Lompat ke isi

Liga Super (Indonesia)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Super Liga (Indonesia))
Liga Super
Badan yang mengaturPSSI
I-League
NegaraIndonesia
KonfederasiAFC
Dibentuk1994; 32 tahun lalu (1994) (sebagai Divisi Utama Liga Indonesia)
2008; 18 tahun lalu (2008) (sebagai Liga Super Indonesia)
2011; 15 tahun lalu (2011) (sebagai Liga Prima Indonesia) (kompetisi dualisme)
2016; 10 tahun lalu (2016) (sebagai ISC A) (kompetisi tidak resmi)
2017; 9 tahun lalu (2017) (sebagai Liga 1)
2025; 1 tahun lalu (2025) (sebagai Liga Super)
Musim perdana1994–95
Jumlah tim18
Tingkat pada piramida1
Degradasi keKejuaraan
Piala domestikPiala Indonesia
Piala Presiden (turnamen pra-musim)
Piala internasionalLiga Champions Dua AFC
Liga Challenge AFC
Kejuaraan Klub ASEAN
Juara bertahan ligaPersib Bandung (gelar ke–4)
(2024–25)
Klub tersuksesPersib Bandung
Persipura Jayapura
(4 gelar)
SponsorBRI
Televisi penyiar
Situs webSitus web resmi
2025–26

Liga Super (sebelumnya bernama Liga 1) atau yang secara resmi dikenal sebagai BRI Super League karena alasan sponsor,[1] adalah liga profesional tingkat pertama dalam sistem liga sepak bola Indonesia. Liga Super diikuti oleh 18 klub dan menggunakan sistem promosi dan degradasi, dengan I-League sebagai operator resmi liga ini.

Kasta teratas liga sepak bola profesional di Indonesia dimulai sejak musim 2008–09, dengan nama asli Indonesia Super League (Liga Super Indonesia) hingga tahun 2015. Sebelum PSSI membentuk dan menyelenggarakan Liga Super Indonesia sebagai liga sepak bola profesional pertama di Indonesia, nama kompetisi tingkat atas sebelumnya di Indonesia adalah Divisi Utama Liga Indonesia dari musim 1994–95 hingga 2007–08.[2] Sebelum reformasi pada tahun 2008, kompetisi nasional menggunakan format turnamen.[3] Liga ini telah melalui beberapa perubahan nama: Liga 1 yang dimulai pada tahun 2017,[4] dan Liga Super yang dimulai pada tahun 2025.[5]

Sebanyak empat puluh dua klub telah berkompetisi di kasta teratas sepak bola Indonesia sejak dimulainya Indonesia Super League pada tahun 2008. Delapan klub telah mendapat gelar juara: Persipura Jayapura (2008–09, 2010–11, 2013), Persib Bandung (2014, 2023–24, 2024–25), Bali United (2019, 2021–22), Arema (2009–10), Sriwijaya (2011–12), Bhayangkara Presisi (2017), Persija Jakarta (2018), dan PSM Makassar (2022–23).[6] Hanya empat klub yang telah bermain di setiap musim hingga saat ini: Arema, Madura United, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.[7] Semen Padang juga mendapat gelar juara di Liga Prima Indonesia 2011–12 selama era dualisme di sepak bola Indonesia.[6]

Awal Mula

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1994, PSSI menggabungkan tim-tim dari Perserikatan, sebuah liga populer bagi klub amatir yang mewakili asosiasi sepakbola regional, dan Galatama, sebuah liga yang kurang populer yang terdiri dari tim semi-profesional, untuk membentuk Liga Indonesia. Upaya ini memadukan fanatisme di Perserikatan dan profesionalisme di Galatama dengan tujuan meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia. Langkah ini menandai sistem berjenjang dalam kompetisi sepakbola Indonesia.[8] Babak grup seperti di Perserikatan digabungkan dengan sistem kompetisi penuh yang diikuti dengan babak semifinal dan final seperti di Galatama.[9]

Pembentukan

[sunting | sunting sumber]

Era kompetisi modern dimulai pada tahun 2008 dengan Indonesia Super League (ISL). Musim pertama dimulai dengan 18 klub. Gol pertama Indonesia Super League dicetak oleh Ernest Jeremiah dari Persipura Jayapura dalam hasil imbang 2–2 melawan Sriwijaya FC. 18 anggota pertama dari kompetisi yang baru Indonesia Super League mengikuti hasil akhir klasemen musim 2008–2009 adalah Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persib Bandung, Persik Kediri, Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Persija Jakarta, PSM Makassar, Pelita Jaya, Arema Malang, Persijap Jepara, Persiba Balikpapan, PKT Bontang, Persitara Jakarta Utara, PSMS Medan, Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang, dan PSIS Semarang. Awalnya, Persiter Ternate dan Persmin Minahasa lolos pendaftaran tetapi mereka gagal lolos verifikasi untuk menjadi anggota pendiri Indonesia Super League.[10]

