Surah At-Taubah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Surat At Taubah)
Lompat ke: navigasi, cari
at-Taubah
Altowba.png
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Informasi
Arti Pengampunan
Nama lain Bara'ah (Berlepas Diri)
Al-Mukshziyah (Melepaskan)
Al-Fadikhah (Menyingkap)
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)[1]
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 9
Juz Juz 10 (ayat 1-93)
Juz 11 (ayat 94-129)
Statistik
Jumlah ayat 129 ayat
Surah At-Taubah ayat 33 buatan Dinasti Abbasiyah dari Timur Dekat dan Afrika Utara.

Surah At-Taubah (bahasa Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan") adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini. Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

  • Penentangan dari Allah beserta RasulNya terhadap golongan mempersekutukan yang telah mengikat perjanjian kepada kalian,
    maka berjalanlah di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kalian takkan dapat melemahkan Allah dan bahwasanya Allah menghinakan golongan pengingkar. (Ayat:1-2)
  • Dan sebuah pernyataan dari Allah beserta RasulNya kepada umat manusia pada hari Haji Akbar, bahwasanya Allah beserta RasulNya berlepas dari golongan yang mempersekutukan,
    apabila kalian bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik untuk kalian;
    dan apabila kalian berpaling, maka ketahuilah bahwa kalian takkan dapat melemahkan Allah, dan sampaikan kepada orang-orang kafir tentang Azab pedih,
    terkecuali bagi golongan mempersekutukan yang telah kalian ikat perjanjian oleh sebab mereka itu tidak mengkhianati sesuatu pun terhadap kalian serta mereka itu tidak membantu pihak yang memusuhi kalian maka jagalah kesepakatan terhadap mereka sampai batas waktu tertentu, sungguh Allah menyukai golongan yang bertaqwa,
    Apabila bulan-bulan Haram telah selesai, maka perangilah golongan yang mempersekutukan itu di mana pun kalian jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan belenggulah mereka dalam jerat kalian; jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka bebaskan mereka untuk menjalani hidup; sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.  (Ayat:3-5)
  • Dan jika seorang dari golongan yang mempersekutukan itu meminta perlindungan kepadamu maka terimalah ia supaya ia mendengar Kalam Allah, kemudian antarkan ia ke tempat yang aman untuknya, yang sebenarnya mereka itu kaum yang tidak mengetahui. (Ayat:6)
  • Bagaimana mungkin kesepakatan dari sisi Allah beserta RasulNya berlaku terhadap orang-orang yang mempersekutukan, terkecuali orang-orang yang telah mengadakan kesepakatan di dekat Masjidil Haraam? sebab itu selama mereka berlaku wajar terhadap kalian, hendaklah kalian berlaku wajar terhadap mereka, Sungguh Allah menyukai golongan yang bertakwa,  
    bagaimana mungkin demikian, yang apabila orang-orang itu memperoleh kemenangan terhadap kalian, orang-orang itu tidak menghargai kalian maupun perjanjian itu; mereka menyenangkan kalian melalui mulut mereka sedangkan kalbu mereka mengingkari dan sebagian besar mereka merupakan golongan yang fasik; mereka menukar berbagai ayat Allah untuk barang duniawi yang rendah lalu mereka menghalang-halangi Kehendak Allah; betapa keji yang mereka perbuat itu; mereka tidak menghargai golongan yang beriman maupun perjanjian itu; bahwa mereka itulah golongan yang melampaui batas. 
    Sekiranya mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka mereka merupakan saudara-saudara kalian seagama, serta Kami jelaskan ayat-ayat itu untuk kaum yang mengetahui. apabila mereka melanggar ikrar-ikrar mereka sesudah mereka berjanji serta mereka melecehkan agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu karena ikrar-ikrar mereka benar-benar tidak berlaku, supaya mereka jera; mengapakah kalian tidak memerangi kaum yang melanggar ikrar-ikrar mereka, terlebih mereka itu telah berupaya untuk mengusir Rasul serta mereka itu bersegera untuk memerangi kalian? apakah kalian takut terhadap mereka padahal Allah yang lebih pantas untuk kalian takuti, sekiranya kalian benar-benar golongan beriman,
    perangilah mereka niscaya Allah yang akan menghantam mereka melalui tangan-tangan kalian serta Allah akan menghinakan mereka, sebab Dialah yang membela kalian melawan mereka, demikian pula agar menenangkan kalbu golongan yang beriman serta untuk menyingkirkan kegeraman jiwa golongan beriman, dan Allah berpihak pada sisi yang Dia perkenan; sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:7-15)
  • Apakah kalian berpikir bahwa kalian akan dibiarkan begitu saja, sedangkan Allah belum mendapati orang-orang yang berkorban dari kalian
    serta orang-orang yang tidak memilih teman setia selain Allah, RasulNya maupun golongan yang beriman, dan Allah Maha Memahami yang kalian perbuat. (Ayat:16)
  • Tidaklah pantas golongan musyrik mengurus masjid-masjid Allah, sedang golongan itu mengakui bahwa golongan itu berlaku kafir; demikian itu merupakan golongan yang memiliki usaha yang sia-sia; bahwa golongan tersebut berada di Neraka selamanya. Bahwasanya orang-orang yang pantas mengurus masjid-masjid Allah merupakan orang-orang yang beriman kepada Allah beserta Hari Akhir, serta tetap mendirikan shalat serta menunaikan zakat, juga tidak takut selain kepada Allah, maka orang-orang yang demikian diharapkan termasuk golongan yang terbimbing. (Ayat:17-18)
  • Apakah mereka yang memberi minuman kepada peziarah maupun mereka yang mengurus Masjidil Haram kamu persamakan dengan golongan yang beriman kepada Allah beserta Hari Akhir juga berkorban untuk Allah? mereka itu tidak setara bagi Allah; dan Allah tidak membimbing kaum yang zalim.  
