Surah Yusuf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Surat Yusuf)
Lompat ke: navigasi, cari
Yusuf
Yosof.png
Ayah 1 s.d. Ayah 4
Ayah 1 s.d. Ayah 4
Informasi
Arti Nabi Yusuf
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 12
Juz Juz 12 (ayat 1-52)
Juz 13 (ayat 53-111)
Statistik
Jumlah ayat 111 ayat

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf. Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya. Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya. Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  • Alif Laam Raa, Inilah ayat-ayat Al-Kitab yang nyata, bahwasanya Kamilah yang telah mengirim hal demikian, sebuah Bacaan yang Arab, supaya kalian berpikir; 
    Kami kisahkan kepada dirimu tentang riwayat terbaik yang Kami wahyukan kepada dirimu di Al-Quran ini; bahwa sebelumnya dirimu termasuk golongan awam.  (Ayat:1-3)
  • Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sungguh aku telah mendapati sebelas bintang, matahari serta bulan, kulihat mereka itu sujud terhadap diriku"  ia berkata: "Wahai putraku, jangan ceritakan penglihatanmu ini kepada saudara-saudaramu, yang dapat berakibat mereka merundingkan sesuatu terhadap dirimu, sebab setan merupakan musuh sejati terhadap umat manusia.
    Demikianlah Tuhanmu memilih dirimu, serta Dia mengajar dirimu tentang penyingkapan berbagai peristiwa, serta Dia menggenapkan anugerahNya untuk dirimu beserta keluarga Ya’qub; sebagaimana dahulu Dia telah menggenapkan anugerahNya untuk kedua bapak leluhurmu yakni Ibrahim dan Ishaq, sungguh Tuhanmu Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." (Ayat:4-6)
  • Tentulah terdapat beberapa pertanda pada diri Yusuf serta saudara-saudaranya yang lelaki bagi golongan yang mengharap.
    Ketika mereka berkata: "Sungguh Yusuf serta saudaranya itu merupakan kesayangan ayah kita dibandingkan kita semua, padahal kita ini merupakan kelompok perkasa, yang sebenarnya ayah kita berada dalam kekeliruan yang jelas; bunuh saja Yusuf atau asingkan ia ke suatu wilayah supaya kasih sayang ayah kalian beralih kepada kalian, sesudah itu hendaklah kalian menjadi golongan yang berperilaku baik" berkatalah seorang di antara mereka: "Janganlah membunuh Yusuf, melainkan lemparkan ia ke dasar sumur supaya ia diambil oleh golongan saudagar yang mengembara, sekiranya kalian hendak bertindak."
    Mereka berkata: "Wahai ayah kami, ada apa gerangan engkau tidak mau mempercayakan kami untuk mengurus Yusuf, padahal kami ini golongan yang benar-benar mengingini kebaikan untuk dirinya; suruhlah ia pergi menyertai kami esok hari supaya ia berlibur serta bersenang-senang, bahwa kami pasti menjaganya" sang ayah berkata: "Sungguh aku mencemaskan keberangkatan kalian bersama Yusuf serta aku khawatir ia akan dimakan seekor serigala, sewaktu kalian lengah terhadap dirinya" mereka berkata: "Sekiranya ia benar-benar dimakan serigala sekalipun kami kelompok yang perkasa, tentulah kami ini golongan yang celaka." tatkala mereka berangkat bersamanya, serta bersepakat untuk melempar ia ke sebuah dasar sumur maka Kami mewahyukan kepadanya: "Sungguh kamu akan menceritakan kepada mereka tentang perlakuan mereka ini, sewaktu mereka tiada lagi menyadari" 
    kemudian mereka menemui ayah mereka di senja hari sambil meratap, mereka mengatakan: "Wahai ayah kami, sungguh kami berangkat secara terburu-buru, serta kami tinggalkan Yusuf di sekitar perbekalan kami, lalu seekor serigala memakan ia, serta engkau takkan percaya kepada kami sekalipun kami adalah golongan yang benar" mereka memperlihatkan jubahnya berlumuran darah palsu, sang ayah berkata: "Tidak demikian, dari cara kalian sendiri, kalian menganggap perkara ini maka kesabaran diri adalah kesimpulan paling sesuai, bahwa kepada Allah; diserahkan tentang hal yang kalian ceritakan itu."  (Ayat:7-18)
  • Kemudian datanglah kafilah saudagar lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, ketika orang itu menurunkan timbanya, seketika orang itu berkata: "kabar gembira! ada seorang pemuda!" kemudian kafilah tersebut menyembunyikan pemuda itu sebagai barang dagangan, sungguh Allah Maha Mengetahui hal-hal yang kafilah tersebut kerjakan.
