Tulang dari sebuah Tengkorak dengan Rokok yang Menyala

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Tulang dari sebuah Tengkorak dengan Rokok Menyala
Belanda: Kop van een skelet met brandende sigaret
Vincent van Gogh - Head of a skeleton with a burning cigarette - Google Art Project.jpg
Seniman Vincent van Gogh
Tahun kr. 1885–86
F212
Medium Minyak di atas kanvas
Ukuran 32 cm × 24.5 cm (13 in × 96 in)
Lokasi Museum Van Gogh, Amsterdam
Koordinat 52°21′31″LU 4°52′53″BT / 52,35854°LU 4,881319°BT / 52.35854; 4.881319Koordinat: 52°21′31″LU 4°52′53″BT / 52,35854°LU 4,881319°BT / 52.35854; 4.881319

Tulang dari sebuah Tengkorak dengan Rokok yang Menyala (bahasa Belanda: Kop van een skelet met brandende sigaret) adalah sebuah krya awal buatan Vincent van Gogh. Lukisan minyak di atas kanvas berukuran kecil dan tak bertanggal yang menampilkan sebuah tengkorak dan rokok tersebut merupakan bagian dari koleksi permanen Museum Van Gogh di Amsterdam.[1] Karya tersebut diyakini ditulis pada musim dingin 1885–86 sebagai sebuah tanggapan humor terhadap praktik-praktik akademik konservatif[1] – sebelum melukis model-model manusia hidup, akademisi rutin akan meliputi studi tengkorak, untuk mengembangkan pemahaman dari anatomi manusia – sebuah asumsi yang berdasarkan pada fakta bahwa Van Gogh berada di Antwerp pada masa itu, menghadiri kelas-kelas di Akademi Seni Rupa Murni Kerajaan, kelas-kelas yang kemudian ia katakan membosankan dan tak mengajarkannya apapun.[2]

Van Gogh meliputkan tengkorak dalam karya lainnya pada saat ia berada di Antwerp, sebuah sketsa "tengkorak gantung dan kucing". Pada 1887–88,[3]van Gogh melukis dua lukisan lain dengan tulang, satu-satunya karya lainnya (disamping gambar dari periode yang sama) yang memakai tulang sebagai sebuah motif.[2]

Karya tersebut berukuran 32 by 245 sentimeter (13 in × 96 in). Karya tersebut dianggap sebuah vanitas atau memento mori, pada masa saat Van Gogh sendiri pengalami penurunan kesehatan. Karya tersebut dipengaruhi oleh karya-karya Hercules Segers, seorang seniman asal Belanda pada abad ke-17, atau dari Félicien Rops, seorang Belgia yang sezaman dengan Van Gogh. Meskipun seringkali ditafsirkan sebagai kritikan terhadap rokok, Van Gogh sendiri merupakan seorang pecandu rokok, dan masih merokok sampai kematiannya pada 1890.[2]

Pada 2008, lukisan tersebut dipakai oleh perancang grafis Chip Kidd pada sampul edisi pertama untuk When You Are Engulfed in Flames, sebuah kumpulan esay yang ditulis oleh David Sedaris. Sedaris berkata telah "terbius dengan lukisan tersebut" setelah melihatnya di sebuah kartu pos saat sebuah kunjungan ke Amsterdam.[2]

Lukisan tersebut dipegang oleh saudara Van Gogh Theo Van Gogh pada saat ia wafat pada 1891. Karya tersebut diwarisi oleh jandanya Johanna van Gogh-Bonger sampai kematiannya pada 1925, dan kemudian oleh putra mereka Vincent Willem van Gogh sampai 1962, saat karya tersebut diambil oleh Yayasan Van Gogh. Karya tersebut disimpan di Museum Stedelijk dari 1962 sampai 1973, dan telah menjadi simpanan permanen di Museum Van Gogh, Amsterdam sejak 1973.[4]

Tulang (1887/1888) Tulang (1887/1888)
Tulang (1887/1888)
Tulang (1887/1888)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Skull of a Skeleton with Burning Cigarette, 1886". Van Gogh Museum. Diakses tanggal 2013-05-19. This curious and somewhat macabre little painting is undated. It was probably executed in the winter of 1885–86, during Van Gogh’s stay in Antwerp....This skull with a cigarette was likely meant as a kind of joke, and probably also as a comment on conservative academic practice.  Archived February 3, 2012, di the Wayback Machine.
  2. ^ a b c d Bundrick, Sheramy (June 14, 2008). "Memento Mori or Just a Joke?". Van Gogh's Chair (blog). blogspot.com. Diakses tanggal 2013-05-19. [H]is letters and anecdotes from others record that he sparred with his drawing and painting teachers and was scornful of conservative academic practice. His time at the Academy lasted only weeks; he felt he was learning nothing and later proclaimed academic training "damned boring". Taken from that perspective, 'Skull of a Skeleton with Burning Cigarette' could be read as a thumbing-of-the-nose at 'the establishment.' 
  3. ^ ""Hanging skeleton and cat"". 
  4. ^ Skull with Burning Cigarette, vggallery.com

Pranala luar[sunting | sunting sumber]