Sulaiman bin Yasar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Tujuh Fuqaha
Madinah

Abu Ayyub Sulaiman bin Yasar Al-Hilali Al-Madani adalah seorang ulama terkenal dari golongan tabi'in, dan salah dari Tujuh Fuqaha Madinah.[1][2][3] Ia diperkirakan lahir pada sekitar masa akhir kekhalifahan Utsman bin Affan. Ia adalah maula (bekas budak) dari Maimunah binti al-Harits, salah seorang istri Nabi Muhammad.[4] Sulaiman bin Yasar mempunyai saudara yang bernama Atha bin Yasar, yang juga seorang ulama yang disegani.[4]

Sulaiman bin Yasar banyak meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Ummu Salamah, dan lain-lain.[4] Said bin al-Musayyib sering menyarankan peminta fatwa untuk bertanya kepada Sulaiman bin Yasar, yang disebutnya sebagai ulama yang paling berlimu.[4] Ia juga merupakan salah satu guru utama dari Az-Zuhri dan Imam Malik.[3][4]

Sulaiman bin Yasar wafat pada usia 73 tahun, pada tahun 107 H/725 M, meski ada pula yang menyebutnya pada tahun 100 H atau 94 H.[4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Prof. A. Qodri Azizy, Ph.D. Reformasi Bermazhab: Sebuah Ikhtiar Menuju Ijtihab Sesuai Saintifik-Modern. Teraju Mizan. hlm. 28-29. 
  2. ^ Habib Nazir, Muhammad Hasanuddin (2004). Ensiklopedi Ekonomi dan Perbankan Syariah. Kaki Langit. hlm. 358. ISBN 9789799908100, 9799908108. 
  3. ^ a b Umar F. Abd-Allah (2013). Mālik and Medina: Islamic Legal Reasoning in the Formative Period. BRILL. hlm. 42-43. ISBN 9789004247888, 9004247882. 
  4. ^ a b c d e f Abu al-Abbas Ahmad bin Muhammad bin Khalikan (1842). Ibn Khallikan's Biographical Dictionary. diterjemahkan oleh William MacGuckin de Slane. Oriental Translation Fund. hlm. 586-587.