Surah Yusuf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Surat Yusuf)
Lompat ke: navigasi, cari
Yusuf
Yosof.png
Ayah 1 s.d. Ayah 4
Ayah 1 s.d. Ayah 4
Informasi
Arti Nabi Yusuf
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 12
Juz Juz 12 (ayat 1-52)
Juz 13 (ayat 53-111)
Statistik
Jumlah ayat 111 ayat

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf. Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya. Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui. Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  1. Alif Laam Raa, Inilah pesan-pesan Al-Kitab yang jelas, bahwasanya Kamilah yang telah mengirimkan yang demikian, sebuah Bacaan yang Arab supaya kalian berpikir; 
    Kami jelaskan kepadamu riwayat terbaik dalam Al-Quran ini yang Kami wahyukan kepadamu, dan tentulah sebelumnya kamu termasuk golongan yang awam.  (Ayat:1-3)
  2. Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sungguh aku mendapati sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat mereka itu sujud terhadap diriku",  
    ia berkata: "Wahai putraku, jangan ceritakan penglihatanmu ini kepada saudara-saudaramu, yang dapat berakibat mereka merundingkan sesuatu terhadap dirimu; sebab setan itu merupakan musuh sejati terhadap umat manusia, 
    dan demikianlah Tuhanmu memilih kamu dan Dia mengajarkan kepadamu sebagian penyingkapan peristiwa-peristiwa dan Dia menggenapkan anugerahNya untuk dirimu beserta keluarga Ya’qub sebagaimana dahulu Dia telah menggenapkan anugerahNya untuk kedua bapa leluhurmu; Ibrahim dan Ishaq, sungguh Tuhanmu Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." (Ayat:4-6)
  3. Tentulah terdapat beberapa pertanda pada diri Yusuf serta saudara-saudaranya yang lelaki bagi golongan yang mengharap.  (Ayat:7)
  4. Ketika mereka berkata: "Sungguh, Yusuf dan saudaranya itu merupakan kesayangan ayah kita dibandingkan kita semua, padahal kita ini adalah kelompok yang perkasa, yang sebenarnya ayah kita dalam kekeliruan yang jelas, 
    bunuh saja Yusuf atau asingkan ia ke suatu wilayah supaya kasih sayang ayah kalian beralih kepada kalian, dan sesudah itu hendaklah kalian menjadi golongan yang berperilaku baik" 
    seorang di antara mereka berkata: "Janganlah membunuh Yusuf, melainkan lemparkan ia ke dasar sumur supaya ia dipungut oleh golongan saudagar yang mengembara, sekiranya kalian hendak bertindak".  (Ayat:8-10)
  5. Mereka berkata: "Wahai ayah kami, ada apa gerangan engkau tidak mau mempercayakan kami untuk mengurus Yusuf, padahal kami ini golongan yang benar-benar mengingini kebaikan untuk dirinya; suruhlah ia pergi menyertai kami esok hari, supaya ia berlibur dan bersenang-senang, dan kami pasti menjaganya" 
    sang ayah berkata: "Sungguh aku mencemaskan keberangkatan kalian bersama Yusuf serta aku khawatir ia akan dimakan seekor serigala, sementara kalian lengah terhadap dirinya"  
    mereka berkata: "Jika ia benar-benar dimakan serigala sekalipun kami kelompok yang perkasa, tentulah kami ini golongan yang payah".  (Ayat:11-14)
  6. Maka tatkala mereka berangkat bersamanya dan bersepakat untuk melempar dirinya ke dasar sumur maka Kami mewahyukan kepadanya: "Sungguh kamu akan mengucapkan kepada mereka tentang perlakuan mereka ini, ketika mereka tiada menyadari"
     kemudian mereka menemui itu ayah mereka di senja hari sambil meratap; mereka mengatakan: "Wahai ayah kami, sungguh kami berangkat secara terburu-buru dan kami tinggalkan Yusuf di sekitar perbekalan kami, lalu ia dimakan serigala; dan kamu takkan percaya kepada kami sekalipun kami adalah golongan yang benar", mereka memperlihatkan jubahnya berlumuran darah palsu;
    sang ayah berkata: "tidak demikian, dari cara kalian sendiri, kalian menganggap perkara ini maka kesabaran diri adalah kesimpulan paling sesuai, dan kepada Allah diserahkan tentang yang kalian ceritakan itu".  (Ayat:15-18)
  7. Kemudian datanglah sekelompok saudagar lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka seorang menurunkan timbanya kemudian berkata: "kabar gembira!, ada seorang pemuda!" kemudian mereka menyembunyikan pemuda itu sebagai barang dagangan dan Allah Maha Mengetahui yang mereka kerjakan.  
