Titi DJ

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Titik Dwi Jayati)
Jump to navigation Jump to search
Titi DJ
Latar belakang
Nama lahir Titi Dwi Jayati
Lahir 27 Mei 1966 (umur 52)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Jenis musik
Pekerjaan
Tahun aktif 1983–sekarang
Perusahaan rekaman E-motion Entertainment
Pasangan Bucek Depp (m. 1995; c. 1997)
Andrew Hollis Dougharty (m. 1999; c. 2006)
Noviar Rachmansyah (m. 2007; c. 2011)
Anak Pernikahan dengan Bucek Depp:
  • Salmaa Chetizsa Muchtar
  • Salwaa Chetizsa Muchtar
  • Daffa Jenaro Muchtar

Pernikahan dengan Andy Hollis Dougharty:

Orang tua John Sutanto
Yeni Veronica Simanjuntak
Agama Islam
Anggota
3 Diva
Truth
Mantan anggota
Elfa's Singers
Adarapta

Titi Dwi Jayati (lahir di Jakarta, 27 Mei 1966; umur 52 tahun), lebih dikenal sebagai Titi DJ, adalah seorang penyanyi, pencipta lagu, dan aktris berkebangsaan Indonesia.[1] Ia merupakan salah satu diva pop dan tergabung dalam kelompok 3 Diva yang juga beranggotakan Krisdayanti dan Ruth Sahanaya.[2] Sebelumnya ia juga pernah tergabung dalam grup musik Adarapta dan Elfa's Singers. Titi juga telah menjadi juri dalam berbagai acara pencarian bakat menyanyi, yakni Indonesian Idol, Indonesian Idol Junior, Golden Memories, dan The Voice Indonesia.[3]

Mengawali karier sebagai penyanyi latar, Titi berkesempatan merilis album pertamanya berjudul Bukan Hanya Satu Kali (1983) yang tidak berhasil di pasaran. Popularitas Titi mulai melambung saat ia mewakili Indonesia dalam ajang Miss World pada tahun yang sama di London, Britania Raya, seangkatan dengan aktris Michelle Yeoh (Miss Malaysia) dan Maggie Cheung (Miss Hongkong).[4][5] Ia selanjutnya berhasil melahirkan beberapa lagu hits melalui sederet album di antaranya Imajinasi (1985), Yang Pertama yang Bahagia (1986), dan Ekspresi (1988).

Puncak karier bermusik Titi adalah saat dirilisnya album Bahasa Kalbu (1999) yang meledak di pasaran dengan singel "Bahasa Kalbu", "Tak Akan Ada Cinta yang Lain", dan "Jangan Berhenti Mencintaiku". Album ini menjadikannya pemenang terbanyak dalam Anugerah Musik Indonesia 1999 dengan total lima piala, termasuk tiga kategori utama: Album Terbaik-Terbaik, Penyanyi Rekaman Terbaik-Terbaik, dan Pencipta Lagu Terbaik-Terbaik.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Putri ketiga dari lima bersaudara pasangan John Sutanto yang berdarah Palembang-Tionghoa dan Yeni yang berdarah Manado-Batak ini telah suka menyanyi dan menari sejak kecil.[6] Bakat seni Titi juga didukung oleh kedua orang tuanya. Di tengah kondisi serba pas-pasan, Yeni menyisihkan pendapatannya untuk memasukkan Titi ke sanggar seni suara yang cukup kondang saat itu, Bina Vokalia. Tak cukup hanya itu, Yeni juga mendaftarkan Titi kursus tari Bali dan piano. Bahkan, ibunya juga menghubungi Dewi Motik, wanita pengusaha terkemuka yang dikenal luwes dan pakar mengenai kewanitaan.[7]

Cobaan datang saat Titi masuk ke jenjang SMP. Kedua orang tuanya bercerai. Ibunya pun harus berjuang sendirian menghidupi keluarganya. Meski demikian, saat Titi bercerita tentang sebuah kelompok seni terkemuka, Swara Mahardhika (SM), ibunya begitu antusias. Bersama Soraya Haque, teman sekolahnya yang juga tinggal di Tebet, Titi pun mendaftar ke sanggar pimpinan Guruh Soekarnoputra itu. Keluarga Titi kembali diuji saat warung yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka, terkena gusuran. Mereka pun pindah ke kawasan lain di Tebet Timur. Sayang mereka sekali lagi mendapat ujian saat Yeni bangkrut akibat arisan call. Keterpurukan ekonomi membuat mereka pindah lagi, kali ini ibunya membeli rumah yang amat sederhana di sebuah gang di kawasan Tomang. Tak hanya itu, Titi pun harus merelakan pianonya dijual demi menutup hutang. Meski begitu, ibunya tak menghentikan 'jatah' Titi ikut di SM.

Karier[sunting | sunting sumber]

Awal karier dan pemilihan Miss World (1982–1983)[sunting | sunting sumber]

Sejak masuk SM, Titi mulai menjajal dunia model. Beberapa kali wajahnya muncul di majalah remaja dan mulai dikenal masyarakat. Ibunya juga selalu mencari peluang agar Titi bisa ikut lomba bergengsi. Tahun 1983 Titi ikut Lomba Bintang Radio & Televisi dan meraih Juara III, juga Juara Berpenampilan Terbaik. Namun bekal itu tak cukup membantu saat Titi ingin tampil di Aneka Ria Safari, ajang paling bergengsi bagi penyanyi saat itu. Titi ditolak karena belum memiliki album.