    Kemudian kafilah tersebut menjual Yusuf seharga beberapa dirham sebab kafilah tersebut menganggap remeh tentang hal ini, sedangkan seorang Mesir yang membeli pemuda itu berkata kepada istrinya: "Sediakan tempat yang baik untuk pemuda itu, boleh jadi pemuda itu bermanfaat untuk kita atau kita angkat pemuda itu sebagai anak" kemudian Kami karuniakan kedudukan yang baik untuk Yusuf di muka bumi, serta supaya Kami ajarkan kepadanya tentang penyingkapan berbagai peristiwa; sungguh Allah berkuasa terhadap UrusanNya walaupun sebagian besar umat manusia tiada mengetahui hal demikian;
    tatkala Yusuf cukup dewasa, Kami karuniakan untuk dirinya, Hikmah beserta Ilmu, demikianlah Kami memberi balasan untuk golongan yang berbuat baik.  (Ayat:19-22)
  • Bahwa wanita yang menghuni rumah itu hendak merayu Yusuf untuk menundukkan diri, sehingga wanita itu menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Mendekatlah kemari" ia berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan diriku secara baik, bahwa golongan yang berlaku sewenang-wenang takkan beruntung" sungguh wanita itu telah terpikat terhadap Yusuf, serta ia pasti terpikat dengan wanita itu seandainya ia tidak menyadari Isyarat Tuhannya; demikianlah, supaya Kami menghindarkan dosa serta kekejian terhadap dirinya, sebab ia termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih; 
    ketika keduanya berlari menuju pintu maka wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak, kemudian mendapati suami berada di muka pintu, wanita itu berkata: "Apakah hukuman bagi orang yang mengingini istrimu selain dipenjara atau hukuman yang pedih?" ia berkata: "perempuan itu yang merayu diriku untuk menundukkan diri" berkatalah seorang saksi dari keluarga wanita itu: "Apabila baju gamisnya koyak di sisi muka, maka wanita itu benar sementara lelaki ini yang bersalah, namun apabila baju gamisnya koyak di sisi belakang maka wanita itu yang bersalah sedangkan lelaki ini termasuk golongan yang benar" tatkala suami wanita itu melihat baju gamis koyak di sisi belakang maka pria itu berkata: "ini merupakan tipu daya kalian berdua, sungguh tipu daya kalian ini mengherankan! Yusuf, selesaikan perkara ini serta mintalah pengampunan atas kesalahanmu itu, sungguh kamu tentu berlaku salah."
    Ketika wanita-wanita di kota mengatakan: "Istri sang panglima merayu bujangnya untuk menundukkan diri, sebab cinta terhadap bujangnya itu berlebihan, sungguh kami menganggap wanita itu berada dalam kesesatan yang jelas" tatkala wanita itu mendengar cercaan mereka, wanita-wanita tersebut diundang serta disediakan tempat duduk untuk mereka beserta sebilah pisau yang diberikan kepada masing-masing mereka kemudian wanita itu berkata: "Tampakkan dirimu kepada mereka" tatkala wanita-wanita tersebut melihat pemuda ini, mereka terpesona terhadap dirinya, sehingga wanita-wanita tersebut melukai tangan mereka sendiri, seraya berkata: "Betapa Allah mengaruniakan ketakjuban, ini bukanlah seorang manusia, tentulah ini tidak lain merupakan sesosok malaikat yang mulia" wanita itu berkata: "inilah pemuda yang menyebabkan kalian mencerca diriku, bahwasanya aku telah merayu pemuda ini untuk menundukkan diri, akan tetapi pemuda ini menolak, sungguh apabila pemuda ini tidak menaati hal yang aku perintahkan kepadanya niscaya pemuda ini akan dipenjara serta termasuk golongan yang hina" ia berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai dibanding memenuhi ajakan mereka kepada diriku, sekiranya Engkau tidak menghindarkan tipu daya mereka terhadap diriku, tentulah aku tergoda sehingga aku termasuk golongan yang bodoh" maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf, sehingga Dia menghindarkan Yusuf terhadap siasat mereka; sungguh Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui; kemudian terlintas dalam pikiran mereka setelah menyadari berbagai pertimbangan, supaya mengurung pemuda ini untuk sementara waktu.  (Ayat:23-35)
  • Dan ketika terdapat dua pemuda masuk ke dalam penjara bersama dengan dirinya, seorang di antara keduanya berkata: "Sungguh aku telah bermimpi bahwa aku memeras anggur" sedangkan seorang yang lain mengatakan: "Sungguh aku telah bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, yang sebagiannya dimakan burung" : "singkapkan kepada kami tentang makna hal-hal yang demikian itu, sungguh kami menganggap dirimu sebagai sosok yang cerdas."
