Telegram (aplikasi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Telegram
Telegram logo.svg
Pengembang Telegram Messenger LLP
Rilis perdana Agustus 2013 (2013-8)
Rilis stabil
Android 3.13  (3 Oktober 2016; 13 bulan lalu (2016-10-03)[1])

iOS 3.13  (3 Oktober 2016; 13 bulan lalu (2016-10-03)[2])
Windows Phone 1.27.0.0  (4 Agustus 2016; 15 bulan lalu (2016-08-04)[3])
Web Application 0.5.5  (22 April 2016; 18 bulan lalu (2016-04-22)[4])
OS X 2.26  (3 Oktober 2016; 13 bulan lalu (2016-10-03)[5])
Desktop 0.10.11  (4 Oktober 2016; 13 bulan lalu (2016-10-04)[6])

Status pengembangan Active
Sistem operasi Android, iOS, Windows Phone, Ubuntu Touch, MS Windows, Linux, OS X
Ukuran 13 MB (Android)[7]
35 MB (iOS)[8]
18 MB (Windows Phone)[9]
Ketersediaan bahasa English, Arabic, Spanish, German, Italian, Korean, Dutch, Portuguese (Brazil & Portugal)
Jenis Instant messaging
Lisensi GPL v2 (client)
Closed-source (server)
Peringkat Alexa 3,825[10]
Situs web telegram.org

Telegram adalah sebuah aplikasi layanan pengirim pesan instan multiplatform berbasis awan yang bersifat gratis dan nirlaba.[11][12] Klien Telegram tersedia untuk perangkat telepon seluler (Android, iOS, Windows Phone, Ubuntu Touch) dan sistem perangkat komputer (Windows, OS X, Linux).[13] Para pengguna dapat mengirim pesan dan bertukar foto, video, stiker, audio, dan semua tipe fail atau berkas. Telegram juga menyediakan pengiriman pesan ujung ke ujung terenkripsi opsional.

Telegram dikembangkan oleh Telegram Messenger LLP dan didukung oleh wirausahawan Rusia Pavel Durov.[14] Kode pihak kliennya berupa perangkat lunak sistem terbuka namun mengandung blob binari, dan kode sumber untuk versi terbaru tidak selalu segera dipublikasikan,[15] sedangkan kode sisi servernya bersumber tertutup dan berpaten. Layanan ini juga menyediakan API kepada pengembang independen. Pada Februari 2016, Telegram menyatakan bahwa mereka memiliki 100 juta pengguna aktif bulanan, mengirimkan 15 miliar pesan per hari.

Keamanan Telegram telah menghadapi pemeriksaan teliti yang menjadi perhatian; para kritikus mengklaim bahwa model keamanan Telegram dirusak oleh penggunaan protokol enkripsi yang dirancang khusus yang belum terbukti andal dan aman, dan dengan tidak mengaktifkan percakapan aman secara default. Telegram juga menghadapi kritik karena penggunaan skala luas oleh organisasi teroris Negara Islam (NIIS). NIIS telah merekomendasikan Telegram kepada para pendukung dan anggotanya[16][17][18] dan pada Oktober 2015 mereka mampu melipatgandakan jumlah pengikut saluran resmi mereka menjadi 9.000 orang.[19]

Penerimaan[sunting | sunting sumber]

Pemblokiran[sunting | sunting sumber]

Pada 14 Juli 2017, pemerintah Indonesia melalui Kemkominfo memblokir DNS dari Telegram dengan alasan banyaknya propaganda, radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, dan hal lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.[20]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Telegram Messenger LLP (3 October 2016). "Telegram". Google Play. Google. Diakses tanggal 9 October 2016. 
  2. ^ Telegram Messenger LLP (3 October 2016). "Telegram". App Store. Apple. Diakses tanggal 9 October 2016. 
  3. ^ Telegram Messenger LLP (4 August 2016). "Telegram Messenger". Windows Phone Marketplace. Microsoft. Diakses tanggal 9 October 2016. 
  4. ^ Igor Zhukov (zhukov) (13 October 2015). "Webogram". Web application. GitHub. Diakses tanggal 9 October 2016. 
  5. ^ Mikhail Filimonov (14 October 2015). "Messenger for Telegram". Mac App Store. Apple. Diakses tanggal 9 October 2016. 
  6. ^ telegramdesktop (23 February 2016). "Telegram Desktop". telegramdesktop. Diakses tanggal 9 October 2016. 
  7. ^ "Telegram Messenger on Play Store". Google Inc. Diakses tanggal 11 October 2015. 
  8. ^ "Telegram Messenger on App Store". Apple Inc. Diakses tanggal 11 October 2015. 
  9. ^ "Telegram Messenger". Microsoft Corporation. Diakses tanggal 14 September 2015. 
  10. ^ "Telegram.org Site Info". Alexa, Inc. Diakses tanggal 8 July 2015. 
  11. ^ Telegram F.A.Q, "...making profits will never be an end-goal for Telegram."
  12. ^ Why Telegram has become the hottest messaging app in the world, The Verge. Retrieved Feb 25, 2014. "Telegram operates as a non-profit organization, and doesn’t plan to charge for its services."
  13. ^ "List of Telegram applications". 6 February 2014. 
  14. ^ "Telegram FAQ". 9 August 2015. 
  15. ^ "Latest commits from official repository (Android version)". Github. 10 April 2016. 
  16. ^ Haddad, Margot; Hume, Tim. "Killers of French priest met 4 days before attack". cnn.com. 
  17. ^ Zavolokyn, Gennady. "Павел Дуров прокомментировал для CNN историю с подготовкой теракта через Telegram". TJournal.ru (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 20 October 2015. 
  18. ^ Steve Ragan (16 November 2015). "After Paris, ISIS moves propaganda machine to Darknet". CSO Online. 
  19. ^ "Isis Telegram channel doubles followers to 9,000 in less than 1 week". Yahoo News. 12 October 2015. 
  20. ^ "Pemutusan Akses Aplikasi Telegram". Kemkominfo. 14 Juli 2017. Diakses tanggal 15 Juli 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]