Liga Super Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Super Liga (Indonesia))
Lompat ke: navigasi, cari
Liga Super Indonesia
Liga Super Indonesia.png
Negara  Indonesia
Konfederasi AFC
Dibentuk 2008
Musim perdana 2008
Jumlah tim 18
Tingkat pada piramida 1
Degradasi ke Divisi Utama
Piala domestik Piala Indonesia Piala Presiden
Piala internasional Liga Champions AFC
Piala AFC
Juara bertahan Persib Bandung
(2014)
Klub tersukses Persipura Jayapura (3 Gelar)
Stasiun televisi
penyiar
-
Situs web http://www.ligaindonesia.co.id
Tidak ada kompetisi

Liga Super Indonesia (disingkat LSI, bahasa Inggris: Indonesia Super League (ISL) adalah kompetisi sepak bola profesional level tertinggi di Liga Indonesia yang dibentuk pada tahun 2008 sampai dengan saat ini. LSI diselenggarakan oleh PT Liga Indonesia yang dimiliki oleh PSSI. Liga Super Indonesia dikuti 18 tim terbaik (ada beberapa musim yang diikuti 22 tim) yang akan saling bertanding satu putaran penuh kompetisi dengan sistem promosi dan degradasi. Tiap tiap klub akan memainkan 38 pertandingan kandang dan tandang dengan total 306 pertandingan dalam satu musim kompetisi.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada musim 2008/2009 Liga Indonesia baru melahirkan empat juara: Persipura Jayapura (3), Arema Indonesia (1), Sriwijaya FC (1) dan Persib Bandung (1).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Asal[sunting | sunting sumber]

Ide dari pelaksanaan sistem liga ini telah dikemukakan sejak tahun 2007 sebagai upaya mewujudkan profesionalisme dalam persepak-bolaan nasional. Alasan lainnya adalah karena format Liga Indonesia pada tahun 2007 yang kurang adil, berlangsung secara sistem setengah kompetisi. Sistem ini menyebabkan tingginya tingkat ketegangan pertandingan dan sangat berpotensi memicu kerusuhan. Alasan terakhir adalah karena terlalu banyak tim peserta (36 tim).

Pembentukan[sunting | sunting sumber]

LSI pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008. Kompetisi ini dilaksanakan untuk mengikuti persyaratan FIFA yang menyatakan bahwa liga teratas dari suatu negara harus diikuti oleh paling sedikit 18 klub dan setiap klub diharapkan merupakan klub profesional tanpa dibantu dana subsidi Pemerintah APBD.

18 klub perdana[sunting | sunting sumber]

Pada awal LSI 2008 diadakan dengan menyeleksi sembilan tim teratas dari Divisi Utama Liga Indonesia 2007. Tim-tim tersebut adalah:

Tetapi setelah diverifikasi, beberapa klub mengundurkan diri dengan alasan kekurangan dana. Sebagai penggantinya dipilihlah klub Divisi Utama Liga Indonesia 2007 dengan syarat menempati posisi kalsemen tepat di bawah klub yang digantikan kemudian diverikasi kembali. Tim yang lolos verifikasi adalah:

  1. Arema Indonesia
  2. Bontang FC
  3. Pelita Jaya Jawa Barat
  4. Persebaya Surabaya
  5. Persela Lamongan
  6. Persema Malang
  7. Persib Bandung
  8. Persiba Balikpapan
  9. Persija Jakarta
  10. Persijap Jepara
  11. Persik Kediri
  12. Persipura Jayapura
  13. Persisam Samarinda
  14. Persitara Jakarta Utara
  15. Persiwa Wamena
  16. PSM Makassar
  17. PSMS Medan
  18. Sriwijaya FC Palembang

Format kompetisi[sunting | sunting sumber]