    Yusuf berkata: "Tidak disampaikan kepada kalian berdua tentang makanan yang akan diberikan kepada kalian melainkan aku bisa menerangkan jenis makanan itu sebelum makanan itu diberikan kepada kalian, hal demikian itu termasuk anugerah yang telah diajarkan kepada diriku oleh Tuhanku; sungguh aku telah meninggalkan agama kaum yang tidak beriman kepada Allah, sedang kaum itu mengingkar tentang Akhirat, melainkan aku mengikuti agama bapak-bapak leluhurku; Ibrahim, Ishaq, serta Ya’qub; bahwa tiada patut bagi kami mempersekutukan sesuatu pun terhadap Allah; hal demikian itu termasuk karunia Allah untuk kami serta untuk umat manusia, akan tetapi sebagian besar umat manusia tidak bersyukur; Wahai kedua penghuni penjara, berbagai sembahan yang bermacam-macam itukah yang terbaik? ataukah Allah, Yang Tunggal, Yang Maha Perkasa; bahwa tidaklah kalian menyembah hal-hal yang selain Allah, selain nama-nama yang kalian ada-adakan, baik kalian maupun leluhur kalian, bahwa tidaklah Allah mengirim suatu keterangan pun tentang nama-nama itu, Hukum hanyalah Milik Allah, Dialah yang telah menyampaikan perintah supaya kalian tidak mengabdi selain kepada Dia, demikianlah Agama yang Lurus, akan tetapi sebagian besar umat manusia tidak mengetahui. Wahai kedua penghuni penjara, adapun seorang di antara kalian berdua akan memberi minuman tuannya, berupa minuman anggur, sementara seorang yang lain maka orang itu akan disalib kemudian burung-burung memakan sebagian kepalanya; telah diputuskan perkara yang telah kalian berdua pertanyakan" sehingga ia memohon kepada orang yang akan dibebaskan diantara keduanya: "Beritakan diriku kepada tuanmu itu" namun setan menjadikan orang itu lupa memberitakan ia kepada tuannya, oleh karena itu Yusuf masih berada dalam penjara selama beberapa tahun. (Ayat:36-42)
  • Raja berkata: "Sungguh aku telah bermimpi bahwa tujuh sapi betina yang tambun dimakan oleh tujuh yang kurus; demikian halnya tujuh bulir hijau oleh tujuh bulir yang layu. Wahai orang-orang yang berkedudukan, jelaskan kepada diriku tentang penyingkapan penglihatan itu apabila kalian sanggup menyingkapkan penglihatan" orang-orang itu menjawab: "penglihatan-penglihatan yang kalut, bahwa kami bukanlah golongan yang mengetahui penyingkapan penglihatan itu" tetapi berkatalah seorang yang telah dibebaskan dari mereka berdua, yang teringat sesudah sekian waktu: "Aku akan memberitakan kepada kalian tentang penyingkapan perkara itu, maka utuslah aku." 