    Orang-orang yang beriman serta berhijrah juga berkorban untuk Allah mempergunakan harta benda serta jiwa mereka, memiliki kedudukan terhormat bagi Allah; dan itulah golongan yang berhasil;  Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan Kasih, pertolongan beserta Surga daripada Dia untuk mereka, mereka memperoleh karunia secara terus-menerus, mereka disana selamanya; sungguh di sisi Allah disediakan upah yang luar biasa (Ayat:19-22)
  • Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memilih leluhur-leluhur maupun saudara-saudara kalian sebagai panutan apabila mereka lebih cenderung terhadap pengingkaran dibanding keimanan, dan siapapun dari kalian yang melakukan itu, itulah golongan yang zalim.
    Katakanlah: "Apabila leluhur-leluhur kalian, serta anak-anak kalian, serta saudara-saudara kalian, serta istri-istri kalian, serta kaum kerabat kalian, serta harta benda yang kalian kumpulkan, serta perniagaan yang kalian takutkan merugi maupun tempat tinggal yang kalian sukai, adalah hal-hal yang lebih kalian utamakan dibanding Allah beserta RasulNya maupun untuk berkorban di KehendakNya, maka nantikan sampai Allah melaksanakan perintahNya" bahwa Allah tidak membimbing golongan yang fasik. (Ayat:23-24)
  • Sungguh Allah yang telah menolong kalian dalam banyak tempat peperangan, serta pada waktu Hunain, yakni ketika kalian menjadi congkak karena jumlah kalian yang banyak, maka jumlah banyak tidaklah bermanfaat sedikit pun untuk kalian, sedangkan bumi yang luas itu menjadi terasa sempit bagi kalian, kemudian kalian lari mundur dalam keadaan bercerai-berai; kemudian Allah menghadirkan ketenangan untuk RasulNya serta untuk golongan beriman, dan Allah mendatangkan bala tentara yang tidak dapat kalian lihat, dan Allah menimpakan Azab kepada orang-orang pengingkar, dan itulah balasan terhadap golongan pengingkar; sesudah itu Allah berpihak kepada yang Dia perkenan, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:25-27)
  • Wahai orang-orang yang beriman, sungguh golongan mempersekutukan itu adalah kenajisan, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini,
    dan jika kalian khawatir menjadi miskin maka Allah yang akan memberikan kekayaan untuk kalian dari karuniaNya jika Dia menghendaki, sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:28)
  • Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah beserta Hari Akhir,
    maupun mereka yang tidak melarang hal-hal yang dilarang oleh Allah beserta RasulNya,
    maupun mereka yang tidak beragama dengan agama yang semestinya, orang-orang yang diserahi Al-Kitab; hingga mereka membayar jizyah secara patuh serta mereka dalam keadaan tunduk.  (Ayat:29)
  • Golongan Yahudi mengatakan: "Uzair itu putra Allah" sementara golongan Nasharani mengatakan: "Al-Masih itu putra Allah" demikian itu merupakan ucapan dari mulut mereka, mereka meniru ucapan orang-orang kafir terdahulu; Allah mengutuk mereka, betapa buruk mereka berpaling? bahwa mereka menganggap para cendekiawan dan pemuka-pemuka agama mereka sendiri sebagai junjungan yang selain Allah, serta Al Masih, putra Maryam, padahal mereka hanya diperintah mengabdi untuk Tuhan Yang Tunggal, tiada Tuhan selain Dia; Dipermuliakanlah Allah dibanding hal-hal yang mereka persekutukan, mereka itu berkeinginan meredupkan pengajaran Allah melalui mulut mereka namun Allah tidak menghendaki selain memperkuat pengajaranNya walaupun golongan musyrik tidak menghendaki. (Ayat:30-32)
  • Dialah yang telah mengutus RasulNya disertai Bimbingan serta agama yang benar supaya Dia menangkan terhadap semua agama, walaupun golongan musyrik membenci hal demikian. (Ayat:33)
  • Wahai orang-orang yang beriman, sebagian besar cendekiawan beserta pemuka-pemuka agama benar-benar memakan harta orang melalui kesia-siaan dan mereka menghalang-halangi Kehendak Allah,
    dan tentang orang-orang yang menimbun emas beserta perak dan mereka tidak menyisihkan itu untuk Kehendak Allah, kabarkan kepada orang-orang itu tentang Azab pedih, pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahannam, lalu yang demikian dibakar pada dahi mereka, lambung mereka beserta punggung mereka: "Inilah harta benda kalian yang kalian timbun untuk diri kalian sendiri maka rasakan yang kalian timbun itu". (Ayat:34-35)
  • Sungguh jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan; sebagai ketetapan Allah pada hari ketika Dia menciptakan langit beserta bumi; terdapat empat daripada itu yang dikhususkan, demikian itu undang-undang sejati,
    maka janganlah kalian berlaku zalim terhadap diri kalian sendiri dalam waktu tersebut; dan perangilah semua golongan mempersekutukan itu sebagaimana mereka yang memerangi kalian semua, dan ketahuilah bahwasanya Allah menyertai golongan yang bertaqwa,  
