Sungai Abasha
Sungai Abasha (bahasa Georgia: აბაშა, Mingrelian: აბაშა), juga dikenal sebagai Abashistskali (Georgia: აბაშისწყალი) atau Abashatskari (Mingrelian: აბაშაწყარი) adalah sebuah sungai di barat Georgia, mencalonkan diri sejauh 66 kilometer (41 mi) di kotamadya Martvili dan Abasha, Samegrelo-Zemo Svaneti wilayah. Luas tangkapan air adalah 370 kilometer persegi (140 sq mi).[1]
Geografi
[sunting | sunting sumber]Sungai Abasha bermula di pertemuan sungai pegunungan Rachkhitskali dan Toba, dekat desa Baldi, pada ketinggian 325 meter (1.066 ft) di atas permukaan laut, dan bertemu dengan Tekhuri sebagai anak sungai kiri, membentuk sistem hidrologi regional yang signifikan, berperan penting dalam ekologi lokal, serta menjadi bagian integral dari jaringan aliran air di wilayah barat Georgia.[1]
Abasha membentuk ngarai sempit di dekat desa yang bernama Gachedili (Gochkadili), tempat pembangkit listrik tenaga air Abasha dibangun pada tahun 1928. Pada bulan Juli 2010, sebuah ekspedisi dari Universitas Negeri Ilia telah menemukan jejak kaki dinosaurus herbivora serta amonit, brakiopoda, dan bulu babi yang berasal dari Kapur Akhir (100,5–65,5 Ma).[2] Pada bulan Oktober 2010, ngarai Gachedili resmi dijadikan kawasan lindung oleh pemerintah Georgia.[3]
Etimologi dan sejarah
[sunting | sunting sumber]Etimologi legendaris dari hidronim "Abasha" ditemukan dalam Sejarah Raja Vakhtang Gorgasali abad ke-11, merupakan bagian dari Kronik Georgia, yang menceritakan kisah invasi Arab pada tahun 735, mengklaim bahwa sungai yang meluap menimpa kontingen "Abash" dari pasukan penyerang, yang kemudian dinamai Abasha berdasarkan peristiwa ini.[4] Sarjana modern melihat hidronim sebagai gabungan nama laki-laki Aba dan sufiks adjektiva -shi atau, alternatifnya, kata yang berasal dari Persia, ab (آب, "air") ditambah bentuk kecil -cha.[5]
Sungai Abasha melintasi salah satu distrik utama di Georgia barat yang bersejarah. Gereja abad pertengahan yang penting, Chqondidi, terletak di lembah Abasha. Pada abad ke-18 dan ke-19, sebuah distrik di tenggara Kerajaan Mingrelia terkadang disebut Abasha, sesuai nama sungainya.[5]
Lihat juga
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "აბაშა" [Abasha]. ქართული საბჭოთა ენცილოპედია [Georgian Soviet Encyclopedia] (dalam bahasa Georgian). Vol. 1. Tbilisi. 1975. hlm. 17. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
- ↑ "Discovery of Paleontologists". Ilia State University. Diakses tanggal 29 June 2013.
- ↑ "New protected area in Martvili district". Rustavi2. 4 October 2010. Diakses tanggal 29 June 2013.[pranala nonaktif permanen]
- ↑ Thomson, Robert W. (1996). Rewriting Caucasian history: the medieval Armenian adaptation of the Georgian chronicles; the original Georgian texts and the Armenian adaptation. Oxford: Clarendon Press. hlm. 244–245. ISBN 0198263732.
- 1 2 Kekelia, Igor (2012). Ioseliani, Khatuna (ed.). "Vakhusti Bagrationi and the issues of historic geography of Abasha Gorge" (PDF). Studies in History and Ethnology. XIV. Tbilisi: Ivane Javakhishvili Institute of History and Ethnology: 141–170. ISSN 1512-2727. Diakses tanggal 29 June 2013.