Universitas Muhammadiyah Palembang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Universitas Muhammadiyah adalah perguruan tinggi swasta terkemuka di nasional, serta terbesar di sumatera selatan, berlokasi di Kota Palembang yang memiliki visi menjadi universitas nasional berkelas Internasional yang unggul dalam Ipteks berbasis keislaman.

Universitas Muhammadiyah
JenisPerguruan tinggi Swasta
Didirikan15 Juni 1979 M atau 20 Rajab 1399 H
RektorDr. Abid Djazuli, S.E., M.M.
Jumlah mahasiswa12.000
Alamat
Jl. Jenderal A. Yani Kelurahan 13 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II
, , ,
30263
,
Situs webhttps://www.um-palembang.ac.id/

Pimpinan Universitas[sunting | sunting sumber]

Rektor : Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M.

Wakil Rektor I : Prof. Dr. Indawan, M.Pd.

Wakil Rektor II : Prof. Dr. Hj. Fatimah, S.E., M.Si.

Wakil Rektor III : Dr. Ir. Mukhtaruddin Muchsiri, M.P.

Wakil Rektor IV : Dr. Antoni, M.H.I.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Ide untuk mendirikan perguruan tinggi Muhammadiyah berbentuk Universitas dicetuskan oleh tokoh-tokoh muda Muhammadiyah yaitu : Drs. M. Djafar Murod dan kawan-kawan seperti Drs. Sanusi Has, Drs. Al Hady Haq, Drs. Idris Halim, dan Drs. Fikri Bastari. Pada tahun 1963 dari cetusan kelompok muda ini disambut baik oleh para tokoh pimpinan Muhammadiyah Wilayah Sumatera Selatan H. M. Siddik Adiem, K. H. Masyhur Azhari, Djama'in Sutan Marajo, M. Yunus, Datuk Rusli, Zamhari Abidin, S.H. yang akhirnya dikenal sebagai perintisnya.

Usaha mereka ini belum dapat diwujudkan karena berlakunya Undang-undang Nomor 22 tahun 1961, dimana persyaratan mendirikan Perguruan Tinggi Swasta menimal memiliki 4 (empat) Fakultas dan 2 (dua) di antaranya Fakultas Eksakta. Pada tahun 1963 didirikan Fakultas Hukum dan Fakultas Filsafat Muhammadiyah (FHFM). FHFM inilah merupakan emrio Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada mulanya kegiatan perkuliahan dilakukan di Masjid Muhammadiyah Bukit Kecil Palembang dengan jumlah mahasiswa 20 orang. Pada waktu itu pimpinan FHFM adalah :

Dekan : K. H. Mansyur Azhari

Sekretaris : Drs. M. Djafar Murod

Pada tahun 1965 FHFM berubah nama menjadi Fakultas Hukum dan Ilmu Kemasyarakatan (FHIK) Muhammadiyah cabang Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tanggal 28 Januari 1974 FHIK berubah lagi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah (STIHM).

Pada tahun 1979 ide mendirikan Universitas Muhammadiyah di Kota Palembang muncul kembali atas inisiatif dan kemauan keras dari tokoh-tokoh muda dan sarjana muslim. Susunan panitia pendirian Universitas Muhammadiyah Palembang adalah sebagai berikut :

Ketua : Drs. M. Djafar Murod

Sekretaris : Hasnil Basri

Bendaharawan : Aji Pasim, S.H.

Anggota :

  1. Drs. M. Syarkowi Nur
  2. Drs. Zainal Abidin Gaffar
  3. Drs. Amiruddin
  4. Ir. Hasbullah Sahar

Kemudian baru pada tanggal 15 Juni 1979 M bersamaan dengan tanggal 20 Rajab 1399 H Universitas Muhammadiyah Palembang resmi dibuka dengan 3 (tiga) fakultas, dengan Surat Keputusan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (YPTM) Sumatera Selatan Nomor 010/YPTM/79, yaitu : FT (Prodi Teknik Sipil), FE (Prodi Manajemen Perusahaan), FKIP (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Administrasi Pendidikan, Pendidikan Matematika).

