Uci Turtusi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Abuya Kyai Haji

Uci Turtusi Dimyati
Abuya Uci Turtusi.jpg
Abuya Uci pada 2017
GelarAbuya
Nama lainAbuya Uci
Data pribadi
Lahir
Uci Turtusi

Wafat6 April 2021
AgamaIslam
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Kota asalKabupaten Tangerang
Orang tuaHaji Dimyati Romli (ayah)
EtnisBanten
ZamanZaman modern
DenominasiSunni
MazhabSyafi'i
KredoAsy'ari
Minat utama
TarekatTarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah
Dikenal sebagaiPemimpin Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah Cilongok (2001–wafat)
Nama lainAbuya Uci
Pekerjaan
  • Ulama
  • penceramah
  • da'i
Pemimpin Muslim
Situs webhttps://abuyauci.com/

Abuya Kyai Haji Uci Turtusi bin Dimyati, lebih dikenal sebagai Abuya Uci (meninggal 6 April 2021[2]), adalah seorang ulama dan pendakwah Muslim Indonesia yang berpengaruh dari Banten. Uci adalah pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Istiqlaliyah Cilongok yang menggantikan ayahnya, Abuya Dimyati bin Romli, yang meninggal pada awal 2001.[1] Pesantren ini didirikan pada tahun 1957 oleh Abuya Dimyati, seorang ulama berpengaruh di Kabupaten Tangerang.[3]

Uci dikenal sebagai ulama yang dekat dengan mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur),[4] ia sering menyebut nama Gus Dur dalam setiap ceramah agamanya ketika membahas hakikat Islam dan kerap menceritakan beberapa keistimewaannya sebagai seorang Ulama Muslim yang menjadi presiden. Selain itu, Uci juga dikenal dekat dengan ulama muslim Indonesia berpengaruh lainnya seperti Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.[5]

Uci adalah guru spiritual untuk Gubernur Banten yang sedang menjabat, Wahidin Halim.[6] Ia termasuk salah satu tokoh yang mendukung Wahidin Halim dan Andika Hazrumy menjadi gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2017-2022 pada Pemilihan umum Gubernur Banten 2017.

Sanad Ilmu Abuya Uci Turtusi[sunting | sunting sumber]

1. Nabi Muhammad Sollallohu Alaihi Wasalam

2. Sayyidina Ali Karomallohu wajha / Sayyidati Fatimah Az-Zahro

3. Sayyidina Husein

4. Ali Zaenal Abidin

5. Muhammad Al-Baghir

6. Ja'far Shodiq

7. Ali Uraidy

8. Muhammad An-Naghieb

9. Isa Arumi

10. Ahmad Al-Muhajir

11. Ubaidillah

12. Alwi Alawiyyin

13. Muhammad

14. Alwi

15. Ali Khola' Ghosam

16. Muhammad Shohib Marbad

17. Alwi (Amil Faqih)

18. Abdul Malik

19. Abdulloh

20. Ahmad Jalaluddin

21. Jamaluddin Husein

22. Alj Nur'alam (syam)

23. Abdulloh (Raja Cempa Aceh)

24. Raden Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung Jati-Cirebon)

25. Sultan Maulana Hasanuddin (Banten)

26. Pangeran Yuda Negara

27. Panheran Surya Bajra (Panheran Surya Ningrat)

28.Tumenggung Kamil (Wulung Cilik)

29. Raden Data Saen

30. Raden Cimang

31. K.J Ahmad Khaerun

32. K.H Romli

33. K.H Dimyati (Cilongok)

34. K.H Uci Turtusi (Cilongok)

Biografi[sunting | sunting sumber]

Abuya KH Uci Thurtusi dari Kp. Cilongok, beliau adalah penerus ayahnya Alm Abuya Dimyathi Cilongok, bukan Abuya Dimyati Cidahu (ada dua nama kiyai besar bernama Abuya Dimyati) pengajar pengajian mingguan, jamaah yang hadir setiap minggu selalu memadati Kp. Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten tepatnya di Pesantren Al-Istiqlaliyyah, parkir mobil dan motor para Jamaah sudah tidak tertampung disatu tempat, sehingga kendaraan banyak parkir ditempat yang lumayan jauh, saking banyaknya jamaah yang tidak tertampung di masjid dan majelis, bahkan jamaah rela mencari tempat duduk disepanjang jalan, dibawah pohon, dan dirumah penduduk sekitar, jamaah mencapai ribuan bahkan puluhan ribu. Namanya sudah terkenal hingga keluar pulau jawa, bahkan yang menghadiri pengajian mingguan sering didatangi ulama dari mancanegara, seperti ulama dari Mesir , Yaman ,Arab , India , Irak , Maroko dan negara lainnya pernah berkunjung mengikuti acara pengajian.

Selain acara pengajian mingguan, ada beberapa acara besar yang diselengarakan tahunan, yaitu acara: Maulid Nabi, Haul Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani.Q.S.A, acara tersebut selalu diramaikan oleh ratusan ribu jamaah. Acara yang paling besar hingga para jamaah membludak membanjiri Kp. Cilongok menjadi lautan manusia, adalah Haul Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani.Q.S.A, ratusan jamaah sudah berdatangan mulai malam acara, dan terus berdatangan hingga pagi hari, dan dihadiri para pejabat, Alm Gusdur (semasa hidup), Bupati, para ulama di luar pulau jawa, ulama dari mancanegara, para Habaib dan para tokoh besar lainnya.

Acara pengajian mingguan membawa berkah bagi para pedagang, dibahu sepanjang jalan dan lapangan kosong para pedagang ikut meramaikan pengajian. Setiap minggu para pedagang menjajakan berbagai aneka makanan, baju muslim, makanan tradisional lokal, akik, sarana ibadah, minyak wangi, dan masih sangat banyak para pedagang lainnya.

Almarhum Gus Dur dan Muhammad Luthfi bin Yahya / Habib Luthfi merupakan sahabat dekat dari Kyai Uci Turtusi, Sebelum Almarhum Gus Dur Meninggal beliau ditanya oleh Kyai Uci Thurtusi, "Gus apa yang paling diinginkan oleh Gus apa? Baik di kala jadi presiden atau setelah lengser jadi presiden," (petikan ceramah). Jawaban Gus Dur adalah ketika ia wafat adalah minta sering-sering dikirimkan Al Fatihah. "Saya inginkan adalah ketika saya wafat, istri, anak, teman-teman dan sekitarnya mengirimkan Al Fatihah buat saya," kata Abuya menirukan Gus Dur.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]