Surah At-Taubah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Surat At Taubah)
Lompat ke: navigasi, cari
at-Taubah
Altowba.png
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Informasi
Arti Pengampunan
Nama lain Bara'ah (Berlepas Diri)
Al-Mukshziyah (Melepaskan)
Al-Fadikhah (Menyingkap)
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)[1]
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 9
Juz Juz 10 (ayat 1-93)
Juz 11 (ayat 94-129)
Statistik
Jumlah ayat 129 ayat
Surah At-Taubah ayat 33 buatan Dinasti Abbasiyah dari Timur Dekat dan Afrika Utara.

Surah At-Taubah (bahasa Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan") adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini. Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Penentangan dari Allah beserta UtusanNya terhadap golongan mempersekutukan yang telah mengikat perjanjian kepada kalian,
    maka berjalanlah di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kalian takkan dapat melemahkan Allah dan bahwasanya Allah menghinakan golongan kafir. (Ayat:1-2)
  2. Dan sebuah pernyataan dari Allah beserta UtusanNya kepada umat manusia pada hari Haji Akbar, bahwasanya Allah beserta UtusanNya berlepas dari golongan yang mempersekutukan,
    apabila kalian bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik untuk kalian;
    dan apabila kalian berpaling, maka ketahuilah bahwa kalian takkan dapat melemahkan Allah, dan sampaikan kepada orang-orang yang kafir tentang malapetaka pedih,
    terkecuali bagi golongan mempersekutukan yang telah kalian ikat perjanjian oleh sebab mereka itu tidak mengkhianati sesuatu pun terhadap kalian serta mereka itu tidak membantu pihak yang memusuhi kalian maka jagalah kesepakatan terhadap mereka sampai batas waktu tertentu, sungguh Allah menyukai golongan yang bertaqwa,
    Apabila bulan-bulan Haram telah selesai, maka perangilah golongan yang mempersekutukan itu di mana pun kalian jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan belenggulah mereka dalam jerat kalian; jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka bebaskan mereka untuk menjalani hidup; sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.  (Ayat:3-5)
  3. Dan jika seorang dari golongan yang mempersekutukan itu meminta perlindungan kepadamu maka terimalah ia supaya ia mendengar Kalam Allah, kemudian antarkan ia ke tempat yang aman untuknya, yang sebenarnya mereka itu kaum yang tidak mengetahui. (Ayat:6)
  4. Bagaimana mungkin kesepakatan dari sisi Allah beserta UtusanNya berlaku terhadap orang-orang yang mempersekutukan, terkecuali orang-orang yang telah mengadakan kesepakatan di dekat Masjidil Haraam? sebab itu selama mereka berlaku wajar terhadap kalian, hendaklah kalian berlaku wajar terhadap mereka, Sungguh Allah menyukai golongan yang bertaqwa,  
    bagaimana mungkin demikian, yang apabila orang-orang itu memperoleh kemenangan terhadap kalian, orang-orang itu tidak menghargai kalian maupun perjanjian itu; mereka menyenangkan kalian melalui mulut mereka sedangkan kalbu mereka mengingkari dan kebanyakan mereka merupakan golongan yang fasik; mereka memandang rendah pesan-pesan Allah lalu mereka menghalang-halangi Jalan Allah; betapa keji yang mereka perbuat itu,
    mereka tidak menghargai golongan yang beriman maupun perjanjian itu; dan mereka itulah golongan yang keterlaluan jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka mereka itu saudara-saudara kalian seagama dan Kami jelaskan pesan-pesan itu untuk kaum yang mengetahui.  (Ayat:7-11)
  5. Jika mereka melanggar ikrar-ikrar mereka sesudah mereka berjanji dan mereka melecehkan agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu karena ikrar-ikrar mereka benar-benar tidak berlaku, supaya mereka jera.  