Karena sepak bola di Indonesia sangat dipolitisasi dengan faksi-faksi saingan yang saling menggulingkan, konflik menjadi hal yang biasa sebelum tahun 2017. Konflik terburuk terjadi pada tahun 2011. Setelah dilantiknya dewan PSSI baru pada tahun 2011, seorang anggota Komite Eksekutif PSSI dan ketua Komite Kompetisi, Sihar Sitorus, menunjuk PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai operator liga baru yang menggantikan PT Liga Indonesia (LI) karena LI gagal menyediakan laporan pertanggungjawaban kepada PSSI.[11] Sitorus, salah satu politisi di PSSI, mengumumkan Liga Premier Indonesia sebagai kompetisi tingkat atas baru di Indonesia.[12] Setelah munculnya Liga Primer Indonesia (LPI), PSSI tidak mengakui keabsahan ISL. Tim-tim ISL seperti PSM Makassar, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro, yang telah memboikot operator ISL karena keputusan wasit dan manajemen, dengan senang hati beralih ke LPI bersama-sama dengan pecahan dari tim ISL yang ada.[13] Namun, musim LPI tahun 2011 dihentikan di tengah musim, karena terus terjadi perpecahan di dalam PSSI; liga baru, Liga Prima Indonesia (Indonesian Premier League; IPL) menggantikannya pada akhir tahun 2011 untuk musim 2011–2012.[14]

Sebelum terjadinya perpecahan di PSSI, Sitorus memicu kontroversi lebih lanjut ketika ia mengatakan bahwa kompetisi baru akan dibagi menjadi dua wilayah dan akan ada penambahan enam klub di divisi teratas, yang membuat banyak anggota asosiasi marah.[15] Sebanyak 14 tim yang seharusnya menjadi peserta Indonesia Premier League memilih untuk mendukung Liga Super Indonesia yang terus berjalan di bawah dukungan faksi pro-IPL, meskipun dianggap sebagai kompetisi ilegal.[16] PSSI resmi, yang didukung oleh FIFA dan AFC, tidak mengakui ISL selama dua musim. Sementara itu, Liga Premier Indonesia menjadi liga kasta teratas dari tahun 2011 hingga 2013 dengan hanya 11 tim.[17][18]

Dalam sebuah kongres luar biasa PSSI pada tanggal 17 Maret 2013, anggota asosiasi mengecam Sitorus dan memutuskan bahwa Liga Super Indonesia akan kembali menjadi kompetisi tingkat atas, menyusul dibubarkannya Liga Primer Indonesia.[19] Sitorus dan lima anggota dewan PSSI lainnya diberhentikan dari dunia sepak bola karena peran mereka dalam perpecahan (dikenal secara lokal sebagai dualisme) yang mengganggu sepak bola Indonesia.[20]

Dewan PSSI yang baru juga memutuskan bahwa tujuh tim terbaik dari Liga Primer Indonesia 2013 akan bergabung dengan liga yang bersatu setelah dilakukan verifikasi. Semen Padang, Persiba Bantul, Persijap Jepara, dan PSM Makassar lolos verifikasi, sedangkan Perseman Manokwari, Persepar Palangkaraya, dan Pro Duta tidak lolos, sehingga musim 2014 diikuti oleh 22 tim.[21][22]

Intervensi Pemerintah dan Suspensi FIFA

[sunting | sunting sumber]

Dampak dari perpecahan tersebut menghantui sepak bola Indonesia selama bertahun-tahun setelah penggabungan kembali. Pada tanggal 18 April 2015, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi secara resmi melarang kegiatan PSSI setelah PSSI menolak untuk mengakui rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), sebuah lembaga di bawah kementerian, bahwa Arema Cronus dan Persebaya ISL tidak boleh lolos verifikasi ISL karena masih ada klub lain yang menggunakan nama yang sama.[23][24] Sebelumnya, Nachrawi telah mengirimkan tiga surat peringatan. Namun, PSSI menolak untuk menjawab panggilannya hingga batas waktu yang ditentukan. Akibatnya, PSSI secara resmi menghentikan semua kompetisi di musim 2015 setelah rapat Komite Eksekutif PSSI pada tanggal 2 Mei 2015 menyebut intervensi pemerintah sebagai keadaan memaksa.[25]

Intervensi pemerintah juga membuat FIFA menghukum Indonesia dengan suspensi satu tahun dari semua aktivitas sepak bola karena badan dunia tersebut menganggap campur tangan negara dalam masalah sepak bola sebagai pelanggaran terhadap anggotanya, PSSI.[26] Selama masa suspensi, beberapa turnamen digelar untuk mengisi kekosongan, dimulai dari Piala Presiden 2015, yang dijuarai Persib Bandung, hingga Piala Bhayangkara yang menutup serangkaian turnamen yang tidak diakui tersebut.[27]

Pada tanggal 13 Mei 2016, FIFA secara resmi mengakhiri suspensi, menyusul dicabutnya surat keputusan oleh menteri Indonesia pada tanggal 10 Mei 2016.[28] Tak lama setelah itu, sebuah turnamen jangka panjang dengan format kompetisi penuh, Indonesia Soccer Championship (ISC), muncul.[29] Di mana pada musim itu Persipura Jayapura menjadi Kampiun ISC 2016.[30]

