titiek Suharto, pernyataan yang dikritik oleh Gerakan Cinta Prabowo.[503] Forum Pemuda Nusantara (FPN) menyerukan penangkapannya di markas Polda Metro Jaya dan Polri pada 20 Februari.[504] Ketua Gerakan Cinta Prabowo (GCP), Kurniawan, menyatakan bahwa aksi protes mahasiswa adalah bentuk aspirasi mereka, sambil mengingatkan agar tidak disusupi oleh kelompok tertentu.[505] Kemudian, ia menuduh bahwa protes tersebut bertujuan untuk memengaruhi opini publik dan melemahkan Prabowo serta negara oleh segelintir orang. Ia juga mengkritik bahwa pernyataan Faizal dapat menyebabkan ketidakstabilan di dalam negeri. Dony Endrassanto berpendapat bahwa pernyataan Faizal mengarah pada upaya kudeta dan pengkhianatan terhadap pemerintah.[503]

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sosialisman Hidayat Hasibuan, menuduh bahwa aksi protes merupakan bentuk tekanan politik terhadap upaya pemerintah menangkap Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI-P.[506] Ketua bidang media dan penggalangan opini Partai Golkar, Nurul Arifin, sambil menyarankan bahwa protes ini bisa menjadi 'peringatan' bagi pemerintah, juga mengingatkan bahwa cara menyampaikan aspirasi harus dilakukan secara konstruktif, bukan secara anarkis.[507][508] Mahfud MD mengklaim bahwa ada banyak kebijakan pemerintah yang 'terang' dan harus dihormati.[509] Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie, melihat aksi protes sebagai sesuatu yang wajar dalam negara demokrasi.[510] Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Said Didu, melalui akun Twitternya, bingung mengapa protes #IndonesiaGelap berfokus pada menggulingkan Prabowo, bukan mengadili Jokowi, sementara menurutnya kondisi saat ini disebabkan oleh kesalahan Jokowi.[511] Ada seruan dari beberapa pengguna internet yang mengajak masyarakat untuk memboikot selebritas dan produk yang mendukung pemerintah. Beberapa Badan Usaha Milik Negara seperti Pertamina (yang juga mengalami boikot konsumen terkait dugaan pencampuran bahan bakar dalam penyelidikan korupsi)[512] dan tiga bank BUMN juga menjadi target gerakan boikot. Sementara itu, Partai Buruh melalui wakil ketuanya, Rivaldi Haryo Seno, mengeluarkan kecaman terhadap tindakan represif polisi selama aksi protes menentang revisi Undang-Undang TNI.[513]

Telah muncul seruan dari sejumlah pengguna internet yang mengajak masyarakat untuk memboikot selebritas dan produk yang dianggap mendukung pemerintah. Beberapa badan usaha milik negara seperti Pertamina (yang juga tengah menghadapi boikot konsumen terkait tuduhan bahan bakar oplosan yang mencuat dalam penyelidikan kasus korupsi)[512] dan tiga bank BUMN juga menjadi sasaran dari gerakan boikot ini. Beberapa selebritas yang secara tidak sengaja masuk dalam daftar boikot kemudian memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak terlibat dalam program-program pemerintah.[514][515][516]

Aksi unjuk rasa mahasiswa ini diabadikan sebagai sampul koran Lentera edisi daring pada 18 Februari 2025.[517] Per 18 Februari, rupiah mulai melemah sebesar 0,38% di tengah aksi unjuk rasa,[518] tetapi, mata uang tersebut mulai menguat sebesar 0,10% pada 21 Februari.[519] Menanggapi protes tersebut, saat ini terdapat upaya untuk melawan narasi #IndonesiaGelap di berbagai platform media sosial melalui tagar #IndonesiaCerah, yang berasal dari akun Instagram benpro.tv.[520]

Menurut peneliti senior di Citra Institute, Efriza, ia memprediksi bahwa Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia saat itu, Satryo Brodjonegoro, dapat diganti dalam perombakan kabinet akibat protes mahasiswa yang sedang berlangsung.[521] Perombakan kabinet ini kemudian dikonfirmasi dan berlaku pada 19 Februari, dengan Brodjonegoro diberhentikan dari jabatannya.[522][523] Rocky Gerung, bagaimanapun, menuntut pemerintah untuk memberikan penjelasan atas pencopotannya dan mengklaim bahwa gerakan mahasiswa telah dipersiapkan selama berbulan-bulan dengan melibatkan berbagai ahli.[524]

Pada 21 Maret, tujuh mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia mengajukan uji materi terhadap revisi Undang-Undang TNI ke Mahkamah Konstitusi Indonesia. Mereka menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses revisinya, yang dianggap sebagai 'inkonstitusional' dan 'terburu-buru'.[525] Langkah ini segera diikuti oleh Koalisi Masyarakat Sipil.[526]

Karena situasi negara yang tak kunjung membaik, banyak anak muda Indonesia memutuskan untuk meninggalkan tanah air demi mencari kehidupan baru, menyusul respons buruk pemerintah terhadap unjuk rasa melalui #KaburAjaDulu.[527]

Kejatuhan pasar saham

[sunting | sunting sumber]
Bursa Efek Jakarta Indeks Komposit saat penutupan sekitar pukul 09:37 WIB pada 18 Maret 2025

Pada Maret 2025, pasar keuangan Indonesia mengalami guncangan hebat ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 7% dalam satu sesi perdagangan. Penurunan tajam intraday yang terjadi pada 18 Maret ini merupakan yang terburuk sejak 2011. Kejatuhan ini memicu penghentian perdagangan otomatis selama 30 menit karena pasar mengalami penurunan sebesar 6,146% saat penutupan sementara sekitar pukul 09:37 WIB,[528] sebuah mekanisme yang dirancang untuk menstabilkan pasar saat terjadi volatilitas berlebihan pada ambang batas 5%. Setelah 30 menit, perdagangan kembali dibuka tetapi indeks terus mengalami penurunan, mencapai titik terendah dengan penurunan 7,1% pada satu waktu.

Kejatuhan tajam di pasar saham Indonesia dengan cepat berdampak pada sektor lain, terutama perusahaan teknologi dan manufaktur yang mencatatkan kerugian terbesar. Saham DCI Indonesia, penyedia infrastruktur pusat data terkemuka, anjlok sekitar 20 persen menjadi 115.800 rupiah (sekitar $7). Sementara itu, Chandra Asri Pacific, perusahaan utama di sektor energi dan kimia, mengalami penurunan harga saham hampir 19 persen pada sore hari.[529]

Meskipun faktor makroekonomi dan kebijakan fiskal kontroversial dari pemerintahan Prabowo Subianto menjadi penyebab utama, diskursus publik dan debat politik juga menyoroti revisi Undang-Undang TNI (RUU TNI) sebagai faktor yang memperburuk sentimen pasar.[530] Menurut laporan Tempo, ekonom dari CELIOS, Nailul Huda, menyatakan bahwa penurunan IHSG telah terjadi sejak 14 Maret, dan RUU TNI adalah salah satu pemicunya. Ia menyoroti kekhawatiran bahwa peran militer yang diperluas dalam sektor sipil dan ekonomi dapat menciptakan ketidakpastian hukum, mengikis meritokrasi, dan menimbulkan ketakutan investor. Salah satu contoh yang disoroti adalah pengangkatan seorang perwira aktif sebagai Direktur Utama Perum Bulog, yang memicu persepsi adanya intervensi militer dalam sektor bisnis.[531][532]

Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono segera memberikan klarifikasi dan membantah bahwa RUU TNI adalah penyebab langsung kejatuhan IHSG, dengan menegaskan bahwa tidak ada pasal dalam rancangan revisi yang secara eksplisit mengatur penempatan perwira aktif TNI di BUMN.[533] Di sisi lain, ekonom seperti Wijayanto Samirin menyebut revisi UU TNI sebagai salah satu dari lima faktor yang menyebabkan kehancuran pasar, dengan alasan bahwa kekhawatiran publik terhadap potensi kembalinya Dwifungsi ABRI berkontribusi pada sentimen negatif di pasar.[534]

Tanggapan dari otoritas Indonesia berlangsung cepat, tetapi mencerminkan tekanan sistemik yang lebih luas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkenalkan langkah-langkah sementara yang memungkinkan perusahaan publik untuk membeli kembali saham mereka tanpa perlu persetujuan pemegang saham terlebih dahulu—sebuah langkah yang bertujuan untuk mendukung valuasi dan menandakan kepercayaan diri. Sementara itu, Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menstabilkan rupiah, dengan menggunakan kombinasi instrumen suku bunga dan cadangan devisa. Meskipun langkah-langkah ini memperlambat arus keluar modal, mereka tidak banyak membantu mengatasi kekhawatiran mendasar tentang arah kebijakan fiskal dan stabilitas politik.[535]

Penyelidikan

[sunting | sunting sumber]

Pada 17 Juni 2025, Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengungkap dalam sebuah konferensi pers sebuah video pengakuan dari pengacara Marcella Santoso yang menyatakan bahwa dirinya telah membuat berbagai konten negatif terkait Undang-Undang TNI, termasuk yang berkaitan dengan unjuk rasa #IndonesiaGelap dan petisi yang menuntut pencabutan undang-undang tersebut. Namun, sehari kemudian, Marcella membantah pengakuan tersebut setelah menjalani pemeriksaan oleh pihak Kejaksaan.

Marcella Santoso merupakan seorang advokat yang sebelumnya terlibat dalam kasus pembebasan terdakwa pada perkara korupsi minyak sawit mentah (CPO), pencucian uang, dan obstruction of justice, yang juga melibatkan advokat Junaedi Saibih dan direktur pemberitaan Jak TV, Tian Bahtiar. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Abdul Qohar, menyatakan bahwa pihaknya belum masuk ke ranah kasus tersebut.[536]

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, menemukan sejumlah bukti terkait aliran dana dari Marcella kepada para buzzer, LSM, dan yayasan lain, yang jumlahnya mencapai Rp500 juta dan 2 juta dolar AS. Ia juga menyatakan sedang menyelidiki para aktor dan motif di baliknya.[537] Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengkritik pemutaran video pengakuan tersebut karena dinilai tidak relevan dengan proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Ia juga menuding adanya "upaya intimidasi terhadap gerakan mahasiswa dan sipil."[538]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Unjuk rasa mahasiswa di Indonesia