    Dan mereka menjual Yusuf dengan harga murah, beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik terhadap Yusuf; 
    dan orang Mesir yang membeli pemuda itu berkata kepada istrinya: "Sediakanlah untuk pemuda tempat yang baik, boleh jadi ia bermanfaat untuk kita atau kita angkat ia sebagai anak",
    dan kemudian Kami karuniakan kedudukan yang baik untuk Yusuf di muka bumi, dan supaya Kami ajarkan kepadanya tentang penyingkapan berbagai peristiwa; dan Allah berkuasa terhadap urusanNya walaupun kebanyakan manusia tiada mengetahui yang demikian; 
     dan tatkala ia cukup dewasa Kami anugerahkan untuknya; Hikmah beserta Ilmu, demikianlah Kami memberi balasan untuk orang-orang yang berbuat baik.  (Ayat:19-22)
  8. Dan wanita yang menghuni rumah menggoda Yusuf untuk menundukkan diri dan wanita itu menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Mendekatlah kemari", ia berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku secara baik; bahwasanya golongan yang berlaku sewenang-wenang takkan beruntung"
     sungguh wanita itu telah terpikat terhadap Yusuf, dan ia pasti terpikat dengan wanita itu seandainya ia tidak menyadari Isyarat Tuhannya; demikianlah, supaya Kami menghindarkan terhadap dosa serta kekejian daripada dirinya, sebab ia termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih; 
    dan ketika keduanya berlari menuju pintu maka wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga robek, lalu mendapati suami berada di muka pintu; wanita itu berkata: "Apakah hukuman kepada orang yang mengingini istrimu selain dipenjara atau hukuman yang pedih?" ia berkata: "perempuan itu merayuku untuk menundukkan diri", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu berkata: "Jika baju gamisnya robek di muka, maka wanita itu benar dan lelaki ini yang bersalah, namun jika baju gamisnya koyak di belakang maka wanita itu bersalah sedangkan lelaki ini termasuk golongan yang benar" tatkala suami wanita itu melihat baju gamis yang koyak di belakang maka dia berkata: "ini adalah tipu daya kalian, sungguh tipu daya kalian ini mengherankan; Yusuf, selesaikan perkara ini, dan mintalah pengampunan atas kesalahanmu itu, sebab tentulah kamu yang berlaku salah".  (Ayat:23-29)
  9. Dan wanita-wanita di kota mengatakan: "Istri sang panglima merayu bujangnya untuk menundukkan dirinya, sebab cinta terhadap bujangnya itu berlebihan; sungguh kami menganggap wanita itu dalam kesesatan yang parah" maka tatkala wanita itu mendengar cercaan mereka, wanita-wanita itu diundang serta disediakan tempat duduk untuk mereka, dan sebilah pisau diberikan kepada masing-masing mereka kemudian wanita itu berkata: "tampakkan dirimu kepada mereka"
    maka tatkala wanita-wanita itu melihat pemuda ini, mereka terpesona terhadap dirinya, dan mereka melukai tangan mereka sendiri dan berkata: "betapa menakjubkan ya Allah, ini bukan seorang manusia, tentulah ini tidak lain sesosok malaikat yang mulia" 
    wanita itu berkata: "inilah pemuda yang menyebabkan kalian mencelaku dan bahwasanya aku telah merayu ia untuk menundukkan diri akan tetapi ia menolak, dan sungguh jika dia tidak menaati yang aku perintahkan kepadanya niscaya ia akan dipenjara serta termasuk golongan yang hina"; 
    ia berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai dibanding memenuhi ajakan mereka kepadaku dan sekiranya Engkau tidak menghindarkan tipu daya mereka terhadap diriku, tentulah aku tergoda sehingga aku termasuk golongan yang bodoh" 
    maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf melawan siasat mereka; sungguh Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. 