    sungguh mengundur-undurkan yang demikian adalah menambah sikap kekafiran; orang-orang kafir diliarkan melalui perkara ini, mereka menetapkan itu pada suatu tahun dan mereka melarang itu pada tahun lain, yang bertujuan mereka dapat mempersesuaikan bilangan yang Allah haramkan,
    maka mereka menghalalkan yang diharamkan oleh Allah, ditampakkan tepat kepada mereka tentang tindakan mereka yang keji itu, sementara Allah tidaklah membimbing kaum yang mengingkar. (Ayat:36-37)
  • Wahai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya jika diserukan kepada kalian: "Berangkatlah untuk Kehendak Allah" niscaya kalian merasa berat serta hendak berdiam diri di tempat kalian? apakah kalian merasa puas terhadap kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di Akhirat? padahal kenyamanan hidup di dunia ini hanyalah sebagian kecil dibanding dengan di Akhirat. Sekiranya kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa kalian dengan Azab pedih sehingga diganti dengan kaum yang lain, bahwa kalian takkan sedikit pun merugikan Dia. Dan Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. (Ayat:38-39)
  • Sekiranya kalian tidak menolongnya, maka Allah yang telah menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya sedangkan ia hanya bersama seorang saja ketika berada dalam sebuah gua, sewaktu ia berkata kepada kawannya: "Jangan berduka cita, sebab Allah menyertai kita" kemudian Allah menghadirkan perlindunganNya untuk ia serta menyelamatkan ia melalui bala tentara yang tidak kalian ketahui, serta melemahkan tekad orang-orang kafir sementara Penegasan Allah merupakan Yang Luhur; sungguh Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Ayat:40)
  • Perbuatlah kebaikan dalam keadaan mudah maupun sukar, serta hendaknya kalian berkorban mempergunakan harta benda kalian serta nyawa kalian sendiri untuk Kehendak Allah; demikian itu lebih baik untuk kalian jika kalian mengetahui; sekiranya perkara yang kamu serukan kepada orang-orang itu merupakan kemenangan yang mudah diperoleh serta dalam perjalanan yang tidak seberapa jauh, tentu orang-orang itu mengikuti dirimu, akan tetapi apabila tempat yang dituju merupakan tempat yang jauh sehingga membebani mereka; orang-orang itu akan bersumpah demi Allah: "Sekiranya kami sanggup tentu kami berangkat bersama-sama dirimu" orang-orang itu sedang membinasakan diri sendiri sedang Allah Maha Mengetahui bahwa orang-orang sebenarnya merupakan golongan yang berdusta. Semoga Allah memaafkan dirimu; mengapa kamu memberi izin kepada orang-orang itu, sebelum terbukti bagi dirimu tentang orang-orang yang benar serta belum terbukti bagi dirimu tentang golongan yang berdusta? (Ayat:41-43)
  • Bukanlah orang-orang yang beriman kepada Allah beserta Hari Akhir, orang-orang yang meminta undur diri kepadamu untuk tidak ikut berjihad mempergunakan harta benda mereka serta nyawa mereka, sedang Allah Maha Memahami siapakah golongan yang bertaqwa; 
    sebenarnya yang meminta keringanan kepadamu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah beserta Hari Akhir, sementara kalbu mereka meragu, sebab itu mereka gelisah dalam kebingungan 
    dan sekiranya mereka berniat untuk berangkat, tentulah mereka telah membekali diri untuk itu; tetapi Allah menolak keberangkatan mereka sehingga Allah melemahkan keinginan mereka, dan diserukan kepada mereka: "diamlah bersama golongan yang diam itu" 
    kalau saja mereka berangkat bersama-sama kalian niscaya mereka tidak membantu kalian selain mengadakan gangguan, dan tentulah mereka akan maju di celah-celah barisan untuk mengacau di tengah-tengah kalian; sementara di tengah-tengah kalian terdapat orang-orang yang gemar mendengar ucapan mereka, dan Allah mengetahui siapakah golongan yang zalim,  
    sungguh sejak dahulu pun mereka itu telah membuat keonaran dan mereka merencanakan berbagai siasat terhadap dirimu hingga Kebenaran hadir untuk memenangkan perintah Allah walaupun mereka tidak senang. (Ayat:44-48)
  • Di antara orang-orang itu terdapat segolongan yang berkata: "Berilah keizinan untuk diriku serta janganlah kamu menjadikan diriku terjerumus kepada pencobaan." ketahuilah bahwa golongan itu telah terjerumus kepada pencobaan; ketahuilah bahwa Jahannam sungguh meliputi golongan yang kafir. (Ayat:49)
  • Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka gelisah; sedang jika kamu ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan: "Sungguh kami telah memperhitungkan tindakan kami" serta mereka berpaling dengan gembira, Katakanlah: "tiada yang akan menimpa kami melainkan yang telah ditetapkan Allah kepada kami, Dialah Pemelihara kami, dan kepada Allah, golongan yang beriman menaruh kepercayaan"  Katakanlah: "apakah yang kalian nantikan tentang kami, selain salah satu dari dua kebaikan; sementara kami menanti Azab yang hendak Allah timpakan kepada kalian dari sisiNya; oleh karena itu tunggulah, bahwasanya kami menunggu bersama kalian".
