Tukang Ojek Pengkolan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tukang Ojek Pengkolan
GenreDrama
Komedi
Sinetron Terpanjang
PengarangAris Nugraha
SutradaraIip S Hanan (Episode 01-282)
Violano Tenori (Episode 282-581)
Harun Zein (Episode 581-954)
Dodi Sanjaya (Episode 954-sekarang)
PemeranEza Yayang
Tika Bravani
Furry Setya Raharja
Andri Sulistiandri
Fitri Ayu Maresa
Ranty Purnamasari
Otong Lalo
Afifah Ifah'nda
Fahmi Bo
Tengku Syarira Anataya
Tengku Firmansyah
Cindy Fatika Sari
Jaja Miharja
Gaby Marissa
Lagu pembuka"Hey Tukang Ojek"
Lagu penutup"Hey Tukang Ojek"
Negara Indonesia
BahasaIndonesia, Betawi, Sunda (kadang)
Jumlah musim1
Jumlah episode1444 (9 November 2018)
Produksi
Produser eksekutifHengky Irawan
ProduserDidi Ardiansyah
LokasiJalan Fatmawati, Lebak Bulus, Jakarta
PenyuntingMNC Pictures
Durasi105 menit (17.00 – 18.45)
Rumah produksiMNC Pictures
DistributorMedia Nusantara Citra
Rilis
Jaringan penyiarBendera Indonesia RCTI/Drama Channel
Bendera Malaysia TV3
Bendera Singapura Channel 8
Format visualHDTV (1080p 16:9)
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tayang perdanaSabtu, 25 April 2015
Tanggal rilisSabtu, 25 April 2015 – Sekarang
Kronologi
Acara terkaitOK-JEK
Pranala luar
[www.rcti.tv
www.mncpictures.com Situs web produksi]

Tukang Ojek Pengkolan adalah sebuah sinetron komedi di Indonesia yang ditayangkan RCTI sejak hari Sabtu, 25 April 2015.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Di sebuah kampung di daerah Rawa Bebek yang berada di belakang gedung-gedung perkantoran Jakarta, tinggal pasangan muda bernama Rojak (Ojak) dan Tati. Untuk mencari nafkah, Ojak warga asli Jakarta bekerja sebagai tukang ojek yang berpangkalan di ujung jalan masuk ke kampung bersama dua rekannya, Purnomo (Pur) dari Semarang, dan Sutisna (Tisna) dari Sukabumi.

Pernikahan Ojak dan Tati tidak direstui Emak, ibunya Tati, karena sebenarnya dulu babenya Tati yang almarhum pernah menjodohkan Tati dengan calon suami yang sudah mapan, jauh sekali dibanding Ojak yang cuman tukang ojek. Namun karena cinta dan sayang sama Ojak, Tati memilih Ojak, meski dengan risiko hidup mereka pas-pasan, karena meski Ojak punya ijazah D3, tetapi sampai sekarang belum dapat pekerjaan yang layak. Hal inilah yang menjadi perseteruan bagai anjing dan kucing antara Emak dan menantunya, Ojak. Emak, meski tidak frontal, berusaha secara terus-menerus menekan Ojak agar menafkahi istrinya dengan layak, bisa membeli rumah sendiri dan tak terus-terusan ngontrak rumah seperti sekarang. Ojak yang awalnya hanya menebalkan kuping bila Emak mengomelinya, lambat-laun menganggap Emak sebagai kerikil dalam kebahagiaan keluarganya, meski Ojak tak pernah berani mengutarakan kekesalannya secara langsung di depan Emak. Keadaan ini membuat posisi Tati serba salah antara menuruti kata Emak dan menghormati kata-kata suaminya. Ditambah dengan orang-orang sekitar Rawa Bebek membuat cerita ini semakin menarik.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Keunikan[sunting | sunting sumber]

  1. Tidak Pernah Syuting Di Malam Hari
  2. Syuting Di Pagi sampai Sore Hari
  3. Tidak Pernah Syuting Di Tempat Umum (Rumah Sakit,Mall dan Sebagainya)

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Nominasi Hasil
2016 Indonesian Television Awards Program Prime Time Drama Terpopuler N/A Nominasi
2016 Panasonic Gobel Awards Drama Seri Terfavorit N/A Nominasi
2017 Indonesian Television Awards Program Prime Time Drama Terpopuler N/A Nominasi
2017 Panasonic Gobel Awards Drama Seri Terfavorit N/A Nominasi