    Kemudian terlintas dalam pikiran mereka setelah menyadari berbagai pertimbangan, supaya mereka mengurung pemuda itu sampai waktu tertentu.  (Ayat:30-35)
  10. Dan ketika ada dua pemuda masuk pula ke dalam penjara bersama dengan dirinya, salah seorang di antara keduanya berkata: "sungguh aku telah bermimpi bahwa aku memeras anggur". sedangkan yang lainnya mengatakan: "sungguh aku telah bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, yang sebagiannya dimakan burung", "singkapkan kepada kami makna tentang perkara yang demikian itu; sebab kami menganggap dirimu sebagai sosok yang cerdas."  (Ayat:36)
  11. Yusuf berkata: "Tidak disampaikan kepada kalian berdua makanan yang akan diberikan kepada kalian melainkan aku bisa menerangkan jenis makanan itu sebelum makanan itu diberikan kepada kalian, yang demikian itu adalah sebagian dari perkara yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku.
    bahwasanya aku telah meninggalkan agama kaum yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka itu mengingkar terhadap Akhirat, dan aku adalah pengikut pendirian para bapa leluhurku; Ibrahim, Ishaq serta Ya’qub, tiada patut bagi kami mempersekutukan sesuatu apapun terhadap Allah; yang demikian itu termasuk karunia Allah kepada kami serta kepada umat manusia; akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur; 
    Wahai kedua penghuni penjara, manakah yang terbaik, dewa-dewa yang bermacam-macam ataukah Allah, Yang Tunggal, Yang Maha Perkasa?  
    tidaklah kalian menyembah yang selain Allah kecuali nama-nama yang kalian serta leluhur kalian ada-adakan, Allah tidak mengirimkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu
    Hukum hanyalah Milik Allah; Dialah yang telah memerintahkan supaya kalian tidak mengabdi kepada selain Dia, Itulah agama yang lurus, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".  (Ayat:37-40)
  12. Wahai kedua penghuni penjara, Adapun salah seorang di antara kalian berdua akan memberi minuman tuannya berupa minuman anggur; sementara yang lain maka orang itu akan disalib lalu burung-burung akan memakan sebagian kepalanya; telah diputuskan perkara yang kalian berdua pertanyakan" 
    dan ia memohon kepada orang yang akan bebas dari mereka berdua: "beritakan diriku kepada tuanmu itu" maka setan menjadikan ia lupa berdoa kepada Tuhannya, oleh karena itu ia masih berada dalam penjara beberapa tahun lamanya. (Ayat:41-42)
  13. Raja berkata: "sungguh aku telah bermimpi bahwa tujuh ekor sapi betina yang tambun dimakan oleh tujuh yang kurus; demikian pula tujuh bulir hijau oleh tujuh bulir lainnya yang layu, wahai orang-orang yang berkedudukan: "jelaskan kepadaku tentang penyingkapan penglihatan itu jika kalian sanggup menyingkapkan penglihatan" mereka menjawab: "penampakan-penampakan yang hampa dan kami bukanlah golongan yang mengetahui penyingkapan penampakan itu" dan orang yang selamat dari mereka berdua berucap dan teringat sesudah sekian waktu: "aku akan memberitakan kepada kalian tentang seseorang yang sanggup menyingkapkan mimpi itu, maka utuslah aku". (Ayat:43-45)
  14. "Yusuf, wahai orang yang benar, terangkan kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina tambun yang dimakan oleh tujuh yang kurus; demikian pula tujuh bulir hijau oleh tujuh yang layu supaya aku kembali kepada orang-orang itu sehingga mereka memahami yang demikian" 