Kesempatan untuk rekaman datang dari JK Record. Tawaran itu datang berkat usaha Frans Hasibuan, koordinator acara musik Kamera Ria, tempat Titi sering tampil. Sayang Titi tidak mendapat titik temu dengan Judi Kristianto mengenai musik yang bisa dibawakannya. Saat itu, JK Record memang dikenal sebagai perusahaan rekaman yang menelurkan album mendayu, sementara Titi terbiasa mengapresiasi musik Addie MS, Chrisye, atau Guruh Soekarnoputra. Meski tak jadi rekaman, Titi tidak putus semangat untuk mencari kesempatan show dan tampil di televisi. Titi pun melirik dunia film dan mulai main dalam film-film komedi yang waktu itu memang sedang marak-maraknya. Film pertamanya, bertajuk Gepeng Bayar Kontan (1983)[8]

Film tersebut membawa Titi mendapat tawaran dari Andi Nurhayati salah satu produser film, untuk mengikuti kontes Miss World 1983 di London, Britania Raya. Tentu saja kesempatan itu tidak disia-siakan walau Titi belum pernah mengikuti kontes kecantikan di tanah air. Sayangnya, ia tidak berhasil meraih posisi dalam ajang tersebut.[4]

Saat mengikuti ajang Miss World, Titi berada satu angkatan bersama dengan aktris Michelle Yeoh yang saat itu mewakili Malaysia dan Maggie Cheung sebagai Miss Hongkong.[4]

Album pertama, Adarapta dan kolaborasi dengan Indra Lesmana (1984–1989)[sunting | sunting sumber]

Meski kecewa lantaran gagal memenangkan kontes Miss World, namun berkat itu popularitas Titi menanjak cepat. Titi kerap mendapat tawaran bermain film dan tawaran rekaman dari Jackson Record. Pada 1984, Titi merilis album perdana, Imajinasi.[9]

Meski penjualan album perdananya tidak terlalu bagus, produser puas dengan hasilnya. Memasuki tahun 1985, Titi sudah sibuk mempersiapkan album kedua, Yang Pertama Yang Bahagia. Dalam pembuatan album itu Titi berkenalan dengan Indra Lesmana. Tak lama mereka pun menjalin cinta. Album-album Titi selanjutnya tak lepas dari garapan Indra, Ekspresi (1988), dan Titi DJ 1989 (1989). Titi juga sempat bergabung dengan Adarapta bersama Titiek Hamzah, Atiek CB dan Endah Soebroto di tahun 1987 serta menelurkan dua album.[10] Seiring santernya isu bahwa kesuksesan Titi hanya karena Indra di sampingnya, hubungan mereka yang telah terbina selama 7 tahun pun berakhir di pertengahan tahun 1991. Setelah putus dengan Indra, orang-orang mulai mempertanyakan karier menyanyi Titi. Album-albumnya dinilai tidak sukses dan bahwa Titi bukan jaminan kelarisan album.[11]

Lenong Rumpi dan puncak karier (1990–2004)[sunting | sunting sumber]

Sampul album Bahasa Kalbu (1999).

Tak mau putus asa, Titi terus berjuang dan menjadi pribadi yang lebih ceria. Harry de Fretes pimpinan Lenong Rumpi yang tayangannya amat populer di RCTI saat itu belum mengudara secara nasional, menawari Titi untuk bergabung. Titi sukses tampil mendampingi Ira Wibowo, Debby Sahertian, Ferina Widodo, dan Ade Juwita.[12] Lenong Rumpi juga membawanya pada rekaman sebuah album, berjudul Emangnya Gue Pikirin. Bahkan, Titi juga mulai merambah dunia sinetron, antara lain Body Kuat, Lakon Tiga Duda, Jalan Pintas, Hari-Hari Gila dan yang paling populer, Nurlela.

Setelah perceraian dengan Bucek Depp rupanya membawa hikmah. Meski sempat berat di awal perceraiannya, bahkan Titi sempat berhutang pada sahabatnya, Chintami Atmanegara untuk membayar uang muka rumah, namun itu menjadi titik balik kesuksesan Titi sebagai penyanyi. Jiwa yang emosional, semangat memperjuangkan hidup, dan rasa cinta pada anak-anak membuahkan karya yang sungguh menyentuh. Album Bahasa Kalbu yang dirilis tahun 1999, sukses.[13] Album ini sarat dengan lagu-lagu berlirik indah dengan aransemen yang memikat. Bahkan Titi sukses meraih 5 penghargaan dari 6 kategori yang dinominasikan dalam ajang Anugerah Musik Indonesia 1999. Titi meraih Album Terbaik Kategori Umum, Kategori Pop; Lagu Terbaik Kategori Umum, Penyanyi Wanita Terbaik Kategori Pop dan Kategori Umum. Lagu "Bahasa Kalbu" juga menjadi soundtrack sinetron Cinta yang dibintangi Desy Ratnasari.

