Tempoyak ikan patin
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. (Mei 2025) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Mei 2025) |
Tempoyak Ikan Patin merupakan hidangan khas dari daerah Sumatera Selatan, terutama Palembang, yang memadukan fermentasi durian (dikenal sebagai tempoyak) dengan ikan patin (Pangasius sp.) sebagai bahan utama. Hidangan ini menjadi salah satu bentuk kuliner tradisional yang mencerminkan warisan budaya sungai dan fermentasi tropis khas masyarakat Palembang. Tempoyak adalah hasil fermentasi daging buah durian yang dibiarkan dalam suhu ruang selama beberapa hari hingga timbul rasa asam khas. Di berbagai daerah di Sumatera, tempoyak merupakan bahan masak yang umum, tetapi di Palembang, tempoyak biasanya diolah dengan ikan patin segar, yang merupakan hasil tangkapan atau budidaya di perairan sungai Musi dan anak-anak sungainya.
Bahan dan Teknik Memasak
[sunting | sunting sumber]Tempoyak ikan patin dibuat dengan cara menumis bumbu halus yang terdiri dari:
- Cabai merah dan rawit
- Bawang merah dan putih
- Kunyit, lengkuas, dan serai
Kemudian, tempoyak dimasukkan ke dalam bumbu tumis, lalu ditambahkan air untuk membuat kuah. Ikan patin segar dimasukkan terakhir agar tidak hancur. Kuahnya dimasak hingga mendidih dan bumbu meresap.[1]
- ↑ "Resep Brengkes Tempoyak Ikan Patin Palembang, Dipanggang dan Dikukus Sesuaikan Selera". Tribunsumsel.com. Diakses tanggal 2025-05-23.