Tanah longsor Bandung Barat 2026
Korpasgat mengevakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat | |
![]() | |
| Tanggal | 24 Januari 2026 |
|---|---|
| Waktu | 02:30 WIB |
| Lokasi | Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia |
| Koordinat | 6°47′38″S 107°32′10″E / 6.794°S 107.536°E |
| Penyebab | Hujan lebat |
| Tewas | 80 |
| Hilang | 20 |
| Kerugian harta benda | 53 rumah rusak berat akibat longsor |
Pada 24 Januari 2026, sebuah tanah longsor besar terjadi di Cisarua, Bandung Barat pada sekitar 02.30 WIB saat hujan deras terus menerus turun. Setidaknya 80 orang tewas, dan 20 lainnya hilang, sekitar 53 rumah rusak berat dan tertimbun material longsor.[1]
Kronologi
[sunting | sunting sumber]Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, peristiwa tanah longsor tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi pada hari Sabtu, sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasirlangu.[2] Sejumlah warga menyebut kejadian berlangsung sangat cepat, diawali suara dentuman keras dari arah perbukitan sebelum material longsor menerjang permukiman. Tanah dan bebatuan kemudian bergerak dari lereng kaki Gunung Burangrang, dan langsung menimbun rumah-rumah warga yang berada di bagian bawah.[3] Selain curah hujan yang tinggi, alih fungsi lahan di Gunung Burangrang diduga memicu longsor tersebut. Dekat lokasi tersebut, terdapat tempat wisata pegunungan Bukit Mentari, serta banyak ditemukan kebun sayur. Batu besar dan pohon tumbang juga terlihat bersama gundukan tanah longsor tepat di atas kawasan yang dahulu permukiman.[4]
Korban
[sunting | sunting sumber]
Operasi penyelamatan dilakukan pasca longsor termasuk Polri bersama TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah, serta relawan.[5] Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, sebanyak 53 unit rumah rusak dan terkubur, satu di antaranya rusak berat.[6] Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan, setidaknya 10 orang tewas, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian.[7] Ia menyatakan, sekitar 113 warga yang tertimpa longsor, 23 diantaranya selamat dan telah dievakuasi ke tenda darurat.[8] Sementara itu lebih dari 400 orang mengungsi akibat bencana longsor tersebut.[9] Pada 25 Januari, Tim SAR Gabungan menemukan 14 jenazah tambahan, sehingga total korban jiwa akibat longsor ini menjadi 25 orang, dan 65 lainnya masih hilang.[10] Pada hari yang sama, tim Disaster Victim Identification (DVI) menerima 11 jenazah tambahan yang teridentifikasi, 10 korban di antaranya teridentifikasi dalam kondisi utuh, sedangkan satu korban lainnya dikenali melalui potongan tubuh melalui pencocokan data antemortem.[11][12] Pada 26 Januari, operasi pencarian hari ke-tiga, korban jiwa akibat longsor bertambah menjadi 38 orang, dengan setidaknya 20 jenazah berhasil teridentifikasi oleh DVI.[13][14]
Pada 27 Januari, Tim SAR gabungan menyatakan sebanyak 50 korban jiwa telah ditemukan, jumlah warga terdampak longsor bertambah menjadi 158 jiwa, dengan rincian 75 orang selamat dan terdapat 30 orang yang hingga kini dalam proses pencarian.[15] Pada 28 Januari, Tim SAR Gabungan menyatakan total 53 korban jiwa akibat longsor ditemukan.[16] Pada 31 Januari, jumlah korban jiwa akibat longsor meningkat menjadi 70 orang, dengan 10 lainnya masih hilang, 52 jenazah telah berhasil teridentifikasi oleh tim DVI Polri.[17][18] Pada 3 Februari, menurut data dari Tim SAR, seluruh korban jiwa akibat longsor telah ditemukan dengan total 80 orang.[19] Pada 3 Februari, Tim SAR mencatat setidaknya 85 korban jiwa ditemukan.[20] Meskipun jumlah korban hilang telah ditemukan seluruhnya, saat peristiwa terjadi, kemungkin ada sejumlah di luar warga setempat, dan hal tersebut terjadi karena ada korban yang ternyata tidak termasuk ke dalam daftar pencarian orang yang dilaporkan Incident Commander.[21] Pada 10 Februari, Tim SAR mencatat setidaknya 80 korban jiwa, dengan seluruh jenazah berhasil teridentifikasi oleh tim DVI.[22][23] Pada 14 Februari, operasi pencarian longsor ditutup dengan diperkirakan 20 orang lainnya masih hilang dan tertimbun longsor.[24]