Unjuk rasa serupa

Lainnya

  1. Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Indramayu, Cirebon, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Kudus, Surakarta, Kediri, Lamongan, Surabaya, Malang, Denpasar, Mataram, Kupang, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Kendari, Manado, Ambon, Wamena, dan Paniai
  2. Berdasarkan berbagai simbol anarkis yang terlihat selama demonstrasi
  3. [23][24]
    • Fase kedua (Maret): 19 orang[64][65]
    • Fase ketiga (Agustus-September): 44 orang[66][67]
  4. Seluruh korban jiwa saat ini berasal dari rentetan demonstrasi fase ketiga pada bulan Agustus-September.[74][75][76][77][78]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Ikut Suarakan Tuntutan Peringatan Darurat Indonesia Gelap". liputan6.com. Diakses tanggal 2 March 2025.
  2. "Diaspora di Australia Demonstrasi Indonesia Gelap". tempo.co. Diakses tanggal 1 March 2025.
  3. 1 2 "Viral Diaspora RI Ramai-ramai Demo Bawa Tuntutan Rakyat 17+8". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 4 Agustus 2025.
  4. Arshad, Arlina (20 Maret 2025). "Indonesia passes controversial law expanding military's role in governance". The Straits Times. Diakses tanggal 20 Maret 2025.
  5. "INFOGRAFIS: Daftar Daerah Naikkan PBB dan Picu Protes Masyarakat". CNN Indonesia. 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-28.
  6. Firman, Muhammad (2025-08-13). "Desak Bupati Mundur, Ini 5 Tuntutan Aksi Demo 13 Agustus 2025 di Pati". BeritaSatu. Diakses tanggal 2025-08-28.
  7. Rahmawati, Yasinta (28 August 2025). "Bagaimana Cerita Ahmad Sahroni Sebelum Sukses? Kini Dihujat Usai Sebut 'Orang Tolol Sedunia'". Diakses tanggal 29 August 2025.
  8. 1 2 3 "Alasan Pelajar di Papua Pegunungan Tolak Makan Bergizi Gratis". Tempo. 18 Februari 2025 | 11.13 WIB. Diakses tanggal 2025-02-22.
  9. 1 2 Papua, Redaksi Koran (2025-02-24). "Ratusan Pelajar di Paniai Gelar Aksi Demo Tolak Program Makan Bergizi Gratis". Koran Papua. Diakses tanggal 2025-02-24.
  10. "Demonstrasi BEM SI Indonesia Gelap, Mahasiswa Bersiap ke Patung Kuda Monas". tempo.co. Diakses tanggal 17 February 2025.
  11. Yusrial, M. Rizki (20 Maret 2025). "Aliansi Perempuan Indonesia Demo di DPR Tuntut Batalkan UU TNI". Tempo. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  12. 1 2 Maharani, Shinta (29 Maret 2025). "Suara Ibu di Yogyakarta Desak Polisi dan Tentara Hentikan Kekerasan terhadap Mahasiswa". Tempo. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  13. Costa, Fabio Maria Lopes (20 Maret 2025). "Mahasiswa Bandung Raya Tolak Pengesahan RUU TNI". Kompas.id. Diakses tanggal 13 April 2025.
  14. "Intel Diduga Amankan WNA Saat Demo Indonesia Gelap di Jakarta, Ini Kata Polisi". Tempo. 20 Februari 2025. Diakses tanggal 22 Maret 2025.
  15. "Prabowo Instruksikan BIN Segera Lapor jika Ada Dinamika di Lapangan". Inews. 01 September 2025. Diakses tanggal 01 September 2025.
  16. "Sejumlah Elemen di Subang Dukung Disahkannya RUU TNI". Radio Republik Indonesia. 28 Maret 2025. Diakses tanggal 31 Maret 2025.
  17. "Muncul Aksi Masyarakat Dukung Revisi UU TNI di Depan Gedung DPR". news.republika.co.id. Diakses tanggal 19 Maret 2025.
  18. 1 2 "Puncak Demo 'Indonesia Gelap' Hari Ini Bakal Diikuti 3.000 Mahasiswa , BEM SI Desak Pemerintah Penuhi 9 Tuntutan". lampusatu.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  19. 1 2 "Demo Indonesia Gelap, Puluhan Mahasiswa Universitas Brawijaya Geruduk DPRD Kota Kediri". radarkediri.jawapos.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  20. 1 2 "Aliansi Jogja Memanggil Gelar Aksi #BersamaRakyat Hari Ini". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  21. Paat, Yustinus (20 March 2025). "DPR Urge Dialogue As Students Protest TNI Law". Jakarta Globe (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 21 March 2025.
  22. 1 2 "1.100 Aparat Kepolisian Dikerahkan untuk Amankan Demo Tolak UU TNI di Surabaya". suarasurabaya.net. Diakses tanggal 24 March 2025.
  23. "Mahasiswa Amikom Rheza Sendy Pratama Meninggal saat Unjuk Rasa di Mapolda DIY". Kompas. 31 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  24. "Murid SMKN 14 Kabupaten Tangerang Dikabarkan Meninggal Dunia Saat Ikuti Demonstrasi di Jakarta". Radar Banten. 1 September 2025. Diakses tanggal 1 September 2025.
  25. "Daftar Peserta Demo Tolak RUU TNI di Semarang yang Ditangkap Polisi". Tempo. 20 Maret 2025. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  26. "Tolak UU TNI di Manado, Demonstran Ditangkap dan Dipukuli". IDN Times Sulsel. 20 Maret 2025. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  27. Warga, Bareng (21 Maret 2025). "Polsek Cakung Jakarta Timur menahan kawan kami 5 orang dan minta tembusan 12 juta #BayarPolisi". Twitter (X). Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  28. "Usai Demo, Mahasiswa di Surabaya Ditangkap Saat Antre Beli Makan untuk Buka Puasa". Kompas. 25 Maret 2025. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  29. Editor, Tim (20 Februari 2025). "Petugas Berbaju Preman Tangkap WNA Saat Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda Jakpus". Era. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  30. Imron Saputra, Ibnu Abbas (28 Maret 2025). "Puluhan Mahasiswa yang Ditangkap Saat Demo UU TNI Dibebaskan Usai Dijemput Keluarga". Viva Jatim. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  31. Hakim, Muhammad Agus; Wadrianto, Glori K. (28 Maret 2025). "Demo Tolak UU TNI di Kediri Ricuh, 26 Pendemo Diamankan Polisi". Kompas Surabaya. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  32. "Mahasiswa Semarang Dipukul dan Ditangkap Saat Demo Menolak UU TNI". Tempo. 21 Maret 2025. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  33. Umam, Shohibul (27 Maret 2025). "Demo Tolak UU TNI di Bojonegoro Ricuh, Belasan Luka-luka dan 4 Ditangkap". Kabarbaik.co. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  34. Rahayu, Lisye Sri (28 Maret 2025). "Polresta Bogor Kota Bubarkan Demo Anarkis, Polisi hingga Pedagang Jadi Korban". Detik.news. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  35. Kurniawati, Leny (26 Maret 2025). "Demo Ricuh di DPRD Bekasi, Polisi Periksa Demonstran". RRI.co.id. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  36. Indonesia, CNN (24 Maret). "Demo Tolak UU TNI Malang Ricuh: Massa hingga Tim Medis Dipukul Aparat". CNN Indonesia. Diakses tanggal 30 Maret 205. ;
  37. "Lebih 500 Demonstran Terluka Selama Aksi di Jakarta". Tempo.co. 31 Agustus 2025. Diakses tanggal 31 Agustus 2025.
  38. 1 2 "Benarkah Polisi Tangkap 5 Mahasiswa Saat Demo 'Indonesia Gelap' di Jatim". ayoindonesia.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  39. 1 2 "Ricuh Aksi 'Indonesia Gelap' di Makassar, Polisi Amankan 6 Orang". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  40. 1 2 "Polresta Balikpapan Benarkan Amankan Enam Mahasiswa saat Demo Indonesia Gelap, Sangidun: Mereka Melawan Petugas". kaltimpost.jawapos.com. Diakses tanggal 22 Februari 2025.
  41. 1 2 "Daftar Peserta Demo Tolak RUU TNI di Semarang yang Ditangkap Polisi". tempo.co. Diakses tanggal 2025-03-20.
  42. 1 2 "Tolak UU TNI di Manado, Demonstran Ditangkap dan Dipukuli". idntimes.com. Diakses tanggal 2025-03-21.
  43. 1 2 @barengwarga (March 21, 2025). "Polsek Cakung Jakarta Timur menahan kawan kami 5 orang dan minta tembusan 12 juta" (Tweet) via X.
  44. 1 2 "Mahasiswa Semarang Dipukul dan Ditangkap Saat Demo Menolak UU TNI". tempo.co. Diakses tanggal 22 March 2025.
  45. 1 2 "Demo Tolak UU TNI Malang Ricuh: Massa hingga Tim Medis Dipukul Aparat". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 24 March 2025.
  46. 1 2 "Usai Demo, Mahasiswa di Surabaya Ditangkap Saat Antre Beli Makan untuk Buka Puasa". kompas.com. Diakses tanggal 25 March 2025.
  47. 1 2 "Petugas Berbaju Preman Tangkap WNA Saat Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda Jakpus". era.id. Diakses tanggal 20 February 2025.
  48. 1 2 "Demo Ricuh di DPRD Bekasi, Polisi Periksa Demonstran". rri.co.id. Diakses tanggal 27 March 2025.
  49. 1 2 "Demo Tolak UU TNI di Bojonegoro Ricuh, Belasan Luka-luka dan 4 Ditangkap". kabarbaik.co. Diakses tanggal 27 March 2025.
  50. 1 2 "Polresta Bogor Kota Bubarkan Demo Anarkis, Polisi hingga Pedagang Jadi Korban". detik.com. Diakses tanggal 2025-03-28.
  51. "351 Orang Ditangkap Saat Demo 25 Agustus di DPR, 196 Anak di Bawah Umur". Kompas. 26 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  52. "Polisi Tangkap 39 Orang Usai Demo Ricuh di DPRD Sumut". Kompas. 27 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  53. Girsang, Vedro Imanuel (28 August 2025). "Lokataru Catat 600 Orang Ditangkap Polisi dalam Demo Hari Ini". Tempo. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 August 2025. Diakses tanggal 29 August 2025.
  54. Widiyana, Esti (30 August 2025). "40 Orang Ditangkap Buntut Demo Rusuh di Grahadi Surabaya". detikjatim. Diakses tanggal 31 August 2025.
  55. "Polisi Tangkap 54 Pendemo di Semarang yang Rusak Fasilitas Umum". Kumparan. 30 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  56. "Polda Jateng Lakukan Sweeping, 327 Orang Ditangkap di Jalan Pahlawan Semarang". Tribun Banyumas. 31 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  57. "132 Pendemo Ditahan Polda Bali, Tim Medis Turut Diintimidasi". detikbali. 31 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  58. "Polisi Tangkap 5 Penyusup Asal Jawa Tengah yang Sasar Mapolres Blitar". KOMPAS.com. 31 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  59. "Polda Jabar: Puluhan Perusuh Demo DPRD Jabar Dikembalikan ke Orang Tua, Rata-rata Pelajar". jabar.jpnn.com. 31 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  60. "Polda Kalbar Amankan 87 Orang Saat Demo, 3 Positif Narkoba". siap.viva.co.id. 30 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  61. "Polda Sumsel amankan 50 orang pelaku perusakan gedung DPRD". Antara News. 31 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  62. "44 Pendemo Diamankan Usai Ricuh di Magelang, Banyak dari Luar Kota". nyalanusantara.com. 31 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  63. "Polisi Amankan Puluhan Pendemo yang Diduga Lakukan Provokasi di Ciamis". Republika. 31 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
  64. "LBH: Empat Orang Masih Hilang, Puluhan Terluka saat Demo di Malang". CNN Indonesia. 24 Maret 2025. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  65. 1 2 "Belasan Mahasiswa Diduga Ditangkap Polisi Usai Demo Ricuh di DPRD Karawang". pojoksatu.id. Diakses tanggal 2025-03-26.
  66. "KontraS Catat 44 Aduan Orang Hilang, Tiga Aktivis Belum Ditemukan Sejak Aksi Demo Berlangsung". Kompasiana.com. 10 September 2025. Diakses tanggal 11 September 2025.
  67. "Dua "Orang Hilang" Mengaku Tak Ikut Demonstrasi Agustus di Jakarta". Tempo.com. 19 September 2025. Diakses tanggal 23 September 2025.
  68. 1 2 "Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan PPN Berakhir Ricuh, 1 Polisi Terluka". metrotvnews.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  69. "Massa Aksi Bakar Motor Berpelat Polisi di Gedung DPR". IDN Times. 27 Maret 2025. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  70. Adriansyah, Noval (23 Maret 2025). "7 Personel Jadi Korban Luka Dalam Kericuhan Demo Tolak RUU TNI di Malang". Tribun News Lampung. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  71. Elaine, Meilita (27 Maret 2025). "Dua Polisi Pengamanan Demo Tolak UU TNI di Surabaya Masih Dirawat". Suara Surabaya. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  72. Bustomi, Muhammad Isa (21 Maret 2025). "4 Polisi Terluka akibat Petasan Peluncur dalam Demo RUU TNI di DPR". Kompas. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  73. 1 2 "Demo 'Indonesia Gelap' di Surabaya, 2 Anggota DPRD Jatim Dilempar Botol". detik.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  74. "Prihatin Insiden Rantis Brimob Lindas Ojol, Istana Minta Polisi Menahan Diri Amankan Demo". Tempo. 28 August 2025. Diakses tanggal 2025-08-28.
