Tolok regangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tolok regangan adalah komponen elektronika yang dipakai untuk mengukur tekanan (deformasi atau regangan) pada alat ini. Alat ini ditemukan pertama kali oleh Edward E. Simmons pada tahun 1938, dalam bentuk foil logam yang bersifat insulatif (isolasi) yang menempel pada benda yang akan diukur tekanannya. Jika tekanan pada benda berubah, maka foilnya akan ter deformasi, dan hambatan listrik pada alat ini akan berubah. Perubahan tahanan listrik ini akan dimasukkan ke dalam rangkaian Jembatan Wheatstone.

Contoh tolok regangan

Besarnya tekanan akan dinyatakan dalam bentuk faktor gauge, yang didefinisikan sebagai di mana adalah tahanan sebelum ada deformasi, adalah perubahan tahanan listrik yang terjadi, dan adalah tekanannya.

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Tolok regangan digunakan sebagai sensor regangan pada teknik struktur yang paling umum. Keunggulan dari tolok regangan adalah tingkat sensitivitas yang tinggi khususnya pada panjang arah aksial. Kekurangannya ialah tidak memiliki sensitivitas pada arah yang lainnya. Tolok regangan tidak mampu mengukur arah aksial yang serenjang dari arah panjang maupun dari permukaan struktur. Hal ini membuat pengukuran regangan umumnya diabaikan di dalam teknik struktur.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Santoso, Didik R. (2017). Tim UB Press, Tim UB Press, ed. Pengukuran Stress Mekanik Berbasis Sensor Piezoelektrik: Prinsip Desain dan Implementasi. Malang: UB Press. hlm. 5. ISBN 978-602-432-089-8.