    ia berkata: "supaya kalian tekun menanam selama tujuh tahun sebagaimana biasanya; maka yang kalian panen hendaklah kalian himpunkan bulir-bulirnya terkecuali sebagian untuk kalian makan sendiri; kemudian sesudah itu akan terjadi tujuh tahun kesukaran, yang menghabiskan segala apapun yang kalian usahakan itu, dengan menyisakan sedikit dari yang kalian simpan; Kemudian setelah itu akan terjadi tahun-tahun ketika orang-orang diberi hujan dan pada masa itu mereka memeras anggur". (Ayat:46-49)
  15. Raja berkata: "hadirkan ia kepadaku" maka tatkala utusan itu datang kepadanya, ia berkata: "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan padanya tentang wanita-wanita yang telah melukai kedua tangan mereka sendiri, bahwasanya Tuhanku Maha Mengetahui siasat mereka" 
     Raja berkata: "apa yang menyebabkan kalian merayu Yusuf untuk menundukkan diri?" mereka berkata: "betapa menakjubkan ya Allah, kami tiada mendapati ada kesalahan padanya" istri panglima mengatakan: "maka terbuktilah Kebenaran itu, sebab akulah yang merayu dirinya untuk menundukkan diri, dan bahwasanya ia termasuk golongan yang benar"
     : "Yang demikian itu supaya ia mengetahui bahwa sungguh aku tidak berlaku jahat terhadapnya di belakangnya, dan bahwasanya bukanlah Allah yang membimbing rencana golongan yang berlaku jahat, dan aku tidak memerdekakan nafsuku, karena nafsu itu benar-benar mengarah kepada keburukan, terkecuali yang diberi Kasih oleh Tuhanku; sungguh Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:50-53)
  16. Dan raja berkata: "hadirkan dia kepadaku, supaya aku mengistimewakan ia sebagai sosok kepercayaan bagi diriku" maka tatkala sang raja telah bercakap-cakap dengan ia, sang raja berkata: "pada hari ini ketahuilah bahwa kamu menjadi sosok yang istimewa, yang terpercaya bagi kami"  
    ia berkata: "Jadikan aku panglima atas negeri ini; sungguh aku adalah seorang yang dapat mengelola, yang berwawasan" dan demikianlah Kami karuniakan kedudukan untuk Yusuf, yang dapat menduduki tempat yang ia kehendaki setiap waktu, di tempat manapun dalam negeri itu; Kami melimpahkan Kasih Kami kepada yang Kami kehendaki dan Kami tidak mengabaikan upah golongan yang berperilaku baik; dan bahwasanya upah di Akhirat adalah yang terbaik bagi orang-orang yang beriman serta yang tetap bertaqwa.  (Ayat:54-57)
  17. Dan ketika saudara-saudara Yusuf datang lalu mereka masuk menemui ia, maka Yusuf mengenali mereka, sedangkan mereka tidak memperhatikan dirinya; 
     dan tatkala Yusuf memuati kebutuhan makanan untuk mereka, ia berkata: "hadirkan ke hadapanku seorang saudara kalian yang laki-laki itu; yang seayah dengan kalian, tidakkah kalian memperhatikan bahwa aku melimpahkan persediaan makanan dan aku adalah penyambut tamu terbaik?
     Apabila kalian tidak menghadirkan orang itu padaku maka kalian tiada mendapat kebutuhan makanan lagi dariku dan janganlah kalian menghadap kepadaku" mereka berkata: "Kami akan membujuk ayahnya untuk mengajaknya dan kami pasti akan melakukan yang demikian"  ia berkata kepada para pegawainya: "letakkan barang-barang penukar mereka itu ke dalam karung-karung mereka, supaya mereka menyadari apabila mereka telah pulang kepada keluarga mereka supaya mereka kembali lagi".  (Ayat:58-62)
  18. Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka, mereka berkata: "Wahai ayah kami, kami tak boleh mengambil persediaan makanan lagi, terkecuali engkau utus seorang saudara kami yang laki-laki itu untuk menyertai kami supaya kita mendapat kebutuhan makanan, dan sungguh kami pasti akan menjaga dirinya" sang ayah berkata: "Bagaimana aku akan mau mempercayakan dirinya kepada kalian, terkecuali sebagaimana dahulu aku mempercayakan saudaranya itu kepada kalian? maka Allah adalah Pelindung terbaik dan Dialah Yang Maha Penyayang di antara para Penyayang."  
