Surabaya Mangrove Edu-Tourism Centre

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Surabaya Mangrove Edu-Tourism Centre
Surabaya Mangrove Edu-Tourism Centre Rancangan David Laksono Lim.jpg
Lokasi Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Status Tahap bidding
Penggunaan Mixed-use Mangrove Edu-Tourism
Detail teknis
Luas lantai 2100 m2 (22600 sq ft)
Perusahaan
Arsitek Davidson Laksono Lim S.Ds, Diana Lam Thamrin (Diana Thamrin S.Sn, M.Arch)[1] dan Lucky Basuki M.T
Pengembang Universitas Kristen Petra

Surabaya Mangrove Edu-Tourism Centre atau SME Centre adalah mega-project plan pemerintah Kota Surabaya,[2][3] seluas 2100 meter persegi di Distrik Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Perancangan karya Davidson Laksono Lim[4] pernah dipublikasikan ditahun 2019 oleh Universitas Kristen Petra.[5][6][7] Nama resminya adalah Gedung Pusat Edu-wisata Mangrove Surabaya (disingkat Gedung PEM Surabaya). Bangunan Edu-Wisata berkonsep Biophilic yang pertama di Indonesia[8] (yang melibatkan langsung UKM Mangrove[9] dan Lingkungan Ekosistem Mangrove Surabaya).

Desain Aspek[sunting | sunting sumber]

Mangrove Edu-Tourism Centre di Surabaya ini menjadi sebuah wadah alternatif yang solutif, dengan beberapa program pendekatan nilai-nilai yang dapat disimpulkan sesuai dengan penjabaran sebagai berikut:[10][11]

  • Nilai edukatif, agar pengunjung dapat sadar dan ikut serta merasakan dan mengenal ragam potensi pembudidayaan dan pengembangan produk mangrove. Unit edukatif dalam perancangan diantaranya; Mangrove Interactive Workshop Studio, Cultivation Studio, Mangrove Products Gallery, serta Indoor Wetland Conservatory Dome yang meliputi area Great Granny Garden, The Mangroves, The Rock, Palma and Epiphytic dan Wetland Bushes.[12]
  • Nilai rekreatif, juga hadir bersamaan guna menghadirkan makna belajar sambil berekreasi, unit rekreatif dalam perancangan diantaranya: The Telaga, Food Stall, Tea House, Sightseeing Deck dan Private Space Area.[13]
  • Nilai interaktif, melalui program teknologi informasi yang interaktif augmented reality, dengan proses scanning barcode signage yang memudahkan pengguna memperoleh informasi. Seluruh ruang dalam perancangan termasuk dalam unit interaktif, dimana pengunjung dapat berinteraksi dengan tim pengajar atau guide yang berasal dari masyarakat setempat, serta dengan lingkungan
  • Nilai Lokal Konten dihadirkan melalui konsep Bound To Nature, yang mempertahankan eksistensi kenampakan alam dan kebudayaan masyarakat kawasan Pamurbaya dan Pantarbaya, seperti perahu dayong tradisional, stilasi kelok sungai di ekosistem mangrove serta suasana kedekatan dengan alam.
  • Nilai mensejahterakan masyarakat mangrove dengan membuka lapangan pekerjaan baru melalui program pelatihan untuk bekerja sebagai edu-tourism staff atau guide dan edu-tourism garderner. Perancangan ini juga menjadi wadah ekonomi bagi masyarakat UKM mangrove, untuk menjajakan produk hasil pengembangan potensi mangrove melalui Food Stall dan Tea House, serta dapat mengajarkan cara pengolahan potensi tersebut melalui Mangrove Interactive Workshop Studio.

Dengan begitu, perancangan Mangrove Edu-Tourism Centre ini diyakini dapat memberikan program edukatif, rekreatif dan interaktif dengan cara yang baru, mampu menarik masyarakat lokal maupun dunia untuk datang dan menjadikannya tujuan destinasi yang baru, merasakan lokal konten dari kawasan mangrove Pamurbaya dan Pantarbaya. Perancangan juga berkesinambungan dengan konsep edu-tourism yakni melestarikan lingkungan dan mensejahterahkan masyarakat daerah dan UKM setempat.[14]