Respon
[sunting | sunting sumber]

Setelah bencana tersebut, operasi pencarian besar-besaran dilakukan dengan melibatkan lebih dari 2.100 personel menggunakan tangan kosong, pompa air, drone, dan sembilan ekskavator.[25] Tim penyelamat menggali berton-ton lumpur, bebatuan, dan pohon tumbang akibat tanah longsor yang membentang lebih dari 2 kilometer (1,2 mil). Menurut Yudhi Bramantyo, direktur operasi Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas), pihaknya juga menambah kekuatan personel dari luar daerah Jawa Barat.[26] Ia juga mengatakan bahwa di beberapa tempat lumpur akibat longsor mencapai kedalaman hingga 8 meter (26 kaki).[27] Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) mengirimkan bantuan logistik, bantuan tersebut dikirim dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat ke lokasi pengungsian di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Bantuan berupa 1 unit tenda serbaguna, 5 unit tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, 200 lembar kasur, 200 lembar selimut, 500 paket makanan siap saji, 400 paket lauk pauk siap saji, 100 paket makanan anak, 100 paket family kit, 100 paket kidsware, serta bantuan sandang anak dan dewasa masing-masing sebanyak 50 paket.[28] Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung Barat mendirikan dapur umum lapangan yang berlokasi di SDN 1 Pasirlangu, tidak jauh dari Kantor Desa Pasirlangu.[29] Sementara Pemprov Jabar menyiapkan kompensasi sebesar Rp25 juta bagi keluarga korban meninggal dunia akibat bencana longsor.[30]
Reaksi
[sunting | sunting sumber]Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau langsung proses evakuasi korban bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Dedi menyoroti adanya alih fungsi lahan di kawasan tersebut. Menurutnya, kawasan sekitar longsor merupakan kebun yang menggunakan plastik mulsa dan telah dibuka hingga ke puncak bukit.[31] Ia akan merelokasi seluruh rumah warga di sekitar lokasi bencana. Dedi menilai kawasan tersebut tidak lagi layak huni karena potensi bencana susulan sangat tinggi.[32][33][34]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Longsor Cisarua Bandung Barat: 80 Jenazah Teridentifikasi, 15 Kantong Jenazah Masih Diperiksa". Kompas.tv. 10 Februari 2026. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
- ↑ "8 Orang Meninggal-82 Orang Masih Hilang Akibat Longsor di Bandung". CNBC Indonesia. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "Berawal Dentuman Keras, Longsor Hantam Permukiman Warga di Dua Kampung Bandung Barat". Pikiran Rakyat. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 25 Januari 2026.
- ↑ "Longsor Cisarua, Ratusan Warga Menunggu Kabar Kerabat, 84 Orang Belum Ditemukan". Kompas.id. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "Update Pencarian Korban Longsor Cisarua Bandung Barat". CNN Indonesia. 26 Januari 2026. Diakses tanggal 26 Januari 2026.
- ↑ "Total 53 Rumah Warga Terdampak Longsor Cisarua Bandung Barat". CNN Indonesia. 3 Februari 2026. Diakses tanggal 3 Februari 2026.
- ↑ "Korban Tewas Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah Jadi 10 Orang, 5 Teridentifikasi". iNews. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Bandung Barat: 8 Meninggal, 82 Diduga Tertimbun". Kompas.com. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "Cuaca Ekstrem Hambat Evakuasi Longsor Cisarua, 400 Warga Mengungsi". CNN Indonesia. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "25 Korban Tewas Longsor Cisarua Berhasil Dievakuasi". Metrotvnews. 25 Januari 2026. Diakses tanggal 25 Januari 2026.