    Katakanlah: "Nafkahkanlah harta kalian, baik secara sukarela ataupun secara terpaksa, namun nafkah itu takkan diterima dari kalian, sesungguhnya kalian adalah kaum yang fasik." bahwa tiada yang menghalangi perkenan tentang nafkah-nafkah mereka melainkan karena mereka berlaku ingkar terhadap Allah beserta RasulNya, dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan secara malas dan mereka tidak menyisihkan harta mereka, melainkan disertai rasa enggan, maka jangan kiranya harta benda mereka maupun anak-anak mereka memperdaya kalian, sebab Allah berkehendak melalui harta benda mereka dan anak-anak mereka itu untuk menghukum mereka dalam kehidupan dunia beserta nyawa mereka akan ditumpas, sementara mereka dalam keadaan kafir,
    dan mereka berikrar mengatasnamakan Allah, bahwasanya mereka termasuk golongan kalian; padahal mereka itu bukan golongan kalian melainkan mereka itu kaum yang kacau; sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan atau gua-gua atau lobang-lobang niscaya mereka pergi ke tempat itu secara bergegas, dan dari mereka ada yang mencemoohmu tentang shadaqah; jika mereka diberi yang demikian, mereka bergembira, dan jika mereka tidak diberi yang demikian, maka mereka jengkel, sekiranya mereka benar-benar berlapang dada terhadap yang diberikan Allah beserta RasulNya untuk mereka, tentu mereka berkata: "cukuplah Allah bagi kami, Allah yang akan memberi sebagian karuniaNya untuk kami serta untuk RasulNya, sebab kami ini adalah orang-orang yang mengandalkan Allah," 
    bahwasanya shadaqah-shadaqah itu ditujukan untuk golongan yang meminta-minta, golongan yang membutuhkan, para pengurusnya, golongan mu'alaf yang kalbunya sadar, golongan budak, golongan yang berhutang, golongan yang berjuang untuk Kehendak Allah serta golongan pengembara, sebagai sebuah ketetapan dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:50-60)
  • Dan di tengah-tengah mereka terdapat orang-orang yang menuduh nabi dengan mengatakan: "ia merupakan tukang dengar" Katakanlah: "Ia mendengarkan semua yang baik untuk kalian, ia beriman kepada Allah, ia mempercayai golongan yang beriman, serta sebagai Kasih untuk orang-orang yang beriman diantara kalian", dan disediakan Azab pedih untuk orang-orang yang menuduh Rasul Allah,
    mereka itu bersumpah kepada kalian dengan mengatasnamakan Allah bahwa mereka mengharap perkenan kalian padahal Allah beserta RasulNya lebih patut mereka harapkan jika mereka memang golongan yang beriman; Tidakkah mereka mengetahui bahwa barangsiapa menentang Allah beserta RasulNya, tentulah neraka Jahanam untuk orang itu, sehingga orang itu disana selamanya; Demikianlah kehinaan yang besar. (Ayat:61-63)
  • Golongan munafik itu gelisah tentang suatu kehadiran suatu Surah tentang diri mereka, yang menjelaskan hal-hal disembunyikan dalam kalbu mereka; Katakanlah: "Teruslah meremehkan, sungguh Allah akan menyingkapkan yang kalian khawatirkan itu"  
    dan apabila kamu tanyakan kepada mereka, tentulah mereka akan mengatakan: "kami ini hanya berkelakar dan bersenda gurau". katakanlah: "Apakah terhadap Allah, terhadap ayat-ayatNya serta terhadap RasulNya kalian mempermainkan?"  jangan berdalih, sebab kalian berlaku ingkar setelah beriman, jika kami mengampuni segolongan kalian niscaya Kami akan menumpas golongan yang lain disebabkan mereka adalah golongan yang berdosa, yaitu golongan munafik laki-laki serta golongan munafik perempuan, sebagian mereka terhadap sebagian yang lain menjunjung tindakan keji serta mencegah tindakan baik dan mereka menahan tangan mereka,
    mereka itu telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka,
    sungguh golongan munafik itu adalah golongan yang fasik, Allah mengancam golongan munafik laki-laki, golongan munafik perempuan beserta orang-orang kafir dengan Neraka Jahannam yang abadi, cukuplah itu untuk mereka, dan Allah mengutuk mereka, dan untuk mereka disediakan Azab terus-menerus, sebagaimana keadaan orang-orang yang sebelum kalian, mereka lebih kuat daripada kalian, dan mereka memiliki lebih banyak harta benda dan anak-anak dibanding kalian,
    mereka telah menikmati keadaan mereka itu, dan kalian telah menikmati keadaan kalian sendiri sebagaimana orang-orang yang sebelum kalian menikmati keadaan masing-masing, dan orang-orang itu saling mempergunjingkan sebagaimana orang-orang sebelum mereka saling mempergunjingkan, mereka itulah golongan yang perbuatan-perbuatan mereka sia-sia di dunia dan di Akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang celaka.
