Stasiun Jakarta Kota

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Stasiun Kota)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Jakarta Kota
  • Singkatan: JAKK
  • Nomor: 0420
Stasiun Jakarta Kota Pintu Utara.jpg
Stasiun Jakarta Kota
Lokasi
Provinsi DKI Jakarta
Kota Jakarta Barat
Kecamatan Taman Sari
Kelurahan Pinangsia
Alamat Jalan Stasiun Kota No. 1
Kode pos 11110
Koordinat 6°08′15″S 106°48′53″E / 6.1375786°S 106.8146342°E / -6.1375786; 106.8146342Koordinat: 6°08′15″S 106°48′53″E / 6.1375786°S 106.8146342°E / -6.1375786; 106.8146342
Sejarah
Dibuka 8 Oktober 1929
Nama sebelumnya Stasiun Batavia-benedenstad, Jakarta
Informasi lain
Operator Daerah Operasi I Jakarta
Kelas stasiun[1] Besar tipe A
Ketinggian +4 m
Letak[2]

km 0+000 lintas Jakarta–...:

Layanan KRL Commuter Line
Pemesanan tiket Hanya melayani kartu single trip/multi trip Commuter Line
Operasi
Stasiun sebelumnya   Logo kcj baru.png   Stasiun berikutnya
menuju Bogor
Bogor–Jakarta KotaTerminus
menuju Depok
Depok–Jakarta Kota
menuju Bekasi
Bekasi–Jakarta Kota
Lewat Manggarai
menuju Bekasi
Bekasi–Jakarta Kota
menuju Cikarang
Cikarang–Jakarta Kota
Pasar Senen
menuju Cikarang
Cikarang–Jakarta Kota
Manggarai
Tanjung Priuk–Jakarta Kota
  Layanan penghubung  
Stasiun sebelumnya   Transjakarta   Stasiun berikutnya
Terminus Koridor 1
Bersambung di: Kota
Koridor 12
Arah Tanjung Priok
Bersambung di: Kota
Koridor 12
Arah Penjaringan
Bersambung di: Kota
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur

12:

  • jalur 4: sepur lurus dari arah Jatinegara-Pasar Senen-Kampung Bandan Bawah
  • jalur 5: sepur lurus ke arah Kampung Bandan Bawah-Pasar Senen-Jatinegara
  • jalur 8: sepur lurus dari arah Tanjung Priuk via Kampung Bandan Atas
  • jalur 9: sepur lurus ke arah Tanjung Priuk via Kampung Bandan Atas
  • jalur 10: sepur lurus dari dan ke Dipo Kereta
  • jalur 11: sepur lurus dari arah Manggarai-Gambir
  • jalur 12: sepur lurus ke arah Gambir-Manggarai
Jumlah peron Tujuh peron teluk dengan dua peron sisi dan enam peron pulau
Gaya arsitektur Art Deco
Arsitek Frans Johan Louwrens Ghijsels
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya


Lokasi pada peta
Stasiun Jakarta Kota is located in Jakarta
Stasiun Jakarta Kota
Stasiun Jakarta Kota (Jakarta)

Stasiun Jakarta Kota (JAKK) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kelurahan Pinangsia, kawasan Kota Tua, Jakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +4 meter ini merupakan stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan satu dari sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe terminus (perjalanan awal/akhir), yang tidak memiliki jalur lanjutan lagi. Stasiun ini memiliki dua belas jalur kereta api dengan jalur 4 dan 5 sebagai sepur lurus jalur ganda dari dan ke arah Kampung Bandan Bawah-Pasar Senen-Jatinegara, jalur 8 dan 9 sebagai sepur lurus jalur ganda dari dan ke arah Kampung Bandan Atas-Tanjung Priuk, serta jalur 11 dan 12 sebagai sepur lurus jalur ganda layang dari dan ke arah Gambir-Manggarai. Di sebelah timur laut stasiun ini terdapat dipo kereta yang terhubung langsung dengan jalur 10.

Stasiun ini dikenal pula dengan sebutan Stasiun Beos. Walaupun stasiun ini dinamakan "Stasiun Jakarta Kota" semenjak berdiri, stasiun ini lebih dikenal dengan sebutan "Stasiun Kota". Nama "Stasiun Kota" juga dapat merujuk kepada Stasiun Surabaya Kota.