Pada tahun 2004, Titi meluncurkan album Immaculate Collection yang berisi beberapa hits populer antara lain "Ekspresi" (feat Indra Lesmana), "Bintang-Bintang", "Dunia Boleh Tertawa" (feat Indra Lesmana), "Bahasa Kalbu", "Salahkah Aku", "Keresahanku", dan "Kuingin". Tiga tahun sebelumnya, Titi sudah pernah meluncurkan album the best yang bertajuk Titi DJ Menyanyikan Kembali (2001). Album tersebut memang menyuguhkan sejumlah lagu yang bisa dibilang merupakan karya artistik Titi, termasuk sebuah lagu baru bertajuk "Sang Dewi".[14]

Juri Indonesian Idol, "Sang Dewi" dan 3 DIVA (2005–2009)[sunting | sunting sumber]

Titi DJ merupakan musisi dengan kuantitas tertinggi sebagai juri Indonesian Idol. Ia menjadi juri pada 6 musim Indonesian Idol (2004, 2005, 2006, 2007, 2008, dan 2014) dan Indonesian Idol Junior Musim Pertama (2015).[15][3]

Tahun 2005, Titi merilis album bertajuk Melayani Hatimu. Album ini diproduseri oleh musisi kenamaan Indonesia Erwin Gutawa dengan lagu utamanya ialah "Separuh Hidupku". Album ini berhasil menjadikan Titi DJ sebagai nominator penyanyi wanita terbaik di penghargaan musik bergengsi seperti Anugerah Planet Muzik, Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan MTV Indonesia.[16]

Pada tahun yang sama, Titi menggelar konser tunggal pertamanya dengan tajuk Titi DJ Sang Dewi Live in Concert.[17] Konser tersebut berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan pada tanggal 30 September 2005 dengan Tohpati sebagai pengarah musik dan juga Alex Hassim sebagai pengarah kreatif.[18] Tak hanya sukses sebagai lagu, album, dan tema konser, tembang "Sang Dewi" juga menginspirasi Dwi Ilalang untuk membuat film Sang Dewi (2007).[19][20] Konser tersebut juga diakui Krisdayanti dalam bukunya "My Life, My Secret" sebagai konser terbaik sepanjang tahun.[21]

Krisdayanti, salah satu anggota 3 Diva.

Pada awal tahun 2006, Titi bersama Krisdayanti dan Ruth Sahanaya membuat suatu kumpulan yang disebut sebagai DI3VA (3 Diva).[22] Saat itu, KD, Titi DJ dan Ruth Sahanaya bersama Erwin Gutawa sebagai penata musik dan Jay Subiyakto sebagai penata artistiknya menggelar konser di 4 kota besar, Jakarta, Surabaya, Bandung dan Denpasar hingga negeri Jiran Malaysia.[23] Mereka berdua juga selalu mengiringi 3 Diva konser hingga akhirnya Erwin-Jay dan 3 Diva berpisah pada awal tahun 2008.[24][25][26]

Pada 30 April 2007, Titi kembali merilis album bertajuk The Best of Titi DJ.[27] Album ini berisi sepuluh lagu lawas ditambah dua lagu baru, "Galau" ciptaan Titi sendiri dan "Engkau Laksana Bulan" karya komposer legendaris Malaysia, P. Ramlee. Album ini juga menandai kerja sama pertama Titi dengan kekasihnya (yang kemudian menjadi suami ketiganya) Noviar Rachmansyah (Ovy). Karena penggarapan album hampir selesai, saat Titi mulai menjalin hubungan dengan Ovy, maka Ovy hanya berkontribusi pada desain sampul.[28]

Usai berpisah dengan Erwin dan Jay, 3 Diva kemudian mengeluarkan mini album berjudul 3 Diva (2008) yang berisi 3 lagu, yaitu "A Lotta Love" (diciptakan oleh Titi DJ), "Adilkah Ini Untukku" (diciptakan oleh Icha Jikustik), dan "Mencinta" (Titi DJ dan Anang).[29] Pada tahun yang sama, 3 Diva melakukan mini konser untuk promo album 3 Diva yang ditayangkan langsung di salah satu TV swasta.

Titi to Diana, Truth dan reuni 3 DIVA (2010–sekarang)[sunting | sunting sumber]

Pada 16 Februari 2010, Titi merilis albumnya yang bertajuk "Titi to Diana". Album ini merupakan album persembahan Titi untuk sang idola, Diana Nasution, dan oleh karena itu, hampir keseluruhan lagu di album ini adalah lagu lawas milik Diana.[30] Berisi 12 buah lagu dengan hits singel lagu yang berjudul "Jangan Biarkan". Album ini berhasil mengantar Titi memenangkan Anugerah Musik Indonesia 2011 kategori Karya Produksi Kolaborasi Terbaik.[31] Pada 7 Desember 2010, Titi memperkenalkan singel barunya yang bertajuk "Tak Ada Ujungnya" dalam acara Nagaswara Music Awards yang diadakan di Istora Senayan, Jakarta. Dalam singel ini, Titi berduet dengan suaminya saat itu, Ovi /rif. Singel yang diciptakan oleh Takaida pada tahun 2006 ini merupakan singel perdana Titi DJ setelah pindah ke label baru Nagaswara.[32] Syair lagu ini berisi mengenai hubungan sang kekasih yang berbeda keyakinan. Klip video dari singel ini merupakan satu-satunya klip yang pembuatannya paling menyita waktu dan dianggap sebagai klip Titi yang pengerjaannya paling lama sepanjang kariernya.[33]

Pada awal tahun 2011, Titi DJ kembali melakukan konser untuk memperingati 25 tahunnya berkarier di industri musik yang bertajuk "Konser Swara Sang Dewi". Konser dengan tema Go Green tersebut diadakan 4 hari dengan 7 kali pertunjukan. Konser yang diadakan di Taman Ismail Marzuki tersebut berhasil meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) kategori Penyanyi Wanita Pertama Indonesia dengan 4 Hari Konser 7 Kali Pertunjukan.