    Belumkah datang kepada mereka berita-berita tentang orang-orang yang sebelum mereka; kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan maupun golongan yang telah dilenyapkan? telah hadir kepada orang-orang itu; golongan Rasul disertai keterangan yang jelas, maka bukan Allah yang berlaku zalim terhadap orang-orang itu melainkan orang-orang itu yang berlaku zalim terhadap diri sendiri. (Ayat:64-70)
  • Dan golongan beriman lelaki maupun golongan beriman perempuan, sebagian mereka merupakan penolong untuk sebagian lain; golongan-golongan tersebut menyuruh hal-hal yang makruf, mencegah hal-hal yang mungkar, serta supaya mendirikan sembahyang, serta menunaikan zakat bahwa golongan-golongan tersebut taat kepada Allah beserta RasulNya; kelak golongan-golongan tersebut yang akan memperoleh Kasih dari Allah, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. Allah menjanjikan kepada golongan beriman lelaki maupun golongan beriman perempuan, tentang Surga yang dialiri sungai-sungai dibawahnya, supaya berada disana selamanya, demikian pula tempat-tempat berkenan di Surga Adn; serta Perkenan Allah merupakan kebahagiaan yang paling utama; demikian itu merupakan keberhasilan yang luar biasa. (Ayat:71-72)
  • Wahai Nabi, berjihadlah menghadapi golongan pengingkar beserta golongan munafik itu, serta perlakukan mereka secara keras, kediaman mereka adalah Jahannam; itulah tempat kesudahan terburuk.
    mereka bersumpah mengatasnamakan Allah, bahwa mereka tidak mengatakan apapun, bahwa yang sebenarnya mereka itu telah mengucap pernyataan kekafiran, serta mereka telah mengingkar sesudah mereka berserah diri juga mereka mengingini yang tidak dapat mereka raih, serta mereka tidak mencemooh terkecuali karena Allah beserta RasulNya melimpahkan karuniaNya untuk orang-orang itu,
    kemudian jika mereka bertaubat, itu lebih baik untuk mereka dan apabila mereka berpaling niscaya Allah akan menumpas mereka dengan Azab pedih di dunia beserta Akhirat; bahwa tiada pelindung serta tiada penyelamat untuk mereka di muka bumi. (Ayat:73-74)
  • Dan di tengah-tengah mereka terdapat orang-orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sungguh apabila Allah memberikan sebagian karuniaNya kepada kami, kami pasti akan bersedekah dan tentulah kami termasuk golongan yang memperbuat kebajikan; maka setelah Allah memberi sebagian karuniaNya untuk orang-orang itu, orang-orang itu berlaku kikir tentang karunia tersebut serta orang-orang itu memalingkan diri, serta orang-orang itu memang golongan yang membelakangi,
    Allah menimbulkan kemunafikan dalam kalbu orang-orang itu sampai ketika orang-orang itu menghadap Allah, sehingga orang-orang itu telah melanggar hal yang telah orang-orang itu ikrarkan kepada Dia serta akibat orang-orang itu mendustakan;
    Tidakkah orang-orang itu ketahui bahwasanya Allah mengetahui rahasia orang-orang itu maupun bisikan orang-orang itu? bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala perkara ghaib; bahwa orang-orang yang merendahkan golongan beriman yang bersedekah secara sukarela maupun golongan yang tidak sanggup memperoleh apapun selain berjuang susah payah, maka orang-orang itu menghina golongan tersebut; kelak Allah membalas penghinaan orang-orang itu, serta disediakan Azab pedih menimpa orang-orang itu.
