Stenosis tulang belakang
| Spinal stenosis | |
|---|---|
| Spinal stenosis | |
| Informasi umum | |
| Spesialisasi | Orthopedics, neurosurgery |
| Penyebab | Osteoarthritis, rheumatoid arthritis, spinal tumors, trauma, Paget's disease of the bone, scoliosis, spondylolisthesis, achondroplasia[1] |
| Aspek klinis | |
| Gejala dan tanda | Pain, numbness, or weakness in the arms or legs[2] |
| Awal muncul | Gradual[2] |
| Diagnosis | Based on symptoms and medical imaging[3] |
| Kondisi serupa | Cauda equina syndrome, osteomylitis, peripheral vascular disease, fibromyalgia[4] |
| Perawatan | Medications, exercises, bracing, surgery.[5] |
| Pengobatan | NSAIDs, acetaminophen, steroid injections[6] |
| Prevalensi | Up to 8% of people[3] |
Stenosis spinal adalah penyempitan abnormal dikanal spinal atau foramen neural yang kemudian mengakibatkan tekanan kepada sumsum tulang belakang atau bisa pula akar saraf.[5] Gejalanya dapat berupa nyeri, mati rasa, atau kelemahan di lengan atau kaki.[2] Gejala ini biasanya muncul secara bertahap dan membaik dengan membungkuk ke depan.[2] Gejala yang parah dapat meliputi hilangnya kontrol kandung kemih, hilangnya kontrol usus, atau disfungsi seksual.[2]
Penyebabnya bisa meliputi osteoartritis, artritis reumatoid, tumor tulang belakang, trauma, penyakit Paget pada tulang, skoliosis, spondilolistesis, dan kondisi genetik seperti akondroplasia.[1]
Stenosis bisa diklasifikasikan berdasarkan bagian tulang belakang yang terkena, yaitu stenosis servikal, toraks, dan lumbal.[7] Stenosis lumbal adalah yang paling umum, diikuti oleh stenosis servikal.[7]
Diagnosis umumnya didasarkan pada gejala dan pencitraan medis.[3]
Pengobatan bisa dengan menggunakan obat-obatan, penyangga, atau pembedahan.[5] Obat-obatan yang digunakan bisa mencakup NSAID, asetaminofen, atau suntikan steroid.[6] Latihan peregangan dan penguatan juga dapat bermanfaat.[2] Pembatasan aktivitas tertentu mungkin disarankan.[5] Pembedahan biasanya hanya dilakukan jika pengobatan lain tidak efektif, dengan prosedur yang biasa dilakukan adalah laminektomi dekompresi.[6]
Stenosis tulang belakang terjadi di sekitar 8 persen manusia[3], terutama orang yang berusia di atas 50 tahun.[8] Laki-laki maupun perempuan sama seringnya terkena dampaknya.[9]
Deskripsi modern pertama mengenai kondisi ini berasal dari tahun 1803 oleh Antoine Portal, dan terdapat bukti bahwa kondisi ini sudah ada sejak zaman Mesir Kuno.[10]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Spinal Stenosis". National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (dalam bahasa Inggris). 11 April 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 March 2021. Diakses tanggal 19 December 2017.
- 1 2 3 4 5 6 "Spinal Stenosis". National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (dalam bahasa Inggris). 11 April 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 March 2021. Diakses tanggal 19 December 2017.
- 1 2 3 4 Domino, Frank J. (2010). The 5-Minute Clinical Consult 2011 (dalam bahasa Inggris). Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 1224. ISBN 9781608312597. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-09-03. Diakses tanggal 2017-12-19.
- ↑ Ferri, Fred F. (2017). Ferri's Clinical Advisor 2018 E-Book: 5 Books in 1 (dalam bahasa Inggris). Elsevier Health Sciences. hlm. 1202. ISBN 9780323529570. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-09-05. Diakses tanggal 2017-12-19.
- 1 2 3 4 "Spinal Stenosis". National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (dalam bahasa Inggris). 11 April 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 March 2021. Diakses tanggal 19 December 2017.
- 1 2 3 "Spinal Stenosis". National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (dalam bahasa Inggris). 11 April 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 March 2021. Diakses tanggal 19 December 2017.
- 1 2 Canale, S. Terry; Beaty, James H. (2012). Campbell's Operative Orthopaedics E-Book (dalam bahasa Inggris). Elsevier Health Sciences. hlm. 1994. ISBN 978-0323087186. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-09-01. Diakses tanggal 2017-12-19.
- ↑ "Spinal Stenosis". National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (dalam bahasa Inggris). 11 April 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 March 2021. Diakses tanggal 19 December 2017.
- ↑ "Lumbar Spinal Stenosis". OrthoInfo - AAOS. December 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 January 2021. Diakses tanggal 19 December 2017.
- ↑ Boos, Norbert; Aebi, Max (2008). Spinal Disorders: Fundamentals of Diagnosis and Treatment (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 21–22. ISBN 9783540690917. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-09-05. Diakses tanggal 2017-12-19.