Lompat ke isi

Tata Consumer Products

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tata Consumer Products Limited
Publik
Kode emiten
IndustriBarang konsumen yang bergerak cepat
Kantor
pusat
11/13, Botawala Building,1st Floor, Office # 2-6 Horniman Circle, Fort, Mumbai, Maharashtra, India[1]
Wilayah operasi
Seluruh dunia
Tokoh
kunci
Sunil D’Souza
(CEO & MD) [2]
Natarajan Chandrasekaran (Chairman)[3]
ProdukTeh, kopi, air, garam, lentil, rempah-rempah, makanan siap makan, pemanis, dsb
PendapatanKenaikan 9.749 crore (US$1,4 miliar) (2020)[4]
Kenaikan 887 crore (US$120 juta) (2020)[4]
Kenaikan 535 crore (US$75 juta) (2020)[4]
Total asetKenaikan 18.502 crore (US$2,6 miliar) (2020)[4]
Total ekuitasKenaikan 13.722 crore (US$1,9 miliar) (2020)[4]
Karyawan
2.689 (2020)[4]
IndukTata Group
Anak
usaha
Situs webwww.tataconsumer.com

Tata Consumer Products Ltd adalah sebuah produsen makanan dan minuman terintegrasi yang berkantor pusat di Kolkata, West Bengal, India.[5] Tata Consumer Products adalah salah satu dari sepuluh produsen makanan dan minuman terbesar di India. Tata Consumer Products merupakan produsen dan distributor teh terbesar kedua di dunia, serta merupakan produsen kopi besar.[6]

Perusahaan ini dibentuk melalui penggabungan divisi barang konsumen dari Tata Chemicals Ltd. ke dalam Tata Global Beverages Ltd. pada bulan Februari 2020.[7] Portofolio minuman perusahaan ini meliputi teh, kopi, air, dan mimuman siap minum, sementara portofolio makanan perusahaan ini meliputi garam, kacang-kacangan, rempah-rempah, makanan siap masak, sereal sarapan, makanan ringan, dan makanan kecil.

Perusahaan ini memasarkan teh dengan merek Tata Tea, Tetley, dan Good Earth Tea. Tata Tea adalah merek teh terlaris di India, sementara Tetley adalah merek teh terlaris di Kanada serta terlaris kedua di Britania Raya dan Amerika Serikat.[8]

Pada tahun 2012, Tata Consumer Products Ltd berekspansi ke bisnis kafe dengan membentuk sebuah perusahaan patungan bersama Starbucks Coffee Company. Kafe yang dikelola oleh perusahaan patungan tersebut diberi nama "Starbucks Coffee—A Tata Alliance" dan mendapat pasokan biji kopi dari Tata Coffee, anak usaha Tata Consumer Products Ltd.[9] Hingga tahun 2020, pendapatan perusahaan ini mencapai ₹5807.99 crore (US$810 juta), sementara laba bersihnya mencapai ₹575.35 crore (US$81 juta).[10]

1980 - 1990

[sunting | sunting sumber]

Pada awal dekade 1980-an, industri teh di India mengalami kenaikan biaya bahan baku dan upah pekerja, serta penurunan laba dan kenaikan pajak. India juga tidak hanya menghadapi kompetisi dari Tiongkok, tetapi juga dari negara lain yang mulai membudidayakan teh.

Pada tahun 1983, Tata Tea membeli sahamnya yang dipegang oleh James Finlay. Pada tahun yang sama, perusahaan ini juga memutuskan untuk beralih dari pasar komoditas ke pasar ritel dengan memperkenalkan merek Tata Tea, yang kemudian disusul oleh merek lain, seperti Kannan Devan, Agni, Gemini, dan Chakra Gold.