    Baik kamu memohon pengampunan untuk mereka, ataupun kamu tidak memohon pengampunan untuk mereka, bahkan sekalipun kamu yang memohonkan ampun untuk mereka sebanyak tujuh puluh kali, akan tetapi Allah takkan mengampuni mereka; yang demikian akibat mereka mengingkar terhadap Allah beserta RasulNya, bahwa Allah tidak membimbing kaum yang fasik. (Ayat:75-80)
  • Orang-orang yang tertinggal itu merasa bangga dengan keberadaan mereka yang ditinggalkan Rasul Allah,
    dan mereka enggan berjihad mempergunakan harta benda mereka serta jiwa mereka di Kehendak Allah dan mereka telah mengatakan: "Jangan berangkat di panas terik yang membakar ini" Katakanlah: "Neraka Jahannam itu lebih membakar" sekiranya mereka mengetahui,
    maka hendaklah mereka itu sedikit tertawa dan banyak meratap, sebagai balasan atas yang telah mereka perbuat; maka jika Allah mengembalikan dirimu kepada sebagian orang dari golongan itu, kemudian orang-orang itu meminta izin kepadamu untuk untuk berangkat, maka katakanlah: "Kalian takkan diizinkan berangkat bersama diriku, tidak pula memerangi musuh bersama diriku; sungguh kalian telah rela tidak berangkat berperang pada kali yang pertama, oleh karena itu berdiamlah bersama dengan golongan yang enggan." dan janganlah dirimu sekali-kali menyembahyangkan seorang yang mati di kalangan golongan itu, serta janganlah dirimu berdiri di kuburnya; sungguh golongan itu telah kafir terhadap Allah serta RasulNya, sedang golongan itu mati dalam keadaan fasik; serta janganlah harta benda maupun anak-anak golongan itu memikat kalbu kalian; ketahuilah bahwa Allah berkehendak supaya mengazab golongan itu di dunia dengan harta serra anak-anak, serta agar jiwa golongan itu dilenyapkan dalam keadaan kafir. (Ayat:81-85)
  • Dan apabila disampaikan sebuah surah: "Berimanlah kalian kepada Allah, serta berjihadlah kalian menyertai RasulNya" niscaya orang-orang yang sanggup di antara golongan itu hendak meminta izin kepada dirimu sedang orang-orang itu berkata: "Biarkan kami berada bersama golongan yang duduk." Orang-orang itu lebih menghendaki berada bersama golongan tertinggal yang memiliki kalbu telah dikeraskan, sehingga golongan itu tidaklah memahami; melainkan Rasul beserta orang-orang yang beriman yang bersama dirinya, bahwa orang-orang tersebut berjuang mempergunakan harta benda mereka serta nyawa mereka; bahwa demikian merupakan golongan yang memperoleh kebaikan, orang-orang tersebut merupakan golongan yang berhasil; Allah telah menyediakan untuk golongan tersebut, Surga yang dialiri sungai-sungai dibawahnya, sehingga golongan tersebut berada disana selamanya; hal demikian merupakan pencapaian yang luar biasa. (Ayat:86-89)
  • Dan terdapat orang-orang yang memohon undur diri, yakni orang-orang A'rab supaya diberi izin untuk diri mereka, sedangkan hanyalah berdiam diri, orang-orang yang membantah Allah serta RasulNya, kelak segolongan yang kafir di kalangan orang-orang itu akan ditimpa Azab pedih. (Ayat:90)
  • Tiada dosa atas orang-orang yang cacat, orang-orang yang mengidap sakit parah maupun orang-orang yang tidak memperoleh bekal untuk mereka pergunakan, apabila mereka berlaku jujur terhadap Allah beserta RasulNya,
    tiada alasan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat wajar, dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,
    dan tiada dosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu supaya kamu menyediakan kendaraan untuk mereka, lalu kamu berkata: "aku tidak mendapati kendaraan untuk mengajakmu" lalu mereka pulang, sedang mata mereka menangis karena berduka cita akibat mereka tidak dapat memperoleh yang hendak mereka korbankan,
    Sungguh golongan yang menanggung dosa adalah orang-orang yang meminta keringanan kepadamu padahal mereka itu orang-orang kaya, mereka tetap tinggal bersama orang-orang yang tidak ikut berperang maka Allah telah mengunci kalbu mereka, namun mereka tidak mengetahui;
    Orang-orang yang telah mengemukakan uzur kepada dirimu, apabila kalian telah kembali kepada orang-orang itu. Katakanlah: "Janganlah mengemukakan uzur, kami tak percaya kepada kalian sebab Allah yang telah memberitahukan kepada kami tentang keadaan kalian yang sebenarnya, bahwa Allah serta RasulNya yang akan melihat pekerjaan kalian kemudian kalian dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui perkara yang ghaib maupun yang tampak lalu Dia menjelaskan kepada kalian tentang hal-hal yang telah kalian kerjakan." bahwa kelak orang-orang itu hendak bersumpah demi Allah terhadap dirimu, sewaktu kalian kembali kepada orang-orang itu, supaya kalian dapat meninggalkan orang-orang itu; maka berpalinglah kalian terhadap orang-orang itu; sebab orang-orang itu adalah najis bahwa tempat mereka merupakan Jahannam, sebagai balasan setimpal terhadap hal-hal yang telah diperbuat orang-orang itu. (Ayat:91-95)
