Lompat ke isi

Titik kehadiran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Prof. Iskandar Nazari,S.Ag.,M.Pd.,M.S.I.M.H.,Ph.D. adalah seorang Guru besar Psikologi Pendidikan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sekaligus penggagas teori Ruhiologi, sebuah pendekatan pendidikan dan pengembangan manusia berbasis pada kecerdasan ruhaniah.[1]

Ia mendirikan PT Samudra Inpirasi Ruhiologi (SIR).  Selain itu dia juga menjabat sebagai CEO Samudra Inpispirasi Ruhiologi (SIR) sebagai Lembaga yang akan mengejewantahkan teori Ruhiologi sebagai Paradigma Baru Pendidikan Holistik Abad 21.[2]

Kehidupan awal dan pendidikan

Iskandar lahir di Kerinci, Jambi. Masa mudanya penuh tantangan, ia pernah bekerja sebagai honorer berstus satpam mengawali karir sebagai sstaf ahli Rektor IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Ia menempuh pendidikan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi hingga meraih gelar doktor di Univeritas Kebangsaan Malaysia, dan kemudian dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang pikologi pendidikan.[3]

Karier

Iskandar berkarier sebagai akademisi di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan aktif dalam penelitian, pengajaran, serta pengabdian masyarakat. Ia dikenal luas karena pemikirannya melalui puluhan tulisan buku dan artikel tentang pendidikan yang menekankan pentingnya dimensi ruhaniologi dalam pendidikan.[4]

Ia resmi dikukuhkan sebagai guru besar pada 14 Mei  2025, dalam sebuah sidang senat terbuka UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.[5]

Gagasan Ruhiologi

Iskandar dikenal sebagai pencetus Ruhiologi, suatu disiplin yang menekankan keseimbangan ebagai perekat antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual . Konsep ini dimaksudkan untuk menjadi jawaban atas krisis pendidikan modern yang dinilai cenderung materialistis dan mengabaikan aspek spiritual.[6]

Ruhiologi banyak didiskusikan dalam forum akademik dan seminar nasional, serta mendapatkan perhatian publik sebagai alternatif baru dalam pengembangan pendidikan di Indonesia.[7]

Publikasi

Iskandar aktif menulis buku dan artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. Sebagian besar karya ilmiahnya terdokumentasi di Google Scholar.[8]

Penghargaan

●      Ditetapkan sebagai Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (2025).[9]

●      Situs resmi Samudra Inspirasi Ruhiologi[10]

Titik kehadiran (bahasa Inggris: point of presence, POP) adalah semacam stasiun relai atau pengulang untuk memperluas jangkauan suatu ISP, dengan menambah titik akses di daerah tertentu. Misal, di kawasan X terdapat satu stasiun titik akses untuk melayani semua pelanggan. Karena permintaan pelanggan baru terus bermunculan, kemudian ISP tersebut berencana membangun satu lagi titik akses di lokasi lain. Titik akses ini disebut dengan POP berfungsi untuk meneruskan layanan ISP ke pelanggan yang letaknya lebih jauh, tetapi masih dengan sistem pencatatan atau administrasi yang terpusat pada titik akses utama ISP tersebut.

Latar Belakang

[sunting | sunting sumber]

Prof. Iskandar Nazari, sosok inspiratif yang kini menyandang gelar Guru Besar memiliki perjalanan akademik yang pelik.

Tak banyak yang menyangka bahwa perjalanan akademik seorang guru besar bisa dimulai dari sebuah lorong sunyi penuh ujian hidup dan itulah yang dialami Iskandar.

Ia menjadi guru besar di bidang Psikologi Pendidikan di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi.

Lahir di Desa Ujung Pasir Kerinci pada tahun 1975, Iskandar adalah putra dari seorang guru SD bernama Nazari Syarif. Sejak muda, ia telah menunjukkan semangat belajar yang luar biasa.

Harus rela mendapat SK satpam honorer kampus meski berstatus doktor[11]

[sunting | sunting sumber]

Perjuangan panjangnya membawa Iskandar berhasil menuntaskan studi doktoral di Universiti Kebangsaan Malaysia pada akhir 2008, sebuah pencapaian akademik yang membanggakan.

Namun, selepas meraih gelar doktor dan pulang ke Jambi, hidup justru memberinya ujian besar. Tak ada satu pun kampus yang menerimanya sebagai dosen.

“Gelar doktor sudah di tangan tapi pintu-pintu pekerjaan belum terbuka. Saya kembali ke rumah bukan sebagai dosen tapi sebagai pengangguran bergelar doktor. Itulah masa paling sunyi dalam hidup saya,” ujarnya.

Di tengah kesunyian itu, takdir perlahan membuka jalan. Pada awal 2009, Rektor IAIN STS Jambi saat itu, Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd, menawarinya posisi sebagai staf ahli rektor.