Format kompetisi memakai satu wilayah dan tidak ada lagi format dua wilayah. Pemenang akan ditentukan dari jumlah poin paling banyak selama 34 pertandingan. Tim akan mendapatkan 3 poin jika menang dan 1 poin jika bermain imbang. Gelar juara ditentukan oleh tim dengan poin tertinggi selama satu musim kompetisi, jika poin sama maka juara akan ditentukan dengan selisih gol. Juara akan mewakili Indonesia di Liga Champions AFC. Runner-up akan mewakili Indonesia di Piala AFC dan Liga Champions AFC dengan play-off. Tiga tim penghuni terbawah klasemen akan langsung terdegradasi. Sementara satu tim (peringkat ke-15) akan melakukan play-off melawan peringkat ke-4 Divisi Utama.

Klub[sunting | sunting sumber]

Klub Peserta Liga Super Indonesia[sunting | sunting sumber]

Total jumlah seluruh klub yang pernah merumput di Liga Super Indonesia sejak 2008 adalah 32 klub. Berikut adalah daftar klub-klub yang pernah dan sedang meremput di Liga Super Indonesia:

  1. Arema Cronus
  2. Bali United (sebelumnya Persisam Samarinda)
  3. Barito Putera
  4. Bontang FC
  5. Borneo FC
  6. Deltras Sidoarjo
  7. Gresik United
  8. Madura United (sebelumnya Pelita Bandung Raya)
  9. Mitra Kukar
  10. Bhayangkara Surabaya United (sebelumnya Surabaya United)
  11. Persela Lamongan
  12. Persema Malang
  13. Perseru Serui
  14. Persib Bandung
  15. Persiba Balikpapan
  16. Persiba Bantul
  17. Persibo Bojonegoro
  18. Persidafon Dafonsoro
  19. Persija Jakarta
  20. Persik Kediri
  21. Persipura Jayapura
  22. Persiram Raja Ampat
  23. Persita Tangerang
  24. Persitara Jakarta Utara
  25. Persiwa Wamena
  26. PSAP Sigli
  27. PSIS Semarang
  28. PSM Makassar
  29. PSMS Medan
  30. PSPS Pekanbaru
  31. Semen Padang FC
  32. Sriwijaya FC

Klub Peserta Liga musim 2015[sunting | sunting sumber]

Kompetisi liga musim 2014 dibagi atas dua wilayah, yaitu Wilayah Barat dan Wilayah Timur. 4 tim teratas tiap tiap wilayah akan kembali bertarung untuk menjadi juara. Persib Bandung berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Persipura Jayapura melalui adu penalti.

Berikut adalah daftar klub yang akan mengikuti Liga Super Indonesia 2015. Meskipun tidak terdegradasi musim 2014, Persik Kediri dan Persiwa Wamena tidak akan berkompetisi pada musim 2015 karena tidak lolos verifikasi PSSI.

Kompetisi liga musim 2015 tidak diselenggarakan karena PSSI dibekukan oleh menpora. Namun klub dibawah ini adalah klub sah yang akan main di kompetisi resmi berikutnya.

No Klub
Posisi
Pada 2014
Musim Pertama di Liga Super Jumlah musim di
Liga Super
Jumlah Juara Liga Super Terakhir Juara Liga Super
1 Arema 1

