TNI Manunggal Membangun Desa
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (September 2025) |
Logo Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai penyelenggara utama | |
| Nama Resmi | TNI Manunggal Membangun Desa |
|---|---|
| Akronim | TMMD |
| Nama Sebelumnya | ABRI Masuk Desa (AMD) |
| Negara | |
| Penyelenggara | TNI bekerja sama dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Nonkementerian, Pemerintah Daerah, dan masyarakat |
| Jenis Program | Operasi Bakti TNI, Operasi Militer Selain Perang (OMSP) |
| Fokus | Pembangunan desa, peningkatan kesejahteraan, dan pertahanan negara |
TNI Manunggal Membangun Desa (disingkat TMMD) adalah sebuah program terpadu dan lintas sektoral antara TNI dengan kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, pemerintah daerah, serta komponen masyarakat lainnya. Program ini bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya di daerah-daerah yang tergolong sebagai daerah miskin, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan, serta daerah lain yang terkena dampak bencana.[1]
TMMD merupakan evolusi dari program sebelumnya yang dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD). Program ini adalah salah satu wujud dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang berfokus pada Operasi Bakti TNI untuk membantu tugas pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.[2]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Cikal bakal TMMD adalah program ABRI Masuk Desa (AMD) yang dimulai pertama kali pada tahun 1980. Program AMD digagas sebagai bagian dari implementasi Dwifungsi ABRI, di mana ABRI tidak hanya berperan sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial-politik yang aktif dalam pembangunan nasional.[3] Program ini bertujuan untuk mendekatkan ABRI dengan rakyat sekaligus membantu percepatan pembangunan di desa-desa.
Setelah era Reformasi pada tahun 1998, yang ditandai dengan penghapusan konsep Dwifungsi dan pemisahan Polri dari ABRI, nama program ini diubah menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Perubahan nama ini menegaskan bahwa program tersebut kini murni dilaksanakan oleh TNI sebagai bagian dari tugas baktinya kepada masyarakat, tanpa muatan politik praktis.[4]
Tujuan dan Sasaran
[sunting | sunting sumber]Secara umum, TMMD memiliki dua tujuan utama:
1. Membantu Pemerintah Daerah: mengakselerasi pembangunan di daerah untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
2. Memperkuat Pertahanan Negara: membangun dan memperkokoh kemanunggalan (persatuan) antara TNI dan rakyat, yang merupakan pilar penting dalam Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).[5]
Sasaran dari program TMMD diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang membutuhkan percepatan pembangunan, seperti:
- Desa tertinggal, terisolasi, dan terpencil.
- Wilayah perbatasan antarnegara.
- Daerah kumuh di perkotaan.
- Wilayah yang terkena bencana alam.
Dasar Hukum
[sunting | sunting sumber]Pelaksanaan TMMD didasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Dalam Pasal 7 Ayat (2) huruf b, disebutkan salah satu tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah "membantu tugas pemerintahan di daerah". TMMD adalah implementasi nyata dari tugas tersebut.[6]
Bentuk Kegiatan
[sunting | sunting sumber]Kegiatan TMMD dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu fisik dan non-fisik, yang dilaksanakan secara serentak di lokasi sasaran.
Kegiatan Fisik
[sunting | sunting sumber]Kegiatan fisik berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat desa. Contoh umum dari kegiatan fisik meliputi:
- Pembukaan dan pengerasan jalan desa.
- Pembangunan dan rehabilitasi jembatan.
- Pembangunan talud atau tembok penahan tanah.
- Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
- Pembangunan fasilitas umum seperti masjid, gereja, sekolah, dan pos kamling.
- Pembangunan sarana sanitasi seperti jamban dan MCK.
- Pembangunan saluran irigasi.
Kegiatan Non-Fisik
[sunting | sunting sumber]Kegiatan non-fisik bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kualitas sumber daya manusia di masyarakat. Contoh kegiatan non-fisik antara lain:
- Penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara.
- Penyuluhan tentang bahaya terorisme, radikalisme, dan narkoba.
- Penyuluhan hukum dan peningkatan kesadaran hukum.
- Penyuluhan kesehatan, seperti tentang stunting, PHBS, dan penyakit menular.
- Penyuluhan di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
- Pelayanan kesehatan gratis dan kegiatan donor darah.
Pelaksanaan
[sunting | sunting sumber]TMMD dilaksanakan secara rutin beberapa kali dalam setahun di berbagai wilayah di Indonesia, dari tingkat Kodim hingga Kodam. Penentuan lokasi sasaran dilakukan melalui mekanisme bottom-up planning, di mana usulan berasal dari pemerintah daerah berdasarkan aspirasi masyarakat, yang kemudian disurvei dan disetujui oleh pihak TNI.
Program ini melibatkan prajurit TNI dari ketiga matra (AD, AL, AU), aparat pemerintah daerah, kepolisian, dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat dengan semangat gotong royong.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "TMMD". Situs Resmi TNI. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ↑ "Operasi Militer Selain Perang (OMSP)". TNI Angkatan Darat. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ↑ "Mengenal Program ABRI Masuk Desa atau AMD yang Kini Bernama TMMD". Kompas.com. 27 Mei 2022. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ↑ "Wiranto: TMMD Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat". CNN Indonesia. 2 Oktober 2019. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ↑ "Mengenal lebih dekat TMMD, program TNI untuk bangun desa". ANTARA News. 28 September 2023. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ↑ "Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia" (PDF). Dewan Perwakilan Rakyat RI. Diakses tanggal 24 September 2025.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Halaman resmi TMMD di situs web TNI
- (Indonesia) Kementrian Pertahanan Republik Indonesia