Sudisman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sudisman
Lahir1920
MeninggalOktober 1968
KebangsaanIndonesia
PekerjaanSekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Indonesia[1]
Kita hidup untuk berjuang, dan kita berjuang untuk hidup. Kita hidup bukan hanya demi hidup saja; kita hidup untuk mempertahankan hidup itu dengan keberanian sampai jantung kita berhenti berdetak. Sejak manusia dilahirkan, dari rengekan pertamanya sebagai bayi hingga nafas terakhirnya, hidup adalah perjuangan. Terkadang dia akan menghadapi perjuangan yang sangat sulit, terkadang dia akan menghadapi pertarungan yang sengit. Tidak setiap pertandingan seperti itu dimahkotai dengan kemenangan. Tetapi tujuan hidup adalah memiliki keberanian untuk memasuki pertempuran yang sengit ini dan pada saat yang sama memenangkan kemenangan. Inilah impian setiap orang yang berjuang, tidak terkecuali komunis. Ini juga impian hidupku. Karena tanpa mimpi, tanpa cita-cita, hidup itu tandus dan kosong.

Sudisman[2]


Sudisman (lahir di Jember, 1920[butuh rujukan] - meninggal Oktober 1968[3]) adalah Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Indonesia (PKI) dan satu-satunya pemimpin PKI yang akan diadili setelah Gerakan 30 September 1965. Dia dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi mati.[4][5][1]

Dia adalah anggota tertinggi keempat dari Politbiro Partai Komunis Indonesia, dan merupakan satu-satunya dari lima pemimpin senior PKI yang diadili.[5][3][1] Semua kecuali satu dari sepuluh anggota politbiro PKI tewas.[3]

Sudisman sempat mencoba mengatur kembali PKI menjadi gerakan bawah tanah setelah para pemimpin senior lainnya ditangkap dan dieksekusi. Dia bertindak sebagai pemimpin PKI untuk waktu yang singkat sebelum penangkapannya. Dia akhirnya ditangkap pada Desember 1966.[3]

Masa kecil[sunting | sunting sumber]

Sudisman adalah pejuang yang telah melewati pasang-surut revolusi Indonesia, ia dilahirkan di Jember, 1920. Sejak muda, ia telah berlaku berani menempuh hidup: sebagaimana Sayuti Melik menempelkan Ijazah AMS-nya (SMA) pada blek untuk jual dendeng, demikianlah pula Sudisman, begitu tamat HBS Surabaya tanpa ragu ia bersumpah di depan seorang gurunya bahwa ia tak akan menggunakan ijazah kolonial itu untuk mencari makan. Ia pun lantas terlibat dalam pengorganisiran buruh.[butuh rujukan]

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Sudisman juga dikenal sebagai organisator yang jitu dan cerdik. Seorang jurnalis, Soeryono (1927-2000), yang pernah bekerja di Penghela Rakyat di Magelang dan juga anggota Pesindo menjuluki Sudisman sebagai “the King Maker”, yaitu Amir Syarifuddin dan DN Aidit. Ia juga seorang intelektual yang tekun dan teliti begitulah minimal di mata Joesoef Ishak dan Joesoef pun mengenalnya sebagai orang yang rajin membawa catatan ke mana-mana, dan kebiasaannya tak lain dari mencatat apa-apa yang dikatakan lawan bicaranya. Ia tak ubahnya sebagai “kamus berjalan” yang bisa dimintai bantuannya bila seseorang lupa atau tak mampu mengingat-ingat suatu hal penting yang ingin dikemukakan.[butuh rujukan]