  • Mereka mengharap secara giat kepadamu supaya kamu berkenan terhadap mereka; tetapi sekalipun dirimu berkenan terhadap mereka, ketahuilah bahwa Allah tidak berkenan terhadap kaum yang fasik. (Ayat:96)
  • Kaum A'rab itu berlaku sangat ingkar serta sangat munafik, serta tentu mereka tidaklah mengetahui peraturan-peraturan yang Allah sampaikan kepada RasulNya. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,  
    di antara orang-orang A'rab itu ada orang yang menganggap segala yang ia infaqkan sebagai suatu kerugian, sedang ia menanti-nanti bencana menimpa kalian, namun justru merekalah yang ditimpa Azab. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
    Bahwa di kalangan A'rab, terdapat orang-orang yang beriman kepada Allah serta Hari Akhir, serta menganggap hal-hal yang diinfaqkan sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah, serta sebagai supaya memperoleh perkenan Rasul, sungguh infaq merupakan suatu cara bagi orang-orang itu untuk mendekatkan diri; kelak Allah yang akan menempatkan orang-orang tersebut menuju KasihNya; ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:97-99)
  • Golongan yang diutamakan serta paling awal merupakan golongan berhijrah, serta golongan Anshar, serta orang-orang yang secara baik mengikuti mereka, Allah berkenan terhadap mereka sedang mereka pun berkenan terhadap Dia; serta Dia telah menyediakan untuk mereka, Surga-Surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya; mereka berada disana selamanya; demikian itu merupakan keberhasilan yang besar. (Ayat:100)
  • Diantara orang-orang A'rab yang di sekitar kalian itu, ada orang-orang munafik; demikian pula dari penduduk Madinah, mereka amat berlebihan dalam kemunafikan, kamu tidak mengetahui mereka namun Kami mengetahui mereka,
    kelak mereka akan Kami Hantam dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada Azab pedih, 
    adapun golongan lain yang mau mengakui dosa-dosa mereka, mereka telah membaurkan tindakan baik dengan tindakan buruk; kiranya Allah menerima pertaubatan mereka, sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:101-102)
  • Terimalah shadaqah dari sebagian harta benda mereka, supaya dirimu menyucikan serta memurnikan mereka, juga berdoalah untuk mereka; bahwa doamu merupakan ketenteraman jiwa bagi diri mereka; serta Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui; Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah mengabulkan pertobatan hamba-hambaNya serta mengabulkan zakat? ketahuilah bahwa Allah Maha Penerima tobat; Maha Penyayang. serta katakanlah: "Bertindaklah kalian, maka Allah serta RasulNya, serta orang-orang beriman yang akan melihat tindakan kalian itu, sedang kalian akan dikembalikan kepada Yang Mengetahui tentang perkara ghaib maupun tampak, lalu Dia jelaskan kepada kalian tentang hal-hal yang telah kalian kerjakan." sedang terdapat orang-orang lain yang ditangguhkan sampai Ketetapan Allah, baik Allah akan mengazab orang-orang itu ataupun Allah hendak menerima pertobatan orang-orang itu; ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:103-106)
  • Dan terdapat orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan serta kekafiran juga untuk memecah belah golongan yang beriman serta supaya menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah serta RasulNya sejak dahulu; sungguh orang-orang itu bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." sedang Allah bersaksi bahwa orang-orang itu merupakan golongan pendusta. Janganlah kalian bersembahyang di masjid itu sampai selamanya; ketahuilah bahwa masjid yang didirikan atas dasar ketakwaan sejak hari pertama merupakan lebih patut supaya kalian bersembahyang disana, di dalamnya terdapat orang-orang yang hendak menyucikan diri. serta Allah mengasihi golongan yang suci.
    Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjid dengan dasar ketakwaan kepada Allah serta PerkenanNya itu merupakan hal baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunan di tepi jurang yang hendak runtuh, lalu bangunan itu jatuh bersama-sama dengan orang-orang itu ke dalam Neraka Jahanam? namun Allah tidaklah membimbing kaum yang zalim. Bangunan-bangunan yang telah didirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam kalbu mereka, kecuali apabila kalbu mereka itu telah hancur; dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:107-110)
  • Sungguh Allah telah menerima nyawa mereka beserta harta benda mereka diganti dengan Surga untuk mereka, mereka itu berperang untuk Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh sebagai janji yang sebenarnya dalam Taurat, Injil dan Al-Quran, dan siapakah yang lebih menepati janji dibanding Allah?
