Talenan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Talenan kayu

Talenan (kadang disebut telenan, landasan, tatakan) adalah landasan untuk memotong, mencencang, dsb. yang terbuat dari papan.[1] Peralatan dapur ini umumnya digunakan untuk mempersiapkan makanan; meskipun ada kalanya pada jenis yang lain digunakan untuk memotong kulit atau plastik. Talenan dapur umumnya terbuat dari kayu atau plastik dalam beragam bentuk dan ukuran. Ada juga talenan yang terbuat dari kaca, baja atau marmer, yang mudah dibersihkan daripada yang berbahan kayu atau plastik (seperti nilon dan korian), tetapi cenderung akan merusak pisau akibat bahannya yang keras. Tepian tajam yang kasar—seperti pisau bergerigi—mengikis dan merusak permukaan talenan lebih cepat daripada alat pemotong yang halus.

Bahan baku[sunting | sunting sumber]

Talenan yang beredar di pasaran tersedia dalam beberapa bahan yang memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Kayu[sunting | sunting sumber]

Talenan kayu adalah talenan yang paling umum. Jenis kayu yang digunakan umumnya yang keras seperti jati, angsana, trembesi, sonokeling, asam, dan jati belanda. Dengan bahan yang keras, akan ada lebih sedikit goresan pisau yang tertinggal. Talenan berbahan baku kayu cenderung kokoh dan nyaman digunakan, tidak mudah bergeser.

Kekurangan dari talenan berbahan kayu adalah beratnya dan bahannya yang berpori. Oleh karenanya, talenan harus langsung dikeringkan setelah dicuci untuk mengurangi kemungkinan air merembes dan membuat talenan berjamur.[2]

Bambu[sunting | sunting sumber]

Talenan berbahan baku bambu lebih ringan daripada talenan kayu, dan tidak mudah menyerap air. Satu kekurangannya yaitu penggunaan talenan bambu akan cenderung membuat pisau cepat tumpul.[2]

Plastik[sunting | sunting sumber]

Talenan berbahan baku plastik cukup diminati karena ringan, serta bentuk dan warnanya tersedia dalam lebih banyak pilihan. Selain itu, talenan berbahan plastik juga tidak memiliki pori di permukaannya sehingga lebih mudah dibersihkan tanpa perlu dikeringkan cepat-cepat.

Kekurangan talenan berbahan plastik ini adalah cenderung mudah bergeser ketika digunakan untuk memotong bahan makanan yang besar atau tebal.[2] Makanan yang dipotong juga berisiko untuk tercampur dengan serpihan plastik yang tergores pisau.[3]

Kaca[sunting | sunting sumber]

Talenan berbahan baku kaca tidak keropos dan mudah dibersihkan karena lemak dan minyak tidak bisa masuk ke dalam permukaan talenan. Talenan kaca juga tahan noda dan bau. Akan tetapi, talenan kaca seringkali tidak disarankan. Talenan kaca dianggap membahayakan saat memotong bahan makanan. Karena permukaannya yang licin, terdapat kemungkinan pisau akan tergelincir dan mencederai penggunanya.[4][5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Hasil Pencarian - KBBI Daring". kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2018-10-25. 
  2. ^ a b c "Memilih dari 3 Bahan Dasar Talenan/Landesan/Cutting Board yang Tepat". resepkoki.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-25. 
  3. ^ "Mengenal Material Talenan" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-25. 
  4. ^ Okezone. "Jenis Talenan & Aturan Pakainya : Okezone Lifestyle". https://lifestyle.okezone.com/. Diakses tanggal 2018-10-25.  Hapus pranala luar di parameter |newspaper= (bantuan)
  5. ^ "Hindari penggunaan talenan kaca, ini efek negatifnya! - Jelly Gamat Terbaru". qncjellygamat.top. Diakses tanggal 2018-10-25.