  75. "Komnas HAM: 10 Orang Tewas dalam Kerusuhan Demo, Diduga Akibat Kekerasan Aparat". Mediakaltim.com. 3 September 2025. Diakses tanggal 3 September 2025.
  76. "Solo Berduka, Gas Air Mata Diduga Sebabkan Kematian Tukang Becak". Radarsolo.Jawapos.com. 30 Agustus 2025. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  77. "Aksi Protes di Manokwari, Septinus Sesa Meninggal". Sinar Harapan.co. 29 Agustus 2025. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  78. "Dikira Intel, Pengemudi Ojol Rusdamdiansyah Tewas Dikeroyok Massa". Bisnis.com. 30 Agustus 2025. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  79. "AJI: 18 Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Saat Meliput Demo Tolak UU TNI". CNN Indonesia. 26 Maret 2025. Diakses tanggal 28 Maret 2025. ; Kesalahan pengutipan: Parameter "<ref" tidak sah pada tanda <<ref>. Parameter yang didukung adalah: dir, follow, group, name.
  80. Arifin, Zainul (24 Maret 2025). "Demo RUU TNI di Malang Rusuh, Mahasiswa sampai Tim Medis Luka". Liputan6. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  81. Fahturrahman, Irfan (20 Maret 2025). "Dikira Massa Aksi, Seorang Driver Ojol Babak Belur Dikeroyok Polisi". IDN Times. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  82. 1 2 3 "Massa Mahasiswa Aksi Indonesia Gelap di Patung Kuda Terus Bertambah". news.detik.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  83. "BEM UI & BEM SI akan Demo Tolak Pemangkasan Anggaran Hari Ini". tirto.id. Diakses tanggal 17 February 2025.
  84. "Koalisi Warga Sipil Ajak Cuti Bersama Jumat, Demo Kebijakan Prabowo". idntimes.com. Diakses tanggal 19 February 2025.
  85. "Demonstrasi 'Indonesia Gelap' Siap Kembali Digelar Jumat 21 Februari 2025: Memanggil Seluruh Warga Sipil Sekalian!". poskota.co.id. Diakses tanggal 18 February 2025.
  86. "Gelar Demo di Berbagai Daerah, BEM SI: 5 Ribu Mahasiswa Turun ke Jalan". idntimes.com. Diakses tanggal 18 February 2025.
  87. "Setelah Aksi Puncak 'Indonesia Gelap', Ini Rencana Lanjutan BEM SI". liputan6.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  88. detikKalimantan, Tim. "14 Kementerian/Lembaga yang Bisa Diisi Militer Berdasarkan UU TNI". detikKalimantan. Diakses tanggal 2025-09-06.
  89. "Questioning budget cuts". jakartapost.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  90. "Menggema di Daring dan Luring, Mahasiswa Demo "Indonesia Gelap": Ini Makna hingga 13 Tuntutannya". beautynesia.id. Diakses tanggal 2025-02-18.
  91. "Indonesia Gelap Trending X Capai 14 Juta Cuitan 24 Jam, Perkara Aksi Demo Mahasiswa Gegara Efisiensi". sultra.tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  92. "Ramai Tagar Indonesia Gelap Apa Maksudnya". tempo.co. Diakses tanggal 2025-02-17.
  93. "Demo "Adili Jokowi" di Solo Cuma Berlangsung 10 Menit, Massa Membubarkan Diri Lantaran Hujan Deras". joglosemarnews.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  94. "Ketika Vandalisme dengan Tulisan Adili Jokowi Muncul di Beberapa Kota". tempo.co. Diakses tanggal 2025-02-18.
  95. "Larangan penjualan gas elpiji 3kg secara eceran 'matikan pengusaha kecil dan susahkan konsumen'". BBC News Indonesia. 4 February 2025. Diakses tanggal 19 February 2025.
  96. "Kebijakan Maju-Mundur Pemerintahan Prabowo: Kenaikan PPN 12 Persen, Elpiji 3 Kg di Eceran, hingga Anggaran Beasiswa". Tempo. 16 February 2025. Diakses tanggal 19 February 2025.
  97. Mumpuni, Ayu (2025-02-15). "Prabowo Curhat Dituding Boneka Jokowi & Disindir Kabinet Gemuk". tirto.id. Diakses tanggal 2025-02-22.
  98. "Prabowo sebut 'ndasmu' terhadap pengritiknya – 'Kritik terbuka seolah-olah musuh'". BBC News Indonesia. 2025-02-18. Diakses tanggal 2025-02-22.
  99. Online, Redaksi Fajar (2025-02-17). "Curhat Lagi, Kesal Disebut Presiden Boneka Jokowi, Prabowo: Ndasmu". FAJAR. Diakses tanggal 2025-02-22.
  100. "Warga Ramai Gaungkan Adili Jokowi, Iwan Fals: Emang Dia Salahnya Apa Sih..." suara.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  101. "Pendiri KedaiKOPI: Gerakan Adili Jokowi Sulit Diwujudkan". tempo.co. Diakses tanggal 2025-02-18.
  102. "Keberadaan Prabowo saat Mahasiswa Demo Indonesia Gelap, Makan Siang Bareng Menteri & Rapat Terbatas". video.tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  103. "DPR Setujui Draf RUU Minerba Saat Ribuan Mahasiswa Demo Indonesia Gelap Tolak Pengesahannya". tempo.co. Diakses tanggal 2025-02-18.
  104. "Tok! DPR Sahkan RUU Minerba Jadi Undang-Undang". news.detik.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  105. "Politikus PKS Klaim Kampus Kelola Tambang Bisa Atasi Biaya Kuliah Tinggi". Tempo. 6 February 2025. Diakses tanggal 19 February 2025.
  106. Rosa, Nikita. "Universitas Berpeluang Kelola Tambang Lewat UU Minerba, Guru Besar UGM Khawatirkan Ini". detikedu. Diakses tanggal 19 February 2025.
  107. Saturi, Sapariah (28 January 2025). "Akademisi Was-was Wacana Izin Tambang untuk Perguruan Tinggi". Mongabay.co.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 19 February 2025.
  108. "Perguruan Tinggi Batal dapat Izin Tambang di RUU Minerba". Tempo. 18 February 2025. Diakses tanggal 19 February 2025.
  109. "INFOGRAFIS: Poin-poin Krusial Perubahan dalam RUU TNI". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 2025-03-28.
  110. "Apa Isi UU TNI Terbaru? Ini Daftar Lengkap Pasal yang Berubah". kompas.com. Diakses tanggal 2025-03-28.
  111. "Selangkah Lagi, Revisi UU TNI Akan Disahkan Menjadi Undang-Undang". nasional.kompas.com. Diakses tanggal 19 March 2025.
  112. "Saat Puluhan Ribu Orang Tanda Tangani Petisi Tolak Kembalinya Dwifungsi Melalui RUU TNI". kompas.tv. Diakses tanggal 20 March 2025.
  113. Alfanto, Rian (20 Maret 2025). "Parade Militer dan Aparat Blokade Gedung DPR Hadang Demo #TolakRUUTNI, Netizen: Ngeri, Seperti Mau Perang". Jawa Pos di MSN. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  114. TV, Metro. Fakta-fakta Prabowo Siap Evakuasi 1000 Warga Gaza ke Indonesia. Diakses tanggal 2025-04-15 via www.metrotvnews.com.
  115. Nufus, Wilda Hayatun. "Prabowo Lawatan ke 5 Negara Arab Minta Dukungan Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke RI". detiknews. Diakses tanggal 2025-04-15.
  116. "MUI Haramkan Prabowo Evakuasi Warga Palestina di Gaza ke Indonesia: Sama Saja Membantu Penjajah". Serambinews.com. Diakses tanggal 2025-04-15.
  117. Khair, Miftahul. "MUI Minta Usulan Evakuasi Warga Gaza Dikaji Ulang, Dinilai Lemahkan Perjuangan Palestina - Pontianak Post". MUI Minta Usulan Evakuasi Warga Gaza Dikaji Ulang, Dinilai Lemahkan Perjuangan Palestina - Pontianak Post. Diakses tanggal 2025-04-15.
  118. Agency, ANTARA News (2025-04-14). "MUI minta usulan evakuasi warga Palestina ke Indonesia perlu dikaji ulang". Antara News Sumbar. Diakses tanggal 2025-04-15.
  119. "Massa Datangi UGM Tuntut Bukti Keaslian Ijazah Jokowi". CNN Indonesia. 15 April 2025. Diakses tanggal 15 April 2025.
  120. "Rismon Benar, Ijazah Jokowi Palsu". Rmol.id. Diakses tanggal 2025-04-15.
  121. Sandi, Ferry. "200 Ribu Buruh Gelar May Day di Monas Besok, Ini Tuntutannya". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-04-30.
  122. 1 2 3 Arum Hangesti (1 Mei 2025). "6 Tuntutan Utama Dalam Demo Hari Buruh di Yogyakarta, Salah Satunya Kenaikan Upah 50%". Bernasnews. Diakses tanggal 22 Juni 2025.
  123. 1 2 3 4 5 6 7 8 Sri Cahyani Putri, Budi Zulkifli (22 Mei 2025). "Peringatan Hardiknas di Yogyakarta Diwarnai Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Dobrak Pagar Gedung DPRD DIY". TVONE News. Diakses tanggal 22 Juni 2025.
  124. "Ini Alasan PPATK Blokir Rekening Dormant". detik.com. Diakses tanggal 5 Agustus 2025.
  125. "122 Juta Rekening Nganggur yang Diblokir PPATK Sudah Dibuka Lagi". news.detik.com. Diakses tanggal 5 Agustus 2025.
  126. "Aliansi Kalimantan Barat Menggugat Gelar Aksi Tolak Transmigrasi". kalbar.suara.com. Diakses tanggal 5 Agustus 2025.
  127. "Empat Wilayah di Kalbar Masuk Prioritas Transmigrasi Nasional, Muncul Penolakan Warga". pontianakpost.jawapos.com. Diakses tanggal 5 Agustus 2025.
  128. "Pemerintah Resmi Setop Program Transmigrasi di Kalbar". faktakalbar.id. Diakses tanggal 5 Agustus 2025.
  129. "Bendera Bajak Laut One Piece Berkibar di Demo Tolak Transmigrasi". kaltengpos.jawapos.com. Diakses tanggal 5 Agustus 2025.
  130. "Masyarakat Adat Kaltara Tolak Transmigrasi Baru, Wagub: Provinsi Hanya Memfasilitasi". beritasatu.com. Diakses tanggal 5 Agustus 2025.
  131. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama JR1
  132. "Sopir Enggan Kibarkan Merah Putih, Sarbumusi: Pasang Bendera One Piece Simbol Perlawanan". jakarta.nu.or.id. Diakses tanggal 3 Agustus 2025.
  133. "Sopir Truk Tak Akan Kibarkan Bendera Merah Putih pada Kendaraan pada Agustus 2025? Ini Kata Aptrindo". tribunnews.com. Diakses tanggal 3 Agustus 2025.
  134. Ilham Oktafian; Juan Ardya Guardiola (1 Agustus 2025), ‘One Piece’ Anime Flags Pose Threat to National Unity, Says Deputy Speaker Dasco, Jakarta Globe
  135. "Soal Bendera One Piece, Ketua MPR: Ekspresi Kreativitas, Hatinya Pasti Merah Putih". nasional.kompas.com. Diakses tanggal 3 Agustus 2025.
  136. Alberto Zambrano (2 Agustus 2025), Richard Rosales (ed.), Indonesian Government Declares One Piece Flag a Symbol of Treason, Otakukart
  137. "MPR soal Pengibaran Bendera One Piece: Provokasi Jatuhkan Pemerintah". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 3 Agustus 2025.
  138. "Natalius Pigai Larang Pengibaran Bendera One Piece: Demi Stabilitas Nasional". kumparan.com. Diakses tanggal 3 Agustus 2025.
  139. "Polda Banten Larang Pengibaran Bendera One Piece saat HUT RI, Ini Alasannya". radarsurabaya.jawapos.com. Diakses tanggal 3 Agustus 2025.
  140. Amir M (07 Agustus 2025). "Syarat Pengibaran Bendera One Piece Jelang 17 Agustus, Prabowo Mengizinkan: It's Okay, Tapi". Tribun News. Diakses tanggal 07 Agustus 2025.
  141. Mabruri Pudyas Salim (4 Februari 2025). "Peringatan Darurat Trending Lagi dengan Istilah PENTOL, Apa Saja Tuntutannya?". Liputan6.com. Diakses tanggal 21 April 2025.
  142. Sodiqin, Ali. "Ini 5 Tuntutan Unjuk Rasa BEM SI, Nomor 4 Adili Jokowi! Tagar 'IndonesiaGelap' Jadi Trending Topic - Radar Banyuwangi". Ini 5 Tuntutan Unjuk Rasa BEM SI, Nomor 4 Adili Jokowi! Tagar ’IndonesiaGelap’ Jadi Trending Topic - Radar Banyuwangi. Diakses tanggal 2025-04-02.
  143. Liputan6.com (2025-02-18). "Aksi Indonesia Gelap 2025: 13 Tuntutan Mahasiswa kepada Pemerintah". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-04-02. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  144. Agustin, Sarah Rahma (2025-02-19). "Info Demo Mahasiswa 19-20 Februari 2025, Lokasi, & Isi Tuntutan". tirto.id. Diakses tanggal 2025-04-02.
  145. "Sukatani: Mengapa lagu band punk Sukatani 'Bayar Bayar Bayar' jadi lagu tema aksi 'Indonesia Gelap'?". BBC News Indonesia. 2025-02-21. Diakses tanggal 2025-04-02.
  146. Prodjo, Wahyu Adityo (2025-03-19). "Ratusan Mahasiswa dan Dosen Gelar Demo Tolak RUU TNI, Sampaikan 5 Tuntutan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-03-20.
  147. gusti.grehenson (2025-03-19). "Dosen dan Mahasiswa UGM Gelar Aksi Tolak RUU TNI". Universitas Gadjah Mada. Diakses tanggal 2025-03-20.
  148. 1 2 Menkum Dicegat Mahasiswa, Tolak Revisi UU TNI. Diakses tanggal 2025-03-20 via www.metrotvnews.com.
  149. hidayat.salam@kompas.id, Hidayat Salam- (2025-03-19). "Menteri Hukum Dipaksa Temui Demonstran yang Menolak RUU TNI". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-03-20.
