Ular laut berperut kuning

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ular laut berperut kuning
Pelamis platura, Costa Rica.jpg
Yellow-bellied sea snake
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Elapidae
Subfamili: Hydrophiinae
Genus: Hydrophis
Nama binomial
Hydrophis platurus
(Linnaeus, 1766)
Yellow-bellied Sea Snake Pelamis platura distribution map.png
Sebaran ular laut berperut kuning, titik-titik merah menunjukkan daerah perairan tempat tinggal ular ini untuk beristirahat dan mencari makan.[1]
Sinonim

Ular laut berperut kuning adalah jenis ular laut berbisa tinggi yang tersebar luas di perairan Samudera Hindia hingga Oseania. Sebarannya bahkan mencapai Kepulauan Hawaii dan pantai barat Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara, membuatnya menjadi spesies ular dengan penyebaran geografis paling luas di dunia. Ular ini juga disebut ular belerang karena memiliki perut yang berwarna kuning belerang dan termasuk golongan ular yang sangat berbisa keras.[4]

Taksonomi[sunting | sunting sumber]

Sebelumnya, ular ini ditetapkan sebagai genus tersendiri dengan nama spesies yang sama, Pelamis platurus. Namun kemudian, ular ini diklasifikasikan sebagai salah satu spesies dari genus Hydrophis. Ular ini berkerapat dekat dengan ular laut jenis lain dan ular-ular berbisa di daratan Australia.[4][5][6][7]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Bagian perut ular laut berperut kuning

Ular ini dapat dibedakan dari ular laut lain. Ciri khasnya adalah punggungnya yang berwarna hitam mengkilap dan perut yang berwarna kuning terang atau terkadang kuning belerang. Sisik-sisikular ini berukuran kecil dan halus. Penampang badannya berbentuk pipih pada bagian perut. Ekor berbentuk pipih dan berwarna bercak-bercak hitam dan kuning. Panjang ular jantan mencapai 0.72 meter dan yang betina mencapai 0.88 meter. Ular ini termasuk jenis ular laut paling tangguh dan berbadan kokoh. Hal ini karena ular ini adalah jenis ular yang sangat aktif menjelajahi lautan yang luas dengan tekanan, kadar garam, dan arus air yang berbeda di setiap wilayah perairan, namun ular ini tidak bisa hidup di laut dengan kadar garam yang sangat tinggi seperti di Laut Merah. Ular ini berkembang biak dengan melahirkan di dalam air, biasanya di terumbu karang di zona pantai. makanan ular ini adalah ikat kecil, terutama ikan sarden. Ular ini menangkap mangsa dengan cara menggunakan perutnya yang berwarna kuning yang memikat ikan-ikan kecil. Begitu ikan mendekat, ular ini langsung berbalik arah dan menerkam ikan tersebut yang ada di bawah perutnya. Ular ini termasuk ular yang sangat tahan terhadap air asin dan dapat menahan dehidrasi hingga 7 bulan.[4][8][9][10][11]

Penyebaran dan habitat[sunting | sunting sumber]

Ular laut berperut kuning menyebar sangat luas di dunia.[12] Ular ini tersebar luas di seluruh lautan dan pantai tropis dan subtropis Samudera Hindia dan Pasifik mulai dari sebelah timur Tanjung Harapan dan sepanjang pantai timur Afrika, pantai timur Jazirah Arab (termasuk Teluk Persia, lalu ketimur hingga perairan Sri Lanka, Kepulauan Andaman dan Nikobar, perairan Asia Tenggara dan Nusantara, Laut China Timur (termasuk perairan Korea dan Laut Jepang bagian selatan), perairan Filipina, hingga perairan Oseania (termasuk pantai timur Australia, lautan utara Selandia Baru). Ular ini, bersama dengan Erabu (Laticauda Sp.) adalah jenis-jenis ular yang dapat di temui di perairan utara Selandia Baru, negara kepulauan di sebelah tenggara Australia yang sebenarnya tidak terdapat ular sama sekali di sana.[13]