Keberadaan Stasiun Jakarta Kota pada saat ini diperdebatkan karena hendak direnovasi dengan penambahan ruang komersial. Padahal, stasiun ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, selain bangunannya kuno, stasiun ini merupakan stasiun tujuan terakhir perjalanan. Seperti halnya Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut di Surabaya yang merupakan cagar budaya, namun juga terjadi renovasi yang dinilai kontroversial.

Sejak 9 Februari 2017 Stasiun Jakarta Kota hanya melayani perjalanan KRL dari dan menuju daerah-daerah Jakarta dan sekitarnya, antara lain Tanjung Priuk, Kampung Bandan Atas (ke arah Tanjung Priuk) atau Bawah (ke arah Pasar Senen), Manggarai, Tanah Abang, Depok, Bogor, dan Bekasi-Cikarang (via Manggarai atau Pasar Senen).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada masa lalu, karena terkenalnya stasiun ini, nama itu dijadikan sebuah acara oleh stasiun televisi swasta. Hanya saja mungkin hanya sedikit warga Jakarta yang tahu apa arti Beos yang ternyata memiliki banyak versi.

Pertama, nama Beos mengacu pada nama stasiun Batavia BOS Bataviasche Oosterspoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), yang berada pada lokasi yang sama sebelum dibongkar.[3] Perusahaan ini adalah sebuah perusahaan kereta api swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh. Versi lain, Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya, yang berasal dari fungsi stasiun sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan Kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.[4]

Sebenarnya, masih ada nama lain untuk Stasiun Jakarta Kota ini, yakni Batavia Zuid yang berarti Stasiun Batavia Selatan.[3] Nama ini muncul karena pada akhir abad ke-19, Batavia sudah memiliki lebih dari dua stasiun kereta api. Satunya adalah Stasiun Batavia Noord (Batavia Utara) yang terletak di sebelah selatan Museum Sejarah Jakarta sekarang. Batavia Noord pada awalnya merupakan milik perusahaan kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, dan merupakan terminus untuk jalur Batavia-Buitenzorg. Pada tahun 1913 jalur Batavia-Buitenzorg ini dijual kepada pemerintah Hindia Belanda dan dikelola oleh Staatsspoorwegen. Pada waktu itu kawasan Jatinegara dan Tanjung Priok belum termasuk gemeente Batavia.[4]

Batavia Zuid, awalnya dibangun sekitar tahun 1887, kemudian ditutup pada tahun 1926 untuk direnovasi menjadi bangunan yang kini ada. Selama stasiun ini dibangun, kereta-kereta api menggunakan stasiun Batavia Noord. Sekitar 200 m dari stasiun yang ditutup ini dibangunlah Stasiun Jakarta Kota yang sekarang. Pembangunannya selesai pada 19 Agustus 1929 dan secara resmi digunakan pada 8 Oktober 1929. Acara peresmiannya dilakukan secara besar-besaran dengan penanaman kepala kerbau oleh Gubernur Jendral jhr. A.C.D. de Graeff yang berkuasa pada Hindia Belanda pada 1926-1931.[5]

Di balik kemegahan stasiun ini, tersebutlah nama seorang arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, 8 September 1882, yaitu Frans Johan Louwrens Ghijsels.[4] Bersama teman-temannya seperti Hein von Essen dan F. Stolts, lelaki yang menamatkan pendidikan arsitekturnya di Delft itu mendirikan biro arsitektur Algemeen Ingenieur Architectenbureau (AIA). Karya biro ini bisa dilihat dari gedung Departemen Perhubungan Laut di Medan Merdeka Timur dan Rumah Sakit PELNI di Petamburan yang keduanya di Jakarta serta Rumah Sakit Panti Rapih di Yogyakarta.

Stasiun Beos merupakan karya besar Ghijsels yang dikenal dengan ungkapan Het Indische Bouwen yakni perpaduan antara struktur dan teknik modern barat dipadu dengan bentuk-bentuk tradisional setempat. Dengan balutan art deco yang kental, rancangan Ghijsels ini terkesan sederhana meski bercita rasa tinggi. Sesuai dengan filosofi Yunani Kuno, kesederhanaan adalah jalan terpendek menuju kecantikan.[4]

Masa kini[sunting | sunting sumber]