  150. Cahyono, Tri Wahyu. "Gelar Demonstrasi di Gerbang Pancasila DPR Tolak Revisi UU TNI, Berikut Isi Pernyataan Sikap Aktivis Universitas Trisakti - Radar Solo". Radar Solo. Diakses tanggal 2025-03-20.
  151. Brabar, Reiner (2025-04-08). "Tolak UU TNI dan Hak Penentuan Nasib Sendiri Bagi Papua Digemakan". Suara Papua. Diakses tanggal 2025-04-12.
  152. Rani Purwanti (02 September 2025). "Arti Resistance Blue, Brave Pink, dan Hero Green, Simbol Perjuangan Rakyat". IDN Times. Diakses tanggal 02 September 2025.
  153. "Aksi Indonesia Gelap, Mahasiswa Aceh Tolak Efesiensi Anggaran dan MBG". rmolaceh.id. Diakses tanggal 19 February 2025.
  154. "Sampah Berserakan di DPR Aceh Usai Aksi Demo Indonesia Gelap". rmolaceh.id. Diakses tanggal 19 February 2025.
  155. "DPRD-Sumut". dprd.sumutprov.go.id. Diakses tanggal 2025-03-31.
  156. "Mahasiswa UINSU aksi di DPRD Sumut". Analisadaily.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-31.
  157. "Diguyur Hujan, Mahasiswa Demo "Indonesia Gelap" Tetap Bertahan di DPRD Sumut". medan.kompas.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  158. "6 Tuntutan Mahasiswa USU dalam Aksi Indonesia Gelap: Danantara Disebut-sebut". Tempo. 21 Februari 2025 | 20.21 WIB. Diakses tanggal 2025-02-22.
  159. redaksi (2025-02-21). "Indonesia Gelap Darurat, Mahasiswa USU Lancarkan Aksi Demo di Gedung DPRD". SUARA USU (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-02-22.
  160. "Mahasiswa USU Gelar Demo Efisiensi Anggaran, Anggota DPRD Temui Malah Makin Riuh". kumparan. Diakses tanggal 2025-02-22.
  161. "Mahasiswa USU Sampaikan Tuntutan ke DPRD Sumut dalam Seruan Aksi #IndonesiaGelap". MediaPijar.com. 2025-02-21. Diakses tanggal 2025-02-22.
  162. "Didemo Mahasiswa, Poster 'Indonesia Gelap' Mejeng di Pagar DPRD Sumut". detik.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  163. "Demo Indonesia Gelap di Depan DPRD Sumut Memanas, Mahasiswa Bakar Ban". sumut.inews.id. Diakses tanggal 21 February 2025.
  164. "Sederet Keresahan Mahasiswa Unand dan PNP Diungkapkan dalam Aksi Indonesia Gelap". tempo.co. Diakses tanggal 2025-02-18.
  165. 1 2 "Berlanjut! Ini Daftar Aksi Indonesia Gelap di Berbagai Daerah Hari Ini 18 Februari 2025: Semarang, Malang, Sumbar". ayoindonesia.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  166. "Aksi Unjuk Rasa 'Indonesia Gelap' di Sumbar, Mahasiswa Orasi di Depan Gedung DPRD". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  167. "150 Aparat Amankan Demo, Kapolresta Apresiasi Aksi Mahasiswa yang Tertib". hariankepri.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  168. 1 2 3 4 5 6 "Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Pagar Alam, Unras Tolak UU TNI dan UU Perampasan Aset". Pagar Alam Pos. 26 Maret 2025. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  169. 1 2 3 4 5 Citra, Ilham (27 Maret). "Saat Mahasiswa Pagaralam Gelar Aksi Tuntut Penolakan UU TNI dan Perampasan Aset di DPRD, Malah Kecewa?". Citra SumSel. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  170. "Ratusan Mahasiswa Demo Indonesia Gelap di Depan Kantor DRPD Sumsel". tempo.co. Diakses tanggal 20 February 2025.
  171. "Demo Indonesia Gelap di Palembang, Mahasiswa Bakar Ban Karena Tak Diterima Ketua DPRD Sumsel". regional.kompas.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  172. "Kritisi Kebijakan Prabowo, Seribu Mahasiswa di Palembang Akan Gelar Demo Indonesia Gelap 20 Februari". palembang.tribunnews.com. Diakses tanggal 18 February 2025.
  173. "Demo "Indonesia Gelap" di Palembang, DPRD Sumsel Diberi Waktu 3X24 Jam untuk Ambil Sikap". regional.kompas.com. Diakses tanggal 18 February 2025.
  174. "Mahasiswa Riau Gelar Aksi Tolak UU TNI, Peringatkan Masyarakat Soal Sejarah Kelam Dwifungsi ABRI". Riau Aktual. 20 Maret 2025. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  175. 1 2 "Mahasiswa Riau Protes Revisi UU TNI: Nama Mayor Teddy Disebut". Tempo. 20 Maret 2025. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  176. 1 2 -, - (20 Maret 2025). "Mahasiswa Riau Protes Revisi UU TNI: Nama Mayor Teddy Disebut". Tempo.co. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  177. "Indonesia Gelap di DPRD, Massa Aksi Desak Pencairan Beasiswa 6.000 Mahasiswa Riau dan Sahkan UU Perampasan Aset". halloriau.com. Diakses tanggal 27 February 2025.
  178. 1 2 3 4 Setiawan, Zaki (26 Maret 2025). "Mahasiswa Batam Tolak Revisi UU TNI, Soroti Peran Anggota DPR dari Kepri Endipat Wijaya". Kepri Post. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  179. 1 2 Suwaibah, Ucik (25 Maret 2025). "Lilin Menyala Demokrasi Meredup, Mahasiswa Batam Gelar Aksi Simbolik di Depan Kantor DPRD Batam". Tribun News Batam. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  180. "Aksi Demonstrasi di DPRD Bukittinggi: Kenapa Rapat RUU TNI Dilakukan Tertutup Di Hotel?". Sumbartime.com. Diakses tanggal 23 March 2025.
  181. "Tolak RUU TNI, Aliansi Mahasiswa Gelar Demo ke DPRD Bukittinggi". BacalahNews.com (dalam bahasa American English). 20 March 2025. Diakses tanggal 23 March 2025.
  182. "Mahasiswa Gelar Aksi Protes Pengesahan UU TNI Depan DPRD Kepri saat Ramadan". Batam Tribun News. 24 Maret 2025. Diakses tanggal 25 Maret 2025. ;
  183. 1 2 3 4 5 6 "Ratusan Mahasiswa UBB Demo di DPRD Babel Suarakan Kondisi Indonesia Gelap Akibat Kebijakan Prabowo". belitung.tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-02-19.
  184. "Soroti Efisiensi Anggaran, Ratusan Mahasiswa Demo di Pemprov Lampung". lampung.idntimes.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  185. 1 2 3 4 "Mahasiswa UMB Gelar Aksi, Tolak Efisiensi Program Makan Bergizi Gratis". www.bengkulunews.co.id. Diakses tanggal 19 February 2025.
  186. "Demo Tolak UU TNI, Mahasiswa Coba Terobos Gedung DPRD Pematang Siantar". kompas.tv. Diakses tanggal 2025-03-31.
  187. 1 2 3 4 "Ulah Anggota DPRD Pematangsiantar Diduga Puluk Mahasiswa yang Demo UU TNI". detik.com. Diakses tanggal 2025-03-31.
  188. "Mahasiswa Pengunggah Meme Prabowo-Jokowi Ciuman yang Ditangkap Polisi Kuliah di ITB". Tempo.co. 9 Mei 2025. Diakses tanggal 13 April 2025.
  189. "Ribuan Mahasiswa UI Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Efisiensi Anggaran hingga MBG Jadi Sorotan". wartakota.tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  190. "Info Lokasi Demo Indonesia Gelap Hari Ini dan Isi Tuntutannya". tirto.id. Diakses tanggal 2025-02-18.
  191. "BEM SI Demo di Patung Kuda Hari Ini, 1.623 Personel Dikerahkan". detik.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  192. "BEM SI Aksi 'Indonesia Gelap', Lalin Patung Kuda Arah Istana Mulai Ditutup". news.detik.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  193. "Foto Mayor Teddy Dibakar Mahasiswa Aksi Indonesia Gelap, Pengamat Sebut Seskab Langgar UU TNI". ayoindonesia.com. Diakses tanggal 2025-02-19.
  194. "Aksi 'Indonesia Gelap' Memanas, Mahasiswa Bakar Ban dan Poster Hingga Lepas Almamater: Ini Bentuk Kemarahan Kita". suara.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  195. "Polisi Imbau Demo 'Indonesia Gelap' Bubar, Massa Lempar Botol". Diakses tanggal 2025-02-17.
  196. "Demo "Indonesia Gelap" Diwarnai Kericuhan, Massa Lempar Botol hingga Kayu ke Polisi, Bantah Amankan Mahasiswa". pedomanrakyat.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  197. "Massa Aksi 'Indonesia Gelap' Bacakan 13 Tuntutan, Ini Isinya". news.detik.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  198. "Massa Demo #IndonesiaGelap di Patung Kuda Bubarkan Diri, PPSU Bersihkan Sampah". kumparan.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  199. "Momen Influencer Disabilitas, Badru, Doakan Massa Aksi #IndonesiaGelap". kumparan.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  200. "Tak Ada 'Indonesia Gelap' di Jakarta Hari Ini, Aksi Puncak Besok". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  201. "Puncak Aksi Indonesia Gelap akan Digelar Kamis, Bersamaan Pelantikan Kepala Daerah". sinarharapan.co. Diakses tanggal 2025-02-18.
  202. "Aksi Demonstrasi Indonesia Gelap oleh BEM SI Hari Ini Dijaga 775 Personel Gabungan". viva.co.id. Diakses tanggal 2025-02-19.
  203. "Mahasiswa Siapkan Aksi Puncak Indonesia Gelap di Istana Hari Ini". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 19 February 2025.
  204. "Massa Indonesia Gelap Diminta Tak Demo di Istana Besok". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 19 February 2025.
  205. "BEM Udayana Tak Ikut Aksi 'Indonesia Gelap' di Jakarta Besok". detik.com. Diakses tanggal 19 February 2025.
  206. "Jelang Puncak Demo Indonesia Gelap, Jalan Medan Merdeka Barat Arah Istana Ditutup Setengah". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  207. "Ratusan Polisi Diterjunkan Kawal Aksi 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  208. 1 2 "Demo Indonesia Gelap di Depan Patung Kuda Jakpus Memanas, Mahasiswa Mulai Bakar Ban". wartakota.tribunnews.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  209. "Demo 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda, Ratusan Mahasiswa Berteriak Sumpah di Hadapan Aparat". voi.id. Diakses tanggal 2025-02-20.
  210. "Massa Aksi Indonesia Gelap Mulai Datangi Patung Kuda Bawa Poster Efisienshit". disway.id. Diakses tanggal 20 February 2025.
  211. "Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Mulai Mahasiswa Datang Sambil Kepalkan Tangan". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  212. "Cerita Ibu-ibu Sediakan Camilan Gratis untuk Mahasiswa Demo Indonesia Gelap". tempo.co. Diakses tanggal 20 February 2025.
  213. "Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda Mahasiswa Robohkan Barier Beton". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  214. "Massa Aksi Indonesia Gelap Nyanyi Indonesia Raya Usai Jebol Pagar". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  215. "Pria Diteriaki Copet Saat Demo 'Indonesia Gelap', Langsung Digiring Petugas dan Diperiksa". disway.id. Diakses tanggal 20 February 2025.
  216. "Emak-emak Orasi di Demo 'Indonesia Gelap': Mahasiswa, Aku Ibu Kandungmu!". news.detik.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  217. "Mahasiswi Baca Puisi Wiji Thukul Hingga Bawa 9 Tuntutan saat Aksi Indonesia Gelap di Jakarta". tribunnews.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  218. "Intel Diduga Amankan WNA saat Demo 'Indonesia Gelap' di Jakarta, Ini Kata Polisi". tempo.co. Diakses tanggal 20 February 2025.
  219. "Mahasiswa Demo Indonesia Gelap Membubarkan Diri". idntimes.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  220. "Momen Mensesneg Nyanyi "Darah Juang" Bareng Massa Demo "Indonesia Gelap"". video.kompas.com. Diakses tanggal 20 February 2025.
  221. "Foto Mensesneg Nangis dan Peluk Mahasiswa Aksi Indonesia Gelap di Patung Kuda". merdeka.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  222. "Mensesneg Prasetyo Hadi Klaim Perjuangannya Sejalan dengan Mahasiswa". tempo.co. Diakses tanggal 21 February 2025.
