Taman Bersejarah Sukhothai
| Situs Warisan Dunia UNESCO | |
|---|---|
Patung Buddha di Wat Si Chum | |
| Lokasi | Sukhothai, Thailand |
| Bagian dari | Kota Bersejarah Sukhothai dan Kota-kota Bersejarah yang Terkait |
| Kriteria | Kebudayaan: i, iii |
| Referensi | 574-001 |
| Pengukuhan | 1991 (Sesi ke-15) |
| Luas | 7000 ha; 29.000 ekar; 27 mi2 |
| Koordinat | 17°01′16″N 99°42′13″E / 17.02111°N 99.70361°E |
Taman Bersejarah Sukhothai (bahasa Thai: อุทยานประวัติศาสตร์สุโขทัย) merupakan situs reruntuhan kota lama di Provinsi Sukhothai, Thailand. Sukhothai, yang secara harfiah berarti 'fajar kebahagiaan', merupakan ibu kota Kerajaan Sukhothai yang berdiri pada abad ke-13 hingga ke-14,[1] di utara Thailand Tengah. Situs ini berada tak jauh dari Sukhothai Thani, ibu kota Provinsi Sukhothai.
Tembok kota membentuk persegi panjang dengan panjang sekitar 2 km (1,2 mi) dari timur ke barat dan 2 km (1,2 mi) dari utara ke selatan. Terdapat 193 reruntuhan di lahan seluas 70 km2 (27 sq mi). Di tengah setiap tembok terdapat pintu masuk. Di dalamnya terdapat sisa-sisa istana kerajaan dan dua puluh enam kuil, dengan yang terbesar adalah Wat Mahathat. Taman ini dikelola oleh Departemen Seni Rupa Thailand dengan bantuan UNESCO, yang telah mendeklarasikannya sebagai Situs Warisan Dunia. Setiap tahun, taman ini dikunjungi ribuan wisatawan.
Awalnya, Sukhothai adalah pos terluar Kerajaan Khmer yang bernama Sukhodaya.[2][3][4] Pada masa pemerintahan Khmer, orang Khmer membangun beberapa monumen di sana, beberapa di antaranya masih ada di Taman Bersejarah Sukhothai seperti Candi Ta Pha Daeng, Wat Phra Phai Luang, dan Wat Sisawai.[5] Sekitar 50 kilometer di utara Sukhothai terdapat pos militer Khmer lainnya yaitu Si Satchanalai atau Sri Sajanalaya.[6][7]
Pada pertengahan abad ke-13, suku-suku Tai yang dipimpin oleh Si Inthrathit memberontak terhadap gubernur Khmer di Sukhodaya dan mendirikan Sukhothai sebagai negara Tai yang merdeka dan tetap menjadi pusat kekuasaan orang-orang Tai hingga akhir abad ke-14.[2][7]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Wat Mahathat
- Noen Prasat
- Wat Si Sawai
- Wat Phra Phai Luang
- Wat Sa Si
- Wat Chana Songkhram
- Wat Chang Lom
- Wat Si Chum
- Wat Sorasak
- Wat Chetuphon
- Wat Mahathat
- Phra Achana, Wat Si Chum
- Tangan Phra Achana, Sukhothai
- Kolam
- Stupa di Wat Mahathat
- Patung Buddha dengan gestur
- Parit
- Arca Buddha di Wat Mahathat
- Wat Traphang Ngoen di danau
- Bunga seroja
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Sewell, Abby (12 Desember 2018). "Explore Thailand's awe-inspiring ancient city". National Geographic. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Desember 2018.
- 1 2 Swearer, Donald K. (1 Januari 1995). The Buddhist World of Southeast Asia (dalam bahasa Inggris). SUNY Press. ISBN 978-0-7914-2459-9.
- ↑ Wicks, Robert S. (31 Mei 2018). Money, Markets, and Trade in Early Southeast Asia: The Development of Indigenous Monetary Systems to AD 1400 (dalam bahasa Inggris). Cornell University Press. ISBN 978-1-5017-1947-9.
- ↑ Olsen, Brad (2004). Sacred Places Around the World: 108 Destinations (dalam bahasa Inggris). CCC Publishing. ISBN 978-1-888729-10-8.
- ↑ orientalarchitecture.com. "Ta Pha Daeng Shrine, Sukhothai, Thailand". Asian Architecture (dalam bahasa Inggris).
- ↑ "Chaliang Zone of the Si Satchanalai Historical Park". www.renown-travel.com.
- 1 2 "Si Satchanalai - Jim Wageman". www.jimwagemanphoto.com.
Bacaan lebih lanjut
[sunting | sunting sumber]- A.B. Griswold: Towards A History Of Sukhothai Art. The Fine Arts Department, Bangkok 1967 (no ISBN)
- Hiram W. Woodward Jr.: Guide to Old Sukhothai. The Fine Arts Department, Bangkok 1972 (no ISBN)
- Betty Gosling: Sukhothai Its History, Culture, And Art. Asia Books (Oxford University Press), Bangkok 1991, ISBN 974-8206-85-8