Pada tahun 2012, Titi bersama Ruth Sahanaya membentuk sebuah kolaborasi baru bernama Truth dan merilis album berjudul About Us pada tanggal 5 September.[34] Album ini hanya dijual di gerai KFC di seluruh Indonesia.[35]

Pada Maret 2013, Titi kembali menggebrak dengan menjadi penyanyi wanita Asia pertama yang melakukan konser di Marina Bay Sands, Singapura. Setelah pihak Marina Bay Sands melakukan survei, Grand Theater Eksklusif di negeri singa itu memutuskan untuk mengundang Titi DJ melakukan konser tunggal.

.

Titi seolah membuka jalan bagi penyanyi Indonesia untuk melakukan konser di MBS, karena beberapa waktu setelah itu, Syahrini, Afgan Syahreza, dan Raisa mengadakan konser di tempat yang sama pada tahun-tahun selanjutnya.

Setelah lama tidak melakukan konser bersama akibat karier dan kesibukan pribadi, 3 Diva kembali mengadakan konser luar negara (Singapura) pada tahun 2014 sebagai pematah isu keretakan anggota.[36]

Pada 9 Desember 2015, Titi merilis albumnya yang ke-15 bertajuk Titi in Love with Yovie.[37] Album ini berisikan 10 lagu karya Yovie Widianto, dengan utama "Bila Kuingat". Album ini merupakan album pertama dalam sejarah musik industri Indonesia yang hanya berisi lagu-lagu ciptaan Yovie yang dinyanyikan oleh satu penyanyi.[38] Album ini secara fisik hanya dijual di gerai KFC di seluruh Indonesia dan secara digital melalui ITunes. Sebelum merilis album penuh, Titi DJ merilis terlebih dahulu singel "Bila Kuingat" beberapa bulan sebelumnya di ITunes.[39]

Sepanjang tahun 2016, 3 Diva kembali mengibarkan bendera kejayaan yang dituangkan dalam konser tour di 4 kota besar, yakni Yogyakarta (23/4), Bandung (30/4), Jakarta (17/9), dan Surabaya (3/12).[40]

Pada 26 September 2018, 3 Diva mengadakan konser reuninya bertajuk "Back in Time" yang diadakan di Livespace, kawasan SCBD, Jakarta Selatan.[41]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Kisah cinta sebelum menikah[sunting | sunting sumber]

Titi sempat menjalin cinta dengan Adjie Massaid, model dan aktor tampan yang tengah naik daun saat itu.[42] Tak sampai setahun kemudian, Titi menggandeng Ryan Hidayat, bahkan sempat mengajaknya tampil di Lenong Rumpi.[43] Titi DJ adalah mantan kekasih dari Indra Lesmana, salah satu pemusik jazz Indonesia. Setelah itu, Titi sempat jalan dengan beberapa pria lain. Pada awal pertengahan tahun 2012, Titi DJ mengakui bahwasanya dirinya pernah mencintai Denny Malik yang ia kenal setelah ia bergabung dengan Swara Mahardika.[44]

Menikah dengan Bucek Depp[sunting | sunting sumber]

Titi menambatkan hatinya pada Bucek Depp, seorang aktor Indonesia yang 7 tahun lebih muda darinya. Pada tahun 1994, ia bertunangan dengan Bucek dan kemudian menikah secara sederhana pada tanggal 9 Mei 1995. Dari perkawinannya ini, ia dikaruniai tiga orang anak, yaitu Salmaa Chetizsa Muchtar dan saudara kembarnya, Salwaa Chetizsa Muchtar, serta Daffa Jenaro Muchtar.[45] Titi kemudian masuk Islam pada tahun 1994, mengikuti keyakinan Bucek. Kebahagiaan dengan Bucek amat tampak dalam album Titi yang diluncurkan tahun 1995 Bintang Bintang. Dalam video klipnya, Titi tampil amat bersinar, didampingi Bucek sebagai modelnya.

Setelah melahirkan anak pertamanya yang kembar, rumah tangga Bucek dan Titi mulai dilanda masalah. Namun saat akan berpisah, Titi dihadapkan pada kenyataan dirinya hamil lagi dan dengan kondisi keuangan yang memprihatinkan, karena jarang show selama hamil pertama. Kesempatan datang saat Elfa's Singers ditinggal Rita Effendy dan membutuhkan penyanyi baru. Titi pun mengikuti audisi dan diterima. Usai melahirkan anak keduanya, Bucek dan Titi bercerai setelah dua tahun menikah. Keduanya resmi bercerai pada Desember 1997.[46]

Menikah dengan Andrew Hollis Dougharty[sunting | sunting sumber]

Setelah bercerai dengan Bucek Depp, Titi DJ kembali menikah dengan Andrew Hollis Dougharty, seorang warga negara Amerika Serikat yang masuk Islam. Pernikahannya yang berlangsung pada 5 November 1999 itu kali ini dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Stephanie Poetri Dougharty.