Perubahan Nama Pertama

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2017, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia diubah namanya secara resmi menjadi Liga 1. Perubahan nama juga diberlakukan untuk Divisi Utama (menjadi Liga 2) dan Liga Nusantara (menjadi Liga 3).[4] Operator dari kompetisi ini juga berubah dari PT Liga Indonesia (LI) menjadi PT Liga Indonesia Baru (LIB).[31]

Bhayangkara adalah juara pertama dari kompetisi ini dengan nama kedua di musim 2017. Sesuai dengan sifat kontroversial sepak bola Indonesia, penobatan ini memicu kecaman dari para penggemar. Bhayangkara, sebuah tim yang dikelola oleh Kepolisian Indonesia yang tidak memiliki basis penggemar, menang karena unggul head-to-head melawan Bali United, sebuah tim dengan dukungan yang berkembang pesat karena manajemen profesional modernnya, setelah kedua tim memiliki poin yang sama di akhir musim.[32] Bali United akhirnya mendapat gelar juara pada 2019,[33][34] menyusul Persija Jakarta pada 2018.[35]

Pandemi COVID-19 menyebabkan musim 2020 dinyatakan batal.[36]

Khusus musim 2021–2022 mengingat kompetisi berjalan masih di tengah pandemi COVID-19, Kompetisi Liga 1 harus melakukan beberapa terobosan supaya berjalan dengan aman. Sistem kompetisi tersebut menggunakan sistem gelembung atau bubble to bubble menjadi pilihan, yaitu ketika setiap kontestan Liga 1 berkumpul terpusat di satu pulau dan semua tim Liga 1 tidak ada yang bermain di kandangnya sendiri, sistem kompetisi yang baru tersebut agar nantinya tidak menjadi klaster baru penyebaran virus COVID-19.[37]

Musim 2022–2023 diganggu oleh tragedi Stadion Kanjuruhan dan selesai tanpa degradasi.[38]

Musim 2023–2024 memperkenalkan play-off kejuaraan setelah musim reguler.[39]

Musim 2024–2025 berisi wakil dari setiap pulau untuk pertama kalinya.[40]

Perubahan Nama Kedua

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2025, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia diubah namanya untuk kedua kalinya menjadi Liga Super. Perubahan nama juga diberlakukan untuk Liga 2 (menjadi Kejuaraan).[5] Operator dari kompetisi ini juga berubah dari PT Liga Indonesia Baru menjadi I-League.[41]

Pada 15 Januari 2026, seiring dengan pergantian logo BRI sebagai sponsor utama kompetisi tersebut dalam rangka ulang tahun ke-130 pada 16 Desember 2025, logo Liga Super mengalami sedikit penyesuaian, dimana logo BRI yang dipakai sejak tahun 2020 diganti dengan logo BRI yang baru, dan warna resmi kompetisi ini mengadopsi warna "Nusantara Blue" dan "Cakrawala Blue" yang bertujuan untuk menyelaraskannya dengan warna korporat baru yang digunakan BRI.[42] Perubahan logo tersebut mulai diimplementasikan secara on-air di pekan ke-18 Liga Super pada 23 Januari 2026.[43]

Format kompetisi

[sunting | sunting sumber]

Format kompetisi menggunakan format satu wilayah di mana sebelumnya (terakhir 2007) menggunakan format dua wilayah.[44][45] Gelar juara akan ditentukan dari jumlah poin paling banyak selama 34 pertandingan dan diikuti oleh kriteria head-to-head, jumlah selisih gol, jumlah gol yang dicetak, jumlah poin fair play, dan undian. Juara akan mewakili Indonesia di babak kualifikasi Liga Champions Dua Asia. Sedangkan peringkat ke-2 akan mewakili Indonesia di babak kualifikasi Liga Challenge Asia. Tiga tim penghuni terbawah klasemen akan langsung terdegradasi dan digantikan oleh tiga tim terbaik dari Kejuaraan yang promosi.

Sebanyak 18 klub berkompetisi pada musim 2025–2026.

Tim Lokasi Stadion
Arema Kabupaten Malang
(Kepanjen)
Kanjuruhan
Bali United Kabupaten Gianyar
(Blahbatuh)
Kapten I Wayan Dipta
Bhayangkara Presisi Lampung Kota Bandar Lampung Sumpah Pemuda
Borneo Samarinda Kota Samarinda Segiri
Dewa United Banten Kabupaten Serang
(Pabuaran)
Stadion Internasional Banten
Madura United Kabupaten Pamekasan
(Tlanakan)
Gelora Madura Ratu Pamelingan
Malut United Kota Ternate Gelora Kie Raha
Persebaya Kota Surabaya Gelora Bung Tomo
Persib Kota Bandung Gelora Bandung Lautan Api
Persija DKI Jakarta Stadion Internasional Jakarta (Jakarta Utara)
Gelora Bung Karno (Jakarta Pusat)[s 1]
Patriot Candrabhaga (Kota Bekasi)
Persijap Kabupaten Jepara Gelora Bumi Kartini
Persik Kota Kediri Brawijaya
Persis Kota Surakarta Manahan
Persita Kabupaten Tangerang
(Kelapa Dua)
Arena Indomilk
PSBS Kabupaten Biak Numfor
(Biak Kota)
Maguwoharjo (Kabupaten Sleman)
PSIM Kota Yogyakarta Sultan Agung (Kabupaten Bantul)
PSM Kota Makassar Gelora B. J. Habibie (Kota Parepare)
Semen Padang Kota Padang Gelora Haji Agus Salim