Sejak sebelum pecah perang kemerdekaan 1945, dia aktif di Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia) bersama Amir Syarifuddin, Moh. Yamin, Wikana dan A.K. Gani. Pada masa pendudukan Jepang, pada Januari 1943, Sudisman bersama Amir Syarifuddin dan 53 kawannya pun ditangkap. Menurut A.M. Hanafi, Sekretaris Jendral Barisan Pemuda GERINDO sejak masa pendudukan Belanda dan Jepang, Sudisman adalah Ketua Barisan Pemuda GERINDO Cabang Surabaya. Ia pernah dipenjara di Sragen dan pada akhirnya ia dibebaskan oleh pemuda Sidik Arselan, anggota Pemuda GERINDO, bekas PETA, dengan sepasukan Pemuda P.R.I. (yang ketuanya adalah Sumarsono) yang mendatangi penjara Sragen itu. Selain telah membebaskan Amir Sjarifudin dan Sudisman, mereka juga telah membebaskan semua tahanan lainnya. Sudisman, menurut AM Hanafi juga, adalah anggota PKI, kadernya Pamudji yang dibunuh Jepang di penjara Sragen. Dari penilainan Hanafi, Sudisman adalah seorang yang tahu menghormati kaum Sukarnois. Oleh karena itu, sebagai pejuang Sudisman dikenal sebagai seorang nasionalis yang militan.[butuh rujukan]

Pengadilan[sunting | sunting sumber]

Sudisman adalah anggota politbiro PKI berpangkat tertinggi yang tampil di hadapan Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub),[6] karena para anggota lainnya tewas. Pengadilan Sudisman diadakan pada Juli 1967.[3]

Kesaksian Sudisman dan tokoh PKI lainnya semakin menguatkan kasus terhadap mereka di persidangan. Mereka sedikit banyak mengakui keterlibatan mereka dalam upaya kudeta. Namun, mereka mengklaim bahwa Gerakan 30 September dibenarkan karena memang ada yang disebut "Dewan Jenderal" yang berkomplot melawan Sukarno untuk mengambil alih kekuasaan setelah kematiannya, atau untuk menggulingkannya. Mereka membantah tuduhan dan tafsir bahwa PKI adalah satu-satunya penyelenggara upaya kudeta.[6] Versi angkatan darat dan penuntut dari kejadian tersebut sangat tidak mungkin, dan inisiatif pertama untuk upaya kudeta mungkin datang dari perwira angkatan darat yang tidak puas, meskipun kepemimpinan PKI terlibat.[6]

Kesaksian Sudisman memberikan penjelasan yang masuk akal bahwa PKI sebagai organisasi tidak pernah terlibat dalam upaya kudeta, dan Dipa Nusantara Aidit-lah yang bertindak atas inisiatif sendiri dan berkomplot dengan para perwira.[1][6] Suharto berhasil menggunakan tindakan Aidit sebagai pembenaran atas pembantaian di Indonesia 1965–1966. Penghapusan PKI dari politik Indonesia mencapai tujuan perwira sayap kanan dan ekstremis Muslim yang didukung oleh Amerika Serikat.[1]

Sudisman dieksekusi pada Oktober 1968.[3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e Robert Manne; Mark Aarons (1 March 2016). "Rivers ran red". The Monthly. 
  2. ^ Benedict R. O'G Anderson (January 2006). Language and Power: Exploring Political Cultures in Indonesia. Equinox Publishing. hlm. 269. ISBN 978-979-3780-40-5. 
  3. ^ a b c d e f Guy J. Pauker (February 1969). "The Rise and Fall of the Communist Party of Indonesia" (pdf). RAND Corporation. Memorandum RM-5753-PR. 
  4. ^ "MIA: Encyclopedia of Marxism: Glossary of People: Su". Marxists Internet Archive. Diakses tanggal 9 May 2016. 
  5. ^ a b Helen-Louise Hunter (2007). Sukarno and the Indonesian Coup: The Untold Story. Greenwood Publishing Group. hlm. 49. ISBN 978-0-275-97438-1. 
  6. ^ a b c d Harold Crouch. "Another Look at the Indonesian 'Coup'" (PDF). sukarnoyears.com. Diarsipkan dari versi asli (pdf) tanggal 2 November 2013.