Surah At-Taubah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Surat At Taubah)
Lompat ke: navigasi, cari
at-Taubah
Altowba.png
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Informasi
Arti Pengampunan
Nama lain Bara'ah (Berlepas Diri)
Al-Mukshziyah (Melepaskan)
Al-Fadikhah (Menyingkap)
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)[1]
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 9
Juz Juz 10 (ayat 1-93)
Juz 11 (ayat 94-129)
Statistik
Jumlah ayat 129 ayat
Surah At-Taubah ayat 33 buatan Dinasti Abbasiyah dari Timur Dekat dan Afrika Utara.

Surah At-Taubah (bahasa Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan") adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini. Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. penentangan dari Allah dan UtusanNya terhadap golongan mempersekutukan (musyrik) yang telah mengikat perjanjian kepada kalian.  maka berjalanlah di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian takkan dapat melemahkan Allah, dan bahwasanya Allah menghinakan golongan kafir. (Ayat:1-2)
  2. dan sebuah pernyataan dari Allah dan UtusanNya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwasanya Allah dan UtusanNya berlepas dari golongan yang mempersekutukan. maka jika kalian bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagi kalian; dan jika kalian berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian takkan dapat melemahkan Allah.
    dan sampaikan kepada orang-orang yang kafir tentang siksa pedih.  kecuali golongan yang mempersekutukan yang telah kalian ikat perjanjian sedang mereka tidak mengkhianati sesuatu pun terhadapmu dan mereka tidak (pula) membantu pihak yang memusuhi kalian, maka jagalah kesepakatannya terhadap mereka sampai batas waktu tertentu. Sesungguhnya Allah menyukai golongan yang bertaqwa. 
    Apabila bulan-bulan Haram telah selesai, maka perangilah golongan yang mempersekutukan itu dimana pun kalian jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan belenggulah mereka dalam jerat kalian . Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka bebaskan mereka untuk menjalani hari-hari. sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.  (Ayat:3-5)
  3. dan jika seorang di antara golongan yang mempersekutukan itu meminta perlindungan kepadamu, maka terimalah ia supaya ia mendengar Kalam (firman) Allah, kemudian antarkan ia ke tempat yang aman baginya. sebenarnya mereka itu kaum yang tidak mengetahui. (Ayat:6)
  4. bagaimana mungkin ada kesepakatan dari sisi Allah dan UtusanNya yang berlaku terhadap golongan mempersekutukan, selain orang-orang yang telah mengadakan kesepakatan di dekat Masjidil Haram? maka selama mereka berlaku wajar (baik) terhadap kalian, hendaklah kalian berlaku wajar (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai golongan yang bertaqwa.  bagaimana mungkin , sementara jika mereka itu memperoleh kemenangan terhadap kalian, mereka tidak menghargai kalian dan perjanjian itu. mereka menyenangkan kalian dengan mulut mereka, sedangkan kalbu mereka mengingkari. dan kebanyakan mereka adalah golongan yang fasik.  mereka memandang rendah pesan-pesan Allah, lalu mereka menghalangi dari jalan (kehendak) Allah. betapa keji yang mereka perbuat itu.  mereka tidak menghargai golongan yang beriman dan perjanjian itu. dan itulah mereka golongan yang melampaui batas.  jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka mereka itu saudara-saudara kalian seagama. dan Kami jelaskan pesan-pesan itu bagi kaum yang mengetahui.  (Ayat:7-11)
  5. Jika mereka melanggar ikrar-ikrar mereka sesudah mereka berjanji dan mereka melecehkan agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu, karena sesungguhnya ikrar-ikrar mereka tidak berlaku, supaya mereka jera. 
    mengapakah kalian tidak memerangi kaum yang melanggar ikrar-ikrar mereka, terlebih mereka telah berupaya mengusir Utusan dan mereka bersegera memerangi kalian? apakah kalian takut terhadap mereka padahal Allah yang lebih pantas untuk kalian takuti, jika kalian benar-benar golongan yang beriman.
    Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka melalui tangan-tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka dan mendukung kalian melawan mereka, serta menenangkan kalbu golongan yang beriman.  dan menyingkirkan kegeraman jiwa golongan yang beriman.
    dan Allah berpihak pada sisi yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:12-15)
  6. Apakah kalian berpikir bahwa kalian akan dibiarkan begitu saja, sedangkan Allah belum mengetahui (memastikan) orang-orang yang berkorban di antara kalian serta yang tidak memilih teman setia selain Allah, UtusanNya dan golongan yang beriman. dan Allah Maha Memahami yang kalian perbuat. (Ayat:16)
  7. Apakah yang memberi minuman kepada (golongan) peziarah (haji) dan mengurus Masjidil Haram kamu persamakan dengan yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta berkorban untuk (kehendak) Allah? tidaklah mereka itu setara bagi Allah; dan Allah tidak membimbing kaum yang sewenang-wenang. 
    orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berkorban untuk Allah mempergunakan harta benda dan jiwa mereka, adalah lebih terhormat kedudukannya bagi Allah; dan itulah golongan yang berhasil. 
    Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan Kasih, pertolongan dan surga daripadaNya untuk mereka, mereka memperoleh anugerah yang terus-menerus,  (Ayat:19-21)
  8. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memilih leluhur-leluhur dan saudara-saudara kalian sebagai panutan apabila mereka lebih cenderung kepada kekafiran dibanding keimanan dan siapapun di antara kalian yang melakukan itu, itulah golongan yang sewenang-wenang. (Ayat:23)
  9. katakanlah: "jika leluhur-leluhur kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, kerabat kalian, harta benda yang kalian kumpulkan, perniagaan yang kalian takutkan merugi dan tempat tinggal yang kalian sukai, adalah yang lebih kalian utamakan dibanding Allah dan UtusanNya dan berkorban di jalan (kehendak)Nya, nantikanlah sampai Allah mendatangkan perintahNya".
    dan Allah tidak membimbing golongan yang fasik. (Ayat:24)
  10. wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya golongan yang mempersekutukan itu kenajisan, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.
    dan jika kalian khawatir menjadi miskin, maka Allah yang akan memberi kekayaan untuk kalian dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:28)
  11. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah serta tentang Hari Akhir, dan mereka yang tidak melarang hal-hal yang dilarang oleh Allah beserta UtusanNya, dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang semestinya, orang-orang yang diserahi Al-Kitab sampai mereka membayar jizyah (upeti) secara patuh serta mereka dalam keadaan tunduk.  (Ayat:29)
  12. (kaum) Yahudi mengatakan: "Uzair itu putra Allah" dan orang-orang Nasharani mengatakan: "Al-Masih itu putra Allah". demikian itu ucapan mereka dari mulut mereka, mereka meniru ucapan orang-orang kafir sebelumnya. Allah mengutuk mereka, betapa (parah) mereka berpaling? 
    mereka menganggap para cendekiawan dan pemuka-pemuka agama mereka sendiri sebagai junjungan yang selain Allah, demikian pula Al Masih, putra Maryam, padahal mereka hanya diperintah menghamba untuk Tuhan, Yang Tunggal, tiada Tuhan terkecuali Dia. Dimuliakanlah Allah dibanding yang mereka persekutukan. 
    mereka berkeinginan meredupkan inspirasi (cahaya) Allah melalui mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain memperkokoh inspirasiNya, walaupun golongan yang mempersekutukan tidak senang. (Ayat:30-32)
  13. wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya kebanyakan cendekiawan dan pemuka-pemuka agama benar-benar memakan harta orang melalui kesia-siaan dan mereka menghalang-halangi dari jalan Allah.
    dan orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menyisihkan itu pada jalan Allah, maka sampaikan kepada mereka, tentang siksa pedih,  pada hari emas dan perak itu dipanaskan dalam Neraka Jahannam, lalu yang demikian dibakar pada dahi mereka, lambung mereka dan punggung mereka: "Inilah harta benda kalian yang kalian timbun untuk diri kalian sendiri, maka rasakan yang kalian timbun itu". (Ayat:34-35)
  14. Sesungguhnya jumlah bulan bagi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada hari ketika Dia menciptakan langit dan bumi, terdapat empat Hari darinya yang khusus. demikianlah undang-undang sejati, maka janganlah kalian menganiaya diri di (masa) tersebut,
    dan perangilah semua golongan mempersekutukan itu sebagaimana mereka yang memerangi kalian semua, dan ketahuilah bahwasanya Allah menyertai golongan yang bertaqwa. 