Catatan:

  1. Hanya pertandingan mayor.

Regulasi pemain asing

[sunting | sunting sumber]

Mulai musim 2025–2026 setiap klub Super League dapat memiliki hingga 11 pemain asing, dengan maksimal 8 pemain asing yang dapat didaftarkan dalam satu pertandingan.[46] Tetapi jumlah pemain asing yang dapat masuk ke daftar susunan pemain bertambah menjadi 9 pemain asing, dengan maksimal 7 pemain asing di lapangan.[47]

Riwayat kompetisi

[sunting | sunting sumber]

Hasil dari musim ke musim

[sunting | sunting sumber]
Musim Nama turnamen Juara Runner-up
1994–95 Divisi Utama Liga Indonesia
(Liga Dunhill)
Persib Bandung Petrokimia Putra
1995–96 Mastrans Bandung Raya PSM Makassar
1996–97 Liga Kansas Persebaya Surabaya Bandung Raya
1997–98 Ligina Kompetisi tidak selesai (krisis politik)[48]
1998–99 PSIS Semarang Persebaya Surabaya
1999–2000 Liga Bank Mandiri PSM Makassar Pupuk Kaltim
2001 Persija Jakarta PSM Makassar
2002 Petrokimia Putra Persita Tangerang
2003 Persik Kediri PSM Makassar
2004 Persebaya Surabaya PSM Makassar
2005 Liga Djarum Persipura Jayapura Persija Jakarta
2006 Persik Kediri PSIS Semarang
2007–08 Sriwijaya PSMS Medan
2008–09 Indonesia Super League
(Djarum ISL)
Persipura Jayapura Persiwa Wamena
2009–10 Arema Indonesia Persipura Jayapura
2010–11 Persipura Jayapura Arema Indonesia
2011–12 Liga Prima Indonesia Semen Padang Persebaya 1927
2011–12 Indonesia Super League Sriwijaya Persipura Jayapura
2013 Persipura Jayapura Arema Cronus
2014 Persib Bandung Persipura Jayapura
2015 QNB League Kompetisi tidak selesai (dibekukan pemerintah/FIFA)[49]
2016[a] Indonesia Soccer Championship A
(Torabika Soccer Championship)
Persipura Jayapura Arema Cronus
2017 Go-Jek Traveloka Liga 1 Bhayangkara Bali United
2018 Go-Jek Liga 1 Persija Jakarta PSM Makassar
2019 Shopee Liga 1 Bali United Persebaya Surabaya
2020 Kompetisi dibatalkan (pandemi COVID-19)[49]
2021–22 BRI Liga 1 Bali United Persib Bandung
2022–23 PSM Makassar Persija Jakarta
2023–24 Persib Bandung Madura United
2024–25 Dewa United

Catatan:

  1. Bukan kompetisi resmi yang berafiliasi dengan PSSI, AFC & FIFA.

Klub tersukses

[sunting | sunting sumber]
Klub Juara Runner-up Musim Juara Musim Runner-up
Persipura Jayapura 4 3 2005, 2008–09, 2010–11, 2013 2009–10, 2011–12 (ISL), 2014
Persib Bandung 4 1 1994–95, 2014, 2023–24, 2024–25 2021–22
PSM Makassar 2 5 1999–2000, 2022–23 1995–96, 2001, 2003, 2004, 2018
Persebaya Surabaya 2 3 1996–97, 2004 1998–99, 2011–12 (IPL), 2019
Persija Jakarta 2 2 2001, 2018 2005, 2022–23
Bali United 2 1 2019, 2021–22 2017
Persik Kediri 2 2003, 2006
Sriwijaya 2 2007–08, 2011–12 (ISL)
Arema 1 2 2009–10 2010–11, 2013
Bandung Raya 1 1 1995–96 1996–97
PSIS Semarang 1 1 1998–99 2006
Petrokimia Putra 1 1 2002 1994–95
Semen Padang 1 2011–12 (IPL)
Bhayangkara Presisi 1 2017
Pupuk Kaltim 1 1999–2000
Persita Tangerang 1 2002
PSMS Medan 1 2007–08
Persiwa Wamena 1 2008–09
Madura United 1 2023–24
Dewa United 1 2024–25