  223. "Massa Indonesia Gelap Menyemut di TIM, Almamater Diganti Baju Hitam". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  224. "Pendemo Aksi Indonesia Gelap di Patung Kuda: Cukup Badan Saja yang Gemuk, Kabinet Jangan". tribunnews.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  225. "Giliran Koalisi Warga Sipil Demo Hari Ini, KPopers Sumbang Logistik". idntimes.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  226. "Gelar Aksi di Patung Kuda, Massa Indonesia Gelap Bentangkan Poster Berisi Cuitan Lawas Prabowo". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  227. "Lagu Bayar Bayar Bayar Menggema, Jadi Pembuka Aksi Demo 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda". suara.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  228. "Aksi Indonesia Gelap, Lagu Internasionale Berkumandang di Patung Kuda". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  229. "Aksi Indonesia Gelap, Massa di Patung Kuda Lempar Botol dan Petasan". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  230. "Massa Aksi Indonesia Gelap Rusak Kawat Berduri, Polisi Ingatkan untuk Tidak Terprovokasi". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  231. "Bacakan Pancasila, Badru Selebgram Difabel Ikut Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda". suara.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  232. "CCTV Dirusak Saat Aksi Indonesia Gelap di Patung Kuda". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  233. "Ada yang Lempar Molotov-Petasan Saat Demo 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda". news.detik.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  234. "Teriakkan "Alerta", Massa Aksi Indonesia Gelap Rusak Separator Busway". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  235. "Tetap Bertahan di Patung Kuda, Massa Aksi Indonesia Gelap Bakar Berbagai Barang". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  236. "Terduga Intel yang Memprovokasi Massa Aksi Indonesia Gelap Dikeroyok, Lalu Dihentikan Ibu-Ibu Warung Madura". era.id. Diakses tanggal 21 February 2025.
  237. "Sebagian Demonstran 'Indonesia Gelap' Mulai Pulang, Pasukan Oranye Beraksi". news.detik.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  238. "2.460 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pengamanan Demo di Kawasan Patung Kuda Hari Ini". tribunnews.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  239. "1.500 Minuman Dibagikan Gratis untuk Massa Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda". megapolita.kompas.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  240. "Fans K-Pop NCTzen Sediakan Ambulans dan Makanan di Demo 'Indonesia Gelap'". detik.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  241. "Indonesia Gelap, 2.500 Orang Siap Turun ke Jalan". idntimes.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  242. "Koalisi Sipil Geruduk Rapat Revisi UU TNI di Hotel Fairmont". CNN Indonesia. 15 Maret 2025. Diakses tanggal 15 Maret 2025.
  243. "Momen Koalisi Masyarakat Sipil Didorong dan Dilarang Masuk saat Interupsi Rapat Revisi UU TNI di Hotel". TEMPO. 15 Maret 2025. Diakses tanggal 15 Maret 2025.
  244. "Koalisi Masyarakat Datangi Hotel Fairmont, Minta Pembahasan Dihentikan". Media Indonesia. Diakses tanggal 15 Maret 2025.
  245. "Tolak Revisi UU TNI, Mahasiswa Trisakti Geruduk DPR Pagi Ini". Tempo. Diakses tanggal 19 Maret 2025.
  246. "Demonstran Universitas Trisakti Membubarkan Diri Usai Gelar Aksi Tolak Revisi UU TNI". Tempo. Diakses tanggal 19 Maret 2025.
  247. "Massa Demo Tolak RUU TNI Dirikan Tenda di Pintu Masuk DPR". news.detik.com. Diakses tanggal 20 Maret 2025.
  248. "Aliansi Perempuan Indonesia Demo di DPR Tuntut Batalkan UU TNI". tempo.co. Diakses tanggal 20 Maret 2025.
  249. "Personel Gabungan Diterjunkan Jaga Demo Tolak RUU TNI di Gedung DPR". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 20 Maret 2025.
  250. "Puan ke Massa Demo Tolak Revisi UU TNI: Kami Siap Beri Penjelasan". news.detik.com. Diakses tanggal 20 Maret 2025.
  251. "Massa Tolak RUU TNI di DPR Kibarkan Bendera 'Indonesia Gelap' Setengah Tiang". news.detik.com. Diakses tanggal 27 Maret 2025.
  252. @dianpurnomo (March 20, 2025). "Teman-teman terima kasih doa baiknya. Kalian semua jg stay safe ya. Di RS Pelni ada 1 kawan kita lagi, Andriana (laki-laki) dari FE Uhamka yang kondisinya lbh parah. Harus operasi. Luka di wajah" (Tweet) via X.
  253. @albumfoto__ (March 20, 2025). "INFO ANAK UI MASUK RUMAH SAKIT MOHON BANTUANNYA" (Tweet) via X.
  254. "Dikira Massa Aksi, Seorang Driver Ojol Babak Belur Dikeroyok Brimob". idntimes.com. Diakses tanggal 21 March 2025.
  255. "Massa Tolak RUU TNI Jebol Pagar Depan Gedung DPR". news.detik.com. Diakses tanggal 21 March 2025.
  256. @smipusat (21 March 2025). "Berita kehilangan!!!" via Instagram.
  257. "4 Polisi Terluka akibat Petasan Peluncur dalam Demo RUU TNI di DPR". kompas.com. Diakses tanggal 22 March 2025.
  258. "1.824 personel gabungan diterjunkan amankan demo tolak UU TNI di DPR". antaranews.com. Diakses tanggal 27 March 2025.
  259. "Rekomendasi Alat Pelindung Diri untuk Demo Mahasiswa: Lindungi Diri dari Gas Air Mata". suara.com. Diakses tanggal 27 March 2025.
  260. "Demo Tolak Revisi UU TNI, Massa: Negara Ini Asasnya Pancasila, Bukan Sapta Marga". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 27 March 2025.
  261. "Demo Mahasiswa di DPR Chaos, Massa Tutup Jalan Tol". nasional.okezone.com. Diakses tanggal 27 March 2025.
  262. "Demo Tolak UU TNI yang Terus Berlanjut, tapi DPR Abai". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 2025-03-28.
  263. "Massa Aksi Bakar Motor Berpelat Polisi di Gedung DPR". idntimes.com. Diakses tanggal 28 March 2025.
  264. "Massa Aksi Bakar Motor Polisi di Depan Gedung DPR". channel9.id. Diakses tanggal 28 March 2025.
  265. "Demo Tuntut Pencabutan UU TNI di DPR, Polisi Tembakkan Water Cannon ke Massa Aksi". tempo.co. Diakses tanggal 27 March 2025.
  266. "Sempat Ricuh, Massa yang Demo di Gedung DPR Bubar". kumparan.com. Diakses tanggal 27 March 2025.
  267. "Demo Tolak UU TNI di Depan DPR Selesai, Lalin Jl Gatsu-Tol Dalam Kota Dibuka". news.detik.com. Diakses tanggal 27 March 2025.
  268. "Emak-emak Demo Tolak Revisi UU TNI di Simpang Sarinah". news.detik.com. Diakses tanggal 2025-03-29.
  269. "Penolakan UU TNI Terus Bergulir Lewat Tenda di Gerbang DPR". news.detik.com. Diakses tanggal 2025-04-08.
  270. "Demo Tolak UU TNI di Depan DPR RI Dibubarkan Paksa, Tenda Pendemo Dibongkar dan Diangkut Satpol PP". banyumas.tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-04-10.
  271. "Massa Aksi "Piknik Melawan" Minta Atensi Pramono Anung Usai Dibubarkan Satpol PP". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 2025-04-10.
  272. "Aksi Kemah Tolak UU TNI di Gedung DPR Kembali Digelar". Tempo. 2025-04-15. Diakses tanggal 2025-04-16.
  273. "Bivitri Susanti: Demo Piknik Melawan di Depan DPR Dilindungi Konstitusi". Tempo. 2025-04-15. Diakses tanggal 2025-04-16.
  274. antaranews.com (2025-04-20). "Ratusan orang gelar aksi bela Palestina di depan Kedubes AS". Antara News. Diakses tanggal 2025-04-20.
  275. "Aksi Bela Palestina di Kedubes AS, Massa Suarakan Stop Genosida". Tempo. 2025-04-20. Diakses tanggal 2025-04-20.
  276. "Massa Gelar Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes AS, Lalin Sempat Ditutup". kumparan. Diakses tanggal 2025-04-20.
  277. "Seribu lebih personel dikerahkan untuk amankan demo di Jakarta". antaranews.com. Diakses tanggal 2025-04-22.
  278. "Info Demo Jakarta Hari Ini: 10 Aksi Demo Digelar dengan Berbagai Tuntutan, Senin 21 April 2025". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 2025-04-22.
  279. 1 2 Aditia Noviansyah, Jamal Ramadhan; Nurul Hidayati (26 Juni 2025). "Foto: Masyarakat Sipil Geruduk Kementerian Kebudayaan". Kumparan. Diakses tanggal 03 Juli 2025.
  280. 1 2 3 Desy Selviany (02 Juli 2025). "Detik-detik Fadli Zon Didemo Soal Penulisan Ulang Sejarah Saat Rapat dengan DPR RI". Wartakotalive.com. Diakses tanggal 03 Juli 2025.
  281. Juno (21 Februari 2025). "Demo Besar-besaran Aliansi Jogja Memanggil di Malioboro yang Berujung Bersih". Baca Jogja. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  282. Pribadi Wicaksono, Nabiila Azzahra, Yuni Rohmawati, dan Alif Ilham Fajriadi (22 Februari 2025). "Aksi Indonesia Gelap Terus Menyala di Jakarta, Palembang, dan Yogyakarta". Tempo. Diakses tanggal 24 Maret 2025. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  283. "Demo Indonesia Gelap di Yogyakarta, Massa Lempar Cat dan Bakar Ban di Depan DPRD DIY". tvonenews.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  284. "Pagar DPRD DIY Dilempari Cairan Merah oleh Massa Jogja Memanggil "Indonesiagelap"". jogja.tribunnews.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  285. "Demo Indonesia Gelap Jogja Tuntut Lengserkan Prabowo-Gibran, Kawasan Malioboro Lumpuh". kaltim.tribunnews.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  286. "Spanduk Kritik Pemerintah Hiasi Kampus UGM, Seribu Massa Jogja Bergerak di Aksi Indonesia Gelap". jogja.suara.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  287. -, Juno (21 Februari 2025). "Demo Besar-besaran Aliansi Jogja Memanggil di Malioboro yang Berujung Bersih". Baca Jogja. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  288. Farhan, Gunanto (25 Februari 2025). "Demo Indonesia Gelap, Mahasiswa Bakar Traffic Cone di Jalan Malioboro". daerah.sindonews.com. Diakses tanggal 26 Februari 2025.
  289. Maharani, Shinta (11 Maret 2025). "Demonstrasi Indonesia Gelap Jilid Dua di Yogyakarta Tuntut Prabowo-Gibran Mundur". Tempo. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  290. -, Tempo (11 Maret 2025). "Mahasiswa hingga Aktivis Gelar Demo Indonesia Gelap Jilid 2 Siang Ini di Jogja". MSN. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  291. Candra, Lita (19 Maret 2025). "Lokasi Demo Tolak RUU TNI 19-20 Maret 2025, Tuntutan, dan Alasan". Tirto. Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  292. 1 2 3 4 5 "Serba-serbi Aliansi Jogja Memanggil Unjuk Rasa Tolak Pengesahan RUU TNI". Tempo. 24 Maret 2025. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  293. "Massa Aksi Bertahan di DPRD DIY, Polisi Beri Waktu Sejam untuk Bubar". harianjogja.com. Diakses tanggal 21 March 2025.
  294. Wisang Seto Pangaribowo, Gloria Setyvani (20 Maret 2025). "Massa Aksi Jogja Memanggil Minta Demo Sampai Pagi, Polisi Beri Waktu 1 Jam". Kompas Yogyakarta. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  295. Rinepta, Adji G (21 Maret 2025). "Demo Tolak UU TNI di DPRD DIY Ricuh, Water Canon Dikerahkan". Detik. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  296. 1 2 Adji, Rinepta (27 Maret 2025). "Massa Aliansi Jogja Memanggil Kembali Gelar Aksi di Nol KM Sore ini". Detik. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  297. Tempo, Tempo (27 Maret 2025). "Demonstran Tolak UU TNI di Yogyakarta Bawa Replika Kepala Babi dan Tikus". Tempo di MSN. Diakses tanggal 28 Mare t2025.
  298. 1 2 Rinepta, Adji (27 Maret 2025). "5 Jam Aksi di Nol KM, Massa Aliansi Jogja Memanggil Bubarkan Diri". Detik. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  299. @Konde.co (29 Maret 2025). "[Part 1] Konde.co - Sabtu, 29 Maret 2025, tak hanya di Jakarta, Komunitas Suara Ibu Indonesia juga menggelar aksi keprihatinan di Titik Nol Malioboro, Yogyakarta. Aksi ini dipicu berbagai tindak kekerasan yang dilakukan aparat terhadap demonstran di berbagai daerah di Indonesia yang menolak UU TNI yang disahkan". Diakses tanggal 29 Maret 2025 via Instagram.
  300. Agustin, Pito [@Konde.co] (29 Maret 2025). "[Part 2] Konde.co - Sabtu, 29 Maret 2025, tak hanya di Jakarta, Komunitas Suara Ibu Indonesia juga menggelar aksi keprihatinan di Titik Nol Malioboro, Yogyakarta. Aksi ini dipicu berbagai tindak kekerasan yang dilakukan aparat terhadap demonstran di berbagai daerah di Indonesia yang menolak UU TNI yang disahkan". Diakses tanggal 29 Maret 2025 via Instagram.
  301. "Drama Ijazah Jokowi Berlanjut, UGM Jadi Sasaran Demo Ratusan Orang". Suarajogja.id. Diakses tanggal 2025-04-15.
  302. "Soal Keaslian Ijazah Jokowi, Amien Rais Berkata Begini". JPNN.com. Diakses tanggal 2025-04-15.
  303. "Demo Hari Buruh di Yogyakarta Usung Tema Tolak Militerisme". Tempo. 30 April 2025. Diakses tanggal 22 Juni 2025.
  304. 1 2 Miftahul Huda, Yoseph Hary W (28 April 2025). "Agenda Hari Buruh di Yogyakarta : Aksi Besar-besaran 1 Mei Mulai dari Tugu Jogja, Berikut Rutenya". Tribun News Jogja. Diakses tanggal 22 Juni 2025.