Setelah 7 tahun mengarungi bahtera rumah tangga dengan suami keduanya, ia resmi kembali bercerai pada 27 November 2006.[47]

Menikah dengan Ovy[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2007, ia kembali menikah dengan Noviar Rachmansyah (Ovy), salah satu personel grup band /rif. Pernikahan mereka dilangsungkan pada tanggal 23 Mei 2007 di Mekkah dengan disaksikan oleh Tantowi Yahya dan Habib Assegaf Abdullah sebagai saksi, serta Taufiqur SH sebagai wali hakim.[48] Mas kawin yang diberikan Ovy berupa uang tunai senilai Rp 2.352.007,- yang disesuaikan dengan tanggal berlangsungnya pernikahan mereka.[49]

Setelah 4 tahun mengarungi bahtera rumah tangga dengan suami ketiganya, Titi resmi kembali bercerai setelah sidang putusan cerai di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, Banten pada 12 Desember 2011.[50][51]

Kehidupan sosial[sunting | sunting sumber]

Titi ditunjuk oleh Perhimpunan Donor Darah Indonesia sebagai Duta Donor Darah Indonesia.[52]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Keterangan
1983 Tirai Malam Pengantin Astri
1984 Hati Seorang Wanita Sinta
Susana-Susana Buktikan Cintamu
1985 Gejolak Kawula Muda Titi
1991 Rini Tomboy
1992 Lenong Rumpi II Mak Iting
2010 Madame X Bunda Ratu
2011 Arisan! 2 Tamu pesta Cameo
Get Married 3 Sekretaris Cameo
2012 Perahu Kertas Ibunda Kugy
Perahu Kertas 2 Ibunda Kugy

Sinetron[sunting | sunting sumber]

  • Lenong Rumpi (1991)
  • Hari-Hari Gila
  • Nurlela (1994)
  • Jalan Pintas
  • Flamboyan 108 (1996)
  • Maafkan Daku Bila Mencintaimu (1996)
  • Oh Ibu dan Ayah Selamat Pagi (1997, sutradara Slamet Rahardjo Djarot)
  • Kau Tak Sendiri (1997)
  • Mencari Pelangi (1998, serial musikal, karya Harry Dagoe, Nia Dinata, Shanty Harmayn)

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Album solo[sunting | sunting sumber]

Singel[sunting | sunting sumber]

Bersama Adarapta[sunting | sunting sumber]

Bersama 3 Diva[sunting | sunting sumber]

Bersama Truth[sunting | sunting sumber]

Penampilan[sunting | sunting sumber]

Iklan[sunting | sunting sumber]

  • Polytron
  • Nokia
  • Bodrex
  • Rinso
  • Indomie
  • KFC
  • Shampoo Agree
  • Kompor Gas Rinnai
  • Energen Sereal
  • Von Von 24K
  • Hufagrip

Penampilan lain[sunting | sunting sumber]

  • 1985Festival Lagu Populer Indonesia 1985 lagu "Merah Hitam Cinta Kita" duet bersama Sandro Tobing
  • 1985 – Festival Lagu Populer Indonesia 1985 lagu "Hadirmu
  • 1987 – Soundtrack album Catatan Si Boy
  • 1989 – album Fariz RM, "Fashionova"
  • 1990 – Festival Lagu Populer Indonesia 1990 lagu "Balon"
  • 1991Lomba Cipta Lagu Remaja 1990/1991
  • 1991 – Album Penjor (Asean Song Festival)
  • 1997Bersama Dalam Cinta proyek album untuk Gedung Kesenian Jakarta
  • 2001 – Konser Diva South East Asia
  • 2002 – Konser Sri Panggung Indonesia
  • 2006 – Titi DJ by Request SCTV
  • 2006 – Anugerah Musik Indonesia Selera Satu Dekade
  • 2007 – Konser 70 Tahun Titiek Puspa
  • 2008 – Opening Indonesian Idol
  • 2008 – Grand Final Indonesian Idol
  • 2009 – Konser Dancing Queen
  • 2009 – Episode Perdana Harmoni SCTV
  • 2010 – Harmoni SCTV Episode 3 Diva
  • 2010 – Konser Jangan Biarkan
  • 2011 – World Economy Forum of East Asia (40 negara)[54]
  • 2011 – Road to Sea Games The Glory of Sriwijaya[55]
  • 2011 – Opening Sea Games 2011
  • 2011 – Harmoni SCTV Tribute to Elfa Secioria
  • 2011 – Pray for Japan Concert
  • 2011 – Harmoni SCTV Episode Wanita Indonesia
  • 2012 – Konser Mahakarya Ahmad Dhani (istilah Titi DJ menjadi Trending Topic World Wide di Twitter)
  • 2012 – Episode Perdana Deluxe Symphoni (Trending Topic World Wide)
  • 2012 – Deluxe Symphoni Episode Trending Topic World Wide
  • 2012 – Teater Gatot Kaca Jadi Raja
  • 2012 – Teater Gatot Kaca Kembar - The Evil Within
  • 2012 – Mostly Jazz Jakarta featuring Titi DJ
  • 2012 – Closing Pekan Olahraga Nasional XVIII Riau
  • 2012 – Konser Sejuta Karya Anak Negeri[56]
  • 2013 – Konser Sang Dewa Cinta Ari Lasso
  • 2013 – Sri Mimpi Indonesia Guruh Soekarno Putra
  • 2013 – Anugerah Musik Indonesia 2013 Hidupkan Musikmu
  • 2014 – Road to Grand Final Indonesian Idol
  • 2014 – Konser MOX Magenta Orchestra
  • 2014 – One Night Affair with Titi DJ[57]
  • 2015 – Konser TRAYA
  • 2015 – Indonesia Jazz Festival[58]
  • 2015 – Jakarta Decade Concert
  • 2016 – Kahitna Love Festival "30 Anniversary"
  • 2016 – First Time Concert in Solo Baru, Up Close and Personal With Tommy[59]
  • 2016 – In The Mood of Love with Tommy Page, Jakarta.[60]
  • 2016 – Konser Cinta Putih Sang Dewi[61]
  • 2016 – The 6th The Association for International Sport for All (TAFISA) World Sport for All Games[62]
  • 2017 – Konser Raya 22 Tahun Indosiar[63]
  • 2017 - Sunday Mostly Jazz Bali featuring Titi DJ[64]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