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Pencetak gol terbanyak

[sunting | sunting sumber]
Tahun Pemain Klub Gol
1994–95 Indonesia Peri Sandria Bandung Raya 34
1995–96 Montenegro Dejan Gluscevic 30
1996–97 Brasil Jacksen F. Tiago Persebaya Surabaya 26
1997–98 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto Pelita Jaya 20
1998–99 Gabon Alain Mabenda PSDS Deli Serdang 11
1999–2000 Indonesia Bambang Pamungkas Persija Jakarta 24
2001 Kamerun Sadissou Bako Barito Putera 22
2002 Indonesia Ilham Jaya Kesuma Persita Tangerang 26
2003 Chili Oscar Aravena PSM Makassar 31
2004 Indonesia Ilham Jaya Kesuma Persita Tangerang 22
2005 Uruguay Cristian Gonzáles[p 1] Persik Kediri 25
2006 29
2007–08 32
2008–09 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura 28
Uruguay Cristian Gonzáles[p 1] Persik Kediri dan Persib Bandung
2009–10 Paraguay Aldo Barreto Bontang 19
2010–11 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura 22
2011–12 Brasil Beto Gonçalves[p 1] Sriwijaya 25
2013 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura 25
2014 Kamerun Emmanuel Kenmogne Persebaya ISL 25
2017 Belanda Sylvano Comvalius Bali United 37
2018 Serbia Aleksandar Rakić PS TIRA 21
2019 Kroasia Marko Šimić Persija Jakarta 28
2021–22 Indonesia Ilija Spasojević Bali United 23
2022–23 Brasil Matheus Pato Borneo Samarinda 25
2023–24 Brasil David da Silva Persib Bandung 30
2024–25 Brasil Alex Martins Dewa United 26

Catatan:

  1. 1 2 3 Pemain belum dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia pada saat kompetisi berlangsung.

Pemain terbaik

[sunting | sunting sumber]
Musim Pemain Klub
1994–95 Indonesia Widodo C. Putro Petrokimia Putra
1995–96 Indonesia Ronny Wabia Persipura Jayapura
1996–97 Indonesia Nur'alim Bandung Raya
1998–99 Indonesia Ali Sunan PSIS Semarang
1999–2000 Indonesia Bima Sakti PSM Makassar
2001 Indonesia Bambang Pamungkas Persija Jakarta
2002 Indonesia Ilham Jaya Kesuma Persita Tangerang
2003 Indonesia Musikan Persik Kediri
2004 Indonesia Ponaryo Astaman PSM Makassar
2005 Indonesia Christian Warobay Persipura Jayapura
2006 Indonesia Maman Abdurrahman PSIS Semarang
2007–08 Liberia Zah Rahan Krangar Sriwijaya
2008–09 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2009–10 Indonesia Kurnia Meiga Arema Indonesia
2010–11 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2011–12 Saint Kitts dan Nevis Keith Gumbs Sriwijaya
2013 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2014 Indonesia Ferdinand Sinaga Persib Bandung
2017 Portugal Paulo Sérgio Bhayangkara
2018 Nepal Rohit Chand Persija Jakarta
2019 Brasil Renan Silva Borneo
2021–22 Jepang Taisei Marukawa Persebaya Surabaya
2022–23 Belanda Wiljan Pluim PSM Makassar
2023–24 Meksiko Francisco Rivera Madura United
2024–25 Spanyol Tyronne del Pino Persib Bandung

Penjaga gawang terbaik

[sunting | sunting sumber]
Musim Pemain Klub
2013 Korea Selatan Yoo Jae-hoon Persipura Jayapura

Pemain muda terbaik

[sunting | sunting sumber]
Musim Pemain Klub
2013 Indonesia Syakir Sulaiman Persiba Balikpapan
2017 Indonesia Rezaldi Hehanusa Persija Jakarta
2018 Indonesia Osvaldo Haay Persebaya Surabaya
2019 Indonesia Todd Rivaldo Ferre Persipura Jayapura
2021–22 Indonesia Marselino Ferdinan Persebaya Surabaya
2022–23 Indonesia Ilham Rio Fahmi Persija Jakarta
2023–24 Indonesia Fajar Fathur Rahman Borneo Samarinda
2024–25 Indonesia Arkhan Fikri Arema

Pelatih terbaik

[sunting | sunting sumber]
Musim Pelatih/Manager Klub
2013 Brasil Jacksen F. Tiago Persipura Jayapura
2018 Brasil Stefano Cugura Persija Jakarta
2019 Brasil Stefano Cugurra Bali United
2021–22 Indonesia Aji Santoso Persebaya Surabaya
2022–23 Portugal Bernardo Tavares PSM Makassar
2023–24 Kroasia Bojan Hodak Persib Bandung
2024–25

Penghargaan gol terbaik

[sunting | sunting sumber]
Musim Pemain Klub Lawan Tanggal
2017 Indonesia Septian David Maulana Mitra Kukar Persiba Balikpapan 10 November 2017
2019 Brasil David da Silva Persebaya Surabaya Arema 12 Desember 2019
2021–22 Portugal Carlos Fortes Arema Persija Jakarta 5 Februari 2022
2022–23 Brasil Matheus Pato Borneo Samarinda Bali United 3 April 2023
2024–25 Indonesia Rizky Ridho Persija Jakarta Arema 9 Maret 2025

Tim Fair Play

[sunting | sunting sumber]
Musim Klub
2017 Perseru Serui
2018 Barito Putera
2019 TIRA-Persikabo
2021–22 Madura United
2022–23 Bhayangkara
2023–24 Borneo Samarinda
2024–25 Malut United

