Lompat ke isi

Tradisi Hutan Ajahn Chah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tradisi Hutan Ajahn Chah
JenisOrganisasi sangha
AliranBuddhisme Theravāda
Garis keturunanTradisi Hutan Thailand
Pembentukan1967
PendiriAjahn Chah Subhaddo
MarkasWat Nong Pah Pong
PemimpinAjahn Liem Thitadhammo
Keanggotaan175 (2016)[1]
Cabang17 (2016)[2]

Tradisi Hutan Ajahn Chah merupakan organisasi sangha dari ordo Mahā Nikāya dalam Tradisi Hutan Thailand, terdiri dari murid-murid Ajahn Chah Subhaddo. Secara ketat, Tradisi Hutan Ajahn Chah merujuk pada institusi-institusi yang memiliki afiliasi cabang dengan Wat Pah Pong, pusat administrasi organisasi ini.[3]

Pelatihan awal Ajahn Chah

[sunting | sunting sumber]

Ajahn Jayasāro mengisahkan, banyak biku dari ordo Mahā Nikāya ditahbiskan kembali dalam ordo Dhammayuttika Nikāya sebagai bentuk bakti kepada Ajahn Mun. Namun, segelintir pengikut Ajahn Mun lainnya memilih untuk tetap menjadi biku dalam ordo Mahā Nikāya.[4]

Luang Por Thongrat

[sunting | sunting sumber]

Ajahn Jayasaro mengisahkan, Ajahn Thongrat dianggap "mirip Zen" dalam arti sangat "kuat dan blak-blakan—serta keterlaluan—dalam perilakunya." Hal ini tentu membuatnya menonjol dalam budaya monastik Thailand, dengan budaya yang sangat menekankan etiket dan perilaku baik.[4]

Sedikit informasi yang diketahui tentang hubungan Ajahn Chah dengan Ajahn Thongrat, meskipun Ajahn Chah menceritakan kisah pertemuan pertamanya dengan Ajahn Thongrat. Setelah mendengar keberadaan Ajahn Thongrat, Ajahn Chah menempuh perjalanan jauh untuk bertemu dengannya. Ketika Ajahn Chah masuk ke wihara Ajahn Thongrat menginap, Ajahn Thongrat memandang Ajahn Chah untuk pertama kalinya dan berkata, "Oh, Chah! Kamu akhirnya tiba!", kata-kata yang mengejutkan Ajahn Chah. Ajahn Chah merasa Ajahn Thongrat seharusnya tidak tahu siapa dirinya atau kedatangannya.[4]

Ajahn Kinnari

[sunting | sunting sumber]

Ajahn Chah bertemu Ajahn Kinnari saat mengembara dalam praktik dhutaṅga (tudong). Ajahn Jayasaro menjelaskan, ketika biku dhutaṅga bertemu satu sama lain, mereka terkadang berbagi informasi tentang tempat-tempat yang baik untuk bermeditasi, wihara-wihara, atau guru meditasi yang baik.[5]

Pendirian Wat Pah Pong

[sunting | sunting sumber]

Sebelum mendirikan wihara, Ajahn Chah mengembara dalam dhutaṅga (tudong) selama 7 tahun, berlatih di daerah hutan belantara, gua, dan tempat kremasi. Setelah periode itu, beliau menetap di "hutan berhantu yang penuh demam" yang dikenal sebagai "Pah Pong", dan menarik pengikut dari sana. Sebuah wihara didirikan di daerah tersebut, sekarang dikenal sebagai Wat Pah Pong, meskipun saat ini kondisi hidupnya buruk dan langka makanan.[6]

Pada tahun 1967, Ajahn Sumedho datang dan tinggal bersama Ajahn Chah di Wat Pah Pong. Beliau mengetahui tentang wihara tersebut dari salah satu biku murid Ajahn Chah yang kebetulan dapat berbicara "sedikit bahasa Inggris".[7]

Berakar di dunia Barat

[sunting | sunting sumber]