Oleh karena adanya peraturan bahwa setiap Universitas harus memiliki paling sedikit dua fakultas eksakta, maka ketiga fakultas yang didirikan tersebut sementara waktu dinamakan sekolah Tinggi. Penamaan Sekolah Tinggi tersebut sebenarnya didasarkan kepada kebijakan Mendikbud yang waktu itu dijabat oleh Dr. Daoed Joesoef, yang belum memperkenankan Universitas Muhammadiyah menjadi Universitas, tetapi baru berupa Sekolah Tinggi saja. Hal tersebut sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh politik pada waktu itu. Tanggal 25 November 1980 mendapat Piagam Pendirian sari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan surat keputusan Nomor 032/III-SMS-79/80.

Pada tahun 1982 bertambah lagi satu Fakultas yaitu Fakultas pertanian dan pada tahun 1982 tersebut Universitas Muhammadiyah Palembang memperoleh Status Izin Prinsip dari Kopertis Wilayah II Palembang dengan Surat Keputusan Nomor 83/Kop.II/N.IV/1982 terhitung tanggal 9 Maret 1984. Universitas Muhammadiyah Palembang ketika itu dengan empat fakultas yaitu : FT, FE, FKIP, dan FP mendapat Status Terdaftar dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 090/O/1984. Pada tanggal itu pula Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah (STIHM) berintegrasi ke dalam Universitas Muhammadiyah Palembang menjadi Fakultas Hukum dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 089/O/1984.

Kemudian pada tahun 1989 Universitas Muhammadiyah Palembang memperoleh Status Diakui oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0415/O/1989 tanggal 29 Juni 1989 dan Surat Keputusan Nomor 048/O/1989 tanggal 1 Agustus 1989. Tahun 1990, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Muhammadiyah (STIDM) berintegrasi ke Universitas Muhammadiyah Palembang dengan nama Fakultas Ushuluddin. Selanjutnya dengan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 90 tahun 1990 mendapat Status Terdaftar untuk program Strata 1 (S1) dengan Program Studi Dakwah. Pada tahun 1994 Fakultas Ushuluddin berubah menjadi Fakultas Agama Islam (FAI) dengan Surat Keputusan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Nomor 30/YPTM/SS/1994 tanggal 18 Dzulqaidah bersamaan dengan tanggal 21 April 1994.

Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang semula bertempat di Jalan K. H. Ahmad Dahlan Kompleks Bukit Kecil Palembang. Sejak tahun 1981 kampus ini dipindahkan ke Jalan Jenderal Ahmad Yani 13 Ulu Palembang dan sejak itu pula pembangunan kampus terus dilaksanakan. Saat ini kampus Universitas Muhammadiyah Palembang memiliki area seluas 5 hektare, dibagi menjadi 2 (dua) kampus yaitu Kampus A (3,5 hektare) dan Kampus B (1,5 hektare), dengan gedung berlantai satu, dua, dan tiga yang terdiri dari : Kampus A seluas 3,5 hektare, dengan rincian :

No Nama Bangunan Luas (m²)
1 Kantor Pusat Administrasi 1.000 m²
2 Ruang Administrasi Fakuktas 1.305 m²
3 Ruang Kuliah 7.340 m²
4 Perpustakaan 105 m²
5 Laboratorium 388 m²
6 Ruang Fotokopi dan Percetakan 105 m²
7 Ruang Serbaguna 600 m²
8 Masjid Al Hikmah 289 m²
9 Lapangan Parkir 10.000 m²
Sumber :BAU UM Palembang, 2012

Kampus B seluas 1,5 hektare dengan rincian :

