Suku yang belum terjamah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Para anggota dari sebuah suku tak terjamah yang berada di munisipalitas Feijó, negara bagian Acre, Brasil, pada 2012

Suku yang belum terjamah, yang juga disebut sebagai suku bangsa terisolasi atau suku-suku yang hilang, adalah komunitas yang tinggal, atau hidup, entah karena pilihan (suku bangsa yang tinggal dalam isolasi sukarela) atau karena keadaan, tanpa kontak signifikan dengan peradaban global. Beberapa suku masih sepenuhnya tak terjamah dengan peradaban global. Para aktivis hak pribumi menyerukan agar kelompok semacam itu dibiarkan sendiri, dengan alasan akan menginterfensi hak mereka untuk penentuan nasib sendiri.[1]

Pada 2013, diperkirakan terdapat lebih dari 100 suku tak terjamah di seluruh dunia, kebanyakan di kawasan pedalaman hutan di Amerika Selatan, Afrika Tengah, dan Nugini.[2] Pengetahuan dari keberadaan kelompok tersebut kebanyakan datang dari desas-desus dan terkadang pertikaian dengan suku-suku tetangga, dan rekaman udara. Suku-suku terisolasi memiliki kekurangan kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit umum, yang dapat menewaskan sebagian besar anggota suku mereka setelah kontak.[3][4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nuwer, Rachel (2014-08-04). "Future – Anthropology: The sad truth about uncontacted tribes". BBC. Diakses tanggal 2015-07-24. 
  2. ^ "How many uncontacted tribes are left in the world?". New Scientist. 22 August 2013. Diakses tanggal 3 July 2016. 
  3. ^ "Isolated tribe spotted in Brazil". BBC News. 2008-05-30. Diakses tanggal 2013-08-05. 
  4. ^ Adams, Guy (2 February 2012). "Close camera encounter with 'uncontacted' Peruvian tribe". The New Zealand Herald. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]