Stasiun Bumi Jatiluhur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Stasiun Bumi Jatiluhur yang terletak di sebelah Barat kota Purwakarta dan letaknya berdekatan dengan Waduk Jatiluhur merupakan salah satu fasilitas milik negara yang dioperasikan oleh PT Indosat Tbk.

An aerial photo of Indosat's Earth Station

Stasiun Bumi Jatiluhur merupakan bagian dari pengoperasian layanan PT Indosat dalam melayani Sambungan Langsung Internasional 001 - dengan menggunakan perangkat telekomunikasi melalui fasilitas yang tersebar di seluruh Nusantara. Stasiun Bumi Jatiluhur terhubung dengan Sentral Gerbang Internasional (SGI) di kantor Pusat Indosat (KPPTI), sedangkan lokasi SGI lainnya adalah di Pantai Cermin - Medan, Bukit Mata Kucing - Batam, serta Banyuurip - Gresik terhubung dengan SGI di Surabaya.

Perangkat jaringan telekomunikasi internasional tersebut memungkinkan pelanggan PT Indosat untuk menghubungi relasinya di 240 negara tujuan. Pada saat itu PT Indosat menawarkan produk - produk yang meliputi 24 jenis jasa telekomunikasi internasional dan domestik. Sentral Gerbang Internasional (SGI)Indonesia saat itu berfungsi juga sebagai sentral lokal, dimana Indosat telah menyelenggarakan layanan telekomunikasi lokal dan sedang mempersiapkan jasa internasional.

Perusahaan ini mempunyai pusat pendidikan dan latihan yang berdekatan dengan Stasiun Bumi Jatiluhur, yaitu Indosat Training Conference Centre (ITCC) sebagai pusat pembentukan insan-insan Indosat yang profesional. Hingga tahun 2010, PT Indosat telah menelurkan lulusan lulusan Pendidikan Dasar PT Indosat, yakni pendidikan semi militer yang merupakan bagian dari proses penerimaan karyawan baru untuk setiap angkatan kerja yang direkrut.

Tentang Gedung Satelit PALAPA

Stasiun Bumi Jatiluhur dimanfaatkan oleh PT Indosat Ooredoo untuk pusat pengendalian satelit melalui fasilitas yang dimiliki di dalam Gedung Satelit PALAPA. Gedung ini diresmikan menjadi lokasi pengendali dan pengawas trafik Satelit PALAPA-D serta pemeliharaan (maintenance) perangkat satelit pada tahun 2009.

Gedung Satelit PALAPA seluas 2.500 m2 ini yang berdiri di areal Stasiun Bumi Indosat di Jatiluhur, Purwakarta, merupakan bangunan dua lantai yang terdiri dari berbagai ruang pengendali dan pengawas, seperti Ruang Control Communication, Ruang Control Satelit,Ruang Base Band & Intermediate Frequency, Ruang Shelter, Ruang Workshop, Ruang KerjaStaf dan Ruang Istirahat.Ruang Control Communication berfungsi sebagai ruang pengawas dan pengendali trafik,Ruang Control Satelit berfungsi sebagai ruang monitor dan pengendali Satelit PALAPA–D.Sementara itu Ruang Base Band & Intermediate Frequency merupakan ruang pengendaliseluruh perangkat kontrol satelit/trafik melalui komputer.

Satelit Palapa D diluncurkan di Xichang Satellite Launch Center (XSLC), kurang lebih 64 km di barat laut dari kota Xichang di provinsi Sichuan, Cina menggunakan wahana luncur Chang Zheng 3B pada tanggal 31 Agustus 2009 pukul 17:28 waktu lokal (16:28 WIB). Informasi lain menuliskan bahwa tanggal 30 Agustus juga dipilih sebagai alternatif tanggal peluncuran, dan pemilihan tanggal peluncuran didasarkan pada kondisi cuaca lokasi peluncuran.Walaupun diluncurkan dari Cina, pusat kendali satelit tetap berada di Stasiun Bumi Jatiluhur, di Purwakarta, Jawa Barat yang dimiliki Indosat.

Lokasi ini juga digunakan untuk pengoperasian Disaster Recover Center (DRC).