    : "Yusuf, wahai orang yang benar, terangkan kepada kami tentang perkara tujuh sapi betina yang tambun dimakan oleh tujuh yang kurus; demikian halnya tujuh bulir hijau oleh tujuh bulir yang layu, supaya aku kembali kepada orang-orang itu sehingga orang-orang itu memahami perkara yang demikian" ia berkata: "supaya kalian bertekun menanam selama tujuh tahun sebagaimana biasanya, maka hasil yang kalian panen itu hendaklah kalian simpan bulir-bulirnya terkecuali sebagian untuk kalian makan sendiri, setelah itu akan berlangsung tujuh tahun kesukaran yang menghabiskan hasil apapun yang telah kalian usahakan itu, dengan menyisakan sedikit dari hasil yang telah kalian simpan; setelah itu akan berlangsung tahun-tahun ketika orang-orang diberi hujan, serta pada masa itu mereka memeras anggur"
    raja berkata: "Hadirkan ia kepada diriku" tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, ia berkata: "Kembalilah kepada tuanmu itu serta tanyakan padanya tentang wanita-wanita yang telah melukai kedua tangan mereka sendiri, sungguh Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya wanita-wanita tersebut" 
     raja berkata: "apakah yang menyebabkan kalian merayu Yusuf untuk menundukkan diri?" wanita-wanita tersebut berkata: "Betapa Allah mengaruniakan ketakjuban, kami tiada mendapati ada kesalahan pada dirinya" istri panglima mengatakan: "Maka terbuktilah Kebenaran itu, sungguh aku yang telah merayu dirinya untuk menundukkan diri, sungguh ia termasuk golongan yang benar"
     : "Hal demikian itu supaya ia mengetahui bahwasanya aku tidak berlaku jahat terhadap tuanku sewaktu ia tidak hadir, bahwasanya Allah tiada membimbing rencana golongan yang jahat, serta aku tidak memerdekakan nafsuku, sebab nafsu itu benar-benar mengarah kepada hal keburukan, terkecuali hal yang diberi Kasih oleh Tuhanku, sungguh Tuhanku merupakan Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
    Dan raja berkata: "Hadirkan ia kepada diriku, supaya aku mengistimewakan ia sebagai sosok kepercayaan bagi diriku" tatkala orang tersebut telah bercakap-cakap dengan ia, sang raja berkata: "Ketahuilah bahwa dirimu pada hari ini menjadi sosok istimewa yang terpercaya bagi kami"  
    ia berkata: "Jadikan aku panglima atas negeri ini, sungguh aku merupakan seorang yang dapat mengelola, yang berwawasan" maka demikianlah Kami karuniakan kedudukan untuk Yusuf yang dapat menduduki tempat yang ia kehendaki di setiap waktu maupun di tempat manapun dalam negeri itu, Kami limpahkan Kasih Kami untuk orang yang Kami perkenan serta Kami tidak mengabaikan upah golongan yang berperilaku baik, sungguh upah di Akhirat merupakan yang terbaik bagi orang-orang yang beriman serta orang-orang yang tetap bertakwa.  (Ayat:43-57)
  • Dan tatkala saudara-saudara Yusuf datang lalu mereka masuk menemui ia, maka ia mengenali mereka, sementara mereka tidak memperhatikan ia; 
    ketika Yusuf memuati persediaan makanan untuk mereka, ia berkata: "Hadirkan ke hadapan diriku, seorang saudara kalian yang laki-laki itu, yang seayah dengan kalian, tidakkah kalian memperhatikan bahwa aku melimpahkan persediaan makanan, serta aku merupakan penyambut tamu terbaik? apabila kalian tidak menghadirkan orang tersebut di hadapan diriku maka kalian tiada mendapat persediaan makanan lagi dari diriku, serta janganlah kalian menghadap kepadaku" mereka berkata: "Kami akan berupaya kepada ayahnya tentang dirinya, bahwa kami pasti akan melakukan hal demikian" ia berkata kepada para pegawainya: "Letakkan barang-barang penukar mereka itu ke dalam karung-karung mereka, sehingga mereka menyadari apabila mereka telah pulang kepada keluarga mereka supaya mereka kembali lagi."
    Tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka, mereka berkata: "Wahai ayah kami, kami tak diperbolehkan mengambil persediaan makanan lagi, terkecuali engkau utus seorang saudara kami yang laki-laki itu supaya menyertai kami, agar kami memperoleh persediaan makanan, sungguh kami pasti akan menjaga dirinya" sang ayah berkata: "Bagaimana aku mau mempercayakan dirinya kepada kalian? terkecuali sebagaimana dahulu aku telah mempercayakan saudaranya itu kepada kalian, maka Allah merupakan Pelindung terbaik, serta Dialah Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang." Tatkala mereka membongkar karung-karung mereka, mereka mendapati barang-barang penukar mereka yang berada pada mereka, mereka berkata: "Wahai ayah kami! apa lagi yang kami kehendaki, Inilah barang-barang penukar kami yang dikembalikan untuk kami sehingga kami dapat memberi makan keluarga kami, maupun merawat saudara kami, serta kami hendak mendapat tambahan persediaan makanan seberat beban seekor unta, sedangkan persediaan makanan saat ini merupakan persediaan yang sedikit" sang ayah berkata: "Aku takkan melepaskan dirinya menyertai kalian, hingga kalian menjamin kepada diriku melalui ikrar teguh atas nama Allah, bahwa kalian pasti akan membawa dirinya kembali kepada diriku, terkecuali jika kalian dikepung" tatkala mereka menjamin ikrar mereka, sang ayah berkata: "Allah merupakan Pengawas tentang hal-hal yang kita ikrarkan ini" serta ia berkata: "Wahai putra-putraku, jangan datang melalui suatu gerbang, melainkan melalui gerbang-gerbang yang berlainan; meskipun demikian, aku tiada sedikitpun melindungi kalian terhadap Allah, Hukum hanyalah Milik Allah, yang kepada Dia, aku menaruh kepercayaan; maka hendaklah golongan yang menaruh kepercayaan berpasrah kepada Dia." tatkala mereka datang sesuai hal yang diperintahkan ayah mereka, maka tiada sedikitpun melindungi mereka terhadap Allah, melainkan hal tersebut merupakan suatu keinginan pada diri Ya’qub yang telah ia kehendaki, sungguh ia menguasai suatu Ilmu sebab Kamilah yang telah mengajar dirinya, akan tetapi sebagian besar umat manusia tidak mengetahui.  
    tatkala mereka menemui Yusuf, ia mengajak seorang saudaranya itu bercakap-cakap dengannya, ia berkata: "Bahwasanya akulah saudaramu yang laki-laki, maka janganlah kamu menyesali hal yang pernah mereka perbuat."  (Ayat:58-69)
  • Sewaktu persediaan makanan mereka dimuatkan untuk mereka, Yusuf menyelipkan sebuah piala ke dalam karung seorang saudaranya itu, kemudian seorang pemanggil berteriak: "Wahai rombongan, sungguh kalian itu pasti rombongan pencuri!" berkatalah mereka sambil berbalik badan: "Barang apakah yang raib dari kalian?" mereka berkata: "Kami telah kehilangan piala raja, bahwa barangsiapa yang dapat mengembalikan benda itu pasti diberi persediaan makanan seberat beban seekor unta, sedang aku dapat menjamin hal tersebut" mereka berkata: "Demi Allah, sungguh telah kalian ketahui bahwa kami datang kemari bukanlah untuk mengacau di negeri ini, serta kami ini bukanlah rombongan pencuri" mereka berkata: "Akan tetapi apakah hukuman apabila kalian bersalah?" mereka mengatakan: "Hukumannya adalah pada siapa benda itu didapati berada dalam karungnya, maka orang itu sendiri yang dijadikan sandera, demikianlah kami membalas golongan yang berlaku sewenang-wenang." kemudian ia memulai kepada karung-karung mereka selain karung milik saudaranya sendiri, kemudian ia memperlihatkan barang itu dari karung milik saudaranya sendiri; demikianlah Kami bersiasat untuk Yusuf, ia tidak patut menghukum saudaranya menurut undang-undang kerajaan, terkecuali Allah yang menghendaki; Kami muliakan kedudukan orang yang Kami perkenan, namun melampaui segala berIlmu adalah Yang Maha Mengetahui; 
    mereka berkata: "Jika ia memang mencuri, tentulah saudaranya pernah mencuri pula sebelum itu" maka Yusuf menahan diri, serta tidak menyatakan rahasia kepada mereka; ia berkata: "kalian yang berlaku salah, bahwa Allah Maha Mengetahui tentang hal yang telah kalian nyatakan itu" mereka mengatakan: "Wahai sang panglima, sungguh orang tersebut mempunyai ayah yang sangat tua, oleh karena itu kiranya jadikan salah seorang di tengah-tengah kami sebagai penggantinya, sungguh kami menganggap dirimu sebagai golongan yang berperilaku baik" ia berkata: "aku berlindung kepada Allah apabila hendak menangkap seseorang selain orang yang kami dapati harta benda kami berada pada dirinya, sekiranya kami memperbuat hal itu tentulah kami termasuk golongan yang berlaku sewenang-wenang."