No Nama Bangunan Luas (m²)
1 Ruang Kuliah 796 m²
2 Ruang Administrasi Fakuktas 370 m²
3 Perpustakaan 200 m²
4 Laboratorium 2.164 m²
5 Ruang Komputer 182 m²
6 Ruang Serbaguna 364 m²
7 Sarana Olahraga 800 m²
8 Ruang Kegiatan Mahasiswa 236 m²
9 Lapangan Parkir 1.495 m²
10 Lapangan Terbuka, Jalan 8.393 m²
Sumber : BAU UM Palembang, 2012

Area Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang sejak tahun 1997 diperluas 1,5 hektare sebagai Kampus B di Jalan Talang Banten 13 Ulu Palembang. Selain itu telah dibuat pula Rencana Induk Kampus Baru Universitas Muhammadiyah Palembang seluas 35,47 hektare di KM 28 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Saat ini Universitas Muhammadiyah Palembang memiliki 7 (tujuh) fakultas, 23 Program Studi (S1), 1 Program Studi D3, dan 2 Program Studi Pascasarjana (S2).

Makna Lambang[sunting | sunting sumber]

  1. Matahari berwarna kuning yang memiliki sinar Utama dua belas dan setiap sinarnya memiliki lima pancaran melambangkan daya vitalitas dan dinamika yang memancar dari dalam dirinya sendiri, memberikan kehidupan kepada lainnya.
  2. Tulisan Muhammadiyah yang berasa di bagian tengah, berwarna kuning dalam tulisan arab adalah melambangkan bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah, berdiri di bawah panji-panji Persyarikatan Muhammadiyah, oleh karena itu seluruh aktivitasnya wajib menyelaraskan dengan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah.
  3. Dua kalimat syahadat berwarna kuning salam tulisan arab bermakna bahwa persyarikatan berusaha memancarkan cahaya ketauhidan yang meyakini bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad SAW. adalah utusan Allah.
  4. Lukisan padi berwarna kuning berjumlah 19 (sembilan belas) butir dan kapas 12 (dua belas) kuntum dengan tangkai berwarna kuning, menggambarkan tahun berdirinya persyarikatan, sekaligus lambang kemakmuran dan kesejahteraan yang menjadi cita-cita Bangsa Indonesia. Lambang ini juga berarti bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang mendidik tenaga ahli di bidangnya yang berguna bagi kesejahteraan umat, bangsa, dan negara serta memiliki komitmen untuk mewujudkan sarjana yang berakhlak mulia.
  5. Tulisan melingkar "UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG" berwarna kuning memberikan arti Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang berada di Kota Palembang.
  6. Bintang persegi lima berjumlah dua buah yang berada di bagian ujung dan pangkal tulisan Palembang melambangkan Universitas Muhammadiyah Palembang beraqidah Islam yang bersumber pada Al Qur’an dan Hadits, serta berasaskan (berdasarkan) Pancasila dan UUD 1945.
  7. Lima kelompok bunga melingkar di bagian luar berwarna kuning, bagian tengah berwarna hijau, dan bagian salam berwarna kuning melambangkan dalam melaksanakan tugas utamanya seluruh unsur yang terlibat di dalam Universitas Muhammadiyah Palembang harus dilandasi dengan prinsip kesabaran, ketelitian, dan kemuliaan semata-mata mencari ridha Allah serta memiliki keteguhan untuk menegakkan rukun Islam. Selain itu, kelopak bunga, melambangkan Pancasila sebagai dasar falsafah negara Republik Indonesia.
  8. Lambang Muhammadiyah dijadikan inti lambang Universitas Muhammadiyah Palembang terkandung maksud bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang merupakan amal usaha Muhammadiyah, sehingga segala gerak dan aktivitas yang dilakukan harus selaras dengan khitah, keyakinan, dan cita-cita hidup Muhammadiyah.
  9. Seluruh lambang berlatar belakang warna hijau, lambang dari kemakmuran dan kedamaian. Diharapkan lulusan dari Universitas Muhammadiyah Palembang, mampu membawa kemakmuran dan kedamaian bagi masyarakat.