    Mengapakah kalian tidak memerangi kaum yang melanggar ikrar-ikrar mereka, terlebih mereka itu telah berupaya untuk mengusir Utusan serta mereka itu bersegera untuk memerangi kalian?
    apakah kalian takut terhadap mereka padahal Allah yang lebih pantas untuk kalian takuti jika kalian benar-benar golongan beriman,
    perangilah mereka niscaya Allah yang akan menghantam mereka melalui tangan-tangan kalian serta Allah akan menghinakan mereka
    sebab Dialah yang membela kalian melawan mereka, demikian pula agar menenangkan kalbu golongan yang beriman serta untuk menyingkirkan kegeraman jiwa golongan beriman, dan Allah berpihak pada sisi yang Dia perkenan; dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:12-15)
  6. Apakah kalian berpikir bahwa kalian akan dibiarkan begitu saja, sedangkan Allah belum mendapati orang-orang yang berkorban dari kalian
    serta orang-orang yang tidak memilih teman setia selain Allah, UtusanNya maupun golongan yang beriman, dan Allah Maha Memahami yang kalian perbuat. (Ayat:16)
  7. Apakah mereka yang memberi minuman kepada peziarah maupun mereka yang mengurus Masjidil Haram kamu persamakan dengan golongan yang beriman kepada Allah beserta Hari Akhir juga berkorban untuk Allah? mereka itu tidak setara bagi Allah; dan Allah tidak membimbing kaum yang sewenang-wenang.  
    Orang-orang yang beriman serta berhijrah juga berkorban untuk Allah mempergunakan harta benda serta jiwa mereka, memiliki kedudukan terhormat bagi Allah; dan itulah golongan yang berhasil;  Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan Kasih, pertolongan beserta Surga daripada Dia untuk mereka, mereka memperoleh karunia secara terus-menerus, mereka disana selamanya; sungguh di sisi Allah disediakan upah yang luar biasa (Ayat:19-22)
  8. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memilih leluhur-leluhur maupun saudara-saudara kalian sebagai panutan apabila mereka lebih cenderung terhadap kekafiran dibanding keimanan, dan siapapun dari kalian yang melakukan itu, itulah golongan yang sewenang-wenang. (Ayat:23)
  9. Katakanlah: "Jika leluhur-leluhur kalian,
    anak-anak kalian,
    saudara-saudara kalian,
    istri-istri kalian,
    kaum kerabat kalian,
    harta benda yang kalian kumpulkan,
    perniagaan yang kalian takutkan merugi
    dan tempat tinggal yang kalian sukai
    adalah yang lebih kalian utamakan dibanding Allah beserta UtusanNya maupun untuk berkorban di JalanNya, maka nantikan sampai Allah melaksanakan perintahNya" dan Allah tidak membimbing golongan yang fasik. (Ayat:24)
  10. Kemudian Allah menghadirkan ketenangan untuk UtusanNya serta untuk golongan beriman, dan Allah mendatangkan bala tentara yang tidak dapat kalian lihat, dan Allah menimpakan malapetaka kepada orang-orang kafir, dan itulah balasan terhadap golongan kafir; sesudah itu Allah berpihak kepada yang Dia perkenan, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:26-27)
  11. Wahai orang-orang yang beriman, sungguh golongan mempersekutukan itu adalah kenajisan, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini,
    dan jika kalian khawatir menjadi miskin maka Allah yang akan memberikan kekayaan untuk kalian dari karuniaNya jika Dia menghendaki, sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:28)
  12. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah beserta Hari Akhir,
    maupun mereka yang tidak melarang hal-hal yang dilarang oleh Allah beserta UtusanNya,
    maupun mereka yang tidak beragama dengan agama yang semestinya, orang-orang yang diserahi Al-Kitab; hingga mereka membayar jizyah secara patuh serta mereka dalam keadaan tunduk.  (Ayat:29)
  13. Golongan Yahudi mengatakan: "Uzair itu putra Allah" dan golongan Nasharani mengatakan: "Al-Masih itu putra Allah" demikian itu adalah ucapan dari mulut mereka, mereka meniru ucapan orang-orang kafir terdahulu, Allah mengutuk mereka, betapa buruk mereka berpaling?