Bersponsor

[sunting | sunting sumber]
Periode Sponsor Nama Liga Ref.
1994–1996 Dunhill Liga Dunhill [50]
1996–1997 Kansas Liga Kansas [51]
1997–1999 Tidak ada sponsor Ligina (Liga Indonesia)
1999–2004 Bank Mandiri Liga Bank Mandiri [52]
2004–2008 Djarum Super Liga Djarum [53]
2008–2011 Djarum Indonesia Super League [54]
2011–2014 Tidak ada sponsor Indonesia Super League [55]
2015 QNB Group QNB League [56]
2016 Torabika Torabika Soccer Championship [57]
2017 Go-Jek dan Traveloka Go-Jek Traveloka Liga 1 [58]
2018 Go-Jek Go-Jek Liga 1 [59]
2019–2020 Shopee Shopee Liga 1 [60][61]
2021–2025 Bank Rakyat Indonesia BRI Liga 1 [list 1]
2025–sekarang BRI Super League [1]

Referensi yang dibundel:

Penyiar Liputan Tahun Ringkasan
Emtek TV gratis 2018–2027 Sebagian besar pertandingan besar hanya tersedia melalui antena terestrial digital. Lima hingga sembilan pertandingan per minggu disiarkan langsung di Indosiar untuk sejumlah stasiun transmisi seperti siaran nasional dan daerah.
Streaming Disiarkan langsung di Vidio Premier (Berbayar). Lima hingga tujuh pertandingan yang disiarkan langsung (termasuk pertandingan besar) diperlukan langganan (Hanya disiarkan untuk penonton Indonesia) dan Pertandingan yang disiarkan langsung yang bukan di Vidio Premier (tidak termasuk pertandingan besar) tersedia gratis, dengan highlight gratis dan liputan penuh gratis dari 306 pertandingan yang tersedia di Indonesia dan negara lain melalui permintaan (saluran Indosiar dan saluran resmi Vidio Liga Super).
TV berbayar 2021–2027 Pertandingan yang tersedia untuk pelanggan Nex Parabola.
Sin Po Media TV gratis 2025–sekarang Disiarkan langsung di Sin Po TV.

Sebelumnya

[sunting | sunting sumber]
Tahun Penyiar
TV gratis TV berbayar Streaming
2008–2012 ANTV
2013 VIVA
2014 MNC Media
Kompas TV
K-Vision Domikado
2015 MNC Media
NET.
Lippo Group
Matrix Garuda
2017 tvOne Orange TV iflix
SportsFix
2018 O Channel
tvOne
Orange TV
Matrix Garuda
IndiHome
SportsFix
2019 O Channel/Moji Matrix Garuda
IndiHome
2020–2022 MVN
IndiHome
Vision+
2022–2023 IndiHome
2023–2025 MVN

Hak komersial

[sunting | sunting sumber]
Periode Mitra
2013–2015[66] BV Sports
2017–2020[67] Gelora Trisula Semesta
2021–sekarang[67] Karya Kreasi Bangsa

