Timothy Ronald
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 22 September 2000 Tangerang Selatan |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | pengusaha, investor |
Timothy Ronald (lahir di Tangerang Selatan, 22 September 2000) adalah seorang pengusaha dan investor berkebangsaan Indonesia.[1] Ia dikenal sebagai salah satu pendiri platform edukasi finansial Ternak Uang dan aktif sebagai konten kreator di bidang literasi keuangan dan investasi.[1]
Kehidupan awal
[sunting | sunting sumber]Sejak kecil ia mengaku terobsesi dengan Warren Buffett. Ia membaca buku-buku investasi dan mulai berjualan pomade sejak usia 15 tahun. Umur 19 tahun, ia memiliki Rp1 miliar pertamanya dari investasi. Uang tersebut ia gunakan untuk mendirikan platform edukasi finansial, Ternak Uang.[2]
Pendidikan
[sunting | sunting sumber]Ia lahir di Tangerang Selatan. Ia menempuh pendidikan di Universitas Bina Nusantara jurusan Sistem Informasi. Sejak muda, ia telah menunjukkan ketertarikan pada dunia bisnis dan investasi.[1] Ia memutuskan untuk drop out dari kampus pada semester pertamanya dan fokus sebagai investor kripto hingga dijuluki "Raja Kripto".[2]
Karier
[sunting | sunting sumber]Awal Karier
[sunting | sunting sumber]Sebelum mendirikan Ternak Uang, Timothy memulai kariernya dengan berjualan sedotan yang diimpor dari Tiongkok.[1] Ia mulai berinvestasi di pasar saham dan aset kripto pada usia muda.[butuh rujukan]
Ternak Uang
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 2020, bersama dengan Raymond Chin dan Felicia Putri Tjiasaka, Timothy mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edutech yang berfokus pada literasi keuangan untuk generasi muda Indonesia.[1] Platform ini berkembang pesat dan mendapatkan perhatian publik.[butuh rujukan]
Investasi dan Bisnis Lain
[sunting | sunting sumber]Ia pernah membeli 11 juta lembar saham salah satu bank swasta di Indonesia. Memuatnya dijuluki sebagai "The Next Warren Buffet Indonesia'.[3]
Selain di bidang edukasi, Timothy juga mengelola portofolio investasi di bidang mata uang kripto dan mendirikan Akademy Crypto dan Floq. Selain di bidang edukasi, Timothy juga tercatat sebagai Komisaris di Holywings Group sejak Maret 2024 dan pemilik bersama (Co-owner) dari FLOQ.[4]
Kontroversi dan Isu Publik
[sunting | sunting sumber]Timothy dikenal dengan gaya pemasarannya yang agresif di media sosial, yang sering memicu perdebatan publik.[butuh rujukan]
- Pernyataan "Kopi 80 Ribu": Ia sempat viral karena pernyataannya yang menyarankan anak muda untuk membelanjakan uang Rp80.000 untuk kopi di lobi hotel mewah demi mendapatkan relasi (networking), dibandingkan menabungnya. Pernyataan ini menuai pro dan kontra terkait relevansinya dengan kondisi ekonomi masyarakat umum.[butuh rujukan]
- Isu Hukum: Pada Januari 2026, nama Timothy sempat disebut dalam pemberitaan terkait laporan dugaan pelanggaran di industri kripto, meskipun status hukumnya masih dalam tahap penyelidikan dan klarifikasi.[butuh rujukan]
Penghargaan
[sunting | sunting sumber]- Forbes 30 Under 30 Indonesia
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 "Biodata Timothy Ronald, Pengusaha Muda Asal Indonesia". kumparan. 14 April 2023. Diakses tanggal 11 Februari 2025.
- 1 2 "Perjalanan Timothy Ronald Jadi Raja Kripto Indonesia". Tempo. 30 Januari 2025 | 17.17 WIB. Diakses tanggal 2026-02-14.
- ↑ "Profil Timothy Ronald, Si Raja Crypto Indonesia yang Dilaporkan Dugaan Penipuan Investasi". Grid.ID. Diakses tanggal 2026-02-14.
- ↑ "Profil Tokoh: Timothy Ronald". DataIndonesia.id. Diakses tanggal 2026-01-21.