    mereka menganggap para cendekiawan dan pemuka-pemuka agama mereka sendiri sebagai junjungan yang selain Allah, demikian pula Al Masih, putra Maryam, padahal mereka hanya diperintah mengabdi untuk Tuhan, Yang Tunggal, tiada Tuhan selain Dia; Dimuliakanlah Allah dibanding yang mereka persekutukan, 
    Mereka itu berkeinginan meredupkan pengajaran Allah melalui mulut mereka namun Allah tidak menghendaki selain memperkuat pengajaranNya walaupun golongan mempersekutukan tidak senang. (Ayat:30-32)
  14. Wahai orang-orang yang beriman, kebanyakan cendekiawan beserta pemuka-pemuka agama benar-benar memakan harta orang melalui kesia-siaan dan mereka menghalang-halangi Jalan Allah,
    dan tentang orang-orang yang menimbun emas beserta perak dan mereka tidak menyisihkan itu di Jalan Allah, kabarkan kepada orang-orang itu tentang malapetaka pedih, pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahannam, lalu yang demikian dibakar pada dahi mereka, lambung mereka beserta punggung mereka: "Inilah harta benda kalian yang kalian timbun untuk diri kalian sendiri maka rasakan yang kalian timbun itu". (Ayat:34-35)
  15. Sungguh jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan; sebagai ketetapan Allah pada hari ketika Dia menciptakan langit beserta bumi; terdapat empat daripada itu yang dikhususkan, demikian itu undang-undang sejati,
    maka janganlah kalian berlaku sewenang-wenang terhadap diri kalian sendiri dalam waktu tersebut; dan perangilah semua golongan mempersekutukan itu sebagaimana mereka yang memerangi kalian semua, dan ketahuilah bahwasanya Allah menyertai golongan yang bertaqwa,  
    sungguh mengundur-undurkan yang demikian adalah menambah sikap kekafiran; orang-orang yang kafir diliarkan melalui perkara ini, mereka menetapkan itu pada suatu tahun dan mereka melarang itu pada tahun lain, yang bertujuan mereka dapat mempersesuaikan bilangan yang Allah haramkan,
    maka mereka menghalalkan yang diharamkan oleh Allah, ditampakkan tepat kepada mereka tentang tindakan mereka yang keji itu, dan Allah tidak membimbing kaum yang kafir. (Ayat:36-37)
  16. Jikalau kalian tidak menolongnya, maka Allah telah menolongnya ketika orang-orang yang kafir mengusirnya sedangkan ia hanya bersama seorang saja ketika berada dalam sebuah gua, sewaktu ia berkata kepada kawannya: "Jangan berduka cita, sebab Allah menyertai kita" kemudian Allah menghadirkan perlindunganNya untuk ia serta menyelamatkan ia melalui bala tentara yang tidak kalian ketahui, serta melemahkan tekad orang-orang kafir sementara Penegasan Allah itulah yang Luhur; dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Ayat:40)
  17. Lakukanlah kebaikan dalam keadaan mudah maupun sukar, dan hendaknya kalian berkorban mempergunakan harta benda kalian serta jiwa kalian sendiri di Jalan Allah; demikian itu lebih baik untuk kalian jika kalian mengetahui. (Ayat:41)
  18. Bukanlah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, mereka yang meminta undur diri kepadamu untuk tidak ikut berjihad mempergunakan harta benda mereka serta jiwa mereka, dan Allah memahami siapakah golongan yang bertaqwa; 
    sebenarnya yang meminta keringanan kepadamu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah beserta Hari Akhir, sementara kalbu mereka meragu, sebab itu mereka gelisah dalam kebingungan 
    dan sekiranya mereka berniat untuk berangkat, tentulah mereka telah membekali diri untuk itu; tetapi Allah menolak keberangkatan mereka sehingga Allah melemahkan keinginan mereka, dan diserukan kepada mereka: "diamlah bersama golongan yang diam itu" 
    kalau saja mereka berangkat bersama-sama kalian niscaya mereka tidak membantu kalian selain mengadakan gangguan, dan tentulah mereka akan maju di celah-celah barisan untuk mengacau di tengah-tengah kalian; sementara di tengah-tengah kalian terdapat orang-orang yang gemar mendengar ucapan mereka, dan Allah mengetahui siapakah golongan yang sewenang-wenang,  
    sungguh sejak dahulu pun mereka itu telah membuat keonaran dan mereka merencanakan berbagai siasat terhadapmu hingga Kebenaran hadir untuk memenangkan perintah Allah walaupun mereka tidak senang. (Ayat:44-48)
