Ular-terbang firdaus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ular-terbang firdaus
Chrysopelea paradisi (6032067972).jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Chrysopelea
Spesies: C. paradisi
Nama binomial
Chrysopelea paradisi
Boie, 1827

Ular-terbang firdaus adalah spesies ular pohon dari familia Colubridae. Seperti halnya jenis-jenis Chrysopelea lainnya, ular ini dapat berpindah dari satu pohon ke pohon lain dengan melayang di udara. Ular-terbang firdaus juga dikenal dengan sebutan "ular firdaus", "ular sawa burung" (Bhs. Melayu), dan juga "ulo jelutung" (Bhs. Jawa, istilah ini juga digunakan sebagai sebutan untuk ular-pohon emas). Dalam bahasa inggris dikenal dengan nama Paradise tree snake atau Paradise flying snake.[1]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Paradise Tree Snake Chrysopelea paradisi at Singapore DSCF6896.JPG

Panjang tubuh ular-terbang firdaus mencapai 1.2 meter. Kepalanya berbetuk oval dengan mata yang agak besar. Badannya ramping dan silindris. Tubuh bagian atas berwarna kuning kehijauan dengan tepian sisik berwarna hitam. Di sepanjang puncak tubuh bagian atas dihiasi deretan bintik-bintik berwarna kemerahan, dari belakang kepala hingga ekor. Sisi samping tubuh berwarna sama dengan tubuh bagian atas, namun dengan tepian yang lebih tipis dan tidak ada bintik-bintik merahnya. Bagian bawah tubuh berwarna kuning pucat atau hijau pucat. Kepala bagian atas berwarna hitam dan dihiasi bercak-bercak berwarna kuning pucat, sedangkan bagian bawah mulut dan kepala berwarna kuning pucat.[2]

Penyebaran dan habitat[sunting | sunting sumber]

Ular ini tersebar sangat luas di seluruh wilayah tropis Asia Tenggara: Myanmar selatan, Laos selatan, Vietnam selatan, Kamboja, Thailand, Malaysia, Indonesia (Sumatra, Weh, Bangka-Belitung, Nias, Kepulauan Mentawai, Kepulauan Riau, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Buton), dan Filipina (Kep. Sulu, P. Negros, Panay, Luzon, Cebu, Agusan del Norte, P. Dinagat). Habitat ular ini adalah pedalaman hutan hujan dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 1500 meter dpl, dan jauh dari jangkauan manusia.[1]

Kemampuan "terbang"[sunting | sunting sumber]

Paradise Tree Snake Chrysopelea paradisi at Singapore DSCF6917 (9).JPG

Seperti halnya jenis ular terbang lainnya, ular ini mampu berpindah dari pohon ke pohon dengan melayang di udara. Saat meluncur, ular ini melakukan gerakan "berenang", yaitu gerakan negayun-ayunkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri untuk mengarahkan badannya ke dahan pohon yang akan dituju. Ular ini mampu meluncur di udara hingga jarak 100 meter.[2]

Perilaku, makanan, dan reproduksi[sunting | sunting sumber]

Ular-terbang firdaus aktif pada siang hari saja. Ular ini biasanya berkelana di atas pohon dan sangat jarang turun ke tanah, biasanya hanya untuk minum. Ular ini sangat pandai memanjat pohon dengan permukaan yang tidak stabil, sisik-sisik perutnya berfungsi sebagai pengait dan penahan supaya tidak jatuh. Makanan utamanya adalah kadal, cecak, burung kecil, dan binatang pengerat kecil. Ular ini terkadang juga memangsa kelelawar kecil. Ular ini berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan hanya 5 sampai 8 butir saja.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]


  • Boie, F. 1827. Bemerkungen über Merrem's Versuch eines Systems der Amphibien, 1. Lieferung: Ophidier. Isis van Oken, Jena, 20: 508–566.
  • Das, I. 2012. A Naturalist's Guide to the Snakes of South-East Asia: Malaysia, Singapore, Thailand, Myanmar, Borneo, Sumatra, Java and Bali. Oxford J, ohn Beaufoy Publishing - get paper here
  • Janiawati, Ida Ayu Ari; Mirza Dikari Kusrini, Ani Mardiastuti 2016. Structure and Composition of Reptile Communities in Human Modified Landscape in Gianyar Regency, Bali. HAYATI Journal of Biosciences, doi:10.1016/j.hjb.2016.06.006 - get paper here