Supervulkan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Supervolcano)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Peta supervulkan yang dikenal di seluruh dunia:

Supervulkan atau Supervulkanik sering pula disebut Gunung Berapi super atau Gunung Berapi Raksasa adalah vulkan atau gunung berapi yang mampu menghasilkan letusan vulkanis dengan ejekta lebih besar dari 1.000 kilometer kubik, yang lebih besar dari peristiwa vulkanis manapun dalam sejarah.[1] Supervulkan dapat terjadi ketika magma di Bumi naik ke kerak tetapi tidak mampu melewati kerak. Meningkatnya tekanan membuat kerak tidak dapat menahan tekanan. Supervulkan juga dapat membentuk batas lempeng konvergen (contohnya Toba). Istilah supervulkan relatif baru bagi ilmu pengetahuan.

Discovery Channel telah mendokumentasikan tujuh supervulkan:[2] Kaldera Yellowstone, Long Valley, dan Valles di Amerika Serikat; Danau Toba, Sumatra Utara, Indonesia; Gunung Taupo, Selandia Baru; Kaldera Aira, Kyūshū, Jepang; dan Siberian Traps, Rusia. Meskipun jumlah supervulkan dapat dihitung dengan jari, tetapi letusan supervulkan dapat menyebabkan perubahan iklim yang drastis (seperti menyebabkan zaman es kecil) yang dapat mengancam spesies di dunia.

Letusan terbesar Supervulkan[sunting | sunting sumber]

Letusan gunung berapi Supervulkan belum bisa ditentukan oleh para Ilmuwan. Beberapa sumber ada yang menyebut bahwa Gunung Toba merupakan gunung dengan letusan terbesar. Beberapa para ilmuwan menemukan beberapa batuan vulkanik di sekitar Pegunungan San Juan, Colorado, Amerika Serikat. Diperkirakan batuan ini merupakan sisa-sisa letusan gunung berapi. Karena hal ini, sebuah penelitian pun mencoba membuktikan mengenai letusan vulkanik ini.

Letusan vulkanik ini, memiliki usia yang sangat tua dan beragam, mulai dari yang temuda berusia sekitar 26,3 juta tahun lalu. Sebuah penelitian menemukan bahwa letusan ini merupakan letusan gunung Supervulkan yang sangat kuat dari sebuah gunung purba. Kini, gunung itu dinamai Kaldera La Garita. Kaldera Gunung La Garita merupakan letusan gunung terkuat. Kekuatannya diperkirakan mencapai 5000 km3, hampir 2 kali kekuatan gunung toba dengan kekuatan hanya 2.800 km3. Letusan ini diyakini terbesar yang pernah ada di bumi. Bahkan, beberapa para ilmuwan pun, mengalami perdebatan mengenai kekuatannya karena beberapa ilmuwan berpendapat bahwa kekuatan dapat mencapai VEI 9. Hingga saat ini, bukti mengenai gunung berapi ini, belum bisa ditentukan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]