Lompat ke isi

Tubulus T

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tubulus T
Otot rangka, tubulus T ditunjukkan dalam gambar yang diperbesar.
Struktur dan hubungan tubulus T dengan retikulum sarkoplasma dalam otot rangka
Rincian
Bagian dariMembran sel dari sel otot rangka dan otot jantung.
Pengidentifikasi
Bahasa Latintubulus transversus
THH2.00.05.2.01018, H2.00.05.2.02013
Daftar istilah anatomi

Tubulus T[1] (tubulus transversal[2]) atau T-tubule (transverse tubules) adalah invaginasi dari membran eksternal sel otot rangka dan jantung, yang kaya akan saluran ion yang penting untuk perpasangan eksitasi-kontraksi.[3] Tubulus T merupakan saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion, dan bersama dengan retikulum sarkoplasma memainkan peranan dalam metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot.[4] Jaringan tubulus T pada kardiomiosit ventrikel mamalia pertama kali ditemukan oleh Linder, menggunakan mikroskop elektron pada tahun 1956.[3]

Tubulus T adalah lipida dwilapis yang melekat dengan transmembran atau protein yang berhubungan dengan lipid, yang terus-menerus memanjang dari permukaan sarkolema. Penelitian menunjukkan tubulus T memiliki komposisi lipida yang berbeda relatif terhadap sarkolema umum. Penelitian sebelumnya dari otot rangka mengidentifikasi bahwa tubulus T diperkaya dengan kolesterol dan fosfolipid, dan memiliki rasio fosfolipid/kolesterol yang lebih tinggi, dengan fosfotidilserin dan sfingomielin sebagai dua jenis fosfolipid yang paling melimpah.[5]

Tubulus T terdapat dalam sel otot ventrikel pada sebagian besar spesies, dan dalam sel otot atrium dari mamalia besar.[6] Tubulus T ditemukan pada sel otot jantung atrium dan ventrikel (kardiomiosit), tempat mereka berkembang dalam beberapa minggu pertama kehidupan.[7]

Penelitian pada manusia dan model hewan telah menunjukkan adanya perubahan tubulus T pada kondisi gagal jantung. Pada model hewan, gagal jantung dikaitkan dengan gangguan tubulus T yang tampaknya disebabkan oleh sejumlah trauma (insult) miokardial, termasuk takikardia berkelanjutan, hipertensi spontan, dan serangan jantung.[3]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Huon H. Gray; Keith D. Dawkins; John M. Morgan; Iain A. Simpson (2005). Kardiologi (Edisi 4). Penerbit Erlangga. hlm. 70. Diakses tanggal 26 Februari 2020.
  2. "Sistem Otot Manusia". SeputarIlmu.Com. 1 Februari 2020. Diakses tanggal 26 Februari 2020.
  3. 1 2 3 Michael Ibrahim; Julia Gorelik; Magdi H. Yacoub; Cesare M. Terracciano (22 Juni 2011). "The structure and function of cardiac t-tubules in health and disease". The Royal Society. Diakses tanggal 27 Februari 2020.
  4. Kuntarti, S.Kp, MBiomed. "Sistem Syaraf Motorik" (PDF). Website Staff Universitas Indonesia. hlm. 14. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-03-31. Diakses tanggal 26 Februari 2020. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  5. Hong, TingTing; Shaw, Robin M. (23 November 2016). "Cardiac T-Tubule Microanatomy and Function". Physiological Reviews (dalam bahasa Inggris). 97 (1): 227–252. doi:10.1152/physrev.00037.2015. ISSN 0031-9333. PMID 27881552.
  6. Richards, M. A.; Clarke, J. D.; Saravanan, P.; Voigt, N.; Dobrev, D.; Eisner, D. A.; Trafford, A. W.; Dibb, K. M. (12 Agustus 2011). "Transverse tubules are a common feature in large mammalian atrial myocytes including human". American Journal of Physiology. Heart and Circulatory Physiology. 301 (5): H1996–2005. doi:10.1152/ajpheart.00284.2011. ISSN 1522-1539. PMC 3213978. PMID 21841013.
  7. Haddock, Peter S.; Coetzee, William A.; Cho, Emily; Porter, Lisa; Katoh, Hideki; Bers, Donald M.; Jafri, M. Saleet; Artman, Michael (1999-09-03). "Subcellular [Ca2+]i Gradients During Excitation-Contraction Coupling in Newborn Rabbit Ventricular Myocytes". Circulation Research (dalam bahasa Inggris). 85 (5): 415–427. doi:10.1161/01.RES.85.5.415. ISSN 0009-7330. PMID 10473671.

Templat:Jaringan otot