  19. Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka gelisah; dan jika kamu ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan: "sungguh kami telah memperhitungkan tindakan kami" dan mereka berpaling dengan gembira, Katakanlah: "tiada yang akan menimpa kami melainkan yang telah ditetapkan Allah kepada kami, Dialah Pemelihara kami, dan kepada Allah golongan yang beriman menaruh kepercayaan"  Katakanlah: "apakah yang kalian nantikan tentang kami, selain salah satu dari dua kebaikan; sementara kami menanti malapetaka yang hendak Allah timpakan kepada kalian dari sisiNya; oleh karena itu tunggulah, bahwasanya kami menunggu bersama kalian". (Ayat:50-52)
  20. Dan tiada yang menghalangi perkenan tentang nafkah-nafkah mereka melainkan karena mereka berlaku kafir terhadap Allah beserta UtusanNya, dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan secara malas dan mereka tidak menyisihkan harta mereka, melainkan disertai rasa enggan, maka jangan kiranya harta benda mereka maupun anak-anak mereka memperdaya kalian, sebab Allah berkehendak melalui harta benda mereka dan anak-anak mereka itu untuk menghukum mereka dalam kehidupan dunia beserta nyawa mereka akan ditumpas, sementara mereka dalam keadaan kafir,
    dan mereka berikrar mengatasnamakan Allah, bahwasanya mereka termasuk golongan kalian; padahal mereka itu bukan golongan kalian melainkan mereka itu kaum yang kacau. (Ayat:54-56)
  21. Dan dari mereka ada yang mencemoohmu tentang shadaqah; jika mereka diberi yang demikian, mereka bergembira, dan jika mereka tidak diberi yang demikian, maka mereka jengkel, sekiranya mereka benar-benar berlapang dada terhadap yang diberikan Allah beserta UtusanNya untuk mereka, tentu mereka berkata: "cukuplah Allah bagi kami, Allah yang akan memberi sebagian karuniaNya untuk kami serta untuk UtusanNya, sebab kami ini adalah orang-orang yang mengandalkan Allah," 
    bahwasanya shadaqah-shadaqah itu ditujukan untuk golongan yang meminta-minta, golongan yang membutuhkan, para pengurusnya, golongan mu'alaf yang kalbunya sadar, golongan budak, golongan yang berhutang, golongan yang berjuang untuk Jalan Allah serta golongan pengembara, sebagai sebuah ketetapan dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:58-60)
  22. Dan di tengah-tengah mereka terdapat orang-orang yang menuduh nabi dengan mengatakan: "ia itu tukang dengar" Katakanlah: "Ia mendengarkan semua yang baik untuk kalian, ia beriman kepada Allah, ia mempercayai golongan yang beriman, dan sebagai Kasih untuk orang-orang yang beriman diantara kalian", dan disediakan malapetaka pedih untuk orang-orang yang menuduh Utusan Allah,
    mereka itu bersumpah kepada kalian dengan mengatasnamakan Allah bahwa mereka mengharap perkenan kalian padahal Allah beserta UtusanNya lebih patut mereka harapkan jika mereka memang golongan yang beriman; Tidakkah mereka mengetahui bahwa barangsiapa menentang Allah beserta UtusanNya, tentulah neraka Jahanam bagi orang itu, ia disana selamanya; Itulah kehinaan yang besar. (Ayat:61-63)
  23. Golongan munafik itu gelisah tentang suatu kehadirang suatu Surah tentang diri mereka, yang menjelaskan hal-hal disembunyikan dalam kalbu mereka; Katakanlah: "Teruslah meremehkan, sungguh Allah akan menyingkapkan yang kalian khawatirkan itu"  
    dan apabila kamu tanyakan kepada mereka, tentulah mereka akan mengatakan, "kami ini hanya berkelakar dan bersenda gurau". katakanlah: "Apakah terhadap Allah, terhadap pesan-pesanNya serta terhadap UtusanNya kalian mempermainkan?"  jangan berdalih, sebab kalian berlaku kafir seteah beriman, jika kami mengampuni segolongan kalian niscaya Kami akan menumpas golongan yang lain disebabkan mereka adalah golongan yang berdosa, yaitu golongan munafik laki-laki serta golongan munafik perempuan, sebagian mereka terhadap sebagian yang lain menjunjung tindakan keji serta mencegah tindakan baik dan mereka menahan tangan mereka,
    mereka itu telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka,
    sungguh golongan munafik itu adalah golongan yang fasik, Allah mengancam golongan munafik laki-laki, golongan munafik perempuan beserta orang-orang kafir dengan Neraka Jahannam yang abadi, cukuplah itu untuk mereka, dan Allah mengutuk mereka, dan untuk mereka disediakan malapetaka terus-menerus, sebagaimana keadaan orang-orang yang sebelum kalian, mereka lebih kuat daripada kalian, dan mereka memiliki lebih banyak harta benda dan anak-anak dibanding kalian,
