Sosis Solo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
sosis solo mbah kakoeng

Sosis Solo adalah makanan khas dari Kota Solo propinsi Jawa Tengah yang terbuat dari daging sapi atau ayam digiling kemudian dibungkus dengan dadar telur. Makanan ini diadopsi dari sosis pada jaman penjajahan Belanda yang kemudian diubah dan disesuaikan dengan bumbu dan gaya lokal masyarakat Kota Solo sehingga menjadi makanan khas daerah. Konon kabarnya Kanjeng Sunan Pakubowono X sendiri yang menggubah dan meracik pertama kalai namun sumber yang lain mengatakan bahwa Sosis Solo dibuat karena masyarakat kepengen mencoba makanan kesukaan para meneer dan noni Belanda. Meskipun hasil adopsi dari makanan luar namun rasa maupun penampilan Sosis Solo sangat khas dan berbeda dengan sosis di daerah lainya.

Ada 2 jenis Sosis Solo yang dikenal yaitu :

  1. Sosis Solo Basah yaitu sosis solo yang dikukus.
  2. Sosis Solo Goreng.

Resep Sosis Solo[sunting | sunting sumber]

Bahan-bahan:

  • 200 gr tepung terigu
  • 4 butir telur
  • 200 ml air
  • 1 sdt garam
  • Minyak goreng

Isi:

  • 300 gr daging giling
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 2 sdm irisan daun bawang
  • 2 sdm minyak
  • 100 ml air

Cara membuat :

  1. Campur telur, terigu, air dan garam hingga rata kemudian dadar pada wajan anti lengket.
  2. Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum. Masukkan daging dan air, masak dengan api sedang hingga agak menyusut. Tambahkan daun bawang, masak kembali hingga mongering.
  3. Bentangkan dadar, isi dengan daging secukupnya, gulung lalu lem dengan larutan sagu. Sisihkan.
  4. Panaskan minyak, goreng dengan minyak panas sedang.
  5. Sajikan sosis solo dengan cabai rawit.