    Tatkala mereka telah merasa kalah untuk menghadapi dirinya, mereka saling berunding; berkatalah seorang pemimpin di tengah-tengah mereka: "Tidakkah kalian menyadari bahwa ayah kalian telah menegaskan ikrar terhadap kalian atas nama Allah, bahwa sebelumnya kalian pernah berlaku salah terhadap Yusuf; oleh sebab itu aku takkan meninggalkan negeri ini, sampai ayahku yang mengizinkan diriku atau Allah yang menghukum diriku, sungguh Dialah Sang Hakim terbaik; maka pulanglah kalian kepada ayah kalian, serta sampaikan: "Wahai ayah kami! ketahuilah bahwa anakmu itu telah mencuri, sementara kami hanya mengerti hal-hal yang kami ketahui, sedangkan kami tidak sanggup mengatasi hal-hal yang ghaib, maka tanyakan penduduk kota yang telah kami datangi maupun rombongan yang telah kami temui, sungguh kami merupakan golongan yang benar" sang ayah berkata: "Dari cara kalian sendiri, kalian menganggap perkara ini, maka kesabaran adalah kesimpulan paling tepat, semoga Allah yang mendatangkan mereka semua kepada diriku, sungguh Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana" kemudian ia menghindar terhadap mereka, seraya berkata: "Duka citaku terhadap Yusuf" sedang kedua matanya memudar lantaran duka cita, serta ia merupakan seorang yang menyembunyikan perasaan, mereka berkata: "Demi Allah, kiranya engkau berhenti mengenang Yusuf sampai dirimu terkena penyakit berbahaya atau dirimu termasuk golongan yang menderita" ia berkata: "Sungguh aku mengadukan kerisauanku beserta penderitaanku kepada Allah, sungguh aku mengetahui hal-hal dari Allah, yakni hal-hal yang tidak kalian ketahui. Wahai putra-putraku, berangkatlah kalian, lalu carilah kabar tentang Yusuf beserta saudaranya itu, serta jangan pernah menyerah mengharap Kasih Allah, sebab tiada seorangpun yang menyerah terhadap Kasih Allah, selain kaum yang kafir."
    ketika mereka menemui Yusuf, mereka berkata: "Wahai sang panglima, penderitaan telah menimpa kami beserta keluarga kami, kami datang membawa barang-barang tak berharga, maka limpahkan kiranya persediaan makanan untuk kami, kiranya dirimu bersedekah untuk kami sebab Allah memberi upah untuk golongan yang bersedekah" ia berkata: "Apakah kalian menyadari tentang hal yang telah kalian perbuat terhadap Yusuf serta saudaranya itu sewaktu kalian bertindak ceroboh?" mereka berkata: "Benarkah kamu ini adalah Yusuf?" ia berkata: "Akulah Yusuf, sedang ia adalah saudaraku, sungguh Allah telah melimpahkan karuniaNya untuk kami, barangsiapa yang bertaqwa serta bersabar, maka ketahuilah bahwa Allah tidak mengabaikan upah golongan yang berperilaku baik" mereka berkata: "Demi Allah, sungguh Allah yang telah melebihkan dirimu dibanding diri kami, bahwa tentulah kami merupakan golongan yang bersalah" ia berkata: "Pada hari ini tak ada cercaan kepada kalian, kiranya Allah yang mengampuni kalian, sungguh Dialah Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang; berangkatlah kalian sambil membawa baju gamisku ini, lalu basuhlah itu ke wajah ayahku, supaya ia dapat melihat kembali, serta hadirkan seluruh anggota keluarga kalian kepada diriku."  