    sesungguhnya mengundur-undurkan (bulan) yang demikian adalah menambah kekafiran. orang-orang yang kafir diliarkan dalam hal ini, mereka memperbolehkan itu pada suatu ketika dan melarang itu pada saat yang lain, yang bertujuan mereka dapat mempersesuaikan bilangan yang Allah haramkan, maka mereka memperbolehkan apa yang dilarang oleh Allah. ditampakkan tepat kepada mereka tentang perbuatan mereka yang buruk itu. dan Allah tidak membimbing golongan yang kafir. (Ayat:36-37)
  15. Jikalau kalian tidak menolongnya, maka sesungguhnya Allah telah menolongnya ketika orang-orang yang kafir mengusirnya sedangkan dia hanya bersama seorang saja orang ketika di dalam sebuah gua, sewaktu dia berkata kepada kawannya: "Jangan berduka cita, sesungguhnya Allah menyertai kita". maka Allah menurunkan perlindunganNya untuknya dan menyelamatkannya dengan bala tentara yang tidak kalian lihat, dan melemahkan penegasan (semangat) orang-orang kafir sementara penegasan Allah itulah yang luhur dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Ayat:40)
  16. lakukanlah kebaikan dalam keadaan merasa ringan maupun sulit, dan hendaknya berkorban dengan harta benda dan jiwa kalian sendiri pada jalan Allah. demikian itu lebih baik bagi kalian, sekiranya kalian mengetahui. (Ayat:41)
  17. bukanlah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, yang meminta keringanan (undur diri) kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta benda dan jiwa mereka. dan Allah memahami golongan yang bertaqwa. 
    sesungguhnya yang meminta keringanan kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan kalbu mereka bimbang, karena itu mereka gelisah dalam kebingungan.   dan jika mereka berniat untuk maju, tentulah mereka membekali diri untuk itu, tetapi Allah menolak keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka.
    dan diserukan kepada mereka: "diamlah bersama golongan yang diam itu".  kalau saja mereka berangkat bersama-sama kalian, niscaya mereka tidak membantu kalian selain mengadakan gangguan, dan tentulah mereka akan maju di celah-celah barisan, untuk mengacau di tengah-tengah kalian; sementara di tengah-tengah kalian ada orang-orang yang gemar mendengar ucapan mereka. dan Allah mengetahui golongan yang sewenang-wenang.  sesungguhnya sejak dahulu pun mereka itu telah membuat keonaran dan mereka merencanakan berbagai siasat terhadapmu, hingga kebenaran hadir untuk memenangkan perintah Allah, padahal mereka tidak senang. (Ayat:44-48)
  18. Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka bersusah hati; dan jika kamu ditimpa suatu keburukan, mereka berkata: "sesungguhnya kami telah memperhitungkan tindakan kami" dan mereka berpaling dengan gembira. 
    katakanlah: "tiada yang akan menimpa kami melainkan yang telah ditetapkan Allah kepada kami. Dialah Pemelihara kami, dan kepada Allah golongan yang beriman menaruh kepercayaan".  katakanlah: "apakah yang kalian nantikan tentang kami, selain salah satu dari dua kebaikan.
    dan kami menanti malapetaka yang hendak Allah akan timpakan kepada kalian dari sisiNya. oleh karena itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu dengan kalian". (Ayat:50-52)
  19. dan mereka bersaksi (ikrar) dengan (nama) Allah, bahwasanya mereka termasuk golongan kalian; padahal mereka itu bukan golongan kalian, akan tetapi mereka adalah kaum yang kacau. (Ayat:56)
  20. dan di antara mereka ada yang mencemoohmu tentang shodaqoh; jika mereka diberi yang demikian, mereka bergembira, dan jika mereka tidak diberi yang demikian, maka mereka jengkel. 
    kalau mereka bersungguh-sungguh ikhlas berlapang dada terhadap yang diberikan Allah dan UtusanNya kepada mereka, tentu mereka berkata: "Allah yang mencukupi (kebutuhan) kami, Allah yang akan memberi sebagian karuniaNya untuk kami juga (untuk) UtusanNya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengandalkan Allah,".  Sesungguhnya shodaqoh-shodaqoh itu (diperuntukkan) bagi golongan yang membutuhkan, golongan yang miskin, para pengurus (shodaqoh), para mu'allaf yang kalbunya sadar, dan untuk budak, golongan yang berhutang, yang (berjuang) untuk jalan Allah dan golongan pengembara, sebagai suatu ketetapan dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:58-60)
  21. dan di tengah-tengah mereka ada orang-orang yang menuduh nabi dengan mengatakan: "dia tukang dengar". katakanlah: "Ia mendengarkan semua yang baik bagi kalian, ia beriman kepada Allah, mempercayai golongan yang beriman, dan menjadi Kasih (rahmat) bagi orang-orang yang beriman di antara kalian".