    mereka telah menikmati keadaan mereka itu, dan kalian telah menikmati keadaan kalian sendiri sebagaimana orang-orang yang sebelum kalian menikmati keadaan masing-masing, dan orang-orang itu saling mempergunjingkan sebagaimana orang-orang sebelum mereka saling mempergunjingkan, mereka itulah golongan yang perbuatan-perbuatan mereka sia-sia di dunia dan di Akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang celaka. (Ayat:64-69)
  24. Belumkah datang kepada mereka berita-berita tentang orang-orang yang sebelum mereka; kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan maupun yang telah dilenyapkan?, telah hadir kepada mereka golongan Utusan disertai keterangan yang jelas, maka bukan Allah yang berlaku sewenang-wenang terhadap mereka akan tetapi mereka itulah yang berlaku sewenang-wenang terhadap diri sendiri. (Ayat:70)
  25. Wahai Nabi, berjihadlah menghadapi orang-orang kafir beserta golongan munafik itu, dan perlakukan mereka secara keras, kediaman mereka adalah Jahannam; itulah tempat kesudahan terburuk. (Ayat:73)
  26. Mereka bersumpah mengatasnamakan Allah, bahwa mereka tidak mengatakan apapun, dan yang sebenarnya mereka itu telah mengucap pernyataan kekafiran, serta mereka telah kafir sesudah mereka berserah diri juga mereka mengingini yang tidak dapat mereka raih,
    dan mereka tidak mencemooh terkecuali karena Allah beserta UtusanNya melimpahkan karuniaNya untuk orang-orang itu,
    kemudian jika mereka bertaubat, itu lebih baik untuk mereka dan apabila mereka berpaling niscaya Allah akan menumpas mereka dengan malapetaka pedih di dunia beserta Akhirat; dan tiada pelindung serta tiada penyelamat untuk mereka di muka bumi. (Ayat:74)
  27. Dan di tengah-tengah mereka terdapat orang-orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sungguh apabila Allah memberikan sebagian karuniaNya kepada kami, kami pasti akan bersedekah dan tentulah kami termasuk golongan yang memperbuat kebajikan; maka setelah Allah memberi sebagian karuniaNya untuk mereka, mereka berlaku kikir tentang karunia itu serta mereka memalingkan diri, dan mereka memang orang-orang yang membelakangi,
    Allah menimbulkan kemunafikan dalam kalbu mereka sampai mereka menghadap Allah akibat mereka telah melanggar yang telah mereka ikrarkan kepada Dia serta akibat mereka mendustakan;
    Tidakkah mereka ketahui bahwasanya Allah mengetahui rahasia mereka dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala misteri? yaitu orang-orang yang merendahkan golongan beriman yang bersedekah secara sukarela maupun golongan yang tidak sanggup memperoleh apapun selain berjuang susah payah, maka orang-orang itu menghina mereka; kelak Allah membalas penghinaan kepada orang-orang itu, dan disediakan malapetaka pedih menimpa orang-orang itu. (Ayat:75-79)
  1. Baik kamu memohon pengampunan untuk mereka atau kamu tidak memohon pengampunan untuk mereka, bahkan sekalipun kamu yang memohonkan ampun untuk mereka sebanyak tujuh puluh kali, akan tetapi Allah takkan mengampuni mereka; yang demikian akibat mereka kafir terhadap Allah beserta UtusanNya dan Allah tidak membimbing kaum yang fasik. (Ayat:80)
  2. Orang-orang yang ditinggalkan itu merasa bangga dengan keberadaan mereka di belakang Utusan Allah,
    dan mereka enggan berjihad mempergunakan harta benda mereka serta jiwa mereka di Jalan Allah dan mereka telah mengatakan: "Jangan berangkat di panas terik yang membakar ini" Katakanlah: "Neraka Jahannam itu lebih membakar" sekiranya mereka mengetahui,
    maka hendaklah mereka itu sedikit tertawa dan banyak meratap, sebagai balasan atas yang telah mereka perbuat. (Ayat:81-82)
  3. Tiada dosa atas orang-orang yang cacat, orang-orang yang mengidap sakit parah maupun orang-orang yang tidak memperoleh bekal untuk mereka pergunakan, apabila mereka berlaku jujur terhadap Allah beserta UtusanNya,
    tiada alasan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat wajar, dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,