Sebarannya bahkan mencapai Kepulauan Hawaii dan membuatnya menjadi satu-satunya jenis ular yang hidup di sana.[14] Bahkan sebaran ular ini juga meluas hingga pantai barat Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara, sehingga menjadi satu-satunya jenis ular laut yang bisa di temui di benua tersebut, meski hanya di pantai barat. Sebarannya di pantai barat Benua Amerika meliputi Teluk Kalifornia hingga pantai Ekuador dan pantai utara Peru.[15][16]

Walau begitu, ular ini tidak terdapat di Samudera Atlantik. Hal ini karena evolusi dan proses penyebaran ular laut diperkirakan terjadi beberapa waktu setelah benua di dunia terpecah menjadi enam benua (tidak ada pemisahan Amerika Utara dan Amerika Selatan) seperti sekarang.[17] Akan tetapi, ada beberapa kasus penemuan ular ini di beberapa pantai di sisi barat Afrika, yaitu penemuan satu spesimen di Namibia.[18][19] Ular ini juga dilaporkan pernah terlihat di beberapa pantai di pantai timur Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia, kemungkinan karena beberapa spesimen menyeberang lewat Terusan Panama. Namun hal ini diperdepatkan mengingat kadar garam di terusan tersebut yang rendah, atau berupa air tawar, sementara ular ini diketahui juga tidak toleran terhadap air dengan kadar garam yang sangat rendah seperti air tawar.[20]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Guinea, M., Lukoschek, V., Cogger, H., Rasmussen, A., Murphy, J., Lane, A., Sanders, K. Lobo, A., Gatus, J., Limpus, C., Milton, D., Courtney, T., Read, M., Fletcher, E., Marsh, D., White, M.-D., Heatwole, H., Alcala, A., Voris, H. & Karns, D. (2010). "Pelamis platura". IUCN Red List of Threatened Species. IUCN. 2010: e.T176738A7293840. Diakses tanggal 8 April 2016. 
  2. ^ Boulenger, G.A. 1896. Catalogue of the Snakes in the British Museum (Natural History). Volume III., Containing the Colubridæ (Opisthoglyphæ and Proteroglyphæ)... Trustees of the British Museum (Natural History). London. pp. 266–268.
  3. ^ The Reptile Database. www.reptile-database.org.
  4. ^ a b c http://reptile-database.reptarium.cz/species?genus=Hydrophis&species=platurus&exact[0]=species
  5. ^ "CSL Antivenom Handbook – Sea Snake Antivenom". www.toxinology.com. 
  6. ^ Lanza, B.; Boscherini, S. (2000). "The gender of the genera Podarcis Wagler 1830 (Lacertidae), Pelamis Daudin 1803 (Hydrophiidae) and Uropeltis Cuvier 1829 (Uropeltidae)". Tropical Zoology. 13 (2): 327–329. doi:10.1080/03946975.2000.10531139. 
  7. ^ Rasmussen, Arne Redsted; Sanders, Kate Laura; Guinea, Michael L.; Amey, Andrew P. (2014-01-01). "Sea snakes in Australian waters (Serpentes: subfamilies Hydrophiinae and Laticaudinae)-a review with an updated identification key". Zootaxa. 3869: 351–371. doi:10.11646/zootaxa.3869.4.1. ISSN 1175-5334. PMID 25283923. 
  8. ^ Sanders, Kate L.; Rasmussen, Arne R.; Elmberg, Johan (2012-08-01). "Independent Innovation in the Evolution of Paddle-Shaped Tails in Viviparous Sea Snakes (Elapidae: Hydrophiinae)". Integrative and Comparative Biology (dalam bahasa Inggris). 52 (2): 311–320. doi:10.1093/icb/ics066. ISSN 1540-7063. PMID 22634358. 