     Tatkala mereka membongkar karung-karung mereka, mereka mendapati barang-barang penukar mereka yang berada pada mereka; mereka berkata: "Wahai ayah kami! apa lagi yang kami kehendaki; Inilah barang-barang penukar kami dikembalikan untuk kami dan kami dapat memberi makan keluarga kami, maupn merawat saudara kami, dan kami hendak mendapat tambahan persediaan makanan seberat beban seekor unta; sedangkan persediaan makanan saat ini adalah kebutuhan yang sedikit"
    sang ayah berkata: "Aku takkan melepaskan dirinya menyertai kalian, hingga kalian menjaminkan kepadaku melalui ikrar yang teguh atas nama Allah, bahwa kalian pasti akan membawa dirinya kembali padaku, kecuali jika kalian dikepung" tatkala mereka menjaminkan ikrar mereka, sang ayah berkata: "Allah adalah Pengawas tentang yang kita nyatakan ini".  (Ayat:63-66)
  19. Dan ia berkata: "Wahai putra-putraku janganlah datang melalui suatu gerbang, melainkan melalui gerbang-gerbang yang berlainan; meskipun demikian, aku tiada sedikitpun menghindarkan kalian terhadap Allah;
     Hukum hanyalah milik Allah; terhadap Dia, aku menaruh kepercayaan dan hendaklah golongan yang menaruh kepercayaan berpasrah pada Dia" 
    dan tatkala mereka datang menurut yang diperintahkan ayah mereka maka tiada sedikitpun menghindarkan mereka terhadap Allah, akan tetapi hanya sebagai suatu keinginan pada diri Ya’qub yang telah ia kehendaki, dan bahwasanya ia menguasai suatu Ilmu sebab Kamilah yang mengajarkan kepadanya akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.  (Ayat:67-68)
  20. Dan tatkala mereka menemui Yusuf, ia mengajak saudaranya bercakap-cakap dengannya, ia berkata: "bahwasanya aku adalah saudaramu yang laki-laki, maka janganlah kamu menyesali yang telah mereka perbuat".  (Ayat:69)
  21. Sewaktu dimuatkan untuk mereka persediaan makanan mereka, Yusuf menyelipkan sebuah piala ke dalam karung saudaranya itu;
    kemudian seorang pemanggil berteriak: "Wahai rombongan, sungguh kalian itu pasti kelompok pencuri!" mereka berkata, sambil berbalik badan: "Barang apakah yang raib dari kalian?"  mereka berkata: "kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikan itu pasti diberi persediaan makanan seberat unta, dan aku dapat menjamin itu" mereka berkata: "Demi Allah, sungguh telah kalian ketahui bahwa kami kemari bukan untuk mengacau di negeri ini dan kami ini bukan kelompok pencuri" mereka berkata: "Akan tetapi apakah hukuman apabila kalian memang bersalah?"  mereka mengatakan: "hukumannya ialah pada siapa benda itu didapati berada dalam karungnya, maka orang itu sendiri yang menjadi sandera," Demikianlah Kami membalas golongan yang berlaku sewenang-wenang.  (Ayat:70-75)
  22. Maka ia memulai kepada karung-karung mereka selain karung milik saudaranya sendiri kemudian ia memperlihatkan barang itu dari karung milik saudaranya sendiri; Demikianlah Kami bersiasat untuk Yusuf, ia tidak patut menghukum saudaranya berdasarkan undang-undang kerajaan, kecuali Allah yang menghendaki;
    Kami muliakan kedudukan yang Kami perkenan; namun Yang melampaui segala yang menguasai Ilmu adalah Yang Maha Mengetahui; 
    mereka berkata: "Jika ia memang mencuri, tentulah saudaranya pernah mencuri pula sebelum itu" maka Yusuf menahan diri dan tidak menyatakan rahasia kepada mereka; ia berkata: "kalian yang berlaku salah sementara Allah Maha Mengetahui yang kalian nyatakan itu" mereka mengatakan: "Wahai sang panglima, sungguh ia mempunyai ayah yang sangat tua, oleh karena itu, kiranya jadikan salah seorang di tengah-tengah kami sebagai penggantinya; sungguh kami menganggap kamu termasuk golongan yang berperilaku baik" ia berkata: "aku berlindung pada Allah untuk menangkap seseorang selain orang yang kami dapati harta benda kami padanya, sekiranya kami memperbuat hal itu tentulah kami termasuk golongan yang berlaku sewenang-wenang".  (Ayat:76-79)