    Tatkala rombongan itu telah pulang; ayah mereka berkata: "Sungguh aku menghirup aroma Yusuf, sekiranya kalian tidak menganggap diriku aneh" mereka berkata: "Demi Allah, sungguh engkau masih berada dalam kekeliruanmu itu" tatkala pembawa kabar gembira itu telah tiba, kemudian baju gamis itu dibasuhkan ke wajahnya, maka sembuhlah penglihatannya; sang ayah berkata: "Bukankah aku pernah berkata kepada kalian, bahwa aku mengetahui hal-hal dari Allah, yakni hal-hal yang tidak kalian ketahui" mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkan pengampunan untuk kami tentang dosa-dosa kami, sungguh kami merupakan golongan yang bersalah" ayah mereka berkata: "Aku akan memohonkan pengampunan untuk kalian kepada Tuhanku, sungguh Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."  (Ayat:70-98)
  • Tatkala mereka menemui Yusuf, ia menyambut kedua orang tuanya, serta ia berkata: "Masukilah Mesir, atas perkenan Allah, dalam keadaan aman" sehingga ia menempatkan kedua orang tuanya di atas tahta, kemudian mereka merebahkan diri seraya sujud terhadap Yusuf; sehingga ia berkata: "Wahai ayahku, inilah penyingkapan penglihatanku dahulu, bahwa Tuhanku yang mewujudkan hal demikian sebagai kenyataan bahwa Tuhanku yang telah mengaruniakan kebaikan untuk diriku, sewaktu Dia membebaskan diriku dari penjara, serta Dialah yang menghindarkan kalian terhadap penduduk padang pasir setelah setan memperburuk hubungan antara diriku dengan saudara-saudaraku, sungguh Tuhanku Maha Memahami hal yang Dia kehendaki, sungguh Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. Wahai Tuhanku, sungguh Engkau telah menganugerahkan sebagian kerajaan untuk diriku, serta Engkau telah mengajarkan kepada diriku tentang penyingkapan berbagai peristiwa. Wahai Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia maupun di Akhirat, renggutlah diriku dalam keadaan berserah diri, serta tempatkan diriku bersama golongan saleh."  (Ayat:99-101)
  • Demikian itu merupakan berita ghaib yang Kami wahyukan kepada dirimu, padahal dirimu tidak berada pada sisi mereka sewaktu mereka berunding menyepakati suatu siasat, serta ketika mereka sedang mengatur rencana,
    bahwa sebagian besar umat manusia tidak beriman meskipun dirimu sangat mendambakan hal itu, serta tidaklah dirimu meminta upah kepada mereka, hal demikian tidak lain merupakan pengajaran untuk semesta alam, bahwa betapa banyak pertanda-pertanda di langit maupun di bumi yang mereka lalui sementara mereka berpaling terhadap hal yang demikian, bahwa sebagian besar mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan orang-orang itu berada dalam keadaan mempersekutukan Allah; apakah orang-orang itu merasa aman terhadap kedatangan Malapetaka Allah yang mengepung mereka, atau kedatangan Kemestian yang menimpa orang-orang itu secara tiba-tiba sewaktu orang-orang itu tidak menyadari?  (Ayat:102-107)
  • Katakanlah: "Inilah jalan hidupku; aku menyeru kepada Allah, berdasar bukti jelas, demikian halnya orang-orang yang mengikut diriku. Dipermuliakanlah Allah, sungguh aku bukanlah golongan musyrik" tidaklah Kami mengutus sebelum dirimu, melainkan seorang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepada dirinya di tengah-tengah penduduk negeri, maka tidakkah mereka berpergian di muka bumi lalu mereka melihat bagaimanakah kesudahan orang-orang sebelum mereka, maka ketahuilah bahwa negeri Akhirat merupakan yang terbaik bagi orang-orang bertaqwa, maka tidakkah kalian memahami?
    sehingga ketika para Utusan tidak mempunyai harapan lagi, serta telah pasti bahwa mereka telah ditolak, Penyelamatan Kami hadir untuk para Utusan itu, sehingga orang-orang yang Kami kehendaki dapat diselamatkan, sedangkan Malapetaka Kami tidak luput menimpa golongan yang berdosa.  (Ayat:108-110)
  • Sungguh dalam riwayat-riwayat mereka itu terdapat pelajaran bagi golongan yang berpemahaman baik, hal ini bukanlah sebuah hadits yang dibuat-buat, melainkan sebuah penggenapan hal-hal yang terdahulu serta menjelaskan segala sesuatu, juga sebagai Bimbingan beserta Kasih untuk kaum yang beriman.  (Ayat:111)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Hud
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Ar-Ra’d
Surah 12