    maka bergembiralah atas pertukaran yang telah kalian perjuangkan ini, dan itulah pencapaian yang luar biasa; 
    mereka itu adalah golongan yang bertaubat, yang mengabdikan diri, yang memuji, yang berjalan, yang taat, yang merendah, yang menjunjung kebaikan, mencegah berbuat jahat serta memelihara Hukum-Hukum Allah, dan gembirakan golongan yang beriman itu. (Ayat:111-112)
  • Tidak patut seorang Nabi maupun orang-orang beriman memohonkan pengampunan untuk golongan mempersekutukan walaupun ia adalah kerabatnya sendiri, yang telah jelas bagi mereka bahwa golongan mempersekutukan itu adalah golongan penghuni Api yang bergejolak, 
    sedangkan permintaan pengampunan Ibrahim untuk ayahnya tidak lain karena suatu janji yang telah diikrarkan kepada orang tersebut maka ketika telah jelas bagi dirinya bahwa ayahnya adalah musuh Allah, maka Ibrahim memisahkan diri daripadanya;
    sungguh Ibrahim adalah seorang yang menyayangi, yang mengasihani. (Ayat:113-114)
  • Dan Allah tidak akan meliarkan suatu kaum, melainkan sesudah Allah sampaikan Bimbingan kepada mereka supaya Dia beritahukan kepada mereka tentang hal-hal yang harus mereka tinggalkan, sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Ayat:115)
  • Bahwasanya Allah, yang MilikNyalah Kerajaan langit beserta bumi, Yang Menghidupkan maupun Yang Mematikan, dan sekali-kali tiada pelindung serta penolong untuk kalian selain Allah. (Ayat:116)
  • Sungguh Allah telah menerima pertobatan Nabi, golongan berhijrah maupun golongan Anshar, yang mereka telah mengikuti Nabi selama masa kesukaran, setelah kalbu sebagian golongan tersebut hampir berpaling, kemudian Allah menerima pertobatan mereka; sungguh Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang terhadap mereka; serta terhadap tiga orang yang ditangguhkan, hingga ketika muka bumi telah terasa sempit bagi mereka bertiga, padahal hal demikian merupakan tempat yang luas serta jiwa mereka pun telah terasa sempit bagi mereka, serta telah mengetahui bahwa tiada tempat lari terhadap Allah, melainkan kepada Dia; kemudian Allah menerima pertobatan mereka supaya mereka tetap dalam pertobatan; ketahuilah bahwa Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Ayat:117-118)
  • Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama-sama dengan golongan yang benar. (Ayat:119)
  • Tidaklah patut bagi penduduk Madinah maupun kalangan A'rab yang tinggal di sekitar mereka, apabila tidak turut menyertai Rasulullah; serta tidak patut bagi mereka apabila lebih mengutamakan diri sendiri dibanding dirinya; hal demikian itu disebabkan mereka tidak ditimpa kehausan, maupun kesukaran juga kelaparan dalam Kehendak Allah; serta mereka tidak menginjak suatu tempat yang memicu amarah golongan kafir, serta mereka tidak ditimpa suatu bencana dari musuh, bahwa tiada suatu keadaan melainkan diperhitungkan untuk mereka sebagai suatu amal saleh; maka ketahuilah bahwa Allah tidak menyia-nyiakan upah golongan yang berbuat baik, serta mereka tiada menginfaqkan suatu hal kecil, tidak pula hal besar serta tidak pula melintasi suatu lembah, melainkan ditulis bagi mereka sebagai amal saleh pula, serta Allah yang akan memberi balasan kepada mereka dengan hal yang lebih baik dibanding hal-hal yang telah mereka kerjakan. (Ayat:120-121)
  • Tidak patut bagi golongan beriman berangkat berperang semuanya; setidaknya terdapat suatu kelompok dari mereka yang tidak berangkat agar mereka menekuni Ilmu mereka tentang agama serta agar mereka memperingatkan kaumnya apabila golongan itu telah pulang kepada mereka, supaya golongan tersebut dapat menjaga diri. (Ayat:122)
  • Wahai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kalian, serta hendaklah orang-orang itu mendapati kekerasan daripada kalian, serta ketahuilah, bahwa Allah menyertai golongan bertakwa. (Ayat:123)
  • Dan apabila dihadirkan sebuah surah, maka di antara golongan itu ada yang berkata: "Siapakah di antara kalian yang semakin beriman melalui hal demikian?" adapun orang-orang yang beriman, maka hal demikian ini menambah keimanan, sedang mereka merasa bergembira; adapun orang-orang yang memiliki kalbu berkelainan, maka hal demikian justru menambah kekafiran di samping kekafiran lain sehingga orang-orang itu mati dalam keadaan kafir; maka tidakkah orang-orang itu memperhatikan bahwa diri orang-orang itu diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian orang-orang itu tidak bertobat; tidak pula mengambil pengajaran?
    Dan apabila diturunkan suatu surah maka terdapat sebagian orang yang memandang kepada sebagian lain: "Adakah seorang dari mereka yang melihat kalian?" setelah itu orang-orang itu pun berpaling; Allah telah memalingkan kalbu mereka disebabkan mereka merupakan kaum yang tidak memahami. (Ayat:124-127)
  • Sungguh telah hadir kepada kalian, seorang Rasul di tengah-tengah kaum kalian sendiri, sewaktu berat terasa olehnya penderitaan kalian, seorang yang sangat mencemaskan keadaan kalian, bahwa terhadap golongan beriman, ia berlaku baik serta penyayang. (Ayat:128)
  • Sekiranya orang-orang itu berpaling, maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagi diriku, tiada Tuhan selain Dia; hanya kepada Dia, aku menaruh kepercayaan; serta Dialah Tuhannya Arsy yang Agung." (Ayat:129)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Majalah Hidayah (Juli 2007) hal 137. ISSN 1693-3737

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Anfal
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Yunus
Surah 9