Pada tahun 1987, Tata Tea membentuk Tata Tea Inc., di Amerika Serikat.[11]

1990 - 2000

[sunting | sunting sumber]

Pada dekade 1990-an, Tata Tea memutuskan untuk membawa mereknya ke pasar global, salah satunya dengan membentuk sebuah joint venture ekspor bersama Tetley Tea asal Britania Raya pada tahun 1992. Perusahaan ini kemudian juga mengakuisisi mayoritas saham Consolidated Coffee Ltd. (Tata Coffee Ltd.) dan membentuk sebuah joint venture untuk mengelola kebunnya di Sri Lanka. Tata Tea Inc. memproses dan memasarkan teh instan melalui fasilitasnya di Florida, Amerika Serikat, dengan pasokan teh dari Munnar dan Kerala. Pada tahun 1993, perusahaan ini membentuk sebuah perusahaan patungan bersama Allied Lyons plc asal Britania Raya dengan nama Estate Tata Tetley.

Pada pertengahan dekade 1990-an, Tata Tea berupaya membeli Tetley. Joint venture di Sri Lanka kemudian juga mengakuisisi 51% saham Watawala Plantations Ltd.

Pada tahun 1997, perusahaan ini terlibat dalam sebuah skandal besar yang dikenal sebagai "kontroversi Tata Tapes", yang terkait dengan dana yang disediakan oleh perusahaan ini ke United Liberation Front of Assam (ULFA), sebuah kelompok kriminal bersenjata di Assam.

Pada tahun 1999, merek-merek milik Tata Tea telah menguasai 25% pangsa pasar di India.[butuh rujukan] Perusahaan ini pun telah memiliki 74 kebun teh yang dapat memproduksi teh sebanyak 6,2 crore kilogram per tahun, yang mana dua pertiganya dikemas dan diberi merek. Pada akhir tahun 1999, bisnis teh dilanda kemarau di sebagian besar India. Selain itu, Rusia yang pernah menjadi pembeli teh India terbesar, keluar sementara dari pasar.

2000 - 2010

[sunting | sunting sumber]
Kaleng teh Tetley di Kanada

Pada tahun 2000, Tata Tea resmi mengakuisisi Tetley Group asal Britania Raya dengan skema pembelian terutang senilai £271 juta ($432 juta). Akusisi tersebut pun disebut sebagai akuisisi terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan asal India terhadap perusahaan asal luar India hingga saat ini. Dengan mengakuisisi Tatley, Tata Tea diberitakan berhasil mengalahkan tawaran akuisisi dari Sara Lee asal Amerika Serikat. Pada saat itu, Tetley adalah produsen teh terbesar kedua di dunia, di belakang Brooke Bond-Lipton milik Unilever, dengan omset tahunan mencapai £300 juta. Tetley dulu adalah pemimpin pasar di Britania Raya dan Kanada, serta merupakan merek yang populer di Amerika Serikat, Australia, dan Timur Tengah.

Didirikan pada tahun 1837, Tetley adalah produsen teh asal Britania Raya pertama yang memperkenalkan kantong teh ke Britania Raya pada tahun 1953. Tetley kemudian juga memperkenalkan kantong teh bundar pada tahun 1989 dan kantong teh bertali pada tahun 1997. Tetley kini menyumbang sekitar dua pertiga dari total omset Tata Tea.

Pada tahun 2005, Tata Tea memulai proses restrukturisasi dengan mendivestasi kepemilikan langsungnya atas kebun-kebun di India, dengan difasilitasi oleh pinjaman bersubsidi dari International Finance Corporation.[12]

Pada tahun 2006, Tata Tea mengakuisisi Eight O'Clock Coffee, sebuah produsen kopi asal Amerika Serikat yang sebelumnya dimiliki oleh Gryphon Investors, dengan harga $220 juta.[13] Sebelum dijual ke Gryphon, merek Eight O'Clock Coffee dimiliki oleh The Great Atlantic & Pacific Tea Company mulai tahun 1859 hingga 2003.

Pada tahun 2007, Tata Tea melucurkan kampanye Jaago Re! untuk menarik perhatian pemuda terhadap isu sosial. Kampanye tersebut lalu diperpanjang hingga tahun 2008. Pada tahun 2009, kampanye Tata Tea fokus pada isu korupsi dengan slogan 'Ab Se Khilana Bandh, Pilana Shuru'.

