Tur virtual

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Tur virtual adalah simulasi lokasi yang terdiri dari rangkaian video, gambar dan juga elemen multimedia lainnya seperti efek suara, narasi dan teks.

Ungkapan "tur virtual" sering digunakan untuk menggambarkan berbagai video dan media berbasis fotografi. Menunjukkan tampilan yang tidak terputus dalam bentuk panorama, karena panorama dapat berupa rangkaian foto atau cuplikan video. Namun, frasa "tur panorama" dan "tur virtual" sebagian besar diasosiasikan dengan tur virtual yang dibuat menggunakan kamera . Tur virtual biasanya terdiri dari sejumlah bidikan yang diambil dari satu titik pandang .

Tur virtual mulai marak ditemukan dimasa pandemi covid 19, sebagai dukungan sektor pariwisata khususnya desa wisata

Tur Virtual Desa Wisata[sunting | sunting sumber]

Di masa pandemi covid 19, tur virtual menjadi salah satu dukungan pemerintah terhadap sektor ekonomi desa. Tentu dengan pembatasan yang di anjurkan oleh pemerintah menyebabkan banyak desa wisata tidak lagi menerima kunjungan wisatawan. [1][2][3]

Salah satu platform teknologi tur virtual yang digunakan adalah Atourin [4] [5] dengan dukungan dari kementrian komunikasi dan informatika republik indonesia dan kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif [6][7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Media, Kompas Cyber (2021-01-27). "Jelajahi 10 Desa Wisata Tersembunyi di Indonesia Lewat Tur Virtual Ini Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-07-29. 
  2. ^ Media, Kompas Cyber (2021-03-08). "Kemendes PDTT: Hampir Seribuan Desa Wisata Ikut Pelatihan Virtual Tour Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-07-29. 
  3. ^ Khairally, Elmy Tasya. "Asyik, Traveler Bisa Virtual Tur ke Destinasi Wisata Sulsel dan Gorontalo". detikTravel. Diakses tanggal 2021-07-29. 
  4. ^ "Tur Virtual Digemari Wisatawan, Pramuwisata dan Pengelola Desa Diberi Pelatihan". iNews.ID. 2020-08-31. Diakses tanggal 2021-07-29. 
  5. ^ "Atourin Selenggarakan Pelatihan Online Gratis Terkait Virtual Tour". kumparan. Diakses tanggal 2021-07-29. 
  6. ^ RI, Kemenparekraf / Baparekraf (2021-03-10). "Bukan cuma tren, tur virtual adalah kebutuhan". PEDULI COVID19 | KEMENPAREKRAF / BAPAREKRAF RI (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-07-29. 
  7. ^ RI, Kemenparekraf / Baparekraf (2020-10-19). "Menabung Calon Turis Lewat Tur Wisata Virtual di Masa Pandemi". PEDULI COVID19 | KEMENPAREKRAF / BAPAREKRAF RI (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-07-29.