Teorema superposisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Teorema superposisi untuk Sirkuit Elektronik menyatakan untuk sistem linear bahwa respon dari (tegangan atau Arus)dalam setiap cabang dari tiap sirkuit linear memiliki lebih dari satu sumber independen( independen source ) yang hasilnya sama dengan jumbah aljabar dari respon yang disebabkan oleh sumber independen ( independen source ) itu sendiri, dimana semua sumber independen lain diganti dengan impedansi internal itu sendiri.

Untuk itu semua sumber harus berada pada kondisi "mati" (mengatur ke nilai nol) dengan:

  1. Mengganti semua sumber independen lain sumber tegangan dengan short sirkuit (untuk mengurangi perbedaan potential misal V=0; dengan nilai impedansi internal pada sumber tegangan sama dengan nol (short sirkuit)).
  2. Mengganti semua sumber independen lain sumber arus dengan open sirkuit (untuk mengurangi perbedaan potensial pada sisi arus misal I=0; dan nilai impedansi internal yang ideal pada Sumber Arus adalah tidak terbatas (open sirkuit)).

Terema superposisi amat penting dalam analisis sirkuit. Misalnya dipakai untuk mencari Persamaan Norton atau Persamaan Thevenin.

Teorema ini dapat diaplikasikan pada jaringan linear (time invariant) yang berdasarkan sumber independen ( independent source ), linear dependen sources, linear passive elemen misalnya yaitu (resistor, induktor, kapasitor) dan transformer linear.

Poin lain yang harus diingat bahwa teorema superposition hanya bekerja pada arus dan tegangan tidak pada power atau Daya . dangan kata lain jumlah total powersdari tiap sumber dengan sumber lain yang mati tidak benar benar mengkonsumsi daya.Untuk mencari power kita harus memaai teorema superposisi untuk mencari arus dan tegangan dari masing masing elemen linear lalu mengkalkulasi jumlah total perkalian arus dan tegangan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Electronic Devices and Circuit Theory (9th ed.) by Boylestad and Nashelsky
  • Basic Circuit Theory by C. A. Desoer and E. H. Kuh