Sayangnya, status formal tersebut terhambat oleh kendala birokrasi. Satu-satunya cara agar ia dapat menerima honorarium adalah dengan menerima status sebagai tenaga honorer satpam.

“Saya membantu dan mendampingi beliau (rektor), tapi karena keterbatasan birokrasi, satu-satunya SK yang bisa dikeluarkan waktu itu adalah berstatus honor sebagai satpam untuk bisa dibayar,” ujarnya.

Ia menyambung, “Insentifnya dengan senang hati saya terima dengan ikhlas, saya jalani dengan penuh rasa syukur karena saya tahu ilmu bukan soal status tapi keberkahan.”

Iskandar menjalani status honorer satpam kampus itu selama hampir satu tahun. Namun, tekad dan dedikasinya tidak pernah surut.

Dikukuhkan jadi guru besar dengan orasi ilmiah Restorasi “Ruhiologi” dalam Pendidikan Holistik Abad 21

[sunting | sunting sumber]

Pada akhir 2009, ia mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan dinyatakan lulus sebagai dosen tetap. Sejak saat itu, perjalanan karier akademiknya menanjak.

Melalui ketekunan, kerja keras, dan dedikasi dalam bidang psikologi pendidikan, Iskandar terus melangkah hingga mencapai jabatan akademik tertinggi: guru besar.

Puncak perjuangannya itu diresmikan dalam acara pengukuhan guru besar yang berlangsung pada Rabu, 14 Mei 2025 di Auditorium Chatib Quzwain, UIN STS Jambi.

Dalam momen penuh haru tersebut, ia membawakan orasi ilmiah bertajuk Restorasi “Ruhiologi” dalam Pendidikan Holistik Abad 21, yang merefleksikan pemikirannya tentang pentingnya pendekatan spiritual dan emosional dalam dunia pendidikan masa kini.

Dengan suara bergetar, Iskandar menceritakan kembali jalan panjang hidupnya. Sebuah kisah yang bukan hanya menyentuh, tetapi juga mengajarkan bahwa keberhasilan sejati tidak ditentukan oleh awal yang mudah, melainkan oleh keteguhan hati untuk terus berjuang, meski harus menempuh jalan yang tak biasa.

Kini, Iskandar Nazari bukan hanya seorang guru besar, tetapi juga simbol harapan dan inspirasi bahwa dengan ilmu, kerendahan hati, dan ketulusan, setiap perjuangan akan menemukan jalannya menuju cahaya.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Dulu Doktor Berstatus Satpam Kampus, Iskandar Kini Jadi Profesor UIN STS Jambi". detikedu. Diakses tanggal 2025-11-12.
  2. admin (2025-05-02). "Memperingati Hardiknas 2025, Prof Iskandar: "Pendidikan Nasional dalam Krisis Jiwa, Ruhiologi Hadir Sebagai Jalan Pulang"". Kumparan 7. Diakses tanggal 2025-11-12.
  3. "Dulu Honorer Satpam, Kini Menjadi Guru Besar, Ini Profil Prof. Iskandar Nazari, S.Ag ,M.Si, MH., P.h.D - RangkumNews.com". 2025-05-15. Diakses tanggal 2025-11-12.
  4. http://jambiupdate.co. "Iskandar Nazari, Penggagas Ruhiologi, Raih Gelar Profesor di Bidang Psikologi Pendidikan". http://jambiupdate.co. Diakses tanggal 2025-11-12.
  5. DISWAY. "Lima Guru Besar UIN Jambi Resmi Dikukuhkan, Ruhiologi Jadi Sorotan, Menjawab Dampak Negatif Internet dan AI". SUMEKS.CO. Diakses tanggal 2025-11-12.
  6. "Prof. Iskandar Nazari Gagas Ruhiologi : Tawarkan Arah Baru Pendidikan Nasional - RangkumNews.com". 2025-05-04. Diakses tanggal 2025-11-12.
  7. Iskandar, Iskandar (2022-04-06). "Pendidikan Ruhani Berbasis Kecerdasan Ruhiologi". El-Ghiroh. 20 (01): 1–10. doi:10.37092/el-ghiroh.v20i01.366. ISSN 2656-3126.
  8. "Prof. Iskandar, S.Ag.,M.Pd.,M.S.I.,M.H.,Ph.D". scholar.google.com. Diakses tanggal 2025-11-12.
  9. Agency, ANTARA News. "UIN STS Jambi kukuhkan lima guru besar dorong transformasi akademik dan intelektual". ANTARA News Jambi. Diakses tanggal 2025-11-12.
  10. "Home - samudraruhiologi.com". 2025-08-14. Diakses tanggal 2025-11-12.
  11. Apriyani, Tiara (2025-05-17). "Kisah Iskandar Nazari, Dulu Berstatus Satpam, Sekarang Dilantik Jadi Guru Besar". https://www.kalderanews.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-12.