Ular banteng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ular banteng
King korros 1654-apk.jpg
Ular banteng dari Banyuwangi, Jatim.
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Subfamili: Colubrinae
Genus: Ptyas
Spesies: P. carinata
Nama binomial
Ptyas carinata
(Günther, 1858)
Sinonim
  • Zaocys (Zapyrus) carinatus - Boettger 1887
  • Zaocys tenasserimensis - Sclater 1891
  • Zaocys carinatus — Boulenger 1893
  • Ptyas carinatus — Wall 1923
  • Zaocys carinatus — M.A. Smith 1943
  • Zaocys carinatus — Grandison 1978
  • Ptyas carinatus — David & Vogel 1996
  • Zaocys carinatus — Manthey & Grossmann 1997
  • Ptyas carinatus — Cox et al. 1998
  • Zaocys carinatus — Grismer et al. 2002
  • Zaocys carinatus — Rooijen & Rooijen 2002
  • Ptyas carinatus — Malkmus et al. 2002
  • Ptyas carinata — David & Das 2004

Ular banteng adalah sejenis ular tikus dari suku [{Colubridae]].[2] Ular ini terdapat di Asia Tenggara. Nama-nama umum ular ini antara lain: ular sapi besar, ular koros raja; ula banteng, ula sawah lembu (JW); dan sebagainya. Nama umumnya dalam bahasa inggris adalah Keeled ratsnake.[3][4]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Total panjang tubuhnya mencapai 3000 mm. Bagian depan punggungnya coklat kekuning-kuningan atau coklat hijau pupus sampai hitam garis-garis loreng melintang berwarna kuning. Sedangkan bagian depannya, berwarna coklat muda lebih terang dengan corak jala-jala hitam. Sementara bagian atas ekornya berbintik-bintik kuning. Warna bagian ventral badannya bervariasi, bagian sebelah depan dari dagu sampai pertengahan kuning pupus tapi lebih ke arah belakang hitam dan kuning. Sepintas Ptyas carinatus dapat membingungkan karena serupa dengan ular Anang (Ophiophagus hannah). Warna kuning oranye di leher ular Anang yang membedakannya dengan ular Banteng ini.[5]

Panjang jarak antara moncong-anus mencapai 2250 mm. Bibir atasnya terdiri dari 8-10, sisik keempat dan kelima atau kelima dan keenam menyentuh mata. Sisik preocular 1. Ada sisik subocular yang ukurannya kecil dan karena letaknya anterior maka seolah-olah seperti sisik preocular. Sisik postocular 2. Sisik loreal ada 2 atau 3. Sisik temporal 2+2. Sisik dorsal pada bagian tengah badannya terdiri dari 16 atau 18 baris dan sisik baris keempat sampai keenam berlunas kuat. Sisik-sisik ventral berjumlah 208-215. Sisik anal ganda. Sisik-sisik subcaudal ada sekitar 110-118 dan terdiri dari 2 baris sisik.[5][4]

Kebiasaan[sunting | sunting sumber]

Ular ini dapat ditemukan di daerah dataran rendah dan pegunungan dengan ketinggian mencapai 1500 meter. aktif pada siang hari. Kebanyakan bergerak di permukaan tanah walaupun demikian ular dapat pula naik ke atas pohon dan merupakan jenis yang pandai berenang. Makanan utamanya adalah tikus, kadal, dan katak. Berkembang-biak dengan cara bertelur, betina akan mengeluarkan sebanyak 10 butir telur. Walaupun jenis ini tidak berbisa tetapi gigitannya dapat menyebabkan luka yang sakit sekali.[5][3]

Agihan[sunting | sunting sumber]

Indonesia (Sumatera, Nias, Mentawai, Bangka-Belitung, Jawa, Madura, Bali, dan Kalimantan), Myanmar, Malaysia, Thailand, Filipina, Kamboja, Vietnam, dan Singapura.

Sumber-sumber[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Templat:IUCN2014.2
  2. ^ Ptyas carinata di Reptarium.cz Reptile Database. Diakses 13 August 2014.
  3. ^ a b "Ptyas carinata (Günther, 1858)". ubio.org. Diakses tanggal 13 August 2014. 
  4. ^ a b "Ptyas carinata". Animal Diversity Web. Diakses tanggal 13 August 2014. 
  5. ^ a b c http://biologi.lipi.go.id/bio_bidang/file_zoo/snake/colubridae_ptyas_carinatus.htm

Informasi lainnya[sunting | sunting sumber]