Tari Sajojo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Tari Sajojo adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Papua. Tarian ini sering dijadikan penampilan di berbagai acara, baik acara adat, budaya, maupun sekadar hiburan saja. Tarian ini sangat terkenal di Papua. Tarian ini bisa ditarikan oleh berbagai jenis kalangan, baik pria maupun wanita, tua maupun muda, karena tarian ini termasuk tarian pergaulan.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Budaya tari ini tidak diketahui secara pasti asal usulnya. Menurut beberapa sumber, tarian ini sudah mulai ada sejak tahun 1990-an. Nama tari Sajojo ini diambil dari judul lagu yang mengiringinya yaitu "Sajojo".[2] Lagu "Sajojo" merupakan lagu daerah dari Papua yang menceritakan tentang sebuah kisah perempuan cantik dari desa. Perempuan yang dicintai ayah dan ibu berikut para laki-laki desa. Perempuan yang didambakan laki- laki untuk bisa berjalan-jalan bersamanya. Meskipun gerakan tari ini tidak terlalu menggambarkan lirik lagu tersebut, namun iramanya yang penuh keceriaan dalam lagu tersebut sangat cocok dengan gerakan Tari Sajojo.[2]

Gerakan[sunting | sunting sumber]

Gerakan tarian ini yaitu dengan meloncat, bergerak ke depan, ke belakang, ke kiri maupun ke kanan dengan ritme dan ketegasan gerak yang tentunya setiap penari mengupayakan kesamaan gerak dengan penari lainnya supaya terlihat kompak dalam kesenian yang ada.[3]

Kostum[sunting | sunting sumber]

Kostum tarian ini hampir sama dengan kostum tarian tradisional Papua lainnya. Kostumnya biasanya merupakan busana tradisional yang terbuat dari akar atau daun. Namun, seiring dengan adanya perkembangan, ada juga yang mengkreasikan kostum ini dengan kain agar terlihat lebih menarik. Selain itu, penari juga dilengkapi dengan berbagai aksesoris seperti penutup kepala, kalung dan lukisan tubuh bercorak etnis khas Papua.[4]

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Dalam perkembangannya, tarian ini masih terus dilestarikan dan dikembangkan sampai sekarang. Bermacam-macam kreasi dan variasi juga sering ditambahkan di setiap pertunjukan, baik dalam segi gerak maupun kostum para penari, agar terlihat lebih menarik namun tidak meninggalkan ciri khas dan keasliannya. Tarian ini juga masih sering ditampilkan di berbagai acara, baik acara adat, penyambutan, maupun acara hiburan lainnya. Selain itu, tarian ini juga sering ditampilkan di berbagai acara budaya seperti pertunjukan seni, festival budaya, dan promosi pariwisata.[1]

Pada Mei 2018, tarian ini ditampilkan di acara penutupan TMMD yang berlangsung di wilayah Kabupaten Pati, dibawakan oleh anggota TNI yang merupakan putra-putra asli Papua.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Tari Sajojo Gambarkan Semangat Kebersamaan Rakyat Papua". Diakses tanggal 17 Maret 2019. 
  2. ^ a b "Sekarang, Giliran Tari Sajojo". Diakses tanggal 17 Maret 2019. 
  3. ^ "Sekilas Tentang Tari Sajojo, Papua". Diakses tanggal 17 Maret 2019. 
  4. ^ "Tari Sajojo". Diakses tanggal 17 Maret 2019. 
  5. ^ "Tari Sajojo Meriahkan Penutupan TMMD Reguler ke-101 di Pati". Diakses tanggal 16 Maret 2019.