Wihara Thai pertama yang dijalankan oleh biku berbahasa Inggris adalah Wat Pah Nanachat, berlokasi di timur laut Thailand, sekitar 15 kilometer dari kota Ubon Rachathani, didirikan pada tahun 1975.[8]

Chithurst Buddhist Monastery atau Cittaviveka merupakan wihara Inggris pertama. Pada tahun 1976, Ajahn Sumedho bertemu George Sharp, Ketua English Sangha Trust (Perwalian Sangha Inggris). Perwalian tersebut didirikan pada tahun 1956 dengan tujuan mendirikan tempat tinggal yang sesuai untuk pelatihan samanera dan biku di Inggris. Pada tahun 1970-an, Perwalian tersebut memiliki properti di Hampstead yang belum dianggap sesuai dengan keinginan. Selama tinggal singkat di London pada tahun 1978, Ajahn Sumedho, saat melakukan tradisi menerima persembahan makanan para biku Theravāda (di Hampstead Heath), bertemu dengan seorang pelari tunggal yang terkejut melihat pakaian aneh biku tersebut. Pelari tersebut, secara kebetulan, baru saja memperoleh sebidang hutan yang ditumbuhi semak belukar di West Sussex. Setelah menyatakan minat pada Buddhisme, pria tersebut menghadiri retret sepuluh hari di Oaken Holt Buddhist Center dekat Oxford. Setelah itu, ia menawarkan hutan tersebut sebagai hadiah kepada Sangha. Pada tahun 1979, George Sharp membeli Chithurst House (properti di sebelah hutan) atas nama English Sangha Trust. Chithurst House memperoleh pengakuan hukum sebagai wihara pada tahun 1981. Wihara tersebut diberi nama Cittaviveka, sebuah kata Pali yang berarti "pikiran/batin tanpa keterikatan".[9]

Wihara Aruna Ratanagiri didirikan pada bulan Juni di tahun yang sama. Wihara Amaravati (sekarang markas utama wihara-wihara di Inggris) didirikan pada tahun 1984 dan dibuka secara resmi pada tahun 1985. Lokasi keempat adalah The Forest Hermitage (Santidhamma & Bhāvanādhamma) (didirikan oleh Ajahn Khemadhammo).[10]

Amerika Serikat

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1980-an, Ajahn Sumedho mulai menerima permintaan untuk mengajar di California. Kunjungan dari beliau sendiri atau salah satu biku atau bikuni seniornya menghasilkan pendirian Sanghapala Foundation pada tahun 1988. Sepetak tanah seluas 120 ekar (0,49 km2) sekitar 13 mil (21 km) di bagian utara Ukiah, California diberikan langsung kepada Ajahn Sumedho oleh Guru Buddhisme Chan Hsuan Hua, pendiri City of Ten Thousand Buddhas di Talmage, California, sebelum wafat pada tahun 1995, yang kemudian menjadi Wihara Abhayagiri. Saat ini, wihara tersebut terletak di tanah hutan pegunungan seluas 280 ekar (1,1 km2).[11]

Negara-negara Barat lainnya

[sunting | sunting sumber]

Tradisi Hutan Thailand juga ada di:[12]

  • Australia (Wihara Bodhivana, Wihara Hutan Bodhisaddha, Wihara Bodhipāla, Wihara Hutan Dhammagiri, Pertapaan Hutan Vimokkharam, Wat Buddha Dhamma)
  • Brazil (Wihara Suddhavāri)
  • Kanada (Wihara Tisaraṇa, Pertapaan Hutan Arrow River, Wihara Hutan Birken)
  • Selandia Baru (Wihara Bodhinyanarama dan Wihara Vimutti)
  • Swiss (Wihara Kloster Dhammapala)
  • Jerman (Wihara Hutan Muttodaya Waldkloster, Metta Vihara, dan Anenja Vihara)
  • Italia (Wihara Santacittārāma)
  • Norwegia (Lokuttara Vihara (Wihara Skiptvet))
  • Portugal (Sumedhārāma[13])
  • Slovenia (Pertapaan Hutan Samaṇadīpa)