  • Second Runner-up Bintang radio dan Televisi Nasional 1983
  • BASF Award 1985 – Album Dalam Lagu Dara Puspita (Adarapta)
  • Nominee Piala Vidia FSI 1996 – Aktris Komedi Utama Terbaik (Nurlela)
  • Nominee Piala Vidia FSI 1997 – Aktris Pembantu Drama (Oh Ibu dan Ayah Selamat Pagi)
  • Nominee Piala Vidia FSI 1998 – Aktris Pembantu Drama (Mencari Pelangi)
  • Anugerah Musik Indonesia 1999 – Penyanyi Pop Wanita Terbaik (Bahasa Kalbu)
  • Anugerah Musik Indonesia 1999 – Album Pop Terbaik (Bahasa Kalbu)
  • Anugerah Musik Indonesia 1999 – Penyanyi Rekaman Terbaik
  • Anugerah Musik Indonesia 1999 – Lagu Terbaik (Bahasa Kalbu)
  • Anugerah Musik Indonesia 1999 – Album Rekaman Terbaik (Bahasa Kalbu)
  • Multi Platinum Award – album Bahasa Kalbu
  • Multi Platinum Award – album Menyanyikan Kembali
  • Winner International Song Festival ISF (Asia) 2002 – Sang Dewi
  • Runner-up of Asian Television Awards 2002 Best Music Programme – "Satu Jam Bersama Titi DJ - PT Indosiar Visual Mandiri TBK - Indonesia"
  • Funkiest Female Singer Clear Top 10 Awards 2002
  • Nominasi Penyanyi Pop Wanita Terbaik Anugerah Musik Indonesia 2003
  • Nominee Most Favourite Female MTV Indonesia Awards 2006 (Separuh Hidupku)
  • Nominee Artis Wanita Terbaik Anugerah Planet Muzik 2006 Singapura (Separuh Hidupku)
  • The Best Hairstyle Female Singer Johnny Andrean Awards 2006
  • Karya Produksi Kolaborasi Terbaik Anugerah Musik Indonesia 2006 (Semua jadi Satu - 3 Diva)
  • Nominasi Penyanyi Pop Wanita Terbaik Anugerah Musik Indonesia 2006 (Separuh Hidupku)
  • Multi Platinum Award album The Best of
  • Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa Versi Rolling Stone Indonesia Magazine Edisi #32, Desember 2007 (Album Ekspresi 1988)
  • Karya Produksi Kolaborasi Terbaik Anugerah Musik Indonesia 2011 (Jangan Biarkan Feat. Diana Nasution)
  • Rekor MURI kategori Penyanyi Wanita Pertama Indonesia dengan 4 hari konser dan 7 kali pertunjukan
  • Nominee Duo/Group Terbaik Anugerah Musik Indonesia 2013 (Truth)
  • Nominee Karya Produksi Terbaik Anugerah Musik Indonesia 2013 (Truth)
  • Nominee Duo/Group Anugerah Planet Muzik 2013 Singapura (Truth)
  • Nominee Lagu Terbaik Anugerah Planet Muzik 2013 Singapura (Hati-Hati dengan Hati - Truth Cipt. Titi DJ)
  • Multi Platinum Award album Titi in Love with Yovie