  305. 1 2 Shinta Maharani (18 Juni 2025). "BEM UGM Undang Kapolri Hadiri Diskusi Bulaksumur Menegur". Tempo. Diakses tanggal 25 Juni 2025.
  306. 1 2 3 Rachmandi Rasyad, Arfiansyah Panji Purndaru; Muhammad Rizki (21 Juni 2025). "Kapolri Tak Hadiri Diskusi 'Bulaksumur Menegur' yang Digelar BEM UGM". Kumparan. Diakses tanggal 25 Juni 2025.
  307. Azmi Ardianto (19 Juni 2025). "Polri Tidak Anti-Kritik, Namun Tegas Menjaga Ketertiban dan Supremasi Hukum". Koma. Diakses tanggal 25 Juni 2025.
  308. "Ribuan Mahasiswa Demo di Depan DPRD Jatim, Tolak Efisiensi Anggaran Pendidikan hingga Tatib DPR". suarasurabaya.net. Diakses tanggal 2025-02-17.
  309. "Demo Indonesia Gelap di Surabaya Berakhir Ricuh, Polisi Tembakkan Water Cannon". suarasurabaya.net. Diakses tanggal 2025-02-17.
  310. "Aksi 'Indonesia Gelap' di Jatim Ricuh Usai Mahasiswa Bakar Keranda". news.detik.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  311. "Demo Indonesia Gelap di Surabaya Senin Lalu, 2 Mahasiswa Sempat Diciduk Polisi". ngopibareng.id. Diakses tanggal 2025-02-18.
  312. "Pengakuan Mahasiswa yang Dipukul Polisi Saat Ricuh Demo di DPRD Jatim". jatim.jpnn.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  313. "Polisi yang Pukuli Mahasiswa Saat Aksi Inonesia Gelap di Surabaya Diperiksa Propam". jatim.jpnn.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  314. "Propam Klaim Periksa Polisi Represif di Demo Indonesia Gelap Surabaya, Korban: Itu Hoax, Laporan Saya Ditolak!". jawapos.com. Diakses tanggal 22 February 2025.
  315. "Massa Demo Indonesia Gelap Baca Puisi Sambil Bakar Ban di Depan DPRD Jatim". detik.com. Diakses tanggal 21 February 2025.
  316. "Demo Tolak UU TNI di Surabaya, Massa Bakar Ban Depan Gedung Grahadi". detik.com. Diakses tanggal 24 March 2025.
  317. "Demo Tolak UU TNI di Surabaya Ricuh: Massa Lempar Batu, Petasan hingga Molotov ke Arah Petugas". suarasurabaya.net. Diakses tanggal 24 March 2025.
  318. "Demo Tolak RUU TNI di Surabaya Rusuh, Polisi Tangkap Sejumlah Massa Aksi". tempo.co. Diakses tanggal 24 March 2025.
  319. "Dua Polisi Pengamanan Demo Tolak UU TNI di Surabaya Masih Dirawat". suarasurabaya.net. Diakses tanggal 27 March 2025.
  320. "Mantan Ketua GMNI Surabaya jadi Korban Demo Aksi Tolak UU TNI di Surabaya". beritajatim.com. 27 March 2025. Diakses tanggal 2025-03-28.
  321. "Taman Apsari Rusak Parah Buntut Demo Tolak UU TNI, Kerugian Rp 29 Juta". detik.com. Diakses tanggal 27 March 2025.
  322. "Ada Demo Tolak UU TNI di Grahadi, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas". detik.com. Diakses tanggal 2025-04-10.
  323. "Puluhan Orang Demo Cabut UU TNI di Bawah Guyuran Hujan Taman Apsari". www.detik.com. Diakses tanggal 2025-04-10.
  324. "Demo Ribuan Orang di Malang". daerah.sindonews.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  325. @vandatsch, Vuong (18 Februari 2025). "Unggahan X". X. Diakses tanggal 3 Maret 2025.
  326. Malang, TIMES. "Ketua DPRD Kota Malang dan Kapolresta Temui Massa Aksi di Bawah Guyuran Hujan". TIMES Malang. Diakses tanggal 2025-03-02.
  327. Posco Media, Malang (28 Februari 2025). "Kembali Turun Jalan, Mahasiswa Desak DPRD Kota Malang Penuhi Tuntutan". Malang Posco Media. Diakses tanggal 3 Maret 2025.
  328. "Demo UU TNI Kota Malang, Kecaman Dwifungsi ABRI Tertulis di Aspal Jalan". detik.com. Diakses tanggal 23 March 2025.
  329. "Aksi Teatrikal Warnai Demo Tolak RUU TNI di Kota Malang". blok-a.com. Diakses tanggal 23 March 2025.
  330. "Demo Tolak UU TNI di Depan DPRD Kota Malang Ricuh, Massa Lakukan Pembakaran". kompas.com. Diakses tanggal 23 March 2025.
  331. "7 Personel Jadi Korban Luka Dalam Kericuhan Demo Tolak RUU TNI di Malang". tribunnews.com. Diakses tanggal 23 March 2025.
  332. "Puluhan Orang Terluka Saat Demo Tolak UU TNI di Kota Malang Kemarin". tempo.co. Diakses tanggal 24 March 2025.
  333. "Pasca Demo Ricuh, Kombes Nanang Ajak Mahasiswa Kerja Bakti di Lokasi Demo". memorandum.disway.id. Diakses tanggal 25 March 2025.
  334. "Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Jabar Demo Indonesia Gelap". www.cnnindonesia.com. Diakses tanggal 17 Februari 2025.
  335. "Anak Buruh TKI di Malaysia Suarakan Isu Pekerja Migran dalam Aksi Indonesia Gelap di Bandung". tempo.co. Diakses tanggal 18 Februari 2025.
  336. "Demo Indonesia Gelap Terjadi Lagi di DPRD Jabar, Situasi Mulai Memanas". ayobandung.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  337. @BdgBergerakID (March 21, 2025). "02.00 WIB. Tercatat sebanyak 23 orang peserta aksi massa mengalami luka dan dirawat di kampus Unpas, Bandung. 02.15 WIB jumlah korban bertambah menjadi 25 orang. Donasi dan bantuan medis dibutuhkan" (Tweet) via X.
  338. "Kata Walkot Farhan Soal Demo di Bandung Berakhir Ricuh". detik.com. Diakses tanggal 2025-03-22.
  339. "Polrestabes Bandung Selidiki Insiden Pembakaran Bank Saat Demo RUU Tolak TNI". metrotvnews.com. Diakses tanggal 2025-03-22.
  340. "Dituduh Intel, Jurnalis Kompas.com Dipukuli Saat Liput Demo UU TNI Bandung". video.kompas.com. Diakses tanggal 2025-03-22.
  341. "Dua mobil polisi dirusak saat aksi demonstrasi di Bekasi". antaranews.com. Diakses tanggal 27 March 2025.
  342. 1 2 "Demo "Indonesia Gelap" di Solo dan Makna Jalan Mundur Massa". regional.kompas.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  343. "Demo Indonesia Gelap di Solo, Mahasiswa Blokade Jalan Adi Sucipto". metrotvnews.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  344. "Bawa 6 Poin Tuntutan, Mahasiswa se-Soloraya Akan Kembali ke DPRD Jika 3 Hari Tak Terpenuhi". solo.tribunnews.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  345. "Demo Tolak Pengesahan UU TNI di Sukabumi, Massa Bertahan hingga Malam". detik.com. Diakses tanggal 22 March 2025.
  346. "Demo Tolak UU TNI di Sukabumi Ricuh, Wartawan Dijegal dan Sempat Dicekik Oknum Mahasiswa". netralnews.com. Diakses tanggal 22 March 2025.
  347. "Demo Tolak UU TNI di Sukabumi Ricuh, Jurnalis MetroTV Diduga Dicekik". beritasatu.com. Diakses tanggal 22 March 2025.
  348. "Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Terhadap Massa Aksi Demo UU TNI saat Ricuh di DPRD Kota Sukabumi". radarjabar.com. Diakses tanggal 2025-03-30.
  349. Indonesia, CNN (24 Maret 2025). "Mahasiswa Kembali Aksi Tolak UU TNI di Bandung, Sukabumi Bergerak". CNN Indonesia. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  350. 1 2 Pratiwi, Gita (25 Maret 2025). "2 Pendemo dan 1 Polisi dalam Aksi Tolak UU TNI di Sukabumi Dievakuasi ke RS". MSN. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  351. Fatimah, Siti (25 Maret 2025). "2 Mahasiswa Hilang-6 Luka dalam Aksi Demo Tolak UU TNI di Sukabumi". Detik News. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  352. Shiftanto, Muhammad Renald (26 Maret 2025). "Intimidasi terhadap Jurnalis: di Sukabumi Dianiaya Polisi, di Surabaya Diminta Hapus Foto". Tribun News. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  353. Shiftanto, Muhammad Renald (25 Maret 2025). "Jurnalis di Sukabumi Diduga Dianiaya Polisi saat Ricuh Demo Menuntut Pencabutan Revisi UU TNI". Tribun News. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  354. 1 2 Muhammad, Manaf (26 Maret 2025). "Buntut Dugaan Tindakan Represif saat Demo UU TNI, Markas Polisi di Sukabumi Dihujani Koin oleh Mahasiswa". Media Pakuan. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  355. Wicaksono, Nur Hadi (24 Maret 2025). "Mahasiswa Demo di Lumajang: UU TNI Buka Pintu TNI ke Ranah Sipil". Detik.com. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  356. 1 2 "Ratusan Mahasiswa Jember Unjuk Rasa di Bundaran DPRD, Tolak Efisiensi Anggaran hingga Danantara". Pikiran Rakyat Jember. 21 Februari 2025. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  357. 1 2 Rozi, Fathur (24 Maret 2025). "Mahasiswa Jember Gelar Aksi Tolak RUU TNI, Tuntut Militer Kembali ke Barak". Suara Indonesia. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  358. 1 2 3 4 5 Masitoh, Imah (24 Maret 2025). "Aliansi Wonosobo Gelar Aksi Tolak Revisi UU TNI, DPRD Beri Respons". Tribun News Jateng. Diakses tanggal 28 Maret.
  359. 1 2 3 4 "Aliansi Wonosobo Melawan Gelar Aksi Tolak Revisi UU TNI di DPRD Wonosobo". Mercusuar. 25 Maret 2025. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  360. 1 2 3 4 Rahmanto, Sigit (24 Maret 2025). "Massa Aliansi Wonosobo Menolak Gelar Aksi Penolakan Pengesahan UU TNI, Merangsek ke Ruang Sidang DPRD". Radar Magelang. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  361. "Ribuan Mahasiswa Demo di Semarang Tolak Inpres 1/2025, Soroti Pemangkasan Anggaran Pendidikan". seputarcibubur.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  362. "Demo Indonesia Gelap di Semarang, Mahasiswa Turun ke Jalan Suarakan Tuntutan Ini". radarsemarang.jawapos.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  363. "Demo Indonesia Gelap di Semarang, Mahasiswa Hadiahi Kotoran Sapi di Kantor Gubernur dan DPRD Jateng". radarsemarang.jawapos.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  364. "Demo 'Indonesia Gelap' Meluas: Mahasiswa Semarang Beri Prabowo Nilai Minus 100". jabar.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2025-02-19.
  365. "Aliansi Semarang Menggugat Bakal Gelar Aksi Indonesia Gelap Besok Ribuan Orang Diperkirakan Hadir". beritajateng.tv. Diakses tanggal 2025-02-18.
  366. "Demo Tolak RUU TNI di Jateng Ricuh: Gas Air Mata Ditembakkan, 4 Orang Ditangkap". kumparan.com. 20 Maret 2025. Diakses tanggal 20 Maret 2025.
  367. Kliktimes, Redaksi (25 Maret 2025). "Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Kuningan dan Cirebon Berlangsung Rusuh". Klik Times. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  368. "Demo 'Indonesia Gelap' di Purwokerto, Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati". detik.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  369. "Demo Tolak Revisi UU TNI, Mahasiswa Tebar Kotoran Sapi di Depan Markas Kodim 0701 Banyumas". banyumas.tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-03-22.
  370. "Demonstran Tantang Anggota Dewan Cirebon Adu Argumen: Kalau Tidak Bisa Menjawab Mending Berhenti!". radarcirebon.disway.id. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  371. "Diduga Ada Oknum Bawa Bom Molotov, Puluhan Mahasiswa Cirebon Demo Tolak UU TNI". jabar.tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-03-24.
  372. "Demo Indonesia Gelap di Tasik Sempat Ricuh Saat Hujan Deras". kapol.id. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  373. "3 Anggota Polisi & Seorang Mahasiswa Terluka usai Demo Indonesia Gelap di Tasik yang Berakhir Ricuh". priangan.tribunnews.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  374. "Gak Habis Pikir, Polisi Karawang Disebut Jebak Ambulans dan Larang Tim Medis Dekati Pasien". era.id. Diakses tanggal 2025-03-26.
  375. Irwati, Rika (21 Maret 2025). "Bawa Spanduk 'Cabut UU TNI, Kami Anti-Military', Aliansi Magelang Memanggil Duduki Ruang Rapat DPRD". Tribun News Banyumas. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  376. "Aksi Demo Penolakan Revisi UU TNI di Jombang Diwarnai Aksi Bakar Ban". radarjombang.jawapos.com. Diakses tanggal 2025-03-29.
  377. "Ratusan Massa di Jombang Demo Tolak Revisi UU TNI, Desak DPRD Ambil Tindakan". kabarjombang.com. Diakses tanggal 2025-03-30.
  378. "Demo Tolak UU TNI di Bojonegoro Diwarnai Aksi Saling Dorong-Lempar Batu". detik.com. Diakses tanggal 27 March 2025.
  379. "Demo di Depan DPRD Tuban, Mahasiswa Bakar Ban Bekas". beritajatim.com. Diakses tanggal 2025-03-26.
  380. Karouw, Donald. "Demo Tolak Efisiensi Anggaran di Indramayu Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Saling Dorong". inews.id. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  381. "Demo Mahasiswa Tolak UU TNI, Warnai Arus Mudik Lebaran di Pantura Brebes". detik.com. Diakses tanggal 2025-03-28.