  23. Tatkala mereka telah merasa kalah untuk menghadapi dirinya, mereka saling berunding; seorang pemimpin dari mereka berkata: "Tidakkah kalian menyadari bahwasanya ayah kalian telah menegaskan ikrar pada kalian atas nama Allah, dan bahwasanya sebelumnya kalian pernah berlaku salah terhadap Yusuf,
    sebab itu aku takkan meninggalkan negeri ini, sampai ayahku mengizinkan diriku atau Allah menghukum diriku sebab Dialah Hakim terbaik, 
    pulanglah kepada ayah kalian dan sampaikanlah: "Wahai ayah kami! bahwasanya anakmu telah mencuri, dan kami hanya mengerti apa yang kami ketahui, dan kami tidak sanggup mengatasi hal-hal yang misterius; dan tanyakan penduduk kota yang telah kami tempati maupun rombongan yang kami temui, dan sungguh kami adalah golongan yang benar" sang ayah berkata: "dari cara kalian sendiri, kalian menganggap perkara ini maka kesabaran adalah kesimpulan yang paling tepat; semoga Allah mendatangkan mereka semua padaku; bahwa Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana" dan ia menghindar terhadap mereka, seraya berkata: "duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua penglihatannya menjadi memudar karena duka cita dan ia adalah seorang yang menyembunyikan perasaannya.  (Ayat:80-84)
  24. Mereka berkata: "Demi Allah, kiranya kamu berhenti mengenang Yusuf, hingga kamu terkena penyakit berbahaya atau kamu termasuk orang-orang yang binasa" ia berkata: "sungguh kepada Allah, aku mengadukan kerisauanku serta kesengsaraanku, dan aku mengetahui dari Allah tentang perkara yang tidak kalian ketahui";
     wahai putra-putraku, berangkatlah kalian, lalu carilah kabar tentang Yusuf serta saudaranya itu, dan jangan pernah menyerah mengharap Kasih Allah, sebab tiada yang menyerah terhadap Kasih Allah, selain golongan yang tak berterimakasih".  (Ayat:85-87)
  25. Maka ketika mereka menemui Yusuf, mereka berkata: "wahai sang panglima, kesengsaraan telah menimpa kami serta keluarga kami, kami datang membawa barang-barang tak berharga, maka limpahkan persedian makanan untuk kami, dan kiranya kamu bersedekah untuk kami, sebab Allah memberi upah untuk golongan yang bersedekah" ia berkata: "Apakah kalian menyadari tentang yang telah kalian perbuat terhadap Yusuf serta saudaranya itu ketika kalian bertindak bodoh?" mereka berkata: "Benarkah kamu ini adalah Yusuf?" ia berkata: "Akulah Yusuf dan orang ini adalah saudaraku; bahwasanya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami sebab siapapun yang bertaqwa dan berpengertian, maka sungguh Allah tidak mengabaikan upah golongan yang berperilaku baik" mereka berkata: "Demi Allah, Allah benar-benar telah melebihkan kamu dibanding kami, dan tentu kami adalah orang-orang yang bersalah" ia berkata: "pada hari ini tak ada cemoohan kepada kalian, kiranya Allah yang mengampuni kalian sebab Dialah Yang Paling Penyayang di antara para penyayang,
     pergilah kalian membawa baju gamisku ini, lalu basuhlah itu ke wajah ayahku, supaya dirinya dapat melihat kembali; dan ajaklah keluarga kalian semuanya kepadaku".  (Ayat:88-93)
  26. Tatkala rombongan itu telah pulang; ayah mereka berkata: "sungguh aku menghirup aroma Yusuf, sekiranya kalian tidak menganggapku aneh" mereka berkata: "Demi Allah, sungguh kamu masih berada dalam kekeliruanmu" tatkala pembawa kabar gembira itu telah tiba, kemudian baju gamis itu dibasuhkan ke wajahnya, maka sembuhlah penglihatannya; sang ayah berkata: "bukankah aku pernah berkata kepada kalian, bahwasanya aku mengetahui dari Allah yang tidak kalian ketahui" mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkan pengampunan untuk kami tentang dosa-dosa kami, sungguh kami adalah orang-orang yang bersalah"  Ya’qub berkata: "Aku akan memohonkan pengampunan untuk kalian dari Tuhanku; sebab Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang".  (Ayat:94-98)
