Lompat ke isi

Tripurasundari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tripurasundari
Bunda Dewi;
Suatu wujud tertinggi dari Mahadewi;
Pengatur alam semesta;
Parabrahman dalam aliran Sakta
Anggota sepuluh Mahawidya
Nama lain
  • Kamaksi
  • Kameswari
  • Lalita
  • Lalitambika
  • Rajarajeswari
  • Sodasi
  • Sri Mata
Genderwanita
AfiliasiParabrahman, Mahadewi, Mahawidya, Parwati, Kamakhya
KediamanManidwipa / Śrī Nagara
Pustaka
MantraOṃ Śrī Mātre Namaḥ
SimbolSri Yantra
Senjatapasa, angkusa, panah, dan busur dari batang tebu[1]
Wahanasinga
HariJumat
Pemujaan
Dipuja umatHindu India
AliranSakta (sekte Kaula)
DaerahKanchipuram and Assam (dalam wujud Kamakshi and Kamakhya)
Perayaan
  • Lalita Jayanti on Magha Purnima
  • Lalita Panchami
  • Navaratri
  • Adi-Puram
Keluarga
SuamiKameswara, suatu wujud dari Siwa

Tripurasundari (Dewanagari: त्रिपुरसुन्दरी ; ,IAST: Tripurasundarī, त्रिपुरसुन्दरी ), juga dikenal dengan nama Lalita, Sodasi, Kamaksi, dan Rajarajeswari, adalah salah satu dewi dalam agama Hindu―terutama dalam aliran Sakta―dan dipuja sebagai salah satu dari sepuluh Mahawidya (Dewi Kebijaksanaan).[2] Dia diyakini sebagai perwujudan dari kekuatan esensial Mahadewi. Sebagai dewi pujaan utama dalam pustaka Sakta, dia dimuliakan dalam Lalitasahasranama dan Saundaryalahari.[3] Dalam bagian Lalitopakhyana dari Brahmandapurana, dia disetarakan dengan Adiparasakti.

Istilah "Tripura" mengacu kepada konsep tiga kota atau dunia, sedangkan "Sundari" dapat diterjemahkan sebagai "wanita cantik". Dia dipuja sebagai wanita tercantik di tiga dunia, dan dikaitkan dengan simbol yoni serta kekuatan penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan.

Menurut tradisi Srikula dalam aliran Sakta, Tripurasundari merupakan anggota Mahawidya yang paling unggul, Tuhan Mahakuasa serta dewi utama dalam perguruan Sri Vidya. Pustaka Tripura-upanisad menempatkannya sebagai Sakti (energi, kekuatan) alam semesta yang sejati.[4] Dia juga disembah sebagai kesadaran tertinggi, mengatur segalanya melampaui Brahma, Wisnu, dan Siwa.[5]

Pustaka Lalitasahasranama mengisahkan pertempuran kosmik antara Lalita Tripurasundari dan raksasa Bandasura, sebagai alegori dari keunggulan kebaikan atas kejahatan. Kitab suci tersebut memberikan rincian tentang atribut serta sifat-sifat ketuhanannya. Kuil untuk memujanya tersebar di seluruh India, dengan jumlah umat signifikan di Tripura, Benggala Barat, Tamil Nadu, Andhra Pradesh, Telangana, Jharkhand, dan Karnataka. Hari raya untuk memujanya―meliputi Lalita Jayanti dan Lalita Pancami―diselenggarakan dengan meriah, menunjukkan hubungan spiritual mendalam pada umatnya serta kandungan energi ketuhanan yang feminin dalam dirinya.

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Kata Tripura (त्रिपुर) berarti 'tiga kota' atau 'tiga dunia', sedangkan Sundari berarti (सुन्दरी) 'wanita cantik'. Tripurasundari berarti "wanita tercantik di ketiga dunia". Tripura juga dapat berarti tiga kota yang dibangun oleh Mayasura dan dihancurkan oleh Tripurantaka (salah satu perwujudan Siwa), sehingga berarti "Wanita cantik bagi sang penghancur tiga kota". Dia dikenal sebagai Tripura karena mantra dirinya mengandung tiga gugus huruf. Ada pula anggapan bahwa dia disebut Tripura karena mewujudkan diri ke dalam Brahma, Wisnu dan Siwa sebagai pencipta, pemelihara, dan pelebur alam semesta.[5][6]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Kinsley 1998, hlm. 112.
  2. Kinsley 1998.
  3. Das 2001.
  4. Mahadevan 1975, hlm. 235.
  5. 1 2 Brooks 1990, hlm. 155–156.
  6. Woodroffe 1974, hlm. 132–37.

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Brooks, Douglas Renfrew (1992). Auspicious Wisdom: The Texts and Traditions of Srividya Sakta Tantrism in South India. SUNY Press. ISBN 978-0791411469.
  • Das, J. K. (2001). "Chapter 5: Old and new political process in realization of the rights of indigenous peoples (regarded as tribals) in Tripura". Human rights and indigenous peoples. A.P.H. Publishing. hlm. 208–9. ISBN 978-81-7648-243-1.
  • Kinsley, David (1998). Tantric Visions of the Divine Feminine: The Ten Mahāvidyās. Motilal Banarsidass. ISBN 978-8120815230.
  • Mahadevan, T. M. P. (1975). Upaniṣads: Selections from 108 Upaniṣads. Motilal Banarsidass. ISBN 978-81-208-1611-4.
  • Woodroffe, Sir John George (1974). The Serpent Power: Being the Shat-Chakra-Nirūpana and Pādukā-Panchaka, Two Works on Laya-Yoga. Dover Publications. ISBN 978-0486230580.