Wilayah Barat

2008-2009 6 1 2009-2010
2 Bali United 6

wilayah Timur

2008-2009 6 0 -
3 Barito Putra 7

Wilayah Barat

2013 2 0 -
4 Mitra Kukar 3

Wilayah Timur

2011-2012 3 0 -
5 Persela 4

Wilayah Timur

2008-2009 6 0 -
6 Madura United 4

Wilayah Barat

2008-2009 6 0 -
7 Persib 2

Wilayah Barat

2008-2009 6 1 2014
8 Persiba 0055

Wilayah Timur

2008-2009 6 0 -
9 Persija 5

Wilayah Timur

2008-2009 6 0 -
10 Perseru Serui 8

Wilayah Timur

2014 2 0 -
11 Persegres Gresik United 9

Wilayah Barat

2008-2009 6 0 -
12 Persipura 2

Wilayah Timur

2008-2009 6 4 2013
13 Persebaya Surabaya 1

Wilayah Timur

2009-2010 2 0 -
14 Persiram Raja Ampat 9

Wilayah Timur

2008-2009 2 0 -
15 Pusamania Borneo FC 1

Divisi Utama

2015 1 0 -
16 PSM Makasar 7

Wilayah Timur

2008-2009 5 0 -
17 Semen Padang 3

Wilayah Barat

2010-2011 5 0 -
18 Sriwijaya FC 6

Wilayah Barat

2008-2009 6 1 2011-2012

Kelangsungan[sunting | sunting sumber]

Klub peserta Superliga harus merupakan klub profesional sesuai ketentuan FIFA dan AFC. Konsekuensinya, klub peserta tidak boleh bergantung pada sumbangan pihak ketiga, termasuk APBD daerah. Hal ini menjadi masalah besar bagi sebagian besar klub karena saat itu hanya Arema Malang, Semen Padang dan Bontang PKT yang merupakan klub profesional penuh dan merupakan klub yang dibiayai tanpa menggunakan APBD. Selain itu ada masalah lain yang mengancam kelangsungan Superliga seperti standardisasi stadion sesuai standar yang diberikan Badan Liga Indonesia (BLI). BLI juga sempat mengharuskan pelatih yang menangani tim-tim peserta Superliga harus berlisensi A. Meski demikian akhirnya BLI memberi toleransi yang memperbolehkan pelatih berlisensi B boleh membesut tim Superliga dengan durasi masa kepelatihan hanya semusim.[1]

Dari 18 klub yang diverifikasi oleh BLI, ada dua tim yang dipastikan tidak bisa mengikuti Superliga karena tidak bisa memenuhi lima aspek verifikasi BLI, yaitu Persiter dan Persmin. Untuk mengisi dua tim yang tidak lolos verifikasi itu ada tujuh tim dari Divisi Utama yang akan bersaing untuk memperebutkan jatah Persiter dan Persmin. Ketujuh tim tersebut adalah, Bontang PKT, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, PSS Sleman, Persikabo Bogor, Semen Padang dan Persis Solo.[2]

Setelah melalui proses verifikasi terhadap tujuh tim dari Divisi Utama ini, akhirnya dua tim yang berhak menggantikan posisi Persiter dan Persmin ini diumumkan pada tanggal 16 Juni 2008, yaitu Bontang PKT dan PSIS Semarang. Kedua tim ini memiliki poin tertinggi dari lima aspek verifikasi BLI. Selain itu berdasarkan rapat pada tanggal 13 Juni lalu menghasilkan keputusan bahwa Liga Super Indonesia 2008 tetap diikuti oleh 18 tim meski sempat ada perdebatan mengenai pelangsungan LSI 2008 meski dengan 16 tim.[3]

PSMS Medan sempat terancam dibatalkan dari keikutsertaannya di LSI 2008 karena masalah internal klub yang cukup pelik. Perwakilan dari BLI membenarkan berita tersebut, dan menyebutkan bahwa LSI 2008 tetap akan dimulai pada hari Sabtu, 12 Juli 2008 tanpa menyebutkan konsekuensinya, bila BLI memutuskan untuk menggagalkan keikutsertaan PSMS di LSI 2008. Namun pada akhirnya PSMS tidak jadi mengundurkan diri dari LSI 2008.[4]

Riwayat Juara[sunting | sunting sumber]

Musim Juara Peringkat kedua Peringkat ketiga
2008–09 Persipura Jayapura Persiwa Wamena Persib Bandung
2009–10 Arema Indonesia Persipura Jayapura Persiba Balikpapan
2010–11 Persipura Jayapura Arema Indonesia Persija Jakarta
2011–12 Sriwijaya Persipura Jayapura Persiwa Wamena
2013 Persipura Jayapura Arema Indonesia Mitra Kukar
2014 Persib Bandung Persipura Jayapura
2015 Kompetisi ditinggalkan
2016 Tidak ada kompetisi

*2014 = Pada musim ini Liga Super ndonesia, menggelar sistem gugur

*2015 = Liga Super Indonesia dihentikan setelah intervensi dari pemerintah, kemudian Indonesia di Banned oleh FIFA.