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Titi DJ Luncurkan Album Lagu Terbaiknya". Antara. 30 April 2007. Diakses tanggal 21 Agustus 2008. 
  2. ^ "Menyandingkan Diva Era 90-an, Titi DJ dan Reza Artamevia". Kumparan.com. 5 November 2018. Diakses tanggal 21 November 2018. 
  3. ^ a b Sari, Siska Permata (12 September 2018). "Sering Jadi Juri, Titi DJ Ungkap Perbedaan Indonesian Idol dan TVI". iNews.id. Diakses tanggal 13 September 2018. 
  4. ^ a b c "Titi DJ Bersaing dengan Michelle Yeoh & Maggie Cheung". DetikForum. 7 Januari 2015. Diakses tanggal 12 Desember 2015. 
  5. ^ Guasconti, Giovanni (27 Mei 2016). "Lebih Dekat Tentang Kehadiran Indonesia di Ajang Miss World". CNN Indonesia. Diakses tanggal 22 Desember 2016. 
  6. ^ "Profil Titi DJ". Viva.co.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2016. 
  7. ^ Minarti, Helly (24 Januari 1999). "Titi DJ goes it alone in juggling family and music". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 
  8. ^ "Gepeng Bayar Kontan (1983)". Film Indonesia. Diakses tanggal 22 Januari 2016. 
  9. ^ Danawidjaja, Tari (2 Oktober 2005). "Diva Titi DJ wows, wows crowd with theatrical concert". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). hlm. 17. 
  10. ^ Ginting, Asriat (2007). Musisiku. Jakarta: Republika. hlm. 67-68. Di tahun 1987, Titiek Hamzah bahkan membentuk kelompok Adarapta -- akronim dari Anak Dara Puspita. Sebetulnya Adarapta yang didukung Titi DJ, Atiek CB, dan Endah Soebroto merupakan bagian dari obsesi Titik Hamzah... 
  11. ^ Ramadani, Sri (7 Oktober 2001). "Indonesian men are not straightforward". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 
  12. ^ "Mengenang Keseruan Lenong Rumpi". detikHOT. 25 April 2011. Diakses tanggal 26 April 2011. 
  13. ^ "Titi DJ: Perjalanan Sang Dewi di Industri Hiburan Selama Tiga Dekade". Kumparan.com. 7 Februari 2018. Diakses tanggal 8 Februari 2018. 
  14. ^ Suryaningtyas, Fasrinisyah (16 Oktober 2018). "Masih Ingat? 7 Lagu Titi DJ yang Hits Tahun 2000an". IDN Times. Diakses tanggal 22 Oktober 2018. 
  15. ^ "Titi DJ, Betah Jadi Juri 'Indonesian Idol'". Kapanlagi.com. 17 Januari 2007. Diakses tanggal 22 Oktober 2008. 
  16. ^ "Melayani Hatimu: Pembuktian Sang Diva". detikHOT. 9 November 2005. Diakses tanggal 10 November 2005. 
  17. ^ "Konser Sang Dewi Titi DJ". Kapanlagi.com. 1 Oktober 2005. Diakses tanggal 22 Oktober 2008. 
  18. ^ Erlin (6 September 2005). "Titi DJ Gelar Konser Tunggal". KapanLagi.com. Diakses tanggal 21 Februari 2008. 
  19. ^ "Agustus, Empat Film Anak Negeri Bakal Tayang di Bioskop". KapanLagi.com. 31 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Desember 2007. Diakses tanggal 21 Februari 2008. 
  20. ^ "'SANG DEWI', Siap Saingi Dominasi Film Horor". KapanLagi.com. 9 Agustus 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Januari 2008. Diakses tanggal 21 Februari 2008. 
  21. ^ Endah, Alberthiene (2009). My Life, My Secret. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-4703-9. 
  22. ^ Dewi, Andi Rosita (16 April 2016). "13 Foto transformasi 3 Diva buktikan mereka makin cantik dan kompak". Brilio.net. Diakses tanggal 8 Agustus 2017. 
  23. ^ "Konser Tiga Diva Indonesia Dalam Persiapan". KapanLagi.com. 8 Januari 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Januari 2008. Diakses tanggal 31 Januari 2008. 
  24. ^ "Soal Erwin, 3 Diva Akan Tuntaskan Secara Internal". KapanLagi.com. Diakses tanggal 21 Februari 2008. 
  25. ^ "Erwin Gutawa Merasa Dikhianati 3 Diva". Bintang-Indonesia.com. Diakses tanggal 21 Februari 2008. 
  26. ^ "Erwin Resmi PHK 3 Diva". Kompas.com. 24 Januari 2008. Diakses tanggal 12 Januari 2014. 
  27. ^ Kurniawan, Moch. Indra (30 April 2007). "'The Best Of Titi DJ', Album Slow Terakhir Titi DJ". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 6 September 2012. 
  28. ^ "Titi DJ Dan Ovie Pertama Kali Kerja Bareng Di Album Baru". KapanLagi.com. 1 Mei 2007. Diakses tanggal 21 Februari 2008. 
  29. ^ "'Rekaman Seperti Halal Bihalal'". Tabloid Wanita Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 April 2008. Diakses tanggal 21 Februari 2008. 
  30. ^ "Titi DJ Garap Album Tribute Untuk Diana Nasution". detikHOT. 18 Januari 2010. Diakses tanggal 19 Januari 2010. 
  31. ^ Galuh, Maria Cicilia (7 Juli 2011). "Daftar Pemenang AMI Awards 2011". Okezone.com. Diakses tanggal 8 Juli 2011. 
  32. ^ "Titi DJ Siap Pamer Video Klip Tak Ada Ujungnya". detikHOT. 4 Desember 2010. Diakses tanggal 5 Desember 2010. 
