Sungai Pitap
| Sungai Pitap | |
|---|---|
| Lokasi | |
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | Kalimantan Selatan |
| Ciri-ciri fisik | |
| Hulu sungai | Pegunungan Meratus |
| Muara sungai | Sungai Tabalong |
| - lokasi | Kalimantan Selatan |
| Panjang | 35 km (22 mi) |
| Lebar | |
| - rata-rata | 9 m (30 ft) |
| - maksimum | 15 m (49 ft) |
| Kedalaman | |
| - rata-rata | 4 m (13 ft) |
| Daerah Aliran Sungai | |
| Luas DAS | 278 km2 (107 sq mi)[1] |

Sungai Pitap atau Sungai Kitab[2] adalah nama anak sungai Tabalong yang mengalir di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
Sungai Pitap memiliki panjang 35 km, melewati 9 desa yang berhulu di Pegunungan Meratus tepatnya di Gunung Hauk, Desa Ajung dan bermuara ke Sungai Tabalong, di Desa Batu Piring.[3] Bagian hulu sungai didiami oleh masyarakat adat Dayak Pitap.[2]
Wilayah Sungai Pitap sebagian besarnya termasuk dalam kategori sungai dangkal dengan arus yang kuat dengan bagian dasarnya didominasi oleh bebatuan.[4]
Masalah lingkungan
[sunting | sunting sumber]Tingkat kekeruhan sungai Pitap pada tahun 2022, dirasakan semakin keruh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan terdapat aktivitas penambangan pasir, hutan yang gundul di bagian hulu sungai dan limbah dari tambang batubara.[3]
Namun, kualitas perairan sungai Pitap di bagian hulu sungai masih belum tercemar. Sedangkan di bagian tengah aliran sungai sudah sedikit tercemar dan di bagian hilir sungai sudah tercemar.[4]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ name="https://inilahkalsel.com/sore-romantis-di-bendung-pitap-tempat-santai-warga-balangan-yang-lagi-viral/
- 1 2 Badan Registrasi Wilayah Adat. "Wilayah Adat Dayak Pitap". berita BRWA. Diakses tanggal 2025-10-09.
- 1 2 Hasan, Zainuddin (13 Juli 2022). "Warga keluhkan keruhnya Sungai Pitap, Kabupaten Balangan". ANTARA News Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2025-10-09.
- 1 2 Sari, Sasi; Aprida, Siti (2018). "KUALITAS AIR SUNGAI PITAP BERDASARKAN INDEKS AUTOTROPIK DI KALIMANTAN SELATAN". EnviroScienteae. 14 (3): 246–258. doi:10.20527/es.v14i3. ISSN 2302-3708.