Stasiun Jakarta Kota akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya melalui surat keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993. Walau masih berfungsi, di sana-sini terlihat sudut-sudut yang kurang terawat. Keberadaannya pun mulai terusik dengan adanya kabar pembangunan mal di atas bangunan stasiun. Demikian pula kebersihannya yang kurang terawat, sampah berserakan di rel-rel kereta. Selain itu, banyak orang yang tinggal di samping kiri kanan rel di dekat stasiun mengurangi nilai estetika stasiun kebanggaan ini. Kini Pihak KAI melalui Unit Pelestarian Benda dan Bangunan Bersejarah telah mulai menata stasiun bersejarah ini.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini, pada zaman kolonial ada dua, yaitu Batavia NIS (Batavia Noord) dan Batavia BOS (Batavia Zuid)[3]. Setelah kedua stasiun tersebut dibeli oleh pemerintah kolonial, perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen, berencana untuk membangun stasiun besar baru di atas lahan Stasiun Batavia BOS yang mulai ditutup sejak tahun 1923. Sebagai gantinya, maka stasiun Batavia Noord eks-NISM yang berjarak 200 meter ke arah Utara sebagai stasiun utama untuk melayani penumpang. Tahun 1926, stasiun eks-BOS mulai dibongkar. Pembangunan ini adalah proyek dari pembangunan gedung stasiun milik negara, maka Burgerlijke Openbare Werken, (Departemen Pekerjaan Umum Hindia Belanda), terlibat dalam pembangunannya.

Salah satu hal yang unik dari stasiun ini adalah bangunan peron pulaunya yang mirip dengan Stasiun Jember, yaitu berupa kanopi memanjang dengan atap berbentuk huruf V yang disangga struktur kantilever kolom tunggal dari baja.

Stasiun Jakarta Kota juga berfungsi sebagai tempat istirahat sementara bagi beberapa kereta api jarak jauh sebelum dipersiapkan pemberangkatannya di Gambir.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Sejak sekitar tahun 2013-2014 semua kereta api penumpang jarak jauh dan menengah yang dahulu memiliki terminus ke Stasiun Jakarta Kota akhirnya dialihkan ke Stasiun Pasar Senen (antara lain KA Gumarang, KA Gaya Baru Malam Selatan, dan KA Serayu) dan Gambir (antara lain KA Argo Parahyangan dan KA Gajayana). Sejak tanggal 9 Februari 2017 semua perjalanan KA lokal Daop I bagian timur (KA Walahar Ekspres/Lokal PWK dan KA Jatiluhur/Lokal CKP) dipindahkan ke Stasiun Tanjung Priuk.[6]

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

Sejak dipindahkannya kereta api lokal ke Stasiun Tanjung Priuk, praktis stasiun ini hanya melayani KRL Commuter Line Jabodetabek saja. Adapun KRL yang mengakhiri dan mengawali perjalanan di stasiun ini adalah:

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta api di DKI Jakarta
Tanjung Priuk KRL Icon Pink.svg Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Roundetjk10.png Roundetjk12.png
Ancol KRL Icon Pink.svg
Jakarta Gudang
KRL Icon Red.svg KRL Icon Blue.svg KRL Icon Pink.svg Roundeltjk1.png Roundetjk12.png Jakarta Kota
Kampung Bandan KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg KRL Icon Pink.svg Roundetjk12.png
KRL Icon Red.svg KRL Icon Blue.svg Jayakarta
Rajawali KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk12.png
KRL Icon Red.svg KRL Icon Blue.svg Mangga Besar
KRL Icon Red.svg KRL Icon Blue.svg Sawah Besar
Kemayoran KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png
KRL Icon Red.svg KRL Icon Blue.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk3.png Juanda
KRL Icon Yellow.svg Angke
KRL Icon Yellow.svg KRL Icon Brown.svg  ARS  Duri
Gambir Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Roundeltjk2.png
KRL Icon Red.svg KRL Icon Blue.svg Gondangdia
KRL Icon Yellow.svg KRL Icon Green.svg Tanah Abang
Cikini KRL Icon Red.svg KRL Icon Blue.svg
KRL Icon Yellow.svg Karet
Pasar Senen KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Roundeltjk2.png Roundeltjk5.png
KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk1.png Roundeltjk4.png Roundeltjk6.png  M1  Tram interchange (LRT Jabodebek) Sudirman
Gang Sentiong KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png
Mampang
Kramat KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk4.png Roundeltjk5.png
KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg KRL Icon Blue.svg Roundeltjk4.png Manggarai
Pondok Jati KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png
KRL Icon Brown.svg Roundetjk9.png Grogol
KRL Icon Brown.svg Roundeltjk3.png Roundetjk8.png Pesing
Palmerah KRL Icon Green.svg
KRL Icon Brown.svg Roundeltjk3.png Taman Kota
Kebayoran KRL Icon Green.svg Roundetjk8.png Roundetjk13.png
KRL Icon Brown.svg Bojong Indah
ke Serpong/Merak
KRL Icon Brown.svg Roundeltjk3.png Rawa Buaya
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
KRL Icon Brown.svg Kalideres
Cipinang
ke Tangerang
Klender KRL Icon Blue.svg Roundetjk11.png
Dipo Bukit Duri
Buaran KRL Icon Blue.svg Roundetjk11.png
KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg Tebet
Klender Baru KRL Icon Blue.svg
KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg Roundetjk9.png Tram interchange (LRT Jabodebek) Cawang
Cakung KRL Icon Blue.svg
KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg Duren Kalibata
ke Bekasi/Cikampek
Pasar Minggu Baru KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg
Pasar Minggu KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg
Tanjung Barat KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg
Lenteng Agung KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg
Univ. Pancasila KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg
ke Depok/Bogor
Jenis angkutan umum Trayek/koridor Tujuan
Mikrolet[7] M08 Stasiun Tanah AbangStasiun Jakarta Kota
M12 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Senen
M15 Terminal Tanjung Priok–Stasiun Jakarta Kota via Tongkol
M15A Terminal Tanjung Priok–Stasiun Jakarta Kota via Mangga Dua
M25 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Grogol
M39 Pademangan–Stasiun Jakarta Kota
M53 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Pulo Gadung
Koperasi Wahana Kalpika (KWK)[8] B02 Stasiun Jakarta Kota–Warung Gantung
B06 Stasiun Jakarta Kota–Kamal
U10 Sunter Permai–Terminal Muara Angke
Kopaja[9] 86 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Lebak Bulus
MetroMini[9] 84 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Kalideres
Kopami[10] P02 Terminal Senen–Terminal Muara Angke
Transjakarta Roundeltjk1.png Blok M–Kota
Roundetjk12.png Tanjung Priok–Penjaringan
1A (MiniTrans) Fresh Market PIK–Balai Kota
1D (MiniTrans) Kota–Rumah Susun Karanganyar
12A (MiniTrans) Kota–Pelabuhan Kaliadem
12B (MiniTrans) Pluit–Senen via Pasar Ikan–Muara Karang
W1 Kota–Sunda Kelapa

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 26 Desember 2014 pukul 06.30, lokomotif CC201 89 07 menabrak peron di Stasiun Jakarta Kota, pada saat melangsir rangkaian kereta api Argo Parahyangan. Lokomotif tersebut melampaui batas aman berhenti, sehingga meloncat keluar rel kemudian menggerus lantai peron. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[11]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ a b c Murti Hariyadi, Ibnu; Basir, Ekawati; Pratiwi, Mungki Indriati; Ubaidi, Ella; Sukmono, Edi (2016). Arsitektur Bangunan Stasiun Kereta Api di Indonesia. Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero). hlm. 1 – 14. ISBN 978-602-18839-3-8. 
  4. ^ a b c d Majalah KA Edisi Agustus 2014
  5. ^ Stasiun Batavia Selatan Genap 80 Tahun Kompas.com 23 Oktober 2009, diakses 2 November 2011.
  6. ^ "KAI Daop 1 Jakarta Ubah Dua Relasi KA Lokal". BeritaSatu.com. Februari 2017. 
  7. ^ "Mikrolet – TransportUmum – Jakarta". www.transportumum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-07. 
  8. ^ "KWK (Koperasi Wahana Kalpika) – TransportUmum – Jakarta". www.transportumum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-07. 
  9. ^ a b "Rute Metro Mini dan Kopaja di Jakarta". e-transportasi. Diakses tanggal 2018-10-07. 
  10. ^ "Bus Kopami Jaya P 02 Pasar Senen – Muara Karang – TransportUmum – Jakarta". www.transportumum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-07. 
  11. ^ Liputan 6.com: Lokomotif Kereta Tabrak Peron Hancurkan Ruang Tunggu Stasiun Kota
Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
Terminus Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Tanjung Priuk
Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Manggarai
menuju Manggarai