- ↑ "Longsor Cisarua: Korban Tewas 25 Orang & Baru 11 Teridentifikasi". Tirto.id. 25 Januari 2026. Diakses tanggal 25 Januari 2026.
- ↑ "Korban Tewas Longsor Cisarua Bertambah Jadi 16 Orang". Metrotvnews. 25 Januari 2026. Diakses tanggal 25 Januari 2026.
- ↑ "Korban Longsor Cisarua Kembali Ditemukan: Korban Tewas Bertambah Jadi 38 Orang". Liputan 6. 26 Januari 2026. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ↑ "Isak Tangis Keluarga Warnai Pos DVI di Cisarua KBB, 20 dari 34 Jenazah Berhasil Teridentifikasi". Tribun Network. 26 Januari 2026. Diakses tanggal 26 Januari 2026.
- ↑ "50 Jenazah Longsor Cisarua Dievakuasi, Bantuan Dinantikan". Antaranews. 28 Januari 2026. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
- ↑ "Hari Kelima Pencarian Longsor Cisarua Bandung Barat, Total 53 Kantong Jenazah Berhasil Dievakuasi". Liputan 6. 28 Januari 2026. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
- ↑ "Update Longsor Cisarua: 70 Kantong Jenazah Dievakuasi, 10 Masih Dicari". CNN Indonesia. 31 Januari 2026. Diakses tanggal 1 Februari 2026.
- ↑ "Update Korban Longsor Cisarua: 70 Jenazah Dievakuasi, 52 Teridentifikasi". Detik.com. 31 Januari 2026. Diakses tanggal 1 Februari 2026.
- ↑ "80 jenazah longsor Cisarua telah dievakuasi hingga hari ini". Antaranews. 3 Februari 2026. Diakses tanggal 3 Februari 2026.
- ↑ "Tim SAR Gabungan Temukan 85 Bodypack Korban Longsor Bandung Barat". Jawa Pos. 3 Februari 2026. Diakses tanggal 4 Februari 2026.
- ↑ "Update Longsor Cisarua Hari Kesebelas: 85 Korban Ditemukan". Detik.com. 3 Februari 2026. Diakses tanggal 4 Februari 2026.
- ↑ "Longsor Cisarua, 80 jenazah berhasil diidentifikasi". Antarnews. 10 Februari 2026. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
- ↑ "71 dari 92 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi". IDN Times. 5 Februari 2026. Diakses tanggal 6 Februari 2026.
- ↑ "Operasi SAR Longsor Cisarua Ditutup, Diperkirakan 20 Korban Masih Tertimbun, 101 "Bodypack" Terkumpul". Kompas.com. 14 Februari 2026. Diakses tanggal 15 Februari 2026.
- ↑ "2.129 Personel SAR Diterjunkan Cari Korban Longsor Cisarua". Media Indonesia. 26 Januari 2026. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ↑ Arya Prakasa (26 Januari 2026). "Ini Strategi Basarnas Cari Korban Longsor Cisarua Bandung Barat". Liputan 6. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ↑ "Indonesian marines among 80 missing in deadly West Java landslide". ABC News (dalam bahasa em). 26 Januari 2026. Diakses tanggal 26 Januari 2026. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "Kemensos Kirim Bantuan Korban Longsor Bandung Barat". Detik.com. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "Pengungsi bencana tanah longsor di Cisarua". Antaranews. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "Pemprov Jabar Siapkan Kompensasi Rp25 Juta untuk Keluarga Korban Meninggal Longsor Pasirlangu". Metrotvnews. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "Dedi Mulyadi Bakal Relokasi Warga Terdampak Longsor Cisarua". Tirto.id. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "Cerita Dedi Mulyadi soal Sulitnya Evakuasi Korban Longsor Cisarua: Ada yang Tertimpa Batu dan Pohon". Liputan 6. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "Dedi Mulyadi Ungkap Ada Alih Fungsi Lahan di Lokasi Longsor Cisarua". CNN Indonesia. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
- ↑ "Dedi Mulyadi Relokasi Warga Terdampak Longsor di Cisarua". Tempo.co. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Januari 2026.