Pada tahun 2009, IUF mengkritik perusahaan ini karena tidak memberikan cuti hamil kepada pemetik teh yang sedang hamil, dan karena penguncian 1.000 orang pekerja di Kebun Teh Nowera Nuddy di West Bengal terlalu lama hingga pemerintah daerah mulai mendistribusikan kupon makanan gratis kepada para pekerja dan keluarganya.[14] Pada bulan Mei 2010, seorang penyemprot tanaman diduga meninggal karena keracunan di sebuah kebun milik Tata di Assam, sehingga menimbulkan demonstrasi, di mana dua orang pekerja akhirnya ditembak mati oleh polisi.[15]

2010 - 2019

[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 30 Januari 2012, Tata Consumer Products Ltd dan Starbucks mengumumkan pembentukan sebuah joint venture bernama Tata Starbucks Ltd, yang akan memiliki dan mengoperasikan gerai Starbucks dengan nama Starbucks Coffee "A Tata Alliance" di India. Gerai tersebut pun mulai beroperasi pada tahun 2012, awalnya di Delhi dan Mumbai.[16]

Pada tanggal 15 Mei 2019, Tata Chemicals Ltd (TCL) mengumumkan pemisahan divisi barang konsumennya untuk digabung dengan Tata Global Beverages Ltd. melalui skema yang disetujui oleh National Company Law Tribunal (“NCLT”) untuk membentuk Tata Consumer Products.[17][18] Pada sektor minuman, merek milik Tata Consumer meliputi Tata Tea, Tetley,[19] Vitax, Eight O’Clock Coffee, Himalayan Natural Mineral Water, Grand Coffee, dan Joekels.[20] Pada sektor makanan, merek milik Tata Consumer meliputi Tata Salt dan Tata Sampann.[21]

2020 - sekarang

[sunting | sunting sumber]

Tata Global Beverages Ltd (TGBL) dan Tata Chemicals Ltd (TCL) mengumumkan bahwa skema pengaturan antara TGBL dan TCL mengenai divisi barang konsumen dari TCL mulai berlaku pada tanggal 7 Februari 2020. TGBL kemudian mengubah namanya menjadi Tata Consumer Products Ltd.[22][23] Tata Consumer menggabungkan merek makanan dan minuman seperti Tata Salt, Tata Tea, Tata Sampann, Tetley, Soulfull [24]dan Himalayan di bawah satu pengelolaan.[25]

Kebun teh milik Tata di Munnar, India
Paket Tata Tea di sebuah rak toko

Perusahaan ini juga berencana memproduksi minuman nutrisi dan kesehatan. Melalui anak usahanya, Tata Consumer Products Ltd memproduksi 7 crore kilogram teh di India, mengendalikan 54 kebun teh, 10 pabrik penyampuran dan pengemasan teh, serta mempekerjakan sekitar 59.000 orang.[26] Perusahaan ini memiliki 51 kebun teh di India dan Sri Lanka, terutama di Assam, West Bengal di India bagian timur dan Kerala di India bagian selatan. Perusahaan ini adalah produsen teh Assam dan teh Darjeeling terbesar di dunia dan merupakan produsen teh Ceylon terbesar kedua di dunia.

Didirikan pada tahun 1964 sebagai sebuah joint venture dengan James Finlay and Company asal Britania Raya untuk mengembangkan teh bernilai tambah, Tata Consumer Products Ltd kini memasarkan produknya di 50 negara. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan multinasional pertama di India. Operasi Tata Consumer Products Ltd dan anak usahanya fokus pada teh bermerek, dengan mayoritas kebun tehnya terletak di India dan Sri Lanka.

Bisnis teh bermerek menyumbang sekitar 86% dari total omset Tata Consumer Products Ltd, sementara sisanya disumbang oleh bisnis teh curah, kopi, dan investasi. Dengan luas kebun teh sekitar 159 kilometer persegi (61 sq mi), Tata Consumer Products Ltd memproduksi sekitar 30 juta kilogram teh hitam per tahun.[butuh rujukan] Teh instan digunakan untuk teh ringan, es teh, dan minuman siap minum.