    dan orang-orang yang menuduh Rasulullah itu, bagi mereka siksa pedih. 
    mereka bersumpah kepada kalian dengan (nama) Allah untuk mengharap perkenan (ridho) kalian, padahal Allah beserta UtusanNya yang lebih patut mereka harapkan jika mereka memang golongan yang beriman. (Ayat:61-62)
  22. golongan munafik itu gelisah akan dikirimkan suatu surat kepada mereka, yang menjelaskan hal-hal tersembunyi dalam kalbu mereka. katakanlah: "Teruslah meremehkan, sesungguhnya Allah akan menyingkapkan yang kalian khawatirkan itu." 
    dan jika kamu tanyakan kepada mereka, tentulah mereka akan mengatakan, "kami ini hanya berkelakar dan bergurau". katakanlah: "Apakah mengenai Allah, pesan-pesanNya dan UtusanNya yang kalian permainkan?"  janganlah kalian berdalih, karena kalian kafir sesudah beriman. jika kami mengampuni segolongan kalian, niscaya Kami yang akan menumpas golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah golongan yang berdosa. (Ayat:64-66)
  23. golongan munafik laki-laki dan golongan munafik perempuan. sebagian mereka terhadap sebagian yang lain menyuruh kekejian dan melarang memperbuat kebaikan dan mereka menahan tangan mereka. Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka. sesungguhnya golongan munafik itu adalah golongan yang fasik. 
    Allah mengancam golongan munafik laki-laki, golongan munafik perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahannam yang kekal. Cukuplah itu bagi mereka, dan Allah mengutuk mereka, dan bagi mereka malapetaka yang terus-menerus. (Ayat:67-68)
  24. Belumkah datang kepada mereka berita-berita tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan (negeri-negeri) yang telah dilenyapkan?. Telah hadir kepada mereka golongan Utusan beserta keterangan yang jelas, maka bukanlah Allah yang berlaku sewenang-wenang terhadap mereka, akan tetapi mereka yang berlaku sewenang-wenang terhadap diri sendiri. (Ayat:70)
  25. wahai Nabi, berjihadlah menghadapi orang-orang kafir dan golongan munafik itu, dan perlakukan mereka dengan keras. kediaman mereka adalah Jahannam dan itu adalah kesudahan yang terburuk. (Ayat:73)
  26. Mereka bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan apapun. dan sesungguhnya mereka telah mengucap pernyataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah berserah diri dan mengingini yang tidak dapat mereka raih,
    dan mereka tidak mencemooh, kecuali karena Allah dan UtusanNya melimpahkan karuniaNya kepada mereka. lalu jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan siksa pedih di dunia dan Akhirat; dan mereka tiada mempunyai pelindung dan tidak (pula) penyelamat di muka bumi. (Ayat:74)
  27. dan di tengah-tengah mereka ada yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karuniaNya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk golongan yang memperbuat kebajikan.  tatkala setelah Allah memberikan sebagian dari karuniaNya untuk mereka, mereka kikir dengan karunia itu, dan memalingkan diri, dan mereka memang orang-orang yang membelakangi.  maka Allah menimbulkan kemunafikan pada kalbu mereka sampai mereka menghadap kepada Allah, karena mereka telah mengingkar terhadap yang telah mereka ikrarkan kepadaNya dan juga karena mereka mendustakan.  (Ayat:75-77)
  28. yaitu orang-orang yang merendahkan golongan yang beriman yang bersedekah secara sukarela juga orang yang tidak memperoleh apapun selain berjuang susah payah, maka orang-orang itu menghina mereka. Allah yang akan membalas penghinaan mereka itu, dan bagi mereka siksa pedih. (Ayat:79)
  29. baik kamu memohon ampun bagi mereka atau tidak kamu memohon ampun bagi mereka, sekalipun kamu yang memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, akan tetapi Allah takkan mengampuni mereka. yang demikian karena mereka kafir terhadap Allah dan UtusanNya dan Allah tidak membimbing kaum yang fasik. (Ayat:80)
  30. Orang-orang yang ditinggalkan itu merasa gembira dengan keberadaan mereka di belakang Utusan Allah, dan mereka enggan berjihad dengan harta benda dan jiwa mereka dalam jalan Allah dan mereka mengatakan: "Jangan berangkat dalam terik membakar ini". katakanlah: "Neraka Jahannam itu lebih membakar" jika mereka mengetahui.  maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai balasan yang mereka perbuat. (Ayat:81-82)