  33. ^ Eko Hendrawan Sofyan, ed. (4 Desember 2010). "Yang Baru dari Titi DJ". Kompas.com. Diakses tanggal 5 Desember 2010. 
  34. ^ Adhityo, Fajar (3 Agustus 2012). "Titi DJ dan Ruth Sahanaya Kolaborasi Bentuk Truth". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 4 Agustus 2012. 
  35. ^ "Titi DJ & Ruth Sahanaya Luncurkan Album About Us". detikHOT. 5 September 2012. Diakses tanggal 6 September 2012. 
  36. ^ "Suasana Backstage Konser 3Diva di Singapura". detikHOT. 26 Agustus 2014. Diakses tanggal 28 Agustus 2014. 
  37. ^ Rismoyo, Mauludi (9 Desember 2015). "Titi DJ Luncurkan Album ke-15 Bertajuk 'Titi in Love with Yovie'". detikHOT. Diakses tanggal 10 Desember 2015. 
  38. ^ Alpito, Agustinus Shindu (9 Desember 2015). "Titi DJ Luncurkan Album Berisi Lagu Karya Yovie Widianto". MetroTV. Diakses tanggal 10 Desember 2015. 
  39. ^ Octama, Carla Isati (9 Desember 2015). "Ini Alasan Titi DJ Jadikan "Bila Kuingat" Sebagai "Single" Pertama". BeritaSatu.com. Diakses tanggal 10 Desember 2015. 
  40. ^ "Titi DJ Dalang di Balik Konser 3 Diva". Cumicumi.com. 19 September 2016. Diakses tanggal 20 September 2016. 
  41. ^ "Konser 3 Diva, Titi DJ Kenang Indra Lesmana". Viva.co.id. 27 September 2018. Diakses tanggal 29 September 2018. 
  42. ^ Kodrati, Finalia (2 Agustus 2011). "Para Pria di Kehidupan Cinta Titi DJ". Viva.co.id. Diakses tanggal 22 April 2012. 
  43. ^ Yuyun Hikmatul Uyun, ed. (13 September 2018). "Ryan Hidayat, Aktor Tampan Kekasih Nike Ardilla yang Juga Meninggal Muda, Ternyata Mantan Titi DJ". Tribunnews.com. Diakses tanggal 15 September 2018. 
  44. ^ Mujaddid, Adhib (20 April 2012). "Titi DJ: Dulu Saya Naksir Denny Malik". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 22 April 2012. 
  45. ^ Laraswati, Mega (30 April 2012). "Titi DJ, dari Bucek Deep hingga Ovy". Okezone.com. Diakses tanggal 2 Mei 2012. 
  46. ^ Rosidha, Eka Laili (20 Juni 2017). "Sudah 20 Tahun Cerai, Titi DJ dan Bucek Depp Akur di Ultah Anak". Liputan6.com. Diakses tanggal 22 Juni 2017. 
  47. ^ "Titi DJ Resmi Menjanda". Kapanlagi.com. 28 November 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 September 2008. Diakses tanggal 30 November 2008. 
  48. ^ "Nikah di Mekkah, Titi DJ Tak Selingkuh". detikHOT. 21 Mei 2007. Diakses tanggal 30 Mei 2007. 
  49. ^ "Titi DJ Harap Ovie Jadi Suami Terakhir". Kapanlagi.com. 29 Mei 2007. Diakses tanggal 30 Mei 2007. 
  50. ^ Bhisma, Mahar Prawira (12 Desember 2011). "Titi DJ Resmi Menyandang Status Janda untuk ke-3 Kalinya". detikHOT. Diakses tanggal 13 Desember 2011. 
  51. ^ "Guess what?: Titi DJ, Ovy officially divorced". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 13 Desember 2011. Diakses tanggal 13 Desember 2011. 
  52. ^ "Titi DJ Jadi Duta Donor Darah". KapanLagi.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Maret 2007. Diakses tanggal 21 Februari 2008. 
  53. ^ "Guess what?: TIti DJ to release new album". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 13 Agustus 2015. Diakses tanggal 16 Agustus 2015. 
  54. ^ Liputan6.com. "Titi DJ Meriahkan Welcome Dinner". liputan6.com. Diakses tanggal 12 Oktober 2016. 
  55. ^ "Sea Games, Titi DJ Bawa Lagu Whitney Houston". Viva.co.id. Diakses tanggal 12 Oktober 2016. 
  56. ^ "Konser 70 Tahun Bakrie Sejuta Karya Anak Negeri di MEIS Ancol". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 12 Oktober 2016. 
  57. ^ "Aksi Titi DJ Hangatkan Colosseum Club". Liputan6.com. Diakses tanggal 12 Oktober 2016. 
  58. ^ "Indonesian Jazz Festival Kembali Digelar Untuk Kedua Kalinya". Rolling Stone. 21 Agustus 2015. Diakses tanggal 12 Oktober 2016. 
  59. ^ "Konser di Solo bareng Titi DJ, Tommy Page akan bawakan 2 Lagu Baru". Tribunnews.com. 2 Juni 2016. Diakses tanggal 12 Oktober 2016. 
  60. ^ "Tommy Page Gelar Konser di Jakarta 4 Juni 2016". Liputan6.com. 2 Juni 2016. Diakses tanggal 12 Oktober 2016. 
  61. ^ "Katon dan Titi DJ Ajak Penonton Bernostalgia dalam Konser Cinta Putih Sang Dewi". Seputar Semarang. Diakses tanggal 12 Oktober 2016. 
  62. ^ "Titi DJ Ramaikan Pentas Penutupan TAFISA GAMES 2016". Okezone.com. Diakses tanggal 12 Oktober 2016. 
  63. ^ "Indosiar Kabulkan Mimpi Rizky Febian". Bintang.com. Diakses tanggal 12 Agustus 2017. 
  64. ^ "Sunday Mostly Jazz feat Titi DJ". Bali This Week. Diakses tanggal 12 Agustus 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Bendera Daerah Khusus Ibukota Jakarta Andi Botenri
(1982)
Miss Indonesia World
1983
Diteruskan oleh:
Bendera Daerah Istimewa Yogyakarta Lindi Cistia Prabha
(2005)