Tari Rejang

Tari Rejang adalah sebuah tarian kesenian rakyat/suku Bali yang ditampilkan secara khusus oleh perempuan dan untuk perempuan. Gerak-gerik tari ini sangat sederhana tetapi progresif dan lincah. Tari Rejang di beberapa tempat juga disebut dengan ngeremas, Simi atau sutri.[1][2]
Komponen tari
[sunting | sunting sumber]Penari
[sunting | sunting sumber]Tarian ini dilakukan/ditarikan oleh penari-penari gadis yang rata-rata berusia 6 - 8 tahun di Bali.[2] Tarian ini disajikan dengan penuh rasa hikmat, penuh rasa pengabdian kepada Dewa-Dewi Hindu dan penuh penjiwaan.
Busana
[sunting | sunting sumber]Para penarinya mengenakan pakaian upacara yang meriah dengan banyak dekorasi-dekorasi, menari dengan berbaris melingkari halaman pura atau pelinggih yang kadang kala dilakukan dengan berpegang-pegangan tangan.
Waktu dan tempat pertunjukan
[sunting | sunting sumber]Biasanya pagelaran tari Rejang diselenggarakan di pura[2] pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan Hindu Dharma.
Jenis-jenis
[sunting | sunting sumber]Berikut ini adalah beberapa jenis tari Rejang yang biasa dipentaskan:
Rejang Daha
[sunting | sunting sumber]Tarian ini ditampilkan pada upacara hari purnama sasih Kasa, serta pada hari Paing dan Pon Kuningan di Pura Desa Asak, Karangasem. Penarinya berasal dari anak gadis tiap keluarga di desa tersebut. Pementasan tari ini diiringi dengan tabuhan gong Salunding, dengan tabuh rejang atau parejangan.[2]
Penari mengenakan kain sarung yang disesuaikan dengan jenis gelungan yang dipakai. Jika menggunakan pusung tekek, sarung yang dikenakan adalah kain songket, sedangkan untuk pusung perong dapat berupa songket maupun kain endek. Sebagai pelengkap, penari memakai gelungan atau hiasan kepala dengan dua variasi: pusung tekek yang ditata dengan bunga emas, dan pusung perong berbentuk setengah lingkaran dari anyaman bambu yang dihiasi bunga kamboja serta bunga emas. Selain itu, digunakan saput yang menyesuaikan gelungan, yakni kain perada untuk pusung tekek dan kain barabas merah untuk pusung perong. [2]
Rejang Anyar
[sunting | sunting sumber]Rejang Amerta Maha Merta
[sunting | sunting sumber]Rejang Dedari Kuning
[sunting | sunting sumber]Rejang Giri Putri
[sunting | sunting sumber]Rejang Kesari
[sunting | sunting sumber]Rejang Kesuma Dewa
[sunting | sunting sumber]Rejang Pakuluh
[sunting | sunting sumber]Rejang Pamendak
[sunting | sunting sumber]Rejang Puspa
[sunting | sunting sumber]Rejang Puspa Kencana
[sunting | sunting sumber]Rejang Puspa Mahosadi
[sunting | sunting sumber]Rejang Playon
[sunting | sunting sumber]Dalam pementasan Tari Rejang, para penari dipimpin oleh seorang pemangku yang berjalan di barisan paling depan sambil membawa pedupaan (pasepan). Di belakangnya, para penari bergerak berderet sambil memegang seutas benang panjang yang terhubung dari tangan pemangku hingga penari terakhir, atau saling menggenggam selendang penari lain sehingga membentuk rangkaian. Pola berantai pada tarian ini kemudian dikenal dengan nama Rejang Renteng.[2]
Tarian ini diciptakan oleh I Ketut Rena pada tahun 2017, pertama kali dipentaskan di Banjar Pande saat odalan, lalu dipublikasikan dalam pementasan Calonarang di Pura Desa Sumerta.[3]
Penari mengenakan tapih kuning, kamen wali, angkin prada, serta selendang kuning (baik sifon maupun kain biasa), ditambah pending sebagai ikat pinggang. Dalam beberapa pementasan, busana disederhanakan menjadi kebaya putih, kain kuning, dan selendang kuning, namun tetap mempertahankan ciri khas Rejang Sari Pementasan arian ini diiringi dengan gamelan gong Kebyar.[3]
Rejang Siwa Prastuti
[sunting | sunting sumber]Rejang Wahyu Paramartha
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Tari Rejang". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-02. Diakses tanggal 2011-12-31.
- 1 2 3 4 5 6 Agung, Anak Agung Gde Putra (1981). Beberapa tari upacara dalam masyarakat Bali (PDF). Jakarta: Direktorat jenderal kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Putra, I Made Dwi Yoga Pramana; Sugama, I Wayan; Gunawan, I Gede Gusman Adhi (2024-04-30). "Eksistensi Seni Pertunjukan Tari Rejang Sari di Desa Sumerta Kecamatan Denpasar Timur". Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni. 1 (1): 140–165.
Lihat juga
[sunting | sunting sumber]Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Tari Rejang di situs web resmi pemerintah kota Denpasar Diarsipkan 2019-08-02 di Wayback Machine.
- (Indonesia) Desa Adat Kesiman pentaskan tari Rejang Renteng Diarsipkan 2010-05-05 di Wayback Machine.
- (Inggris) Rejang Dance - Sacred Dance To The God Diarsipkan 2010-01-08 di Wayback Machine.
- (Inggris) Tari Rejang di YouTube