  9. ^ Aubret, F.; Shine, R. (2008-04-01). "The origin of evolutionary innovations: locomotor consequences of tail shape in aquatic snakes". Functional Ecology (dalam bahasa Inggris). 22 (2): 317–322. doi:10.1111/j.1365-2435.2007.01359.x. ISSN 1365-2435. 
  10. ^ Dunson, William A.; Packer, Randall K.; Dunson, Margaret K. (1971-01-01). "Sea Snakes: An Unusual Salt Gland under the Tongue". Science. 173 (3995): 437–441. doi:10.1126/science.173.3995.437. JSTOR 1732639. PMID 17770448. 
  11. ^ (M.A. Smith, 1943: 476–477, gives more complete descriptions of the color pattern variants).
  12. ^ Rasmussen, Arne Redsted; Murphy, John C.; Ompi, Medy; Gibbons, J. Whitfield; Uetz, Peter. "Marine Reptiles". PLoS ONE. 6 (11): e27373. doi:10.1371/journal.pone.0027373. PMC 3210815alt=Dapat diakses gratis. PMID 22087300. 
  13. ^ Quiñones, Javier; Burneo, Karla García; Barragan, Claudio. "Rediscovery of the Yellow-bellied Sea Snake, Hydrophis platurus (Linnaeus, 1766) in Máncora, northern Perú". Check List. 10 (6): 1563. doi:10.15560/10.6.1563. 
  14. ^ Liptow, J. 1999. "Pelamis platurus" (On-line), Animal Diversity Web. Accessed June 23, 2007 at [1]
  15. ^ Quiñones, Javier; Burneo, Karla García; Barragan, Claudio. "Rediscovery of the Yellow-bellied Sea Snake, Hydrophis platurus (Linnaeus, 1766) in Máncora, northern Perú". Check List. 10 (6): 1563. doi:10.15560/10.6.1563. 
  16. ^ Palermo, Elizabeth; LiveScience (December 28, 2015). "Venomous Sea Snake Washes Up on California Beach, Surprising Scientists". Scientific American. Diakses tanggal 2016-03-30. 
  17. ^ Harvey B Lillywhite, Coleman M Sheehy, Harold Heatwole, François Brischoux, David W Steadman; "Why Are There No Sea Snakes in the Atlantic?", BioScience, Volume 68, Issue 1, 1 January 2018, Pages 15–24, https://doi.org/10.1093/biosci/bix132
  18. ^ Sexton, Owen J. (1967-01-01). "Population Changes in a Tropical Lizard Anolis limifrons on Barro Colorado Island, Panama Canal Zone". Copeia. 1967 (1): 219–222. doi:10.2307/1442198. JSTOR 1442198. 
  19. ^ Also see references in The Living Shores of Southern Africa, Margo and George Branch, pp. 130–131, Macmillan South Africa (Publishers), Johannesburg and "Snake versus Man" Johan Marais, pp. 50–51, C. Struik Publishers, Cape Town.
  20. ^ Hernández-Camacho, J.I. & Álvarez-León, Ricardo & Renjifo-Rey, J.M.. (2006). Pelagic sea snake Pelamis platurus (Linnaeus, 1766) (Reptilia: Serpentes: Hydrophiidae) is found on the Caribbean Coast of Colombia. Mem. Fund. La. Salle Cien. Nat.. 164. 143-152.

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Ditmars, R.L. 1936. The Reptiles of North America. Doubleday, Doran & Co. New York. 476 pp.
  • Hecht, M. K.; Kropach, C.; Hecht, B. M. (1974). "Distribution of the yellow-bellied sea snake Pelamis platurus, and its significance in relation to the fossil record". Herpetologica. 30: 387–395. 
  • Kropach, C. 1975 The yellow-bellied sea snake, Pelamis, in the eastern Pacific. pp. 185–213 in: Dunson, W., ed., The Biology of Sea Snakes. Univ. Park Press, Baltimore, xi + 530 pp.
  • Smith, M.A. 1943. The Fauna of British India, Ceylon and Burma, including the Whole of the Indo-Chinese Sub-region. Reptiles and Amphibians. Vol. III. – Serpentes. Taylor & Francis. London. 583 pp.

Informasi lainnya[sunting | sunting sumber]