Lihat juga

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Triyogo, Arkhelaus Wisnu (7 Juli 2025). "PT LIB Ubah Nama Kompetisi Liga 1 Jadi BRI Super League". Tempo.
  2. "Liga Indonesia Paling Hobi Ganti Nama: 6 Kali Sejak 1994". CNN Indonesia. 9 Juli 2025.
  3. "Liga Indonesia Dengan Format Dua Wilayah, Nostalgia dan Obat Kala Pandemi". Football Tribe. 15 Oktober 2020. hlm. 2.
  4. 1 2 "PSSI Ubah ISL Jadi Liga 1". Bola.net. 20 Januari 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-04-03. Diakses tanggal 19 April 2023.
  5. 1 2 Robbani, Muhammad (7 Juli 2025). "Rebranding, Liga 1 Ganti Nama Jadi Super League". sepakbola. detikcom. Diakses tanggal 7 Juli 2025.
  6. 1 2 Zaki, Muhammad; Nugho, Archie (2025-05-06). "DAFTAR JUARA Liga Indonesia (1994–2025)". goal.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-05-18.
  7. Setiawan, Angga; Dennys, Ferril (2 April 2020). "Klub Indonesia yang Tak Pernah Tergusur dari Liga 1 sejak Era ISL". Kompas.com.
  8. "BRI Liga 1". PSSI - Football Association of Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-11-08. Diakses tanggal 2024-12-04.
  9. Putra, Gerry (2016-09-29). "Sejarah Kompetisi Sepakbola di Indonesia: Dari Masa Pra-Kemerdekaan Hingga (Menuju) Liga Profesional". FourFourTwo. Diarsipkan dari versi asli pada 2016-10-25. Diakses tanggal 2023-04-19.
  10. "ISL, Premier League Rasa Indonesia". KOMPAS.com. 2008-07-10. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-15. Diakses tanggal 2023-04-19.
  11. Anamisme, Mugiwara (2013-05-05). "IPL, ISL dan Dampak Dualisme Sepakbola Nasional". KOMPASIANA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-18. Diakses tanggal 2023-04-19.
  12. "'PSSI Jangan Didikte dari Belakang'". Detik.com. 14 September 2011.
  13. Widiastuti, Rina (2011-01-08). "Liga Super Indonesia Menantang Liga Primer Indonesia". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-28. Diakses tanggal 2023-04-19.
  14. Afroni, Donny (11 Oktober 2011). "Widjajanto: Nama Liga Prima Indonesia Diputuskan Komite Eksekutif". Goal.com. Diarsipkan dari versi asli pada 11 Oktober 2011.
  15. Al-Yamani, Zaky (2011-09-30). "Penentang Liga Super 24 Tim Bertambah". www.viva.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-18. Diakses tanggal 2023-04-19.
  16. "14 Klub Liga Indonesia Ancam Gelar Liga Tandingan". sepakbola. detikcom. 2011-10-13. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-18. Diakses tanggal 2023-04-19.
  17. Sammy, Abdullah; Akhmad, Chairul (2011-10-13). "Liga Indonesia Musim Depan Bernama Indonesia Premier League". Republika Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-12-16. Diakses tanggal 2023-04-19.
  18. Tarmizi, Tasrief (11 Januari 2013). "IPL diikuti 16 klub". Antara.
  19. Afroni, Donny (2013-03-17). "Liga Tetap Bernama Indonesia Super League". Goal.com. Diarsipkan dari versi asli pada 2013-03-20. Diakses tanggal 2023-04-19.
  20. Dhanniary, Anry (2013-05-07). "6 Exco PSSI Dihukum 10 Tahun". Viva.co.id. Diakses tanggal 2024-12-17.
  21. "ISL dan IPL Akhirnya Bersatu". KORAN KALTIM. 2013-03-17. Diarsipkan dari versi asli pada 2015-04-07. Diakses tanggal 2023-04-19.
  22. Rahadi, Fernan (2013-12-12). "Tidak Lolos Verifikasi, Tiga Tim IPL Dimasukkan Divisi Utama". Republika Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-03-21. Diakses tanggal 2023-04-19.
  23. Vetriciawizach (2015-04-18). "Menpora Resmi Bekukan PSSI". olahraga. CNN Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-06-28. Diakses tanggal 2023-04-19.
  24. Kardi, Dika Dania (2015-04-18). "Kronologi Keputusan Final Pembekuan PSSI". olahraga. CNN Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-18. Diakses tanggal 2023-04-19.
  25. "Force Majeur, PSSI Hentikan Semua Kompetisi". PSSI - Football Association of Indonesia. 2015-05-02. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-19.
  26. Salusi, Novitasari Dewi (30 Desember 2015). "PSSI Disanksi FIFA". sepakbola. detikcom.
  27. Aditya, Lucas (5 April 2016). "Setahun Pembekuan PSSI, Apa Kabar Sepakbola Indonesia?". Detik.com.
  28. Laksamana, Nugyasa (13 Mei 2016). "FIFA Resmi Cabut Sanksi terhadap Indonesia". Kompas.com. Kompas Cyber Media.
  29. Firdausy, Farabi (16 Januari 2016). "PT Liga Indonesia & Klub Sepakat Lepas Nama Indonesia Super League". Goal.com. Diarsipkan dari versi asli pada 10 Januari 2018.
  30. Jati, Aning (2016-12-18). "Perjalanan Penuh Lika-Liku Persipura hingga Jadi Kampiun TSC 2016". Bola.com. Diakses tanggal 2022-04-20.
  31. Pradigdo, Benediktus Gerendo (16 Maret 2017). "PSSI Tunjuk PT Liga Indonesia Baru Jadi Operator Kompetisi 2017". bola.com.
  32. Divianta, Dewi (13 November 2017). "Akhir Drama Liga 1, Bhayangkara FC Juara". liputan6.com.
  33. Pradigdo, Benediktus Gerendo (18 Desember 2020). "Kisah Sukses Bali United Juara Liga 1 2019: Buah Manis Memperkuat Pertahanan pada Awal Musim". Bola.com.
  34. Wany, Aditya (22 Desember 2020). "Setahun Lalu, Bali United Juara Liga 1 2019 Tapi Dipermalukan Madura United". Bola.com.
  35. Dewi, Aulia (14 Agustus 2021). "Mengenang Momen Persija Jakarta Juara Liga 1 2018, Akankah Terulang Musim Ini?". Bola.com.
  36. "Kompetisi Liga 1 dan 2 Musim 2020–2021 Resmi Dibatalkan". PSSI – Football Association of Indonesia. 20 Januari 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Januari 2021. Diakses tanggal 20 Januari 2021.
