Lompat ke isi

Teori keseimbangan umum

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Teori keseimbangan umum (bahasa Inggris: general equilibrium theory) merupakan cabang ilmu ekonomi yang berupaya menjelaskan hubungan antara penawaran, permintaan, dan harga dalam suatu perekonomian secara menyeluruh, yang melibatkan banyak pasar yang saling berinteraksi. Teori ini bertujuan membuktikan bahwa interaksi antara penawaran dan permintaan di berbagai pasar akan menghasilkan suatu kondisi keseimbangan umum (general equilibrium) di seluruh sistem ekonomi. Teori ini berbeda dengan teori keseimbangan parsial (partial equilibrium theory), yang hanya menganalisis satu sektor atau pasar dengan mengasumsikan faktor-faktor lain tidak berubah.[1]

Teori keseimbangan umum tidak hanya digunakan untuk menggambarkan ekonomi melalui model penetapan harga yang seimbang, tetapi juga untuk meneliti kondisi di mana keseimbangan tersebut dapat tercapai. Konsep ini pertama kali dikembangkan pada dekade 1870-an oleh ekonom Prancis Léon Walras dalam karya monumentalnya Éléments d’économie politique pure (1874).[2] Perkembangan modern teori ini terjadi pada tahun 1950-an melalui kontribusi Lionel W. McKenzie yang memperluas teori Walrasian, serta Kenneth Arrow dan Gérard Debreu yang menyusun dasar matematis teori keseimbangan umum dalam kerangka Hicksian.

Penjelasan

[sunting | sunting sumber]

Secara umum, teori keseimbangan umum berusaha memahami perilaku keseluruhan perekonomian melalui pendekatan “bottom-up”, yaitu dimulai dari analisis pasar individu dan pelaku ekonomi mikro.[3][4] Oleh karena itu, teori ini secara tradisional digolongkan dalam bidang mikroekonomi.[5][6] Model keseimbangan umum dalam konteks mikroekonomi mencakup banyak pasar dan jenis barang yang berbeda, sehingga cenderung lebih kompleks dan memerlukan bantuan komputasi untuk memperoleh solusi numerik. Dalam sistem pasar, harga dan produksi seluruh barang, termasuk harga uang dan tingkat bunga, saling memengaruhi. Perubahan harga pada satu barang dapat menimbulkan perubahan harga pada barang lain. Untuk menentukan harga keseimbangan suatu barang secara teoritis, diperlukan analisis yang mempertimbangkan jutaan barang lainnya yang beredar di pasar. Dalam teori ini, pelaku ekonomi umumnya diasumsikan sebagai pengambil harga (price takers). Berdasarkan asumsi tersebut, dikenal dua bentuk keseimbangan yang sering digunakan, yaitu keseimbangan Walrasian (kompetitif) dan bentuk umumnya, keseimbangan harga dengan transfer.[7][8]

Tantangan

[sunting | sunting sumber]

Pemikiran kritis terhadap asumsi informasi dalam teori keseimbangan umum dikemukakan oleh ekonom Austria Friedrich A. Hayek melalui esainya yang berjudul “The Use of Knowledge in Society” (1945). Dalam tulisannya, Hayek menegaskan bahwa pengetahuan ekonomi bersifat tersebar di antara individu-individu dalam masyarakat, serta sering kali bersifat tersirat dan kontekstual, sehingga tidak dapat dikumpulkan atau disentralisasi secara sempurna. Hal ini menjadi tantangan bagi model-model ekonomi yang mengasumsikan adanya informasi sempurna atau kemampuan untuk mengonsolidasikan semua data ekonomi di satu tempat, baik dalam kerangka keseimbangan Walrasian maupun perencanaan ekonomi terpusat. Hayek berpendapat bahwa harga pasar berperan sebagai mekanisme informasi terdesentralisasi yang menyampaikan pengetahuan lokal tentang preferensi, sumber daya, dan peluang ekonomi. Melalui harga, masyarakat dapat mencapai koordinasi keputusan ekonomi tanpa memerlukan pengendalian atau informasi terpusat.[9] Pandangan ini menekankan pentingnya proses ekonomi dinamis dan penemuan (economic discovery) dibandingkan dengan keadaan keseimbangan statis yang ideal.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. McKenzie, Lionel W. (2008). General Equilibrium (dalam bahasa Inggris). Palgrave Macmillan, London. hlm. 1–27. doi:10.1057/978-1-349-95121-5_933-2. ISBN 978-1-349-95121-5.
  2. Walras, Léon (1954). Elements of pure economics : or, the theory of social wealth. Internet Archive. Homewood, Illinois : Published for the American Economic Association and the Royal Economic Society by R. D. Irwin.
  3. Böhringer, Christoph; Rutherford, Thomas F. (2008-03-01). "Combining bottom-up and top-down". Energy Economics. 30 (2): 574–596. doi:10.1016/j.eneco.2007.03.004. ISSN 0140-9883.
  4. Esteves, Paulo Soares (2013-07). "Direct vs bottom–up approach when forecasting GDP: Reconciling literature results with institutional practice". Economic Modelling. 33: 416–420. doi:10.1016/j.econmod.2013.04.020. ISSN 0264-9993.
  5. The CGE Model Database. Cambridge University Press. 2016-11-30. hlm. 58–86.
  6. Emerson, Patrick M. (2019-10-28). "General Equilibrium" (dalam bahasa Inggris).
  7. Herings, P. Jean-Jacques (2018-09-01). "Equilibrium and matching under price controls". Journal of Economic Theory. 177: 222–244. doi:10.1016/j.jet.2018.06.004. ISSN 0022-0531.
  8. Neisser, Hans (1968). "Competitive Equilibrium: Existence and Approach". Journal of Political Economy. 76 (6): 1199–1208. ISSN 0022-3808.
  9. Hayek, F. A. (1945). "The Use of Knowledge in Society". The American Economic Review. 35 (4): 519–530. ISSN 0002-8282.