Surah Al-Hujurat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Hujurat
الحجرات
Al-Hujurat.png
Informasi
Arti Kamar-Kamar
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 49
Juz Juz 26
Statistik
Jumlah ruku' 2 ruku
Jumlah ayat 18 ayat

Surah Al-Hujurat (dalam bahasa Arab : سورة الحجرات ) adalah surah ke-49 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong surah madaniyah, terdiri atas 18 ayat. Dinamakan Al-Hujurat yang berarti Kamar-Kamar diambil dari perkataan Al-Hujurat yang terdapat pada ayat ke-4 surat ini.

Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah saw. utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata, "Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata, "Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah-bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih. Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..." (Q.S. Al Hujurat, 1) sampai dengan firman-Nya, "Dan kalau sekiranya mereka bersabar..." (Q.S. Al Hujurat, 5). Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya yang juga melalui Qatadah, bahwa para sahabat selalu mengeraskan suaranya kepada Rasulullah saw. bila berbicara dengannya, maka Allah swt. segera menurunkan firman-Nya, "Janganlah kalian meninggikan suara kalian ..." (Q.S. Hujurat 2).

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Wahai orang-orang yang beriman, jangan mendahului Allah serta UtusanNya; oleh sebab itu bertaqwalah terhadap Allah, sungguh Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.  (Ayat:1)
  2. Dan ketahuilah di kalangan kalian sungguh terdapat Utusan Allah, sekiranya ia menuruti kalian dalam banyak hal, tentulah kalian dilaknat,
    akan tetapi Allah menjadikan kalian gemar pada keimanan serta menjadikan itu perhiasan dalam kalbu kalian sehingga kalian membenci kekafiran, kefasikan, maupun kedurhakaan, itulah orang-orang yang beradab, sebagai sebuah karunia serta anugerah dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana (Ayat:7-8)
  3. Apabila terdapat dua kubu di antara golongan beriman itu bertengkar hendaklah kalian meredakan keduanya, tetapi apabila salah satu kubu bersalah terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar itu kamu lawan sampai tunduk pada Perintah Allah, ketika kubu itu telah menyerah, damaikan kedua pihak secara adil maka hendaklah berlaku wajar; sungguh Allah mencintai golongan yang berlaku wajar. (Ayat:9)
  4. Bahwasanya golongan yang beriman itu bersaudara, sebab itu damaikan kedua saudaramu itu serta bertaqwalah terhadap Allah, supaya kalian memperoleh Kasih. (Ayat:10)
  5. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah segolongan laki-laki merendahkan segolongan yang lain, adalah mungkin bahwa segolongan lain itu lebih baik dibanding diri mereka,
    serta jangan pula segolongan perempuan terhadap segolongan yang lain, adalah mungkin bahwa segolongan lain itu lebih baik dibanding diri mereka
    serta janganlah saling mencela di tengah-tengah kalian sendiri serta jangan pula memanggil secara mengejek, nama terburuk adalah yang berkaitan dengan kefasikan sesudah keimanan, bahwa barangsiapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang berlaku sewenang-wenang,  
    wahai orang-orang yang beriman, hindarilah menumpuk kecurigaan sebab dalam sebagian perkara, kecurigaan termasuk perbuatan dosa
    dan jangan memandang keburukan orang lain serta jangan menggunjingkan satu sama lain, Sukakah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang membusuk? tentulah kalian merasa jijik terhadap yang demikian, maka bertaqwalah terhadap Allah, sungguh Allah Maha Mengasihani, Maha Penyayang. (Ayat:11-12)
  6. Wahai umat manusia, sungguh Kami ciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa juga bersuku-suku supaya kalian saling mengenal, bahwasanya orang yang paling mulia di antara kalian menurut Allah adalah orang yang paling taqwa di antara kalian, sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (Ayat:13)
  7. Bahwasanya golongan yang beriman itu adalah orang-orang yang percaya kepada Allah beserta UtusanNya, kemudian orang-orang itu tidak lagi meragu sebab mereka mau berkorban melalui harta benda juga nyawa mereka untuk Jalan Allah, orang-orang itulah golongan yang terbukti. (Ayat:15)
  8. Katakanlah: "Apakah kalian akan memberitahukan kepada Allah tentang agama kalian, padahal Allah mengetahui segala yang di langit beserta yang di bumi, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?"
    mereka seakan menyenangkan dirimu dengan keislaman mereka, Katakanlah: "Janganlah kalian menampak-nampakkan kepada diriku tentang keislaman kalian, yang sebenarnya Allah berkenan terhadap kalian dengan membimbing kalian menuju keimanan, jika kalian memang golongan yang layak, sungguh Allah mengetahui rahasia-rahasia langit beserta bumi, dan Allah Mengawasi segala yang kalian lakukan. (Ayat:16-18)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Fath
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Qaf
Surah 49