Lompat ke isi

Sungai Tama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sungai Tama
多摩川  (Jepang)
Sungai Tama dekat kota Ōme di Tokyo barat
Peta Peta
Peta
Peta
Peta
Koordinat:
Lokasi
NegaraJepang
PrefekturPrefektur Yamanashi, Prefektur Kanagawa, Prefektur Tokyo
Ciri-ciri fisik
Hulu sungai 
 - lokasiGunung Kasatori
Muara sungai 
 - lokasiTeluk Tokyo

Sungai Tama (bahasa Jepang: 多摩川, Tama-gawa) merupakan salah satu sungai utama yang melintasi Prefektur Yamanashi, Kanagawa, dan Tokyo di pulau Honshū, Jepang. Pemerintah Jepang menetapkannya sebagai sungai Kelas 1 karena perannya yang penting. Sungai ini memiliki panjang sekitar 138 kilometer (86 mil) dan mencakup daerah aliran seluas 1.240 kilometer persegi (480 mil persegi). Mengalir melalui kawasan metropolitan Tokyo, Sungai Tama menjadi batas alami antara Prefektur Tokyo dan Kanagawa. Di sepanjang tepiannya, terutama di Wilayah Tokyo Raya, terdapat taman-taman hijau dan area olahraga yang menjadikannya salah satu lokasi rekreasi dan piknik favorit bagi penduduk setempat.

Sungai Tama berawal dari Gunung Kasatori yang terletak di Kota Koshu, Prefektur Yamanashi. Dari sumbernya, aliran air bergerak ke arah timur melintasi pegunungan di bagian barat Tokyo, tempat Bendungan Ogōchi membentuk Danau Okutama. Setelah melewati bendungan, aliran ini mulai dikenal sebagai Sungai Tama dan terus mengalir ke timur melalui Taman Nasional Chichibu Tama Kai hingga mencapai Kota Ōme. Selanjutnya, sungai ini mengalir ke arah tenggara di antara Perbukitan Tama dan Dataran Musashino. Di wilayah Hamura, terdapat saluran air Tamagawa yang bersejarah, dibangun oleh Tamagawa bersaudara pada tahun 1653, yang berfungsi untuk menyalurkan air ke Edo (kini Tokyo).[1] Lebih jauh di hilir, sungai ini menjadi batas alami antara Tokyo dan Kota Kawasaki di Prefektur Kanagawa, sebelum akhirnya bermuara ke Teluk Tokyo di kawasan industri yang berdekatan dengan Bandar Udara Internasional Tokyo.

Di sungai ini terdapat berbagai macam jenis ikan yang umum dapat dijumpai di Jepang, seperti ikan ayu, ikan mas, ikan mas krusian, bass hitam, dan ikan lele jepang.[2][3]

Pada musim panas tahun 2002, seekor anjing laut berjanggut jantan bernama Tama-chan, yang biasanya hidup di wilayah Arktik, menarik perhatian publik ketika pertama kali terlihat di Sungai Tama, dekat Jembatan Maruko. Kehadirannya yang tidak biasa menjadikannya fenomena nasional dan membuatnya terkenal di seluruh Jepang.[4]

Dalam beberapa tahun terakhir, Sungai Tama menjadi habitat bagi sejumlah spesies pendatang, seperti kura-kura brazil dan ikan tropis termasuk piranha. Kehadiran ikan tropis ini diyakini disebabkan oleh meningkatnya suhu air akibat perubahan iklim global serta limpasan air hangat dari instalasi pengolahan limbah. Kondisi tersebut memungkinkan ikan peliharaan tropis yang dibuang oleh pemiliknya bertahan hidup bahkan selama musim dingin Jepang.[5] Pada awal tahun 2000-an, seorang warga Kawasaki bernama Mitsuaki Yamasaki mendirikan sebuah “tempat penampungan ikan” untuk menampung ikan-ikan peliharaan yang seharusnya akan dilepaskan ke sungai.[6]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Tracing the History of the Tamagawa Josui Aqueduct".
  2. Bureau, Tokyo Convention & Visitors. "Walking Around the Power Spots of the Tama River". The Official Tokyo Travel Guide, GO TOKYO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  3. Anglers, Japan. "Japan Anglers". Japan Anglers (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  4. Asakura, Takuya (2002-08-17). "Seal checks into Hotel Tamagawa". The Japan Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  5. Steve Chao (18 Oktober 2010). "Piranhas stalk Japan river". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  6. Yamamoto, Tomoyuki Kawasaki man runs 'fish shelter' to reel in invasive species in Tamagawa river 11 March 2015 Asahi Shimbun Retrieved 20 September 2015