Tokek Leopard

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tokek Leopard
Gecko999.jpg
Leopard Gecko dengan morph 'Tangerine'.
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Lacertilia
Famili: Gekkonidae
Subfamili: Eublepharinae
Genus: Eublepharis
Spesies: E. macularius
Nama binomial
Eublepharis macularius
Blyth, 1854
Eublepharis macularius distribution.png

Tokek Leopard adalah jenis tokek yang terdapat di Pakistan, India dan Iran. Tokek ini adalah binatang hias dan menjadi hewan peliharaan populer karena warna tubuhnya yang indah dan perawatannya yang mudah.[1]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Tokek Leopard merupakan salah satu tokek terbesar di antara golongannya. Tokek betina berukuran panjang antara 18 sampai 20 cm dengan berat badan antara 50 hingga 70 gram, sementara tokek jantan berukuran lebih besar, panjangnya antara 20 sampai 28 cm dengan berat antara 60 sampai 80 gram.[2] Tokek Leopard memiliki ekor berbentuk menyerupai daun. Kulitnya kasar dan berbintik-bintik dengan warna dasar tubuh kuning pucat atau kuning lemon dan dihiasi bintik-bintik besar tidak beraturan berwarna hitam pada seluruh tubuhnya (kecuali tubuh bagian bawah dengan bintik yang lebih pucat atau tidak sama sekali) dari kepala hingga ekor. Matanya berwarna hitam pekat. Warna dasar tubuhnya bisa bervariasi mulai dari kuning, kuning kecokelatan, cokelat muda, oranye, atau kemerah-merahan, sedangkan bintik-bintiknya biasanya hanya berwarna hitam atau cokelat gelap.[3]

Penyebaran dan habitat[sunting | sunting sumber]

Tokek Leopard tersebar di dataran rendah mulai dari Iran timur dan tenggara, Afganistan, Pakistan, hingga India bagian barat laut. Habitat alami tokek ini adalah daerah berbatu, padang rumput, serta daerah berpasir.[4][5]

Perilaku dan makanan[sunting | sunting sumber]

Tokek Leopard aktif pada malam hari. Di wilayah yang sejuk, tokek ini menjadi tidak aktif pada musim dingin. Mereka memilih berhibernasi di sarangnya. Tokek yang dipelihara biasanya aktif pada saat memerlukan makanan saja dan lebih banyak beristirahat. Makanan kesukaannya adalah serangga kecil seperti semut, kecoak, kumbang, belalang, dan larva-larvanya. Tokek ini juga menyukai cacing. Tokek peliharaan lebih memilih untuk memakan makanan hidup, walaupun kebanyakan pemilik memberi makanan yang sudah mati.[5]

Reproduksi[sunting | sunting sumber]

Tokek Leopard berkembangbiak dengan bertelur. Jumlah telur yang dapat dihasilkan antara 12 hingga 16 butir yang saling menempel. Telurnya akan menetas setelah 45 hari dierami. Jenis kelamin dari tokek muda sangat ditentukan oleh temperatur di sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur yang disimpan pada ruangan dengan suhu antara 26 - 29 °C akan menghasilkan tokek betina. Sedangkan, untuk telur yang disimpan di ruangan dengan suhu tinggi, yakni antara 31 – 33 °C, akan menghasilkan tokek jantan.[6][7]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Sebagai hewan peliharaan[sunting | sunting sumber]

Tokek Leopard menjadi hewan yang populer di kalangan pecinta reptilia. Perilakunya yang jinak, warna yang cantik, serta perawatan yang mudah, menjadikan tokek ini sebagai salah satu rekomendasi peliharaan untuk pecinta reptil pemula. Para pemelihara yang sudah profesional kebanyakan memberi saran agar tokek Leopard ditempatkan di vivarium (semacam aquarium) yang diisi pasir dan batu hias, serta sarang buatan berukuran besar. Suhu yang ideal untuk tempat pemeliharaan adalah 28 hingga 39 °C.[8][9] Untuk makanan, biasanya disarankan untuk memberi larva hidup dari kumbang dan kecoak jenis tertentu, serta belalang jenis tertentu yang biasanya dijual di toko-toko hewan dan aksesoris hewan.[10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pockman, R. (1976). "1854. Proceedings of the Society. Report of the Curator, Zoological Department". Saurologica (2): 1–15. 
  2. ^ "Leopard Gecko Information & Facts". thebeardeddragon.org. 
  3. ^ Bartlett, R.D.; Bartlett, Patricia (1999). Leopard and Fat-Tailed Geckos. Barron's Educational Series, Inc. hlm. 26–27. ISBN 0-7641-1119-1. 
  4. ^ Courteney-Smith, John (June 2012). "Lighting for a mixed leopard gecko colony" (PDF). Practical Reptile Keeping: 32–33. 
  5. ^ a b Hamper, R. (2004). The Leopard Gecko, Eublepharis macularius, in Captivity. MI: ECO Herpetological Publishing & Distribution. ISBN 0971319782. 
  6. ^ Viets, B.E.; Tousignant, A.; Ewert, M.A.; Nelson, C.E.; Crews, D. (1993). "Temperature Dependent Sex Determination in the Leopard Gecko, Eublepharis macularius". The Journal of Experimental Zoology. 265 (6): 679–683. doi:10.1002/jez.1402650610. PMID 8487018. 
  7. ^ LaDage, L.D.; Ferkin, M.H. (2008). "Do Conspecific Cues Affect Follicular Development in the Female Leopard Gecko (Eublepharis macularius)?". Behaviour. 145 (8): 1027–39. doi:10.1163/156853908784474506. 
  8. ^ de Vosjoli, Philippe; Klingenberg, Roger; Tremper, Ron; Viets, Brian (2004). The Leopard Gecko Manual. BowTie, Inc. hlm. 5. ISBN 1-882770-62-5. 
  9. ^ Palika, Liz (2011). Leopard Geckos for Dummies. Wiley. ISBN 978-1-11806-827-4. 
  10. ^ McLeod, Lianne. "Geckos as Pets". about.com. Diakses tanggal 19 June 2012. 

Informasi lanjutan[sunting | sunting sumber]