Tata Consumer Products Ltd memiliki lima merek di India, yakni Tata Tea, Tetley, Kannan Devan, Chakra Gold, dan Gemini. Perusahaan ini juga memiliki sebuah pabrik teh instan berorientasi ekspor (bersertifikat KOSHER dan HACCP) di Munnar, Kerala, yang merupakan yang terbesar di luar Amerika Serikat. Tata Consumer Products Ltd memiliki anak usaha di Australia, Britania Raya, Amerika Serikat, Republik Ceko, dan India.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ "Contact information". www.tataconsumer.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-04-11. Diakses tanggal 11 April 2020. 
  2. ^ "Tata Consumer Products appoints Sunil D'Souza as MD & CEO". Times of India. 4 April 2020. 
  3. ^ "Tata Global Beverages appoints N Chandrasekaran as Chairman". The Economic Times. July 3, 2017. 
  4. ^ a b c d e f "Tata Consumer ProductsLtd. Financial Statements". moneycontrol.com. 
  5. ^ "About us". www.tataconsumer.com. Diakses tanggal 2020-08-16. 
  6. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 November 2006. Diakses tanggal August 30, 2006. 
  7. ^ "Tata Consumer Products to spearhead FMCG ambitions". www.tataconsumer.com. Diakses tanggal 2021-03-22. [pranala nonaktif permanen]
  8. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 December 2013. Diakses tanggal January 13, 2014. 
  9. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 April 2013. Diakses tanggal March 27, 2013. 
  10. ^ "Tata Consumer Products Yearly Results, Financial summary, Tata Consumer Products Yearly Earnings - The Economic Times". economictimes.indiatimes.com. Diakses tanggal 2020-06-08. 
  11. ^ "Tata Global Beverages Ltd". Business Standard India. Diakses tanggal 2019-07-18. 
  12. ^ "UPDATE 1-Tata Tea sells stake in new plantation firm to IFC". Reuters. 2007-02-19. Diakses tanggal 2016-04-01. 
  13. ^ "Tatas buy Eight O'Clock Coffee". The Economic Times. 26 June 2006. 
  14. ^ "IUF". IUF. 2009-11-23. Diakses tanggal 2016-04-01. 
  15. ^ Press Trust Of India, Tetley accused of rights violation "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-10-15. Diakses tanggal 2022-06-18. , Hindustan Times, 30 September 2010. Retrieved 7 October 2010.
  16. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 February 2012. Diakses tanggal January 31, 2012. 
  17. ^ "Tata Chemicals & Tata Global Beverages to merge consumer businesses". The Economic Times. 2019-05-15. Diakses tanggal 2020-02-13. 
  18. ^ "Tata Group to consolidate FMCG Business; announces Tata Chemicals transfer to Tata Global Beverages". www.businesstoday.in. Diakses tanggal 2020-02-13. 
  19. ^ Pani, Priyanka. "Tetley enters into pact with TASSIMO". @businessline (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-13. 
  20. ^ "Tata Global Beverages And Tata Chemicals Announce Transaction To Combine Consumer Businesses". www.tata.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-13. 
  21. ^ www.ETBrandEquity.com. "Tata Group's consumer products business to be brought under one roof - ET BrandEquity". ETBrandEquity.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-13. 
  22. ^ "TGBL renamed as Tata Consumer Products Ltd, to spearhead FMCG ambitions". The Economic Times. 2020-02-11. Diakses tanggal 2020-02-11. 
  23. ^ PTI. "Tata Global Beverages renamed as Tata Consumer Products to spearhead FMCG ambitions". @businessline (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-11. 
  24. ^ "Tata Consumer Products to acquire Kottaram Agro Foods, owner of the brand 'Soulfull'". www.tataconsumer.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-02-26. Diakses tanggal 2021-03-22. 
  25. ^ "Tata Global Beverages and Tata Chemicals announce transaction to combine Consumer Businesses to create a focused Consumer Products Company". www.tatachemicals.com. Diakses tanggal 2020-02-13. 
  26. ^ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 9 September 2006. Diakses tanggal August 30, 2006. 

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]