Tanailandu, Mawasangka, Buton Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

A. SEJARAH SINGKAT TANAILANDU

Seiring dengan perkembangan waktu, suku Wasindoli menyebar dan mendiami daerah-daerah dataran rendah disekitarnya, sebagian besar bermukim di Perkampungan yang biasa disebut dengan dhana (Wae Dhana) kata dhana berarti alang-alang yakni di ambil dari nama tumbuhan yang tumbuh mendominasi wilayah pemukiman baru (Kampo Baru) dan masih dipimpin oleh Bonto Hasimu. Setelah terbentuknya pemukiman baru, Kampo Baru menjadi lumbung pangan. Sehingga kampo baru dikenal dengan kesuburan tanaman dan tanahnya. Sehingga pasca kepemimpinan Bonto Hasimu sampai terbentuk suatu desa secara adminisratif di beri nama Desa Tanailandu ( Desa Tanah Yang subur).

B. NAMA-NAMA KEPALA DESA TANAILANDU SECARA DEFINITIF

1. Bapak Samuli 2. Bapak Usman Hasan 3. Bapak Suruhi Bidi 4. Bapak La Didi 5. Bapak La Haya 6. Bapak La Patola 7. Bapak Suruhi Bidi 8. Bapak Harisu 9. Bapak Darman M. 10. Bapak RAFIUDIN,S.Sos

C. KEADAAN FISIK/GEOGRAFIS

1. Keadaan Topografi Desa

Secara Administrasi Desa Tanailandu berada di wilayah Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah yang memiliki kondisi topografi relativ datar dengan karakteritik pantai yang landai dan umumnya memiliki subsrat lumpur

2. Luas Wilayah

Seacara geografis Desa Tanailandu Memiliki luas wilayah 5.010. Ha

3. Batas Wilayah

Batas-batas wilayah Desa Tanailandu sebagai berikut:

Ø Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kanapa-Napa

Ø Sebelah Selatan Berbatasan dengan Desa Banga

Ø Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Polndu

Ø Sebelah Barat berbatasan Dengan Selat Spelman

4. Keadaan Penduduk

Jumlah Penduduk Desa Tanailandu sebanyak 1.136 Jiwa dengan rincian sebagai berikut:

Ø Laki – Laki sebanyak 602 Jiwa Ø Perempuan sebanyak 652 Jiwa Total jumlah penduduk sebanyak 1260 Jiwa, Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 322 KK dengan rincian sebagai berikut: Ø Laki- laki sebanyak 269 KK dan Perempuan sebanyak 53 KK Total Kepala Keluarga 322


5. Nama Dusun

Desa tanailandu Terdiri atas Lima Wilayah Dusun,

  1. Dusun Oelabale
  2. Dusun Wasindoli
  3. Dusun Batuawu
  4. Dusun Oeponda
  5. Dusun Kaudani

Desa tanailandu juga mempunyai Hutan Mangrove (bakau) yang cukup luas dan subur di sepanjang garis pantainya dan menjadi tempat hidup kepiting, walaupun mengalami berbagai kerusakan akibat pembukaan tambak.

6. Sumber Mata Pencaharian

Dengan penduduk sekitar 1136 jiwa, masyarakat Desa Tanailandu memiliki mata pencaharian Yaitu a.petani Komoditas yang dihasilkan antara lain; jambu mete,Kelapa,Jati,ubi, jagung dll. b. Nelayan Antara lain Nelayan Tangkap (memancing,jaring dan Bubu) Nelayan Budidaya (Udang Vaname, Bandeng dan Rumput Laut)

D. FASILITAS UMUM DESA TANAILANDU

Fasilitas Pendidikan: 1. TK Sangia Jampaka (TK Negeri) 2. SDN 19 Mawasangka 2. SMPN 18 Buton Tengah 2. SMKN 1 Mawasangka

Buah Fasilitas ibadah 1. Masjid Babuttaqwa (Masjid Raya Desa Tanailandu yang terletak di Pusat Desa disusun Batuawu 2. Masjid Ashabul Maimanah yang terletak di Dusun Oelabale 3. Masjid Al-Muqarramah yang terletak di Dusun Kaudani

Sarana Air Bersih PDAM yang merupakan bantuan dari LSM Internasional (Jerman) yang berasal dari sumber mata air alam yang sangat jernih di dalam goa di hutan sekitar 10 km dari kampung, yang juga melayani di desa sekitarnya; desa Banga, keluarahan Mawasangka, Polindu, Tampunawau

Fasilitas kesehatan Satu buah Posyandu yang aktif 24 jam Fasilitas jaringan Listrik PLN 24 Jam

Fasilitas Tambahan 1. Lapangan Sepak Bola 2. Lapangan Bola Voli

E. TOKOH-TOKOH DESA TANAILANDU

1. Prof. Dr. Erman, M.Pd (Dosen Univ. Negeri Surabaya) 2. La Rifai (Balikpapan) 3. La Wahid, SP (Balikpapan) 4. La Edi Nur Harisu (Balikpapan) 5. La Osi, ST (Balikpapan) 6. La Patola (Mawasangka) 7. La Hanafi, M.Si (Ambon) 8. La Harisu (Tanailandu) 9. Rafiudin S.Sos (Tanailandu) 10. DARMAN M. (Tanailandu) 11. Irfan (Tanailandu)