Ordo Sīladharā

[sunting | sunting sumber]

Pendirian

[sunting | sunting sumber]

Ordo Sīladharā merupakan ordo monastik perempuan Theravāda yang didirikan oleh Ajahn Sumedho di Wihara Chithurst, Inggris.[14] Pada tahun 1983, beliau memperoleh izin dari Sangha di Thailand, untuk memberikan pabbajjā sepuluh sila kepada para perempuan, menjadikan mereka secara resmi diakui sebagai perempuan monastik (non-bikuni) yang dilatih dalam garis keturunan Ajahn Chah. Alasan mendasar dari didirikannya ordo ini adalah karena hilangnya garis penahbisan bikuni dalam Buddhisme Theravāda secara historis.

Komunitas monastik perempuan dimulai pada tahun 1979, ketika Wihara Chithurst menerima empat perempuan Barat sebagai anagārikā. Dari tahun 1979-1983, para perempuan tinggal di sebuah pondok yang tidak jauh dari bangunan utama, di tepi hutan Chithurst. Pada tahun 1983, Ajahn Sumedho menahbiskan para perempuan sebagai sīladharā sepuluh sila di Chithurst. Pada tahun 1984, anggota dari ordo tersebut melebihi kapasitas kuti, dan komunitas monastik perempuan akhirnya pindah ke Amaravati. Menurut buletin Forest Sangha: "Beberapa tahun kemudian, sekelompok kecil perempuan monastik kembali ke Wihara Chithurst untuk mendirikan komunitas sīladharā kedua di sana."[15]

Milntuim House

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2012, pusat lain untuk Ordo Sīladharā dibeli di Perthshire, Skotlandia, dikenal sebagai Milntuim House. Ajahn Candasiri menulis:

Tujuannya adalah agar Milntuim seiring berjalannya waktu menjadi tempat para sīladharā dan anagārikā dapat hidup dalam komunitas untuk jangka waktu tertentu mengikuti rutinitas monastik, semoga tanpa beberapa keruwetan komunitas ganda yang lebih besar. Akan ada juga fasilitas bagi para sīladharā individu untuk menghabiskan waktu hingga beberapa bulan dalam retret soliter. Selain itu, saya berharap dapat mendukung praktik teman-teman awam yang dekat dan jauh serta – sejauh disiplin monastik kami memungkinkan – berintegrasi dengan komunitas lokal.[16][17]

Penahbisan 2009 di Bodhinyana

[sunting | sunting sumber]