  382. "Bawa Spanduk Indonesia Gelap dan Lamongan Memanggil, BEM Joko Tingkir Demo di Gedung Pemkab dan DPRD Lamongan". duta.co. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  383. "Demo Indonesia Gelap, Ratusan Mahasiswa PMII Bondowoso Tolak Efisiensi Anggaran Pendidikan". jatim-timur.tribunnews.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  384. "Demo Indonesia Gelap, Mahasiswa Geruduk DPRD Kudus". betanews.id. Diakses tanggal 20 February 2025.
  385. "Demo Tolak UU TNI di Blitar Ricuh, Polisi dan Mahasiswa Saling Dorong". beritasatu.com. Diakses tanggal 25 March 2025.
  386. "Demo Tolak RUU TNI, Mahasiswa Tutup Simpang Ciceri Serang Malam Ini". news.detik.com. Diakses tanggal 2025-03-21.
  387. @isi.bergerak (30 Maret 2025). "*PANGGUNG RAKYAT*". Diakses tanggal 26 Maret 2025 via Instagram.
  388. -, - (27 Maret 2025). "SERUAN AKSI". Instagram. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  389. -, - (22 Maret 2025). "[SIKAP CIVITAS AKADEMIKA UMY]". Instagram. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  390. Melawan, Gunungkidul (25 Maret 2025). "Gunungkidul bergerak #TolakUUTNI di depan gedung DPRD GK". Instagram. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  391. "Aksi Indonesia Gelap di Bali Tolak Pemangkasan Dana Pendidikan". tirto.id. Diakses tanggal 2025-02-17.
  392. "Deretan Aksi Demo Mahasiswa di Makassar-NTT Tolak Efisiensi Anggaran Pendidikan Presiden Prabowo". Kompas.tv. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  393. "Mahasiswa Demo Tolak UU TNI di NTT, Khawatir Dwifungsi Hidup Lagi". news.detik.com. Diakses tanggal 2025-03-24.
  394. Citra, Nathea. "BEM Unram Turut Bergabung di Demo 'Indonesia Gelap' Besok". detikbali. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  395. "Video: Mahasiswa Mataram Gelar Demo 'Indonesia Gelap' di Depan Kantor DPRD NTB". news.detik.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  396. "Massa Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB Demo Tolak UU TNI di Mataram". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 2025-03-25.
  397. "Demo Indonesia Gelap Mahasiswa Balikpapan Tidak Bubar Sebelum Perwakilan DPRD Mendengarkan Tuntutan". kaltimpost.jawapos.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  398. "Aksi Indonesia Gelap di Balikpapan: Mahasiswa Juga Kritik Kebijakan Pemerintah Kota". kaltimpost.jawapos.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  399. "Demo di DPRD Kalsel, BEM: Survei Kepuasan 80 Persen Prabowo-Gibran Tak Sesuai Fakta Lapangan". banjarmasin.tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  400. "Mahasiswa se-Kota Palangka Raya Demo 'Indonesia Gelap', Tolak Efisiensi Anggaran Pendidikan". Intim News. 19 February 2025. Diakses tanggal 19 February 2025.
  401. "Mahasiswa se-Kota Palangka Raya Demo 'Indonesia Gelap', Tolak Efisiensi Anggaran Pendidikan". Intim News. 19 Februari 2025. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  402. Tarakan, Radar (10 Februari 2025). "Massa Tergabung dalam AMARAH Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Polres Tarakan, Ini Tuntutannya". Radar Tarakan. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  403. "Mantap! Rocky Gerung Bakar Semangat Mahasiswa Samarinda Menuju Aksi Indonesia Gelap di DPRD Kaltim". kaltimpost.jawapos.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  404. "Polisi Bubarkan Unjuk Rasa Mahasiswa di Samarinda". antarafoto.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  405. "Ribuan Mahasiswa Kaltim Gelar Aksi di DPRD, Tuntut Pembatalan Inpres 1/2025". regional.kompas.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  406. "Demo Tolak UU TNI, Mahasiswa di Pontianak Nilai Tidak Ada Transparansi Dalam Penetapan". Pontianak Tribun News. 22 Maret 2025. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  407. "Ratusan Mahasiswa di Pontianak Gelar Demo, Tolak Undang-Undang TNI". Pontianak Tribun News. 22 Maret 2025. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  408. "Demo #IndonesiaGelap Mahasiswa Makassar: Bakar Ban, Blokade Jalan Trans Sulawesi". kumparan.com. Diakses tanggal 2025-02-17.
  409. "Demo 'Indonesia Gelap' di Makassar, Mahasiswa Kritik Pemotongan Anggaran Pendidikan". fajar.co.id. Diakses tanggal 2025-02-18.
  410. "Demo #IndonesiaGelap Mahasiswa Makassar: Bakar Ban, Blokade Jalan Trans Sulawesi". kumparan.com. Diakses tanggal 17 Februari 2025.
  411. "Demo 'Indonesia Gelap' di Makassar, Mahasiswa Kritik Pemotongan Anggaran Pendidikan". fajar.co.id. Diakses tanggal 18 Februari 2025.
  412. "Mahasiswa Demo di Makassar, Tuntut Kaji Ulang MBG Hingga Tolak Danantara". sulawesi.bisnis.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  413. "Oke Gas Tagar Indonesia Gelap Bergema di Aksi Mahasiswa Makassar, Mahasiswa: Efisiensi Untuk Irit, Masyarakat Menjerit". fajar.co.id. Diakses tanggal 2025-02-20.
  414. "Ratusan Massa Aksi Demo "Indonesia Gelap" Kini Sambangi DPRD Sulsel". inikata.co.id. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  415. "Memanas, Massa Indonesia Gelap Tarik Kawat Berduri Bongkar Barikade". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  416. "Massa Aksi Indonesia Gelap di DPRD Sulsel Bubar, Kapolrestabes Makassar Klaim Aspirasi Telah Sampai". makassar.tribunnews.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  417. "Demo Indonesia Gelap di Makassar: Sekelompok Orang Serang Mahasiswa". sulsel.idntimes.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  418. "Polrestabes Makassar Pulangkan 6 Terduga Pelaku Tawuran Demo 'Indonesia Gelap' Jelang Subuh". makassar.tribunnews.com. Diakses tanggal 22 Februari 2025.
  419. "Demo Indonesia Gelap di Makassar Hari Ini, Mahasiswa Mulai Datangi Flyover". detik.com. Diakses tanggal 24 Februari 2025.
  420. "Massa Demo 'Indonesia Gelap' di Flyover Makassar Bubar, Lalin Mulai Lancar". detik.com. Diakses tanggal 26 Februari 2025.
  421. "Mahasiswa Demo Tolak Revisi UU TNI di DPRD Sulsel Bubar, Lalin Kembali Lancar". detik.com. Diakses tanggal 2025-03-19.
  422. "Pendemo Indonesia Gelap Blokade Jalan 17 Agustus, Polisi Siaga di Kantor Gubernur Sulawesi Utara". manado.tribunnews.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  423. "Demo Indonesia Gelap di Manado, Massa Bakar Ban dan Keranda". sulsel.idntimes.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  424. "Demo di DPRD Sultra, Mahasiswa di Kendari Tolak Efisiensi Anggaran di Sektor Pendidikan". langitsultra.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  425. "Unjukrasa di Depan Kantor DPRD, Mahasiswa Kawal 8 Tuntutan ke Pemerintah". Tribunpalu.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  426. Riki (21 Februari 2025). "Aksi Indonesia Gelap di Palu Satu Mahasiswa Kepala Luka Bocor". KAILIPOST. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  427. "Turun Jalan, Mahasiswa di Sulbar Tuntut Makan Gratis di Evaluasi". Mekora.id. 20 Februari 2025. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  428. -, - (24 Maret 2025). "-". Instagram. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  429. "Warga Palopo Demo Dukung Revisi UU TNI". palopopos.fajar.co.id. Diakses tanggal 2025-03-30.
  430. "Demo Indonesia Gelap Ratusan Mahasiswa IAIN Ambon Turun ke Jalan". titastory.id. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  431. "Mahasiswa di Ambon Demo #IndonesiaGelap, Tolak MBG". kumparan. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  432. "Mahasiswa Di Ambon Demo Tolak Inpres Nomor 1 Tahun 2025". Potretmaluku.id. 20 Februari 2025. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  433. cermat (24 Februari 2025). "Apa Saja Tuntutan Mahasiswa saat Demo #IndonesiaGelap di Ternate? - cermat". Diakses tanggal 28 Februari 2025.
  434. Lamaau, Nurkholis. "2 Jurnalis di Ternate Diduga Dianiaya Oknum Satpol PP Saat Liput Demo". detiknews. Diakses tanggal 28 Februari 2025.
  435. "Demo 'Indonesia Gelap' berlangsung di Makassar dan kota lainnya – Apa reaksi Prabowo?". BBC News Indonesia. 26 Februari 2025. Diakses tanggal 28 Februari 2025.
  436. MALUT, FAJAR (25 Februari 2025). "Demo "Indonesia Gelap" di Morotai, Mahasiswa Kepung Kantor Bupati dan DPRD". fajarmalut.com. Diakses tanggal 28 Februari 2025.
  437. "Fakta-fakta Demo Pelajar Papua Tuntut Pendidikan Gratis Bukan Makanan Gratis". Tempo. 18 Februari 2025 | 20.48 WIB. Diakses tanggal 2025-02-21.
  438. NABIRENET (2025-02-24). "Pelajar Se-Kabupaten Paniai Tolak Makan Gratis, Tuntut Pendidikan Gratis". Nabire.Net. Diakses tanggal 2025-02-24.
  439. "MBG: Demo pelajar terus berlanjut di Papua – 'Kami menolak makan bergizi gratis'". BBC News Indonesia. 2025-02-26. Diakses tanggal 2025-02-27.
  440. Cepos, Juna (2025-03-28). "Mahasiswa Uncen Akhirnya Ikutan Demo Tolak UU TNI". Cenderawasih Pos. Diakses tanggal 2025-03-29.
  441. "Papua: Kasus dugaan makar Papua mulai disidangkan di Makassar, tersangka 'protes' tanpa didampingi pengacara". BBC News Indonesia. 2025-08-27. Diakses tanggal 2025-09-01.
  442. Pulo, Paulus. "Simpatisan Terdakwa Kasus Makar Rusuh Lagi di Sorong, 3 Orang Ditangkap". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-09-01.
  443. nasrun.katingka@kompas.id, Nasrun Katingka- (2025-08-28). "Pemindahan Tapol NFRPB Sorong Diprotes, Siapa Mereka dan Bagaimana Kasus Ini Bermula?". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-09-01.
  444. Baihaqi, Amir (2025-08-31). "Amuk Perusuh Jarah dan Bakar Dua Gedung DPRD di Kediri". Detik Jatim. Diakses tanggal 2025-08-31.
  445. 1 2 Winanto (2025-08-31). "Kerusuhan di Gedung DPRD Kabupaten Blitar, Massa Rusak Fasilitas hingga Nyaris Terbakar". Diakses tanggal 2025-09-01.
  446. "Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Ikut Suarakan Tuntutan Peringatan Darurat Indonesia Gelap". liputan6.com. Diakses tanggal 2 March 2025.
  447. "Diaspora di Berlin Siapkan Demonstrasi Indonesia Gelap". tempo.co. Diakses tanggal 27 February 2025.
  448. "Diaspora di Australia Demonstrasi Indonesia Gelap". tempo.co. Diakses tanggal 1 March 2025.
  449. "'Bubarkan' Kelas, Dosen FEB UI Serukan Mahasiswa Demo Indonesia Gelap: Napas Kita Harus Dilatih Lari Panjang!". suara.com. Diakses tanggal 2025-02-19.
  450. "Mahasiswa Demo 'Indonesia Gelap', Pakar Fisipol UGM Bilang Begini". detik.com. Diakses tanggal 2025-02-19.
  451. "Dosen Fisipol UGM Soroti Pentingnya Solidaritas Rakyat Mendukung Aksi Indonesia Gelap". tempo.co. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  452. "Demo Indonesia Gelap Meluas di Seantero Negeri, Prof Henri: Itu Respons karena Jokowi Bilang Prabowo Terkuat". fajar.co.id. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  453. "Dua Guru Besar Ini Sepakat Indonesia Gelap, Serukan Dukungan Gerakan Turun ke Jalan". fajar.co.id. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  454. "Demo mahasiswa 'Indonesia Gelap' di berbagai daerah bikin 'legitimasi pemerintahan Prabowo oleng'". bbc.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  455. "Indonesia Gelap Bukan Saja Ungkapan Pesimisme tapi juga Wujud Refleksi Nyata Kondisi Saat Ini". tribunnews.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  456. "Rocky Gerung: Prabowo Mulai Diisolasi, Cawe-cawe Jokowi Masih Kuat di Kabinet". suara.com. Diakses tanggal 28 Februari 2025.
  457. "Mahasiswa Gelar Aksi 'Indonesia Gelap', NCTzen Ikut Bantu dengan Layanan Medis". diskursusnetwork.com. Diakses tanggal 18 Februari 2025.
