Tongkol jagung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Penampang melintang tongkol
Tongkol jagung purba.

Tongkol pada jagung adalah bagian dalam organ betina tempat bulir duduk menempel. Istilah ini juga dipakai untuk menyebut seluruh bagian jagung betina ("buah jagung"). Tongkol terbungkus oleh kelobot (kulit "buah jagung").

Secara morfologi, tongkol jagung adalah tangkai utama malai yang termodifikasi. Malai organ jantan pada jagung dapat memunculkan bulir pada kondisi tertentu.

Tongkol jagung muda, disebut juga babycorn, dapat dimakan dan dijadikan sayuran. Tongkol yang tua ringan namun kuat, dan menjadi sumber furfural, sejenis monosakarida dengan lima atom karbon.

Nilai guna[sunting | sunting sumber]

Di Indonesia, telah ada inventasi bahwa tongkol jagung dapat dipakai sebagai pakan yang disediakan untuk sapi potong. Cukup bertahan untuk satu ekor sapi selama 333-500 hari dengan asumsi konsumsi antara 2-3 kg/ekor/hari. Keunggulannya, adalah dapat dipergunakan untuk menghadapi kurangnya pakan di masa kemarau, dan juga bermanfaat untuk sanitasi lingkungan. Hasil inventasinya telah dipatenkan.[1] Selain itu, telah ada susu jagung yang terbuat dari tongkol jagung ini. Disebutkan bahwa tongkol jagung ini tidak perlu pemanis karena rasa manisnya sudah ada. Yang unik, untuk membentuk susu jagung tersebut, ditambahkan tempe agar kelihatan menarik. Inovasi ini dikerjakan oleh beberapa mahasiswa Fakultas MIPA dari Universitas Negeri Yogyakarta.[2]

Nilai ekonomi lain menyebutkan bahwa jagung punya nilai yang tinggi di Jepang. Rupanya, dia dipakai untuk media tumbuh jamur. Dalam setahun, Jepang membutuhkan 3.600 ton tongkol jagung yang senilai dengan Rp 6,3 miliar. Karena itu pada tahun 2009, Pemkab Purbalingga sepakat untuk bekerjasama dengan PT NYP Wood Work, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rohaeni, Eni Siti; Subhan, Ahmad; Darmawan, Arief; Noor Amali. Tongkol Jagung Fermentasi untuk Sapi Potong BPATP - Kementerian Pertanian. Diakses pada 21 Juni 2015.
  2. ^ Dewi, Siti Nuraisyah; Waskita, Daru (13 Agustus 2014). "Di Tangan Mahasiswa Ini, Limbah Tongkol Jagung Dibuat Susu". Viva.co.id. Diakses tanggal 21 Juni 2015. 
  3. ^ "Bonggol Jagung Diekspor ke Jepang". Pikiran Rakyat. 13 Februari 2009. Diakses tanggal 21 Juni 2015.