Ular bertentakel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ular bertentakel
HerpetonTentaculatumFord.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Homalopsidae
Genus: Erpeton
Lacépède, 1800
Nama binomial
Erpeton tentaculatum
Lacépède, 1800[2]
Sinonim

Erpeton tentaculatus [orth. error] Lacépède, 1800
Rhinopirus erpeton Merrem, 1820
Homalopsis herpeton Schlegel, 1837
Herpeton tentaculatum Jan, 1860

Ular bertentakel adalah sejenis ular air, satu-satunya dari genus Erpeton suku Homalopsidae. Ular ini adalah satu-satunya ular di dunia yang memiliki sepasang tentakel seperti kumis di hidungnya. Ular ini terdapat di Asia Tenggara.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Ular ini berukuran kecil, panjangnya antara 50 sampai 90 meter.[3][4] Warna tubuhnya cokelat gelap dengan belang-belang sempit berwarna cokelat pucat di punggung dan di kedua sisi badan.

Kumis Tentakel[sunting | sunting sumber]

Ular bertentakel di habitat alami

Ular ini adalah satu-satunya ular di dunia yang memiliki dua tentakel yang terletak di dekat hidungnya. Fungsi tentakel ini untuk membantunya mendeteksi mangsanya di air yang keruh.[5] Mangsanya adalah ikan kecil.[1]

Ular ini tidak berbahaya bagi manusia. Taring bisa ular ini terletak di rahang belakang atas dan berukuran sangat kecil. Bisanya hanya mampu membunuh mangsanya.[6]

Sebaran geografis[sunting | sunting sumber]

Ular ini hanya bisa di temukan di Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam. Habitat ular ini adalah sungai yang mengalir pelan, tambak, perairan dekat sawah, dan saluran irigasi.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Templat:IUCN2014.3
  2. ^ Erpeton tentaculatum di Reptarium.cz Reptile Database. Diakses 14 February 2015.
  3. ^ http://www.siam-info.de/english/snakes_homalopsinae.html#Erpeton%20tentaculum
  4. ^ http://www.torontozoo.com/Animals/details.asp?AnimalId=580
  5. ^ Catania, K. C. , D. B. Leitch and D. Gauthier (2010). "Function of the appendages in tentacled snakes (Erpeton tentaculatus)". Journal of Experimental Biology 213: 359–367. doi:10.1242/jeb.039685. 
  6. ^ Fry, Bryan G., Holger Scheib, Louise van der Weerd, Bruce Young, Judith McNaughtan, S. F. Ryan Ramjan, Nicolas Vidal, Robert E. Poelmann, and Janette A. Norman (2008). "Evolution of an arsenal: structural and functional diversification of the venom system in the advanced snakes (Caenophidia)" (PDF). Molecular & Cellular Proteomics 7: 215–246. doi:10.1074/mcp.M700094-MCP200. 

Informasi lainnya[sunting | sunting sumber]