Klub Tersukses[sunting | sunting sumber]

Klub Juara Peringkat kedua Musim
Persipura Jayapura
3
3
2008–09, 2010–11, 2013
Arema Indonesia
1
2
2009–10
Sriwijaya
1
0
2011–12
Persib Bandung
1
0
2014

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Pemain Terbaik[sunting | sunting sumber]

Boaz Solossa bersama Persipura Jayapura

Boaz Solossa adalah pemain yang paling banyak mendapatkan penghargaan pemain terbaik terbanyak, sebanyak 3 kali sejak ISL pertama kali di gelar pada musim 2008.

Musim Pemain Klub
2008-2009 Bendera Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2009-2010 Bendera Indonesia Kurnia Meiga Arema Indonesia
2010-2011 Bendera Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2011-2012 Bendera Saint Kitts dan Nevis Kayamba Gums Sriwijaya FC
2013 Bendera Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2014 Bendera Indonesia Ferdinand Sinaga Persib Bandung
2015 Kompetisi ditinggalkan
2016 Tidak ada kompetisi

Pencetak Gol Terbanyak[sunting | sunting sumber]

Tahun Pemain Klub Gol
2008–09 Bendera Indonesia Boaz Solossa
Bendera Indonesia Cristian Gonzáles
Persipura Jayapura
Persik Kediri/Persib Bandung
28
2009–10 Bendera Paraguay Aldo Baretto Bontang 19
2010–11 Bendera Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura 22
2011–12 Bendera Brazil Beto Gonçalves Persipura Jayapura 25
2013 Bendera Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura 25
2014 Bendera Kamerun Emmanuel Kenmogne Persebaya Surabaya 25
2015 Kompetisi ditinggalkan
2016 Tidak ada kompetisi

Top Skor Sepanjang Masa[sunting | sunting sumber]

Pemain/Musim Tahun aktif Goal Penampilan
Bendera Indonesia Boaz Solossa 2008- 103 ?
Bendera Indonesia Cristian Gonzáles 2008- 100 ?
Bendera Brazil Beto Gonçalves 2008- 89 ?
Bendera Indonesia Greg Nwokolo 2008-2009, 2010-2013 73 ?

Boaz Salossa menjadi pemain terbanyak yang mencetak gol di Liga Super Indonesia sejak debut nya musim 2008, Boaz Salossa sendiri sekarang masih aktif sebagai pemain dan membela klub kelahirannya Persipura Jayapura.

[sunting | sunting sumber]

Dari musim perdana 2008 Liga Super Indonesia memakai nama sponsor sebagai bagian dari nama Titel Liga sendiri. PT Djarum adalah sponsor pertama di Liga Indonesia dengan jangka waktu 4 musim berturut sejak 2008-2012.

Periode Sponsor Nama Titel
2008-2012 PT. Djarum Djarum ISL
2012-Sekarang Tidak ada sponsor Indonesia Super League

Televisi Penyiar[sunting | sunting sumber]

Indonesia Super League dalam perjalanannya telah beberapa kali mengganti official broadcaster untuk Liganya, sejak pertama kali antv dipercaya untuk menjadi broadcaster liga professional pertama di Indonesia ini. Tercatat sudah ada tiga saluran televisi nasional yang menayangkan.

Periode TV Penyiar
2008-2014 antv
2013 TV One
2014 MNC Group (MNC TV dan RCTI)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]