Stasiun Sumlaran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Sumlaran
  • Singkatan: SLR
  • Nomor: 4411
Stasiun Sumlaran 1001.JPG
Stasiun Sumlaran semasa masih aktif, 2010
AlamatNasional 24 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Gresik-Babat
Sukodadi, Sukodadi, Lamongan
Jawa Timur
Ketinggian+3 m
Letakkm 177+471 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi[1]
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Konstruksi
Jumlah jalur2
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[2]
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis (hingga tahun 2016)
Sejarah
Ditutup20 November 2016
Layanan
-
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun Sumlaran (SLR) adalah stasiun kereta api nonaktif kelas III/kecil yang terletak di Sukodadi, Sukodadi, Lamongan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +3 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Nama stasiun ini berasal dari nama lama Desa Sukodadi sebelum diubah menjadi namanya yang sekarang.

Stasiun yang hanya memiliki dua jalur kereta api ini awalnya beroperasi menggunakan sistem persinyalan mekanik dengan jalur 1 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas Babat-Kandangan resmi dioperasikan mulai awal Mei 2014[3], jalur 2 juga dijadikan sebagai sepur lurus sehingga stasiun ini menjadi tidak memiliki sepur belok sama sekali. Semua wesel dan perangkat persinyalannya sudah dibongkar.

Kereta api yang terakhir berhenti untuk melayani penumpang di stasiun ini adalah KA Lokal Surabaya-Babat-Bojonegoro. Sejak 1 April 2015 sudah tidak ada lagi kereta api yang berhenti di stasiun ini. Mulai 20 November 2016 stasiun ini dinonaktifkan dan digantikan dengan stasiun baru, yaitu Stasiun Surabayan yang berjarak ±4 km ke arah timur. Alasannya, lahan yang ada di area emplasemen Stasiun Sumlaran sangat sempit untuk penambahan jalur rel baru terkait pembangunan jalur ganda lintas utara. Di samping stasiun ini terdapat gardu pengendali sinyal blok intermediet.[4]

Bangunan lama stasiun ini akhirnya dibongkar total pada tahun 2018 dan kini bekas bangunannya digantikan dengan bangunan baru yang difungsikan sebagai kantor resort jalan rel.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "Rel Ganda Tersambung, Bulan Depan Kereta Ditambah". Tempo.co. 2014-05-09. Diakses tanggal 2020-04-19. 
  4. ^ "PT KAI Manjakan Masyarakat, Stasiun Surabayan Siap Beroprasi". Brata Pos. 21 November 2016. Diakses tanggal 1 Agustus 2017. 
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Pucuk
ke arah Gambringan
Gambringan–Surabaya Pasarturi Surabayan

Koordinat: 7°05′37″S 112°19′19″E / 7.0937278°S 112.3218333°E / -7.0937278; 112.3218333