  31. Tiada (diwajibkan) atas orang-orang yang cacat, orang-orang yang mengidap sakit parah dan orang-orang yang tidak memperoleh bekal untuk mereka pergunakan, apabila mereka berlaku jujur kepada Allah dan UtusanNya, tiada alasan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat secara wajar. dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,  dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu menyediakan kendaraan bagi mereka, lalu kamu berkata: "aku tidak mendapati kendaraan untuk mengajakmu". lalu mereka kembali, sedang mata mereka menangis karena berduka cita, akibat mereka tidak dapat memperoleh yang hendak mereka korbankan. (Ayat:91-92)
  32. Sesungguhnya kesalahan itu terhadap orang-orang yang meminta keringanan kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. mereka bersantai bersama orang-orang yang tidak ikut berperang maka Allah telah mengunci kalbu mereka, maka mereka tidak mengetahui. (Ayat:93)
  33. Mereka mengharap secara giat kepadamu, supaya kamu meridhai (berkenan) terhadap mereka. Tetapi sekiranya kamu meridhai mereka, sesungguhnya Allah tidak meridhai kaum yang fasik itu. (Ayat:96)
  34. kaum A'rab itu, teramat kafir dan munafik dan tentu tidak mengetahui peraturan-peraturan yang dikirimkan Allah kepada UtusanNya. dan Allah Maha mengetahui, Maha Bijaksana.  di antara orang-orang A'rab itu ada orang yang memandang (harta) yang disisihkannya, sebagai suatu kehilangan, dan dia menanti-nanti bencana menimpa kalian, justru merekalah yang ditimpa bencana. dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Ayat:97-98)
  35. di antara orang-orang A'rab yang di sekitar kalian itu, ada orang-orang munafik; demikian pula di antara penduduk Madinah. mereka berlebihan dalam kemunafikan. kamu tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami mengetahui mereka. kelak mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada siksa pedih.  dan orang-orang yang lain mengakui dosa-dosa mereka, mereka membaurkan tindakan baik dengan tindakan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:101-102)
  36. Sesungguhnya Allah telah membeli jiwa dan harta benda mereka dengan Taman (surga) untuk mereka. Mereka berperang untuk jalan (kehendak) Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. janji yang sebenarnya dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. dan siapakah yang lebih menepati janji daripada Allah? maka bergembiralah atas perniagaan yang telah kalian usahakan ini, dan itulah pencapaian yang luar biasa.  mereka itu adalah golongan yang bertaubat, yang mengabdikan diri, yang memuji, yang berjalan, yang taat, yang merendah, yang menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah berbuat kejahatan dan yang memelihara hukum-hukum Allah. dan gembirakan golongan yang beriman itu. (Ayat:111-112)
  37. Tiadalah patut bagi seorang Nabi dan orang-orang beriman memohonkan ampun bagi golongan yang mempersekutukan, walaupun itu adalah kerabatnya, yang telah jelas bagi mereka, bahwasanya golongan yang mempersekutukan itu adalah penghuni (neraka) yang bergejolak.  sedangkan permintaan ampun Ibrahim bagi ayahnya tidak lain karena suatu janji yang telah diikrarkan kepadanya. maka ketika telah jelas bagi dia bahwa ayahnya adalah musuh Allah, maka Ibrahim memisahkan diri daripadanya. sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang menyayangi, penyantun. (Ayat:113-114)
  38. dan Allah tidak akan meliarkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka supaya Dia jelaskan kepada mereka tentang yang harus mereka tinggalkan. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Ayat:115)
  39. tidak sepatutnya bagi golongan yang beriman berangkat semuanya. semestinya tidak pergi beberapa golongan di antara mereka untuk menekuni Ilmu mereka tentang agama dan untuk memperingatkan kepada kaumnya apabila golongan (berperang) telah pulang kepada mereka, supaya golongan itu dapat menjaga diri. (Ayat:122)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Majalah Hidayah (Juli 2007) hal 137. ISSN 1693-3737

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Anfal
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Yunus
Surah 9