  27. Maka tatkala mereka menemui Yusuf: Yusuf memeluk kedua orang tuanya dan ia berkata: "Masukilah Mesir atas perkenan Allah, dalam keadaan aman" dan ia menempatkan kedua orang tuanya di atas singgasana kemudian mereka merebahkan diri seraya sujud terhadap Yusuf;
     dan ia berkata: "Wahai ayahku inilah penyingkapan penglihatanku yang dahulu; bahwasanya Tuhanku yang mewujudkan yang demikian sebagai suatu kenyataan
    dan bahwasanya Tuhanku yang telah menganugerahkan kebaikan untuk diriku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan Dialah yang menghindarkan kalian terhadap penduduk padang pasir, setelah setan memperburuk keadaan antara aku dan saudara-saudaraku,
    bahwasanya Tuhanku Maha Cermat terhadap yang Dia kehendaki; sungguh Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. 
    Wahai Tuhanku, sungguh Engkau telah menganugerahkan sebagian kerajaan untuk diriku dan telah mengajarkan kepadaku sebagian penyingkapan peristiwa-peristiwa,
    Wahai Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia beserta Akhirat, renggutlah diriku dalam keadaan berserah diri dan kumpulkan diriku beserta golongan yang memperbuat berbagai kebajikan.  (Ayat:99-101)
  28. Demikian itu merupakan beberapa berita ghaib yang Kami wahyukan kepadamu; padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika mereka berunding menyepakati suatu siasat dan ketika mereka sedang mengatur tipu daya,
    Dan sebagian besar umat manusia takkan beriman meskipun kamu sangat mendambakan hal ini, 
    Dan kamu tidaklah meminta upah kepada mereka, yang demikian tidak lain merupakan pengajaran untuk semesta alam,
    dan betapa banyak isyarat-isyarat di langit dan di bumi yang mereka lalui, sementara mereka berpaling daripada yang demikian.  (Ayat:102-105)
  29. Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan juga dalam keadaan mempersekutukan Allah;  apakah mereka merasa aman terhadap kedatangan malapetaka Allah yang mengepung mereka, atau kedatangan Kemestian yang menimpa mereka secara mendadak, sewaktu mereka tidak menyadari yang demikian?  (Ayat:106-107)
  30. Katakanlah: "Inilah jalan hidupku; aku beserta orang-orang yang mengikutiku menyeru kepada Allah dengan bukti yang jelas,
     Dimuliakanlah Allah, dan aku tidak termasuk golongan mempersekutukan"
    Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan seorang laki-laki yang Kami berikan wahyu padanya di antara penduduk negeri; maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka dan sungguh negeri Akhirat adalah yang terbaik bagi orang-orang bertaqwa, maka tidakkah kalian mempertimbangkan yang demikian?
    sehingga apabila para Utusan tidak mempunyai harapan lagi dan telah pasti bahwa mereka telah ditolak, penyelamatan Kami datang kepada para Utusan itu, lalu orang-orang yang Kami kehendaki diselamatkan dan malapetaka Kami tidak luput menimpa golongan yang berdosa.  (Ayat:108-110)
  31. Sungguh pada riwayat-riwayat mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berpemahaman baik; ini bukanlah hadits-hadits yang dibuat-buat, melainkan penggenapan yang terdahulu dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai Bimbingan dan Kasih bagi kaum yang beriman.  (Ayat:111)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Hud
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Ar-Ra’d
Surah 12