    dan tiada dosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu supaya kamu menyediakan kendaraan untuk mereka, lalu kamu berkata: "aku tidak mendapati kendaraan untuk mengajakmu" lalu mereka pulang, sedang mata mereka menangis karena berduka cita akibat mereka tidak dapat memperoleh yang hendak mereka korbankan,
    Sungguh golongan yang menanggung dosa adalah orang-orang yang meminta keringanan kepadamu padahal mereka itu orang-orang kaya, mereka tetap tinggal bersama orang-orang yang tidak ikut berperang maka Allah telah mengunci kalbu mereka, namun mereka tidak mengetahui. (Ayat:91-93)
  4. Mereka mengharap secara giat kepadamu, supaya kamu berkenan terhadap mereka tetapi sekalipun kamu berkenan terhadap mereka, sungguh Allah tidak berkenan terhadap kaum yang fasik. (Ayat:96)
  5. Kaum A'rab itu teramat kafir serta teramat munafik dan tentu mereka tidak mengetahui peraturan-peraturan yang dikirimkan Allah kepada UtusanNya, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,  
    di antara orang-orang A'rab itu ada orang yang menganggap segala yang ia sisihkan sebagai suatu kerugian, dan ia menanti-nanti bencana menimpa kalian, justru merekalah yang ditimpa malapetaka, dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Ayat:97-98)
  6. Diantara orang-orang A'rab yang di sekitar kalian itu, ada orang-orang munafik; demikian pula dari penduduk Madinah, mereka amat berlebihan dalam kemunafikan, kamu tidak mengetahui mereka namun Kami mengetahui mereka,
    kelak mereka akan Kami Hantam dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada malapetaka pedih, 
    adapun golongan lain yang mau mengakui dosa-dosa mereka, mereka telah membaurkan tindakan baik dengan tindakan buruk; kiranya Allah menerima taubat mereka, sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:101-102)
  7. Sungguh Allah telah membeli jiwa mereka beserta harta benda mereka dengan Surga untuk mereka, mereka itu berperang untuk Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh sebagai janji yang sebenarnya dalam Taurat, Injil dan Al-Quran, dan siapakah yang lebih menepati janji dibanding Allah?
    maka bergembiralah atas pertukaran yang telah kalian perjuangkan ini, dan itulah pencapaian yang luar biasa; 
    mereka itu adalah golongan yang bertaubat, yang mengabdikan diri, yang memuji, yang berjalan, yang taat, yang merendah, yang menjunjung kebaikan, mencegah berbuat jahat serta memelihara Hukum-Hukum Allah, dan gembirakan golongan yang beriman itu. (Ayat:111-112)
  8. Tidak patut bagi seorang Nabi maupun orang-orang beriman memohonkan pengampunan untuk golongan mempersekutukan walaupun ia adalah kerabatnya sendiri, yang telah jelas bagi mereka bahwa golongan mempersekutukan itu adalah golongan penghuni Api yang bergejolak, 
    sedangkan permintaan pengampunan Ibrahim untuk ayahnya tidak lain karena suatu janji yang telah diikrarkan kepadanya maka ketika telah jelas bagi dia bahwa ayahnya adalah musuh Allah, maka Ibrahim memisahkan diri daripadanya;
    sungguh Ibrahim adalah seorang yang menyayangi, yang mengasihani. (Ayat:113-114)
  9. Dan Allah tidak akan meliarkan suatu kaum, melainkan sesudah Allah sampaikan Bimbingan kepada mereka supaya Dia beritahukan kepada mereka tentang hal-hal yang harus mereka tinggalkan, sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Ayat:115)
  10. Bahwasanya Allah, yang MilikNya Kerajaan langit beserta bumi, Yang Menghidupkan serta Yang Mematikan, dan sekali-kali tiada pelindung maupun penolong bagi kalian selain Allah. (Ayat:116)
  11. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama-sama dengan golongan yang benar. (Ayat:119)
  12. Tidak patut bagi golongan beriman untuk berangkat berperang semuanya; setidaknya terdapat suatu kelompok dari mereka yang tidak berangkat agar mereka menekuni Ilmu mereka tentang agama serta agar mereka memperingatkan kaumnya apabila golongan itu telah pulang kepada mereka, supaya golongan tersebut dapat menjaga diri. (Ayat:122)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Majalah Hidayah (Juli 2007) hal 137. ISSN 1693-3737

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Anfal
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Yunus
Surah 9