Tentang Indosat Ooredoo

PT Indosat Satellite Corporation (PT Indosat Tbk) -- yang kini namanya menjadi Indosat Ooredoo didirikan pada tanggal 20 November 1967. Perusahaan ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah Republik Indonesia dengan ITT (International Telephone and Telegraph) untuk membangun stasiun Bumi yang dioperasikan pada tahun 1969.

Dalam perkembangannya melihat posisi telekomunikasi internasional yang strategis dalam menerima dan menyalurkan informasi dari dan keluar negeri, maka pada tahun 1980 pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengambil alih seluruh saham PT Indosat melalui pelaksanaan akuisisi berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 52, 53, dan 54 tahun 1980.

Mulai tahun 1980 PT Indosat berubah menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga dapat menangkis keraguan kalangan internasional akan kemampuan mengoperasikan jasa telekomunikasi internasional tanpa ITT. Pada tahun 1992 Indosat kembali menjawab keraguan kemampuan Indosat dalam bersaing dengan pihak swasta -- saat itu berkompetisi head to head dengan Satelindo, dimana Indosat mempertahankan pangsa pasar sekitar 90%.

Pada 18 Oktober 1994 Indosat menjadi perusahaan Indonesia pertama yang mencatat sahamnya di New York Exchange dengan ”The best IPO deal of the year”, sedangkan di dalam negeri saham Indosat tercatat Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, dengan kata lain Indosat menjadi perusahaan terbuka yang dituntut untuk selalu menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham secara berkesinambungan. Komposisi saham Indosat saat itu, 57% pemerintah RI (diwakili Meneg BUMN) dan 47% diperdagangkan di pasar modal, Bursa Efek Jakarta dan, Bursa Efek Surabaya. Pada tanggal 16 Mei 2013, Indosat delisted dari NYSE dan melanjutkan listingnya di Bursa Efek Indonesia.

PT Indosat telah memperoleh sertifikat International Standard Organitation (ISO) 9002: 1994 sejak 17 Januari 1997, dan pada 21 September 2001 berhasil mengkonvensikan seluruh sistem manajemen mutunya sesuai standar ISO yang baru yaitu versi ISO 9001:2000.

Mulai tahun 2001, kepemilikan silang antara Indosat dan Telkom dihapuskan. Secara bertahap hak eksklusivitas kedua penyelenggaraan telekomunikasi tersebut dihilangkan. Indosat menindaklanjuti upaya untuk memasuki bisnis seluler melalui pendirian PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) pada tahun 2001 dan akuisisi penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) pada tahun 2001 dan akuisisi penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) pada tahun 2002.

Berawal dari PMA, kembali menjadi PMA

Pada akhir tahun 2002, pemerintah Indonesia melepas saham Indosat yang dimilkinya sebesar 41,49% kepada Singapore Technologis Telemedia Pte, Ltd melalui Indonesia Communications Limited (ICL). Dengan demikian status Indosat kembali menjadi perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai penyelenggara jaringan dan jasa terpadu, penyedia solusi informasi dan telekomunikasi. Pada tanggal 20 Nopember 2003, melalui penandatanganan penggabungan usaha antara Satelindo, IM3 dan Bimagraha ke dalam Indosat, menjadikan Indosat sebagai Full Network Service Provide (FNSP) yang fokus pada seluler terbesar kedua di Indonesia. Melalui layanan jasa seluler, telekomunikasi tetap yang menyatu dalam organisasi, Indosat menyatakan diri sebagai penyelenggara terlengkap di Indonesia.

Kini Indosat telah menjadi Indosat Ooredoo dengan saham mayoritas dimiliki oleh Qatar Telecom dan memiliki visi untuk menjadi Indonesia's Leading Digital Telco. Selengkapnya di sini

Tentang Foto Aerial

Foto aerial dilakukan oleh Indosat Multicopter Pilots Communityyang diresmikan di kantor pusat Indosat Ooredoo, lihat video singkatnya di sini.

Pemilihan tempat[sunting | sunting sumber]

Jatiluhur ditetapkan sebagai tempat ideal karena jauh dari kawasan industri (debu) dan dekat dengan sumber listrik (PLTA Jatiluhur).[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ elib.unikom.ac.id Sejarah Stasiun Bumi Jatiluhur Perpustakaan unikom.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]