Pada 22 Oktober 2009, Ajahn Brahm memfasilitasi upacara penahbisan untuk para bikuni. Dalam upacara tersebut, empat orang perempuan, yakni YM Ajahn Vayama, YM Nirodha, YM Seri, serta YM Hasapanna, ditahbiskan ke dalam garis keturunan penahbisan Ajahn Brahm. Bhante Sujato bersama gurunya, Ajahn Brahm, terlibat dalam pembentukan kembali garis silsilah penahbisan bikuni dalam sangha Hutan Ajahn Chah.[18] Bhante Sujato bersama para cendekiawan lain, seperti Ajahn Brahm dan Bhikkhu Analayo, telah sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada alasan yang sah untuk tidak mendirikan kembali ordo bikuni yang secara historis telah punah. Sejumlah anggota sangha dan cendekiawan Buddhis di seluruh dunia menyatakan simpati terhadap sikap Brahm, dan menyatakan keprihatinan atas apa yang mereka anggap sebagai keterbatasan, kontradiksi, dan ahistorisisme dalam pendekatan struktural terhadap Ordo Sīladharā yang ada saat ini, serta hambatan yang ditimbulkannya terhadap penahbisan bikuni secara penuh. Namun, upacara penahbisan tersebut nantinya menyebabkan Brahm dikeluarkan dari garis keturunan penahbisan Hutan Thai Ajahn Chah. Upacara penahbisan berlangsung di Wihara Bodhinyana di Serpentine (dekat Perth), Australia Barat. Atas tindakannya pada 22 Oktober 2009, maka pada 1 November 2009, dalam pertemuan anggota senior sangha monastik Thai yang diadakan di Wat Pah Pong, Ubon Ratchathani, Thailand, Brahm secara resmi dikeluarkan dari garis keturunan sangha Hutan Ajahn Chah dan tidak lagi terkait dengan wihara utama di Thailand, Wat Pah Pong, maupun dengan wihara-wihara cabang Sangha Hutan Barat lainnya dari tradisi Ajahn Chah. Bhante Sujato, tetap setia pada keyakinannya bahwa tidak ada alasan kuat dari ditolaknya pendirian kembali ordo perempuan, menolak tekanan dan intimidasi tersebut. Ia kemudian mendirikan Wihara Hutan Santi. Sesuai dengan harapan Bhante Sujato, Wihara Hutan Santi menjadi wihara khusus bikuni yang berkembang dan sukses pada tahun 2012.[19][20][21][22][23]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Community - Members". Forest Sangha. Diakses tanggal 2016-02-18.
  2. "Community - Monasteries". Forest Sangha. Diakses tanggal 2016-02-18.
  3. "Home". Forest Sangha. Diakses tanggal 2016-02-18.
  4. 1 2 3 "Ajahn Chah - Bio 18 - Eccentric Luang Por Tongrat". YouTube. 2015-06-28. Diakses tanggal 2016-02-18.
  5. "Ajahn Chah - Bio 16 - Meeting LP Kinnari". YouTube. 2008-02-12. Diakses tanggal 2016-02-18.
  6. "The Teachings of Ajahn Chah". Ajahnchah.org. Diakses tanggal 2016-02-18.
  7. "The Teachings of Ajahn Chah". Ajahnchah.org. Diakses tanggal 2016-02-18.
  8. Jamie S. Scott (January 2012). The Religions of Canadians. hlm. 282. ISBN 9781442605169. Diakses tanggal 2016-02-18.
  9. "Forest Sangha newsletter-80-Thirty Years from Hampstead". Amaravati Buddhist Monastery. 1977-05-06. Diakses tanggal 2016-02-18.
  10. "About us". The Forest Hermitage. 18 Juli 2009. Diakses tanggal 2016-02-18.
  11. Abhayagiri Foundation 2015.
  12. Harvey 2013, hlm. 443.
  13. "Início".
  14. Ajahn Sucitto 2007.
  15. "Female Monastic Community » Amaravati Buddhist Monastery". Amaravati.org. 1964-08-06. Diakses tanggal 2016-02-18.
  16. Emma Cowing (2012-08-12). "Perthshire house to be turned into Buddhist monastery". The Scotsman. Diakses tanggal 2016-02-18.
  17. "Forest Sangha Newsletter" (PDF). Fsnewsletter.amaravati.org. 2012. Diakses tanggal 2016-02-18.
  18. Thanissara; Cintamani; Jitindriya (25 Agustus 2010). "The Time Has Come". Lion's Roar. Diakses tanggal 8 September 2019.
  19. "news". Forestsangha.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-01-12. Diakses tanggal 2010-01-24.
  20. ASIA: WA Buddhist temple banned after ordination of female monks. AAP News, 21 Desember 2009 Financial Times Ltd., 21 Desember 2009
  21. "WA Buddhists expelled over women". The West Australian. Diarsipkan dari asli tanggal 29 September 2012. Diakses tanggal 15 Mei 2013.
  22. "Monastery rebuked over ordination of women". The West Australian. Diakses tanggal 15 Mei 2013.
  23. "WA monastery faces expulsion". WAtoday. 21 December 2009. Diakses tanggal 15 Mei 2013.

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Abhayagiri Foundation (2015), Asal-usul Abhayagiri
  • Ajahn Sucitto (2007). "Pembentukan Ordo Siladhara". Forest Sangha Newsletter. 81. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-10-11. Diakses tanggal 2023-03-29. Dalam ulasan singkat ini Ajahn Sucitto memberikan gambaran umum tentang pertimbangan-pertimbangan yang mendasari perumusan Aturan untuk para perempuan monastik.