  458. "Fandom K-pop Ikut Suarakan Urunan Donasi Demo Indonesia Gelap". Liputan6. 20 Februari 2025. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  459. "Mahasiswa Gelar Aksi 'Indonesia Gelap', NCTzen Ikut Bantu dengan Layanan Medis". diskursusnetwork.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  460. "Istana soal Demo #IndonesiaGelap: Presiden Tegas, Tak Ada Pengurangan KIP". kumparan.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  461. "Istana Respons Demo Mahasiswa 'Indonesia Gelap': Kita dalam Perahu Sama, Harus Optimis Indonesia Bangkit". merdeka.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  462. "Mendiktisaintek Tanggapi Demo Indonesia Gelap, Minta Mahasiswa Tingkatkan Intelektual". halosemarang.id. Diakses tanggal 2025-02-18.
  463. "Kata Istana soal Demo Indonesia Gelap Protes Efisiensi Anggaran". tirto.id. Diakses tanggal 2025-02-18.
  464. "Ketua MPR soal Indonesia Gelap: Rakyat Kaget dengan Kebijakan Prabowo". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  465. "DPR Respons Demo "Indonesia Gelap": Itu Ciri Khas Mahasiswa..." nasional.kompas.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  466. "Gerakan Cinta Prabowo : Aksi Mahasiswa Sah Saja, Hati-hati Disusupi". telusur.co.id. Diakses tanggal 2025-02-18.
  467. "Heboh Tagar Indonesia Gelap, Luhut: Kau yang Gelap!". suara.com. Diakses tanggal 2025-02-19.
  468. "PBNU: Indonesia Gelap dari Mana? Ini Pemerintahan Baru". nasional.kompas.com. Diakses tanggal 2025-02-19.
  469. "Wasekjen Golkar: Demonstrasi 'Indonesia Gelap' Bentuk Tekanan Politik terhadap Pemerintah". sorong.tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-02-19.
  470. "Teror Tentara Setelah Revisi UU TNI". Tempo. 20 Maret 2025. Diakses tanggal 13 April 2025.
  471. "Kritikus Musik Amerika Tanggapi Pencekalan Sukatani Band". Indopop.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-19.
  472. "Amnesty International Indonesia Desak Polri Ungkap Pengintimidasi Band Sukatani". SINDOnews Nasional. Diakses tanggal 2025-03-19.
  473. @RadioElshinta (February 20, 2025). "Salah seorang influencers asing tanpa surat tugas peliputan diamanakan pihak kepolisian, Kamis (20/2) siang" (Tweet) via X.
  474. "JPNN". www.jpnn.com. Diakses tanggal 2025-03-19.
  475. "Dua Jurnalis CNN Indonesia Kena Doxing Usai Liput Aksi Indonesia Gelap, Apa Sanksi Bagi Pelakunya". Tempo. 25 Februari 2025 | 18.17 WIB. Diakses tanggal 2025-03-19.
  476. Media, Kompas Cyber (2025-03-17). "KontraS Terima Telepon Misterius dan Didatangi 3 OTK Usai Geruduk Rapat RUU TNI". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-03-19.
  477. "Gedung DPR Dijaga Tentara dan Polisi Menjelang Pengesahan RUU TNI Hari Ini" [Parliament Building Guarded by Soldiers and Police Ahead of TNI Bill Ratification Today]. tempo.co. 20 Maret 2025. Diakses tanggal 20 Maret 2025.
  478. "Jurnalis Kompas.com Diancam Tim Pengawal Panglima TNI Usai Tanya soal Penyerangan Mapolres Tarakan". kompas.com. 27 Februari 2025. Diakses tanggal 21 Maret 2025.
  479. "Teror Kepala Babi ke Tempo, Pimpinan Redaksi: Ini Upaya Intimidasi Jurnalis" [Pig Head Terror to Tempo, Editor-in-Chief: This is an Attempt to Intimidate Journalists]. kompas.tv. 20 Maret 2025. Diakses tanggal 20 Maret 2025.
  480. 1 2 3 "Media groups sound alarm after Indonesian magazine is sent mutilated animal carcasses". Reuters. 24 Maret 2025. Diakses tanggal 31 Maret 2025.
  481. Arista, Marcheilla (20 Maret 2025). "Rekam Polisi Kejar Massa Aksi, Jurnalis IDN Times Diintimidasi". IDN Times. Diakses tanggal 21 Maret 2025.
  482. "AJI: 18 Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Saat Meliput Demo Tolak UU TNI". cnnindonesia.com. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  483. "Jurnalis Kompas.com Digeledah Aparat Berpakaian Sipil Saat Meliput Demo". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  484. "Polisi Diduga Geledah Tim Medis Saat Demo, LBH Jakarta: Semua Dianggap Musuh". tempo.co. Diakses tanggal 30 Maret 2025.
  485. "Penahanan Mahasiswi Pembuat Meme AI Prabowo-Jokowi Ditangguhkan, Polisi: Agar Bisa Lanjutkan Kuliah". SindoNews. Diakses tanggal 12 Mei 2025.
  486. Shinta Maharani (22 Juni 2025). "PP Muhammadiyah Minta Kapolri Bebaskan Mahasiswa yang Ditangkap saat Demo Hari Buruh". Tempo. Diakses tanggal 24 Juni 2025.
  487. "PBNU: Indonesia Gelap dari Mana? Ini Pemerintahan Baru". nasional.kompas.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  488. "Indonesia Travel Advisory". U.S. Department of State.
  489. "Indonesia: Proposed Military Law Amendments Threaten Rights". Human Rights Watch. 19 March 2025. Diakses tanggal 20 March 2025.
  490. "Amnesty International Indonesia Ungkap Kejanggalan Proses Revisi UU TNI". investortrust.id. 17 March 2025. Diakses tanggal 21 March 2025.
  491. "Sekjen Amnesty Agnes Callamard berkunjung ke Indonesia mengevaluasi situasi HAM dan maraknya praktik-praktik otoriter". Amnesty International. 7 March 2025. Diakses tanggal 21 March 2025.
  492. "Indonesia: RSF condemns police violence against journalists covering protests". rsf.org. Diakses tanggal 2025-03-28.
  493. @KontraSupdates (March 20, 2025). "Join Statement: 234 International Organizations Say #TolakRUUTNI!" (Tweet) via X.
  494. @MaryLawlorhrds (March 26, 2025). "Hearing disturbing news about the harassment of CSO @KontraS, reportedly linked to its advocacy against recent legislative reform expanding the military's role in domestic affairs. #Indonesia must ensure that civil society & HRDs can voice their legitimate concerns without restriction. @IndonesiaGeneva" (Tweet) via X.
  495. "Lagi Bahagia, Angga Yunanda Masih Sempat Dukung Aksi Indonesia Gelap". suara.com. Diakses tanggal 2025-02-18.
  496. "Apa Itu Gerakan #ArtistBersuara yang Respons Indonesia Gelap?". tirto.id. Diakses tanggal 2025-02-19.
  497. "Fandom K-pop Ikut Suarakan Urunan Donasi Demo Indonesia Gelap". liputan6.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  498. "Seniman Mural Bersuara di Tembok Jalanan, Cara Tunjukkan Protes Ketimbang Ikutan Demo". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-03-28.
  499. "Ramai Aksi Indonesia Gelap, CEO Malaka Project: Bentuk Kepedulian supaya Negara Lebih Baik". kompas.tv. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  500. "Demo 'Indonesia Gelap' Bisa Berdampak ke Iklim Investasi? Begini Kata Anindya Bakrie". viva.co.id. Diakses tanggal 2025-02-19.
  501. "Faizal Assegaf ke Mahasiswa yang Demo: Ganyang Jokowi, Lawan Ketidakadilan". fajar.co.id. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  502. "Luhut Gertak Mahasiswa yang Serukan 'Indonesia Gelap', Faizal Assegaf Geram: Hentikan Ocehanmu!". wartakota.tribunnews.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  503. 1 2 "GCP: Seruan Revolusi Ala Faizal Assegaf Mengandung Unsur Makar dan Kudeta!". jabar.jpnn.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  504. "Gelar Aksi, Massa FPN Desak Polisi Tangkap Provokator Faizal Assegaf". ceritakita.viva.co.id. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  505. "Gerakan Cinta Prabowo: Aksi Mahasiswa Sah Saja, Hati-hati Disusupi". telusur.co.id. Diakses tanggal 18 Februari 2025.
  506. "Wasekjen Golkar: Demonstrasi 'Indonesia Gelap' Bentuk Tekanan Politik terhadap Pemerintah". sorong.tribunnews.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  507. "Puncak Demo Indonesia Gelap Hari Ini, Golkar: Lakukan dengan Konstruktif Tapi Tidak Anarkis". tribunnews.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  508. "Golkar: Demo Indonesia Gelap Jadi Alert Waspada". liputan6.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  509. "Mahfud Md: Banyak kebijakan pemerintah yang "terang"". antaranews.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  510. "Demo 'Indonesia Gelap' Bisa Berdampak ke Iklim Investasi? Begini Kata Anindya Bakrie". viva.co.id. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  511. "Demo Mahasiswa Indonesia Gelap Fokus Lawan Prabowo Bukan Adili Jokowi, Said Didu: Ada yang Sedang..." fajar.co.id. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  512. 1 2 Mardiansyah, Diki (28 Februari 2025). "Berkah SPBU Swasta di Tengah Isu Pertamax Oplosan". Kontan (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 24 Maret 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  513. "Partai Buruh Kecam Tindakan Represif Polisi pada Demo Penolakan Revisi UU TNI". Diakses tanggal 2025-03-29.
  514. "Ramai Ajakan Tarik Dana dari Bank BUMN, COO: Uang Masyarakat Tak Dipakai untuk Modal Danantara". kompas.com. Diakses tanggal 21 Maret 2025.
  515. "Cancel Culture dan Komunikasi Krisis di Era Digital Pascanarasi Viral". sindonews.com. Diakses tanggal 21 Maret 2025.
  516. "Deretan Artis Klarifikasi Usai Namanya Masuk Daftar Boikot". kompas.com. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
  517. "#IndonesiaGelap (Koran, Selasa 18/2/2025)". lenteratoday.com. Diakses tanggal 18 Februari 2025.
  518. "Prabowo Hadapi Indonesia Gelap, Rupiah Konsisten Merah". rmol.id. Diakses tanggal 18 Februari 2025.
  519. "Pengamat Beberkan Alasan IHSG dan Rupiah Menguat, Meskipun Ada Demo Indonesia Gelap". jawapos.com. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  520. "Viral 'Indonesia Gelap' Dapat Tandingan Narasi 'Indonesia Cerah' di Media Sosial: Jangan Pesimis". poskota.co.id. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  521. "Mendiktisaintek Satryo Bakal Di-Reshuffle, Akibat Demo Indonesia Gelap ?". jpnn.com. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  522. "Enam Pejabat yang Dilantik Prabowo pada "Reshuffle" Perdana". KOMPAS.com. 19 Februari 2025. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  523. Permana, Rakhmad Hidayatulloh. "Reshuffle Kabinet Prabowo, Satryo Jadi Menteri Pertama yang Dicopot". detiknews. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
  524. "Prabowo Reshuffle Kabinet Jelang Demo Besar 'Indonesia Gelap', Rocky Gerung: Poinnya Adili Jokowi". citizen.riau24.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  525. "Mahasiswa UI Ajukan Gugatan Formil UU TNI ke Mahkamah Konstitusi". tempo.co. Diakses tanggal 21 Maret 2025.
  526. "Koalisi Masyarakat Sipil Bakal Ajukan Uji Materi UU TNI ke Mahkamah Konstitusi". tribunnews.com. Diakses tanggal 28 Maret 2025.
  527. Rahman, Adi Fida. "Ramai Netizen Suarakan #KaburAjaDulu, Kecewa dengan Indonesia?". detikinet. Diakses tanggal 2025-02-22.
  528. Novalius, Feby (18 Maret 2025). "IHSG Trading Halt, Perdagangan Saham Dihentikan 30 Menit : Okezone Economy". Okezone. Diakses tanggal 27 Maret 2025.
  529. Nova, Redazione Agenzia (18 Maret 2025). "Indonesia: Pasar Saham Anjlok 7 Persen, Perdagangan Dihentikan Sementara". Agenzia Nova. Diakses tanggal 27 Maret 2025.
  530. Hadi, Aditya (18 Maret 2025). "Pasar Saham Indonesia Anjlok Sementara yang Lain Menguat – Markets". The Jakarta Post. Diakses tanggal 27 Maret 2025.
  531. "IHSG Anjlok, Ada Dampak dari RUU TNI?". Tempo. 18 Maret 2025. Diakses tanggal 27 Maret 2025.
  532. Scholastica, Clara Anna (20 Maret 2025). "Celios: IHSG dan Rupiah Kompak Terjun Bebas Gara-gara Pengesahan RUU TNI". Inilah.
  533. Shafira, Monique Handa (19 Maret 2025). "DPR Bantah RUU TNI Bikin IHSG Anjlok Parah". Beritasatu.
  534. "DPR Bantah RUU TNI Jadi Sentimen IHSG Anjlok". CNN Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Maret 2025. Diakses tanggal 27 Maret 2025.
  535. Sulaiman, Stefanno; Suroyo, Gayatri (19 Maret 2025). "Indonesia Ambil Langkah Stabilisasi Rupiah dan Pasar Saham Setelah Kejatuhan Besar". Reuters.
  536. "Marcella Santoso Kemarin Ngaku Bikin Konten Indonesia Gelap, Kini Membantah". nasional.kompas.com. Diakses tanggal 2025-06-25.
  537. "TNI Menduga Marcella Santoso Mendanai Buzzer dan LSM Untuk Membuat Konten Negatif RUU TNI". tempo.co. Diakses tanggal 2025-06-25.
  538. "Kenapa Pemutaran Video Marcella Santoso Menuai Kritik". tempo.co. Diakses tanggal 2025-06-25.