Transaksi keuangan
Transaksi keuangan adalah bentuk kesepakatan antara penjual dan pembeli untuk melakukan pertukaran barang, jasa, atau aset. Dalam prinsip dasar akuntansi, transaksi keuangan mencerminkan berbagai kegiatan bisnis yang memiliki dampak langsung terhadap kondisi dan laporan keuangan perusahaan. [1]Secara lebih luas, transaksi dapat diartikan sebagai aktivitas yang melibatkan kepentingan antara dua pihak atau lebih dan diproses melalui sistem informasi. Transaksi keuangan, atau financial transaction, merupakan kegiatan ekonomi yang berpengaruh terhadap posisi aset dan ekuitas perusahaan. Setiap transaksi ini dicatat dalam akun-akun tertentu dan dinilai menggunakan ukuran atau satuan keuangan yang relevan.[2]
Perbedaan Transaksi Non Keuangan dan Transaksi Keuangan
[sunting | sunting sumber]Dalam aktivitas sehari-hari, transaksi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan. Kedua jenis transaksi ini memiliki perbedaan mendasar dalam hal karakteristik dan dampaknya terhadap sistem keuangan perusahaan. Pada transaksi nonkeuangan, setiap aktivitas yang dijalankan oleh perusahaan tetap diproses melalui sistem informasi, tetapi tidak memenuhi kriteria sebagai transaksi keuangan. Hal ini disebabkan karena transaksi nonkeuangan tidak melibatkan unsur uang, dana, maupun aset, melainkan berkaitan dengan kegiatan administratif atau operasional lainnya. Sebagai contoh, penambahan daftar pemasok bahan baku baru ke dalam sistem perusahaan merupakan bentuk transaksi nonkeuangan. Proses ini dilakukan melalui sistem informasi terpusat untuk kemudian digunakan sebagai dasar dalam penetapan pemasok baru. Perbedaan penting lainnya adalah bahwa pada transaksi nonkeuangan, perusahaan tidak memiliki kewajiban hukum untuk memproses atau mencatat transaksi tersebut secara formal, berbeda dengan transaksi keuangan yang wajib diproses dan dilaporkan secara akuntabel.
Jenis Transaksi Keuangan
[sunting | sunting sumber]Dalam dunia bisnis, setiap kegiatan ekonomi perusahaan selalu melibatkan transaksi keuangan. Transaksi ini menjadi dasar pencatatan akuntansi dan berperan penting dalam penyusunan laporan keuangan. Berdasarkan sifatnya, transaksi keuangan dapat dibedakan menurut hubungan antar pihak, cara pembayaran, dan tujuan pelaksanaannya. Dilihat dari hubungan institusional, transaksi keuangan terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Transaksi internal terjadi di dalam perusahaan tanpa melibatkan pihak luar, sedangkan transaksi eksternal melibatkan pihak lain seperti pelanggan atau pemasok.
Berdasarkan cara pembayarannya, transaksi keuangan dibagi menjadi tunai, non tunai, dan kredit. Transaksi tunai dilakukan dengan pembayaran langsung menggunakan uang, transaksi non tunai tanpa menggunakan uang fisik seperti melalui transfer, sedangkan transaksi kredit dilakukan dengan sistem pembayaran bertahap sesuai kesepakatan. Dari segi tujuan, transaksi keuangan terdiri atas transaksi bisnis, non bisnis, dan pribadi. Transaksi bisnis berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan, transaksi non bisnis untuk kepentingan sosial di luar kegiatan utama, dan transaksi pribadi dilakukan untuk kebutuhan individu yang tidak berhubungan dengan perusahaan.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Transaksi Keuangan: Pengertian dan Contohnya Sehari-hari". www.ocbc.id. Diakses tanggal 2025-10-18.
- ↑ Dilla (2025-10-07). "Penjelasan Lengkap Transaksi Keuangan Adalah Sebagai Berikut". Sindunesia. Diakses tanggal 2025-10-18.