  37. "PSSI Jelaskan Format Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 di Tengah Pandemi". Goal.com. 30 Mei 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-04. Diakses tanggal 2021-08-29.
  38. Rohman, Abdul (5 Maret 2023). Melati, Metta Rahma (ed.). "Liga 2 2022/2023 Dihentikan, Liga 1 Otomatis Tanpa Degradasi". Bolasport.com.
  39. "Apa Itu Championship Series di Liga 1?". CNN Indonesia. 23 Februari 2024.
  40. Zilky, Ahmad; Jaya, Eris Eka (10 Maret 2024). "Tiga Tim Promosi ke Liga 1, Warna Baru untuk Liga Indonesia". Kompas.com.
  41. Prasatya, Randy (12 Juli 2025). "LIB Rebranding Jadi ILeague". sepakbola. detikcom. Diakses tanggal 14 Juli 2025.
  42. Putri, Karunia (16 Desember 2025). "BRI Rebranding: Transformasi jadi Bank Universal Modern dan Luncurkan Logo Baru". Katadata.co.id. Diakses tanggal 15 Januari 2026.
  43. "Hasil Akhir - Persis vs Borneo FC Samarinda FC | BRI Super League 2025/26". Indosiar. 23 Januari 2026 via Youtube.
  44. Karami, Luzman Rifqi (26 Agustus 2011). "Sejarah Kompetisi Sepak Bola Indonesia". VIVA.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-14. Diakses tanggal 2022-09-10.
  45. "Liga Super Indonesia (ISL) dari Masa ke Masa". VIVA.co.id. 7 November 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-09-21. Diakses tanggal 2022-09-10.
  46. Syachniar, Zaro Ezza (7 Juli 2025). Sidik, Jafar M. (ed.). "Liga Indonesia musim depan boleh daftarkan 11 pemain asing". Antara.
  47. Raya, Mercy (28 Juli 2025). "Regulasi Pemain Asing Super League, Ferry Paulus: 7 Main, 9 di DSP". Detik.com.
  48. "5 Kisah Liga Indonesia Berhenti di Tengah Musim". CNN Indonesia. 2023-01-18. Diakses tanggal 2024-12-16.
  49. 1 2 "5 Kisah Liga Indonesia Berhenti di Tengah Musim". CNN Indonesia. 2023-01-18. hlm. 2. Diakses tanggal 2024-12-16.
  50. Sufiyanto, Tengku, ed. (2016-08-23). "Cerita Produk Rokok yang Pernah 'Merajai' Sepakbola Indonesia". INDOSPORT.com. hlm. 2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-12. Diakses tanggal 2021-02-07.
  51. Sufiyanto, Tengku, ed. (2016-08-23). "Cerita Produk Rokok yang Pernah 'Merajai' Sepakbola Indonesia". INDOSPORT.com. hlm. 3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-10. Diakses tanggal 2022-10-08.
  52. "State bank to sponsor Ligina". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 12 Februari 2000.
  53. Sufiyanto, Tengku, ed. (2016-08-23). "Cerita Produk Rokok yang Pernah 'Merajai' Sepakbola Indonesia". INDOSPORT.com. hlm. 4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 2022-10-08.
  54. Sufiyanto, Tengku, ed. (2016-08-23). "Cerita Produk Rokok yang Pernah 'Merajai' Sepakbola Indonesia". INDOSPORT.com. hlm. 5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 2022-10-08.
  55. Lazuardi, Glery (8 November 2013). Esvandi, Dodi (ed.). "ISL 2014 Kemungkinan Tanpa Sponsor Rokok". TribunNews.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 November 2013. Diakses tanggal 3 November 2014.
  56. "Liga & BVSport Gandeng QNB Group". www.ligaindonesia.co.id. 3 April 2015. Diarsipkan dari versi asli pada 5 April 2015. Diakses tanggal 3 April 2015.
  57. Mansur, Ali (18 April 2016). Itah, Israr (ed.). "Dipastikan Bergulir, Indonesia Soccer Championship Berganti Nama". Jakarta: Republika. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 April 2016.
  58. Febrianto, Luthfie (10 April 2017). "Jadi Sponsor Liga 1, Gojek-Traveloka Sumbang Rp 180 Miliar". liputan6.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 April 2017.
  59. "Ini Penyebab Berubahnya Titel Sponsor Liga 1 2018". liga-indonesia.id. 22 Maret 2018. Diarsipkan dari versi asli pada 5 Agustus 2018. Diakses tanggal 22 Maret 2018.
  60. Adnan, Rais (10 Mei 2019). "Ini Logo Dan Sponsor Utama Liga 1 2019". Goal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Mei 2019. Diakses tanggal 10 Mei 2019.
  61. Adiyaksa, Muhammad (5 Februari 2020). "Emtek Kembali Jadi Official Broadcaster Liga 1 2020". liputan6.com. Jakarta: Bola.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-18. Diakses tanggal 5 Februari 2020.
  62. Adiyaksa, Muhammad (5 Agustus 2021). "BRI Diperkenalkan sebagai Sponsor Utama Baru Liga 1 pada 12 Agustus 2021". bola.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-04. Diakses tanggal 5 Agustus 2021.
  63. Hasan, Zainal (31 Maret 2022). Ibrahim, Herry (ed.). "Banyak Sisi Positif, BRI Siap Kembali Jadi Sponsor Utama Liga 1 Musim Depan". Indosport. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 31 Maret 2022.
  64. Wibowo, Hendry (2023-06-26). "Resmi! BRI Kembali Jadi Sponsor Utama Liga 1 2023 / 2024". Bola.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-28. Diakses tanggal 2023-06-26.
  65. Yaksa, Muhammad Adi (26 Juni 2024). "PT LIB Umumkan Emtek Group Tetap Menjadi Official Broadcaster dan BRI sebagai Sponsor Liga 1 Musim Depan". Bola.com.
  66. "KPPU Selidiki Dugaan Monopoli & Pengaturan Hak Siar ISL oleh PSSI". Detik.com. 19 Maret 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-22. Diakses tanggal 2022-11-14.
  67. 1 2 "Mengapa PT GTS Tak Lagi Produksi Siaran Langsung Liga 1?". kumparan.com. 20 Juli 2022.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]