Universitas Strasbourg
Universitas Strasbourg (Prancis: Université de Strasbourg, Unistra) adalah sebuah universitas riset publik yang berlokasi di Strasbourg, Prancis, dengan lebih dari 52.000 mahasiswa dan 3.300 peneliti. Didirikan pada abad ke-16 oleh Johannes Sturm, universitas ini menjadi pusat kehidupan intelektual selama Era Pencerahan.
Pada tahun 1970-an, universitas lama direorganisasi menjadi tiga institusi yang berbeda, yang kemudian digabung kembali pada tahun 2009. Universitas Strasbourg yang ada saat ini terdiri atas 35 fakultas, sekolah, dan institut akademik, serta 71 laboratorium penelitian yang tersebar di enam kampus, termasuk lokasi bersejarah di Neustadt.
Sepanjang keberadaannya, para alumni, staf pengajar, atau peneliti Unistra mencakup 18 penerima Nobel, dua penerima Fields Medal, serta banyak tokoh penting lain di bidangnya masing-masing. Di antaranya adalah Goethe, negarawan Robert Schuman, sejarawan Marc Bloch, dan beberapa ahli kimia seperti Louis Pasteur.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Universitas tersebut berasal dari Jean Sturm Gymnasium, sebuah gimnasium yang berinspirasi Lutheran dan humanis, yang didirikan pada tahun 1538 oleh Johannes Sturm di Kota Kekaisaran Bebas Straßburg. Lembaga ini diubah menjadi universitas pada tahun 1621 (Jerman: Universität Straßburg) dan dinaikkan statusnya menjadi universitas kerajaan pada tahun 1631. Di antara mahasiswa universitas paling awal adalah Johann Scheffler, yang belajar kedokteran dan kemudian berpindah menjadi Katolik serta menjadi mistikus dan penyair Angelus Silesius.[1]
Universitas Lutheran Jerman tersebut tetap bertahan bahkan setelah aneksasi kota oleh Raja Louis XIV pada tahun 1681 (salah satu mahasiswa terkenalnya adalah Johann Wolfgang von Goethe pada tahun 1770/71), tetapi perlahan berubah menjadi universitas berbahasa Prancis selama Revolusi Prancis.
Universitas ini didirikan kembali sebagai Kaiser-Wilhelm-Universität Jerman pada tahun 1872, setelah perang Prancis–Prusia dan aneksasi Alsace-Lorraine ke Jerman yang memicu eksodus besar para pengajar berbahasa Prancis ke arah barat. Pada masa Kekaisaran Jerman, universitas ini diperluas secara besar-besaran dan banyak bangunan baru didirikan karena universitas tersebut dimaksudkan menjadi etalase budaya Jerman menandingi budaya Prancis di Alsace.[butuh rujukan] Pada tahun 1918, Alsace-Lorraine dikembalikan kepada Prancis, sehingga terjadi eksodus terbalik dari para pengajar berbahasa Jerman.
Selama Perang Dunia II, ketika Prancis diduduki, staf dan peralatan Universitas Strasbourg dipindahkan ke Clermont-Ferrand. Sebagai gantinya, Reichsuniversität Straßburg Jerman yang berumur pendek didirikan.
Pada tahun 1971, universitas ini dibagi menjadi tiga institusi terpisah:
- Universitas Louis Pasteur (Strasbourg I)
- Universitas Marc Bloch (Strasbourg II)
- Universitas Robert Schuman (Strasbourg III)
Sebagai hasil dari reformasi pendidikan tinggi nasional, ketiga universitas ini digabung pada 1 Januari 2009, dan lembaga baru tersebut menjadi salah satu universitas Prancis pertama yang mendapat otonomi lebih besar.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ The British and Foreign Evangelical Review (dalam bahasa Inggris). Johnstone & Hnuter. 1870.
- ↑ "Décret n° 2008-787 du 18 août 2008 portant création de l'université de Strasbourg - Légifrance". www.legifrance.gouv.fr (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-11-14.