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Latar belakang dari perancangan ini adalah masyarakat Surabaya kurang mengenal keberadaan ekosistem mangrove dan pengembangan potensi produk olahannya oleh UKM (Usaha Kecil Menengah) lokal di Surabaya.[15] Disisi lain juga karena kurang terjangkaunya dan tidak memadainya wadah pendukung kegiatan tersebut. Tujuan dari Perancangan ini adalah menyediakan wadah alternatif untuk berkumpul dan mengenalkan kepada generasi millennial agar dapat memahami dan bereksperimen dengan potensi mangrove, melalui pendekatan edukatif, rekreatif, interaktif dan konten lokal, serta mensejahterakan masyarakat mangrove. Metode perancangan yang digunakan adalah metode Disney yang terdiri dari 4 tahap, yakni spectator view, dreamers view, realists view, dan critics view. Hasil perancangan adalah sebuah Mangrove Edu-Tourism Centre berkonsep Bound to Nature, dengan fasilitas ruang terbuka telaga, stal makanan, area informasi dan tunggu, galeri produk UKM, studio workshop, studio pembibitan, ruang staf, area santai, kubah konservatorial, dek atraktif, dan rumah teh. Penulis berharap melalui perancangan ini dapat memberi solusi sekaligus sebagai wadah komunitas global, dengan usaha mikro yang berefek makro untuk membantu mengelola dan menyelamatkan lingkungan mangrove di Surabaya.[16][17]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://interior.petra.ac.id/staff/view?id=S1414-1535607624
  2. ^ Dinas Lingkungan Hidup Surabaya. Profil Keanekaragaman Hayati (Kehati). Surabaya: Kehati, Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, 2011.
  3. ^ Direktorat Produk Pariwisata, Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan WWF-Indonesia. Prinsip Dan Kriteria Eduwisata Berbasis Masyarakat. Jakarta, 2009.
  4. ^ "Walikota Bu Risma dan Pemkot Surabaya Beri Dukungan, David Ardi Laksono Lim Perancang Interior Mangrove Edu-Tourism Centre Surabaya". Garuda.ristekbrin.go.id. February 11, 2019. Diakses tanggal February 11, 2019. 
  5. ^ "Experiential Learning through Community Co‐design in Interior Design Pedagogy". Today Online Library. December 25, 2019. 
  6. ^ Giri, Chandra P. Remote Sensing of Land Use and Land Cover: Principles and Applications. Boca Raton: CRC Press (Taylor & Francis Group), 2012.
  7. ^ Fikser, Muhammad. Buku Mangrove Surabaya. Surabaya: Online Publicity, 2016.
  8. ^ Koh, Buck Song. Perpetual Spring, Singapore's Gardens by the Bay. Singapore: Marshall Cavendish Editions, 2012.
  9. ^ Mulyani, Lulut Sri. Personal conversation interview. 21 Sep. 2017.
  10. ^ Dilts, Robert. Tools for Dreamers: Strategies for Creativity and the Structure of Innovation (2nd Publish, originally 1991). Santa Cruz: Dilts Strategy Group, 2017.
  11. ^ Castilla, Nicolas. Greenhouse Technology and Management 2nd Edition. Boston: CABI, 2013.
  12. ^ "Lim, David Ardi Laksono, Final Thesis Petra Christian University, Indonesia". Universitas Kristen Petra. September 11, 2018. Diakses tanggal September 11, 2018. 
  13. ^ Farid Kamal Muzaki, et al. Menjelajah Mangrove Surabaya. Surabaya: Pusat Studi Kelautan LPPM Institut Teknologi Sepuluh November, 2017.
  14. ^ "Lim, David Ardi Laksono, Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra, Surabaya, Indonesia". Universitas Kristen Petra. February 11, 2019. Diakses tanggal February 11, 2019. 
  15. ^ Isman. Personal conversation interview. 19 Sep. 2017.
  16. ^ "Implementasi Konsep "Bound to Nature" pada Perancangan Interior Mangrove Edu-Tourism Centre di Surabaya". Universitas Kristen Petra. July 1, 2019. Diakses tanggal July 1, 2019. 
  17. ^ "David Ardi Laksono Lim mengimplementasiKonsep "Bound to Nature" Dalam Ide Perancangan Edu-Tourism Yang Pertama Di Kota Surabaya". semanticscholar.org. February 11, 2019. Diakses tanggal February 11, 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]